Dosen adalah pendidik profesional dan ilmuwan dengan tugas utama mentransformasikan, mengembangkan, dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan, teknologi melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat (Permendikbud 49/2014 Pasal 1:14)

Sekolah Tinggi Teknologi Garut

Diselenggarakan mulai tahun 1991 dan bernaung di bawah Yayasan Al-Musaddadiyah. http://www.sttgarut.ac.id/

Program Studi Teknik Informatika

Berdiri pada tanggal 30 Juni 1998 dan terakreditasi B. http://informatika.sttgarut.ac.id/

Rinda Cahyana

Dosen PNS Kementrian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi, dpk Sekolah Tinggi Teknologi Garut sejak tahun 2005

20 April 2021

Daya Tarik Ujaran di Medsos

Daya tarik ujaran2 kasar yg mengandung kata-kata seperti 🤬 dalam gurauan, lagu atau pemasaran terlihat saat penikmatnya berbondong2 mendatanginya. Pengemasan pesan baik dgn ujaran kasar masih ditolerir oleh sebagian orang. Sebagian lainnya malah tdk perduli dgn isi pesannya, apakah baik atau buruk, difahami atau tdk, krn lebih memperhatikan aspek kenikmatan lainnya. Oleh krn itu wajar pengujar kasar ada banyak pengikutnya, dan ujarannya terus menerus didengungkan dari generasi ke generasi, zaman ke zaman oleh sebagian pengikutnya. Terlebih ada penelitian* yg menunjukan manfaat memaki, seperti menambah kekuatan dan mengurangi rasa nyeri.

Sementara itu, ada sebagian orang yg merasa fenomena dengungan kata2 kasar sebagai degradasi moral masyarakat karena menganggapnya sedang melabrak norma kesopanan dan sebagian di antara katanya mempromosikan kebohongan. Sebagian kalangan ini membalut gurauan, lagu, dan pemasarannya dgn kata atau frasa keagamaan utk memunculkan daya tarik kesopanan atau kesucian. Bahkan ada yg balutannya itu tdk masuk akal sebab kata2 yg dicampurkannya tdk tercampur dgn baik.

Dengungan ujaran apapun yg paling terdengar mencerminkan seberapa banyak penikmat dengungannya. Orang yg tdk menikmatinya pasti tdk mau ikut serta mendengungkan ujarannya. Oleh karena itu, bukan dengungan nya yg harus diperhatikan, tetapi para pendengungnya. Mencegah dengungan dgn cara menutup telinga hanya akan memperpanjang waktu dengungannya. Menutup mulut pendengung pun tdk membuat dengungan di hatinya berhenti. Ada dua cara yg dapat ditempuh, mengalahkan dengungan nya dgn memobilisasi pendengung sebanyak2nya, dan mengalihkan pendengung kepada dengungan lain.

*) https://m.lampost.co/berita-ternyata-memaki-punya-manfaat-positif.html

Sutradara Mimpi

Malam itu saya tertidur di ruang TV. Seperti biasa kedua saluran hidung ini menutup kalau kedinginan, sehingga dlm mimpi timbul kondisi hidung yg sama. Dlm mimpi tsb saya bergegas menuju toko obat samping warung nasi yg keduanya milik teman. Dlm dunia nyata, teman itu sebenarnya hanya punya toko komputer, dan obat yg dimaksud berada dekat tempat di mana saya tidur. 

Alam bawah sadar faham kalau itu tdk akan jadi solusi, sehingga timbul cerita dlm mimpi bhw saya merasa tdk bisa mengakses obat tsb dgn alasan logis mulai dari tdk bawa uang hingga belum makan. Namun sesaat setelah solusi logis utk mengakses obatnya berhasil difikirkan, pandangan ini mulai gelap. 

Sesaat kemudian terasa ada seseorang yg lewat. Saya pun mulai berusaha utk berteriak dgn susah payah. Akhirnya saya pun terbangun setelah istri menggoncangkan tubuh. Istri sudah faham harus melakukannya bila saya memanggil saat tidur. Dan tentu saja yg paling berjasa membangunkan adalah Tuhan yg membuat istri di kamar tidur menjadi terbangun, mendengar suara saya di ruang TV, dan membangunkan. Alhamdulillah.

Di balik mimpi kita ada sutradara mimpi yg mampu memanfaatkan sumber daya ingatan dan objek-objek dunia nyata utk membangun cerita dalam mimpi, serta pengelola alur dan waktu cerita yg efektif. Ia bahkan mampu menyiapkan kejadian di dunia nyata yg akan segera terjadi utk masuk dlm alur mimpi kita. Masya Allah.

19 April 2021

Perbedaan Rasa Terhadap Kemampuan Tiktok dan Salat Anak

Bila ortu sangat bersedih krn melihat gerakan salat anaknya tdk sebagus gerakan tiktoknya, menurut saya sebaiknya difikirkan lagi. Sebab salat itu memerlukan hidayah taufik, sementara tiktokan itu tdk perlu.

Menurut Habib Abdurrahman Al-Habsy, ciri orang yang mendapat hidayah Allah itu di antaranya ia merasakan mudah atau tidak berat melaksanakan kewajiban (ketaatan) kepada Allah dan menjauhi larangan-Nya*. Termasuk di dalamnya tidak berat melakukan salat, setidakbagus apapun gerakannya.

Salat memang tdk difahami anak atau orang awam sebagai hiburan sebagaimana tiktokan. Ada perbedaan tantangan yg dirasakan saat melakukan keduanya. Oleh krn nya, anak mau salat saja syukur Alhamdulillah, walau gerakannya blm bagus. Rasa senang ortu atas kemampuan salat anaknya sekurang apapun harus melebihi rasa senang saat anaknya bisa mengikuti gerakan tik tok sehebat apapun.

*) https://republika.co.id/berita/dunia-islam/islam-nusantara/17/09/22/owo5uo374-ini-5-ciri-orang-yang-mendapatkan-hidayah

18 April 2021

Kompetensi Literasi Digital dan Berbudi Bahasa di Internet

Sangat penting bagi netizen utk memperhatikan pemilihan kata dalam penciptaan konten / pembuatan pesan yg akan disebarkannya / dikirimkannya di medsos. Netizen harus memiliki kompetensi literasi digital safety terkait etika jaringan yg mengatur cara berinteraksi kita dgn orang lain dan konten utk menciptakan lingkungan komunikasi yg baik.

Sebagian netizen menggunaan kata "aing" atau "silaing" yg merupakan bahasa sunda yg kasar di internet. Netizen seyogyanya tdk ikut-ikutan tanpa tahu cara penggunaan katanya yg benar. Kata tsb hrs digunakan sesuai peruntukannya, tdk boleh digunakan utk orang yg berusia di atasnya.

Dalam artikel berita Kompas *, Gugun Gunardi, pakar lingusitik UNPAD membolehkan penggunaan kata tsb, namun tidak boleh digunakan untuk mem-bully atau memojokkan orang lain. Penutur wajib mengetahui tingkat tutur bahasa Sunda, mana kata yang masuk ke dalam ragam bahasa Sunda kasar, sedang, hingga halus.

Seringkali netizen terbawa suasana kebebasan di alam maya, sehingga melabrak nilai dan norma berbahasa. Hal tsb membuat karakter atau budaya digital yg terbangun di internet tdk mencerminkan kearifan lokal bangsanya. Ketidaksopanan netizen terjadi karena adanya kesenjangan literasi digital safety yg menimbulkan ketidaknyamanan dlm berinteraksi, dan bahkan menjadi ancaman silaturahmi atau hukum di dunia nyata.

Disebutkan dlm kitab al-Bidaayah, bahwa seseorang haris menjaga tulisan dari hal-hal yg wajib dijaga oleh lisan. Tidak boleh menulis sesuatu yg diharamkan mengucapkannya. Bahaya yg ditimbulkannya lebih berdampak negatif dari pada ucapan, karena lebih luas jangkauannya serta lebih lama (Is’aad ar-Rofiiq II/105).

*) https://www.kompas.com/edu/read/2021/04/16/094247271/pakar-unpad-bahas-fenomena-kata-aing-kasar-tapi-banyak-digunakan

11 April 2021

Face Shield dan Wujud Fisik Anonymous di Masa Depan

Di masa pandemi ini terlihat sejumlah manusia mengenakan face shield dgn kepala tertunduk saat mengakses konten digital dgn gawai. Seiring dgn perkembangan teknologi, mungkin saja ke depan ada banyak manusia yg mengenakan perangkat semacam face shield walau tdk sedang pandemi. Konten digital bisa dilihatnya dari layar monitor pd perangkat tsb tanpa perlu menundukan kepala. Secara otomatis perangkat tsb mengatur level transparannya saat pengguna hendak melihat konten. 

Layar depannya bisa menampilkan wajah transmiter saat ia berperan sebagai mediator komunikasinya dgn target receiver. Tidak akan ada banyak perangkat dgn layar digital yg ditemukan di lingkungannya, krn sudah terpenuhi oleh satu perangkat itu saja. Anonymous akan banyak bermunculan di ruang publik seiring dgn tertutupnya wajah oleh perangkat tsb, atau digantikannya wajah oleh wajah lainnya melalui perangkat tsb. Sisi positifnya, seseorang dapat lebih ekspresif di ruang publik. Sisi negatif nya, seseorang mungkin tdk percaya diri dgn wajah aslinya. Entah saat itu manusia mempersoalkan kamera pd perangkat semacam itu atau tdk. Saya pribadi berpendapat, selama data rekamannya utk konsumsi terbatas dan digunakan dgn memperhatikan privasi, kenapa tdk?