Dosen adalah pendidik profesional dan ilmuwan dengan tugas utama mentransformasikan, mengembangkan, dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan, teknologi melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat (Permendikbud 49/2014 Pasal 1:14)

Sekolah Tinggi Teknologi Garut

Diselenggarakan mulai tahun 1991 dan bernaung di bawah Yayasan Al-Musaddadiyah. http://www.sttgarut.ac.id/

Program Studi Teknik Informatika

Berdiri pada tanggal 30 Juni 1998 dan terakreditasi B. http://informatika.sttgarut.ac.id/

Rinda Cahyana

Dosen PNS Kementrian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi, dpk Sekolah Tinggi Teknologi Garut sejak tahun 2005

12 Januari 2020

Bertetangga dengan Kucing


Sepasang kucing suka datang tiap hari dgn menuruni tangga utk meminta sesuap daging kpd kami. Kucing betinanya sekarang sedang hamil, paling rewel kalau lihat orang buka tutup meja makan. Kucing tsb paling disayang sama anak bungsu, sampai pernah nangis saat kucingnya sakit. Kucing jantannya seperti biasa tdk banyak mengeong, atau mungkin tdk bisa mengeong, tapi paling sigap ngambil makanan. 

Anaknya suka tidur di atas tumpukan ban yg ada di Garasi. Dia tdk tahu rute jalan ke atas yg dipake induknya utk mendapat sesuap daging dari kami. Di musim kemarau, anak-anak lainnya dari dua pasangan tsb menjadi penghuni saluran air yg bagian atasnya tertutup beton jalan. Dua anak kucing berwarna oranye suka keluar dan main di jalanan kompleks.

Kalau dihitung, ada 7 kucing yg suka mendatangi atau tinggal di kompleks rumah. Ada dua yg berbulu hitam lebat, yakni induk jantan dan anak jantannya. Anak jantan itu tumbuh bersama kembarannya dan lahir di atas atap rumah. Saya hanya melihat salah satunya saja yg sekarang ini tumbuh hingga dewasa. Dan seperti dulu saat masih kecil, dia berkarakter kucing liar yg tdk mau dekat-dekat dgn manusia. Padahal bulunya yg lebat menposisikannya sebagai potensial kucing rumahan.

Dulu orang merasa senang dgn adanya kucing, katanya biar tdk ada tikus di rumah. Tapi sekarang ini saya lihat kucing tdk terlalu agresif dgn tikus, atau kejar2an selayaknya T&G. Pernah sekali waktu saat hendak keluar dari kompleks, saya tengok seekor kucing berpapasan dgn tikus sebesar anaknya. Mereka cuma pandang2an, lewat, dan tdk terjadi apapun ๐Ÿ˜…

Nabi SAW bersabda yg artinya, "di dalam setiap apa yg bernyawa ada pahalanya" (HR Bukhori dan Muslim)


Di dalam setiap apa yang bernyawa ada pahalanya.”

06 Januari 2020

Menggerutu itu Manusiawi


Sore tadi saya menyempatkan pergi ke bengkel Yamaha utk membeli sparepart. Setibanya di lokasi, lampu tanda kiri kendaraan pun dinyalakan. Kendaraan dimundurkan sedikit supaya tdk menghalangi konsumen Yamaha yg mau masuk ke bengkel. Dari samping muncul bapak muda pengendara motor ke arah depan yg terlihat menggerutu. Hal tsb membuat saya ikut menggerutu juga, heran dgn kondisi bapak tsb yg tdk sabar menunggu saya selesai memarkirkan kendaraan.

Saya bukakan sedikit jendela utk bertanya apa yg sedang disampaikannya tsb. Tapi bapaknya langsung masuk ke dalam bengkel, mendatangi dan ngobrol dgn teknisi di sana. Dlm hati saya berkata, "oh, mungkin disangkanya saya tdk akan berhenti dan tdk ada keperluan di bengkel yg sama".

Saya pun ke luar dari kendaraan, menuju ke arah bapak tsb. Di dalam hati ada niatan utk menanyakan apa yg disampaikan barusan oleh bapak tsb. Tapi saya memutuskan utk tdk melakukannya, memperhatikan kondisi saya yg emosi sebelumnya, walau sekarang sedikit mereda. Perbuatan yg dilakukan dlm liputan emosi, sekecil apapun, tdk akan berbuah baik kalau diperturutkan. Saya rasa, tdk ada informasi penting juga dari dumelannya yg perlu dikonsumsi. Roman bapaknya juga sudah berseri-seri saat saya lewat dihadapannya.

Saya pun langsung menuju teknisi dan menanyakan sparepart yg diperlukan. Alhamdulillah semuanya tersedia. Dari kampus tadi niat saya memang membeli sparepart di bengkel Yamaha. Bila ada sesuatu yg penting di dlm perjalanannya, saya pasti berusaha utk menangkap dan menyimpannya. Sesuatu yg tdk penting, cukup diambil hikmahnya saja.

Seharian tadi suasana hati ini memang tdk terlalu baik. Mungkin krn lelah dgn masalah motor yg tdk tuntas sampai larut malam tadi. Saat kolega di ruang rapat mengatakan kalau anak informatika itu moody, dgn mencontohkan kpd saya; dgn tanpa beban saya iyakan saja. Saya fikir memang no body perfect; setiap orang lulusan bidang apapun pastinya tdk bisa selalu menyenangkan orang lain, adakalanya membuat orang lain jengkel. Bukan hanya anak informatika.

Namanya juga manusia, suasana hati manusia bisa berubah dan bisa menggerutu. Lah iman saja yazidu wa yankush, hehehe. Setelah melewati banyak pengalaman, saya memahami bhw bila diri ini sedang moody, saya sebagai pemimpin diri hrs dpt memimpin diri ini hingga beroleh manfaat dari diri, bukan malah larut dlm moody diri yg tdk bermanfaat.

Perumpamaannya seperti kendaraan. Tdk setiap saat kendaraan yg saya kendarai kondisinya baik. Sebagai pengendara, saya hrs dpt menyetir dgn baik dan aman, serta memperoleh manfaat dari kendaraan yg kondisi baik dan dari kendaraan yg kondisinya buruk. Menuntut kendaraan yg kondisinya buruk agar baik saat dikendarai itu kekanak2an. Cukup fokus saja bagaimana agar dlm kondisi demikian ada banyak manfaat yg bisa diperoleh. Lebih baik lagi bila manfaat tsb membuat kita mampu memperbaiki kendaraannya.

Teorinya mudah, tetapi menerapkannya bukan perkara mudah, perlu jihad besar. Cukup tetap mengingat bahwa kita hanya manusia biasa.

02 Januari 2020

Jangan Bodoh dan Takabur atas Nama Agama

Jangan bersikap bodoh dengan menyalahkan mereka yang menyalakan kembang api atas datangnya hujan yg menimbulkan banjir di banyak tempat.


Jangan bersikap takabur, merasa diri paling suci, menganggap mereka semua yang keluar mendatangi tempat hiburan penghujung tahun sebagai orang-orang yang sedang bermaksiat, sehingga merasa berhak mencegahnya dengan mengharap turunnya hujan dan bergembira dengan kedatangan air dari langit yang besar.


Terompet-terompet yang dibunyikan itu tidak dibuat untuk prosesi keagamaan; dan perayaan tahun baru dalam peradaban manusia sudah lama tidak selalu dihubungkan dengan prosesi keagamaan dan sudah tidak lagi dianggap milik umat Masehi. Mereka yg tdk beragama Masehi merayakan pergantian tahunnya dan bukan merayakan kelahiran yesusnya. Seyogyanya setiap orang alam fikirnya hadir dalam peradaban manusia kekinian dan tidak terjebak pada peradaban yang sudah lama berlalu.


Jaman sekarang, ustadz jadi-jadian banyak yg dipercaya. Saat ustadznya ustadz di Universitas al-Azhar Mesir mengucapkan selamat Natal, eh ini malah ikut ustadz gadungan yang menyalah-nyalahkan hingga mengkafirkan muslim yang mengucapkan selamat natal.

Pada tahun 1899, RA Kartini pernah berfikir, bahwa agama seharusnya mencegah dari perbuatan dosa, tapi kenyataannya banyak dosa dilakukan atas nama agama. Kenyataan demikian masih kita lihat hingga kini. Ada banyak orang yang bersikap bodoh dan takabur dengan mengatasnamakan agama.

01 Januari 2020

Konten Bisa Merubah Sikap Anak


Sebelumnya Syazwan males salat 5 waktu. Saya tdk bertindak kasar sekalipun usianya sudah lebih dari 7 tahun. Saya dan ibunya hanya bisa ngomel bila Syazwan males salat.

Suatu ketika saya menemukan video ceramah di FB yg membahas ular yg mendatangi orang yg melalaikan salat wajib. Video tersebut saya tunjukan kepada Syazwan seraya menyampaikan pesan agar ia jgn meninggalkan salat wajib bila tdk mau didatangi ular tersebut. Dia merasa takut dan tdk mau melanjutkan nontonnya. Tetapi setelah itu Syazwan menjadi rajin salat. Walau bangun kesiangan, ia selalu bertanya apakah masih bisa salat subuh?

Hal takut tersebut sama seperti yg saya rasakan sewaktu kecil dulu. Pernah suatu ketika mamah dan teteh ngobrol di loteng rumah. Obrolannya seputar cerita siksa kubur. Saya mendengarkannya sambil bolak balik naik turun tangga. Saat ketakutan saya turun tangga.

31 Desember 2019

Peluncuran Garut Command Center


Kemarin, tanggal 30 Desember 2019, saya menerima kiriman berkas pdf dari Sekdiskominfo Garut. Berkas tersebut adalah surat undangan untuk menghadiri peluncuran GCC (Garut Command Center). Fasilitas tersebut merupakan mimpi lama yang sempat mengisi perbincangan di Diskominfo Garut. Dalam kesempatan Festival TIK di Sabuga ITB, Ridwan Kamil yang saat itu masih menjabat sebagai Walikota Bandung menyampaikan bahwa pemerintahan yg dipimpinnya siap menghibahkan software penunjang Command Center untuk semua kabupaten/kota di Jawa Barat. Pernyataan tersebut membuat saya mendorong rekan-rekan di Diskominfo Garut untuk menindaklanjutinya.

Surat undangan dari Sekdiskominfo Garut tersebut saya teruskan kepada ketua pengurus Relawan TIK Garut. Saya menyarankan agar Muhammad Rikza Nasrulloh selaku ketua pengurus Relawan TIK Garut untuk menugaskan ketua pengurus Relawan TIK Sekolah Tinggi Teknologi Garut bila berhalangan hadir. Akhirnya Zoel Hilmi selaku ketua pengurus Relawan TIK Sekolah Tinggi Teknologi Garut ditugaskan untuk menghadiri acara tersebut mewakili Relawan TIK Indonesia. 

Hari Minggu pagi tadi, tanggal 31 Desember 2019, anak bungsu memanggil saya yang sedang mengecat dinding rumah; ada panggilan telpon yang harus dijawab. Ternyata Kabid Egov Diskominfo Garut yang menghubungi. Beliau menginformasikan kembali acara peluncuran GCC hari ini. Beliau mengajak saya dan anggota Komunitas / Relawan TIK Garut lainnya untuk datang beramai-ramai menghadiri acara tersebut. Beliau juga menyampaikan bahwa perwakilan dari Sekolah Tinggi Teknologi Garut belum ada yang hadir di lokasi acara.

Saya pun bergegas ke kamar mandi dan berangkat ke lokasi acara di Pendopo Garut. Di sana nampak Zoel sudah duduk mengenakan seragam PDL Relawan TIK Sekolah Tinggi Teknologi Garut.


Acara pembukaan berlangsung singkat. Bupati, wakil Bupati, dan sejumlah pimpinan SKPD langsung menuju GCC bantuan Pemerintah Provinsi Jawa Barat tersebut. Saya dengan Zoel ikut serta menuju gedung GCC yg terletak di samping aula Pendopo. Kami menyapa Rektor Universitas Garut yang baru selesai berfoto bersama. Beliau meminta kami untuk mempelajari jaringan yang terpasang di GCC.

Di lokasi saya menyapa kepala Dinas Koperasi dan UMKM Garut, sekalian melaporkan pelaksanaan Kursus Bina Usaha yang telah selesai dilaksanakan. Sekretaris BAPPEDA Garut datang menghampiri dan menyampaikan gagasannya terkait Musrenbang Online yang dapat dilaksanakan di GCC. Kebetulan saya dulu membantu VMeet dan BAPPEDA Garut dalam penyelenggaraan kegiatan tersebut. Saya melihat aplikasi VMeet dipasang di GCC sebagai alat komunikasi.

Setelah rombongan Bupati meninggalkan lokasi, saya dan Zoel masuk ke dalam GCC. Di dalam ruangan yang dingin tersebut terdapat ruangan rapat yg dipisahkan oleh kaca dengan ruang kendali. Terlihat ada banyak layar monitor yang terpasang di ruang kendali. Hal tersebut mengingatkan saya belasan tahun yang silam saat membangun Network Operation Center di Sekolah Tinggi Teknologi Garut. Saat itu saya meminta kepada kampus agar menyediakan partisi kayu di kantor Unit Sistem Informasi. Di permukaan partisi tersebut saya pasang tiga layar monitor untuk menampilkan CCTV, memonitor status aktif perangkat jaringan, dan memonitor pengguna jaringan. 


Saat beranjak mau pulang, nampak Sekdiskominfo Garut sedang berbincang di ruang pertemuan GCC. Saya duduk di ruangan tersebut setelah beliau memanggil. Beliau meminta agar Relawan TIK dapat terlibat membantu GCC. Saya sampaikan bahwa Relawan TIK di Garut senantiasa siap sedia membantu pemerintah, dan menunggu perintah. Ada tiga bantuan yang bisa diberikan oleh Relawan TIK, yakni layanan pengguna, informasi, dan TIK.

Teringat perbincangan online dengan Prof Suhono Harso Supangkat di mana beliau meminta saya terlibat bila Garut menerapkan Smart City. Saya mengingat ilmu yang beliau sampaikan, bahwa Smart City bukan hanya soal perangkat TIK semata tetapi juga tata kelola di sisi manusianya. Dengan demikian, GCC hanyalah salah satu komponen saja. Untuk mewujudkan Garut Smart City diperlukan komponen lainnya, termasuk di dalamnya adalah sumber daya manusia yang siap memanfaatkan TIK untuk menunjang tata kelola pemerintahan.

Beberapa minggu yang lalu, artikel saya tentang kerangka kerja TIGER Society terbit di IOP. Di dalamnya tersaji matriks saling silang layanan berbasis TIK di antara aktor pariwisata. Layanan tersebutlah yang kelak dapat mengisi GCC untuk meningkatkan kepuasan dan kunjungan wisatawan ke Garut. Pemerintah harus menjadi regulator yang mampu membangun karakter aktor wisata serta membangun industri pariwisata dan industri pendukungnya yang baik dengan memanfaatkan TIK.