Dosen adalah pendidik profesional dan ilmuwan dengan tugas utama mentransformasikan, mengembangkan, dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan, teknologi melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat (Permendikbud 49/2014 Pasal 1:14)

Sekolah Tinggi Teknologi Garut

Diselenggarakan mulai tahun 1991 dan bernaung di bawah Yayasan Al-Musaddadiyah. http://www.sttgarut.ac.id/

Program Studi Teknik Informatika

Berdiri pada tanggal 30 Juni 1998 dan terakreditasi B. http://informatika.sttgarut.ac.id/

Rinda Cahyana

Dosen PNS Kementrian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi, dpk Sekolah Tinggi Teknologi Garut sejak tahun 2005

30 April 2019

Terus Membantu


Pada hari Senin, 29 April 2019, pukul 19.30, saya memberi arahan kepada Leni Fitriani, bendahara HALIF (Himpunan Alumni Informatika) Sekolah Tinggi Teknologi Garut agar menyerahkan dana yang terkumpul kepada HIMATIF (Himpunan Mahasiswa Teknik Informatika) Sekolah Tinggi Teknologi Garut. Saat itu sudah masuk sumbangan sukarela dari tujuh orang alumni sebagai respon terhadap kiriman permintaan bantuan dana kegiatan dari HIMATIF yang saya bagikan di whatsapp group HALIF pada tanggal 19 April 2019 pukul 18.09. Akhirnya, pada hari Selasa, 29 April 2019, sekitar pukul 16 lebih, dana bantuan yang berhasil dikumpulkan dari 9 alumni ditransfer oleh bendahara HALIF kepada HIMATIF. 

Kegiatan amal alumni tersebut berawal dari kunjungan Cecep, alumni dan purna ketua HIMATIF bersama dua orang pengurus HIMATIF. Saya menerima mereka dan mendengarkan rencana kegiatan yang akan dilaksanakan oleh HIMATIF. Saat itu mereka menjelaskan bahwa HIMATIF Sekolah Tinggi Teknologi Garut diberi kepercayaan untuk menjadi tuan rumah musyawarah Perhimpunan Mahasiswa Informatika dan Komputer Nasional wilayah Jawa Barat. Tentunya kepercayaan ini merupakan suatu kehormatan bagi almamater dan tantangan bagi mereka. Hanya saja untuk memenuhi kepercayaan tersebut dibutuhkan dana yang tidak sedikit. Mereka meminta masukan terkait upaya untuk memenuhi kebutuhan dana tersebut.

Saat itu telah difahami bahwa mereka memposisikan saya sebagai alumni, bukan sebagai kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat yang sama sekali tidak ada kaitannya dengan kegiatan tersebut. Saya sampaikan bahwa saat ini pengumpulan dana alumni sudah tidak lagi sistemik, sehingga dana yang terkumpul di HALIF setiap tahunnya tidak akan sebesar tahun-tahun sebelumnya. Program studi tidak lagi menjadikan keanggotaan HALIF sebagai syarat pengambilan ijazah. Dana yang tersisa sekarang pun sebagian besar telah terserap untuk memenuhi kebutuhan mahasiswa yang akan mengikuti sidang skripsi dan mengikuti ujian semester. Saya menyarankan mereka untuk menemui kemahasiswaan dan program studi untuk mendapatkan solusi pemenuhan kebutuhan dana tersebut. Saya berjanji akan membantu mengkomunikasikan kebutuhan tersebut kepada alumni. 

Pada tanggal 19 April 2019, utusan HIMATIF mengirimkan proposal dan poster kegiatan melalui Whatsapp. Saat itu juga, pukul 18.09 proposal dan poster tersebut saya teruskan ke Whatsapp Group HALIF. Saya tuliskan empat paragraf sebagai pengantar di dalam grup tersebut:

Rekan2 alumni sekalian, Himpunan Mahasiswa yg dibangun oleh angkatan 96 dan adik2 tingkatnya serta dipelihara keberadaannya dari generasi ke generasi merupakan tempat naungan silaturahmi kita saat jaman mahasiswa. Kita semua dikukuhkan menjadi anggotanya saat Inaugurasi / MABIM.

Tahun ini himpunan mahasiswa kita diberi kepercayaan sebagai tuan rumah Muswil Jabar Perhimpunan Mahasiswa Informatika dan Komputer Nasional. Mereka telah menghadap komite HALIF utk memohon bantuan dana. Kesuksesan acara tersebut memberikan nama baik bagi himpunan mahasiswa rumah silaturahmi kita yg pertama. 

Bagi rekan2 yg ingin beramal saleh, membantu memenuhi kebutuhan dananya, HALIF menyiapkan rekening utk menampung dana bantuan minimal sebesar 50 ribu rupiah. 

Dana bantuan alumni dikirimkan melalui rekening BCA BCA 1480742831 atas nama Leni Fitriani dgn catatan transfer Alumni. Hasil penggalangan dana akan diumumkan di WAG ini. Utk alumni yg mengirimkan dana harap inbox ke @Leni Fitriani dgn menyertakan nama lengkap dan angkatan (thn masuk). Terima kasih.

Tanggal 20 April 2019 saya mulai membuat daftar alumni yang akan memberikan sumbangan sukarela untuk memenuhi dana tersebut. Beberapa hari kemudian saya disibukan oleh kegiatan Konferensi Internasional di Bali yang diikuti oleh 30 dosen Sekolah Tinggi Teknologi Garut. Baru tanggal 27 April 2019 saya bertanya kepada Leni Fitriani soal apakah HALIF perlu melanjutkan niatnya membantu HIMATIF atau tidak?. Saat itu bendahara menginformasikan bahwa belum ada satupun alumni yang transfer. Setelah mendapatkan informasi tersebut, saya pun mengirimkan pesan langsung ke alumni sasaran:

Bilih bade ngiring pengumpulan dana Himpunan Alumni Informatika STTG kangge ngabantos kegiatan HIMATIF akhir bulan ieu antawis 50-100rb mangga dikempelkeun di Leni Fitriani.

Pada tanggal 28 April 2019 pukul 08.16 saya mulai menuliskan nama-nama alumni yang telah menerima pesan dan mengkonfirmasi sebagai calon penyumbang. Pukul 19.55 saya meminta Leni Fitriani untuk mengirimkan nomor rekeningnya ke nama-nama tersebut bila merasa yakin HIMATIF membutuhkan bantuan dana. Ternyata HIMATIF telah menyampaikan kebutuhannya kepada Leni Fitriani melalui WhatsApp. Pukul 20.24 Leni Fitriani menuliskan pesan di WhatsApp alumni:

Rekan alumni yg berkenan membantu utk kegiatan tersebut mohon untuk bisa transfer ke rek bca 1480742831 ats nama leni fitriani paling lambat besok...dikarenakan acara dimulai besok...mohon bantuannya

Pukul 19.33 Leni Fitriani mengirimkan catatan transfer dari sejumlah alumni. Pukul 21.33 diterima informasi bahwa salah seorang alumni, yakni Rikza Nasrulloh, telah memberikan bantuan dana talangan untuk HIMATIF sebesar tiga juta rupiah. Saya update daftar calon penyumbang di WhatsApp Group pada tanggal 29 April 2019. Dan tepat pada pukul 22.13 saya tuliskan, Insya Allah besok sumbangannya diberikan ke HIMATIF. Semoga Allah membukakan pintu rejeki kita. Amin. Nabi SAW bersabda, "barangkali engkau mendapatkan rejeki karena sebab (membantu) saudaramu (yang rajin belajar itu)" (HR Tirmidzi)

Selasa, 30 April 2019, pukul 10.35 saya meminta Sri Rahayu untuk berkoordinasi dengan Leni Fitriani untuk pembuatan berita acara. Akhirnya menjelang pukul 16.26 berita acara bantuan dana kegiatan pun ditandatangani oleh Fahmi selaku ketua HIMATIF dan saya mewakili HALIF. Dana ditransfer oleh bendahara HALIF ke nomor rekening yang diberikan oleh ketua HIMATIF.

Terima kasih kepada alumni yang telah memberikan dana sukarelanya:
  1. Devi Hilsa Farida, 1996
  2. Rinda Cahyana, 1997
  3. Yana Aditya, 1998
  4. Demmy Dharma Bhakti, 1998
  5. Leni Fitriani, 2006
  6. Ridwan Setiawan, 2007
  7. Sri Rahayu, 2008
  8. Aliyundin, 2010
  9. Muhammad Rikza Nasrulloh, 2010
  10. Ade Sutedi, 2013

Dengan beramal demikian kita semua mensyukuri nikmat rejeki dan membuka pintu rejeki.

29 Maret 2019

Wafatnya Guru Besar Kami


Selama kuliah di ITB saya belum berkesempatan masuk di kelas beliau. Namun pak Prof Iping Supriana adalah guru bagi Sekolah Tinggi Teknologi Garut, khususnya Prodi Informatika STT Garut. Beliau hadir sejak masa awal berdirinya prodi kami hingga proses penyusunan kurikulum KKNI terakhir. Beliau adalah guru bagi murid-murid dan adik-adik tingkat kami yg berkesempatan menimba ilmu di kelasnya yg mulia. 

Teringat beberapa tahun yang silam beliau memanggil saya ke Bandung. Beliau memberikan nasihat dan mendorong saya untuk melanjutkan studi S3 dengan fokus smart city. Dan hari ini beliau dipanggil ke haribaan Nya, pada hari Jum'at yg baik. Semoga Allah SWT memberikan ampunan dan pahala yg melimpah, serta melapangkan jalan menuju surga Nya. Insya Allah, nasihat dan warisan ilmu yg bermanfaat, filosofi Koki yg bapak ajarkan, menjadi kebaikan yg terus mengalir. Amin.

22 Maret 2019

Wafatnya Sang Pembuka Jalan


Mas Yudho Hertono Rifangi adalah salah satu sosok yg sangat berpengaruh dalam perjalanan hidup keagamaan saya. Beliau yg membawa saya mengenal dan dekat dgn dua buku yg sangat berpengaruh, yakni Minhajul Abidien dan Hikam. Beliau adalah penyambung cinta saya dgn jalan yg ditempuh Imam al-Ghazali dan Ibnu Athaillah. Beliauh sosok yg hangat, mendorong pada kebaikan, menjadi insfirasi keagamaan, dan insfirasi kebudayaan yg berpusat pada masjid, Islam kultural, di kelurahan Soklat khususnya dan kabupaten Subang umumnya. Beliau dapat merangkul semua kalangan, baik yg jauh, dekat, atau fanatik terhadap agama.

Interaksi pertama kali saya dengan beliau adalah saat SMP sepulangnya dari kegiatan Pramuka Penggalang. Beliau yg duduk di jembatan masjid memanggil dgn ramah, mengajak diskusi, menyimak dgn baik, dan memberikan nasihat yg bermanfaat. Di dalam Generasi Muslim al-Muhajirin saya diberi keleluasaan utk belajar memimpin dan berorganisasi. Pengajian Cahayanya menjadi penjaga semangat keislaman setiap minggu. Dalam kesempatan reuni kemarin beliau memberi nasihat penting bagi kami semua, agar kami menjaga diri dan keluarga dari api neraka.

Selamat jalan MasYudh Hr, semua yg berasal dari Allah akan kembali kepada Nya. Saya menjadi saksi amal kebaikan mas yg telah memberi petunjuk jalan yg lurus bagi kami semua, menjadi pelita di alam kubur, dan beratnya timbangan kebaikan yg dapat memudahkan jalan menuju Surga. Wafatnya mas pada hari Jum'at semoga menjadi tanda keridhaan Allah, atas kerja ikhlas mas mengajarkan kepada kami semua tentang Mardhotillah, yg meresap masuk ke dalam hati dan menjadi bagian amaliah kami. Amin.

Hari ini mungkin saya tdk bisa menghadiri pemakaman kakanda. Tetapi insya Allah kita senantiasa bersua dalam hati, karena kita adalah jiwa yg menyatu dlm cinta ruhiyah.

15 Februari 2019

Menutup Masa Jabatan dengan Silaturahmi


Tepat pada tanggal 21 Februari 2019 ini merupakan akhir jabatan saya selaku ketua Prodi (Program Studi) Informatika. Oleh karenanya saya berfikir untuk menggelar silaturahmi Prodi dengan tenaga pendidik dan kependidikan yang selama ini membantu pelayanan Prodi. Penyiapan kegiatannya dibantu oleh ibu Leni Fitriani, salah satu dosen Prodi. Pada awalnya lokasi kegiatannya akan diselenggarakan di Area 306. Namun setelah diskusi dengan sekretaris saya, Ridwan Setiawan, dan dosen lainnya, ibu Dewi Tresnawati, lokasi kegiatannya diputuskan di rumah makan Muara Sunda. Sempat terfikirkan pula untuk mengundang semua keluarga, karena pastinya pekerjaan di Prodi berdampak kepada keluarga. Namun karena anggaran yang terbatas, keinginan itu tidak bisa diwujudkan. Semoga niat tersebut menjadi kebaikan yang berbuah pahala kebaikan. Amin.

Pada awalnya silaturahmi diselenggarakan pada tanggal 14 Februari 2019 pukul 13.00, namun ternyata ada informasi mendadak bahwa rapat senat akan dilaksanakan pada pukul 14.00. Saya minta kepada ibu Leni Fitriani agar memberi tahu pihak rumah makan untuk memundurkan waktu penyajian makanannya pada pukul 16.00. Setelah itu, informasi pengunduran waktunya disampaikan di grup media sosial. 

Dalam rapat senat dibacakan struktur organisasi periode ke depan yang akan diusulkan kepada Yayasan. Dibacakan oleh pak Abdusy-Syakur Amin selaku ketua senat, bahwa dengan memperhatikan fashion atau minat dan bakat, saya diberi tugas tambahan baru di Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat. Sebelum menyebutkan tugas baru tersebut, beliau sangat mengapresiasi aktivitas yang saya lakukan selama ini di masyarakat, aktivitas yang saya lakukan untuk tiga kepentingan: 1) kampus dan program studi dalam kapasitas sebagai alumni dan pejabat struktural; 2) bangsa dan negara dalam kapasitas sebagai warga dan abdi sipil negara; dan 3) ampunan dan pahala dari Allah SWT dalam kapasitas sebagai hamba-Nya. 

Berbeda dengan tugas tambahan sebelumnya di mana saya ditawarkan terlebih dahulu, tugas tambahan baru ini langsung diberikan kepada saya. Memperhatikan kondisi saya yang tidak memintanya, tidak memikirkannya, dan tidak memiliki masalah dengan tugas tambahan tersebut, saya merasa memiliki peluang untuk terhindar dari beban berat pekerjaan, insya Allah. Saya tidak tergerak untuk berucap menerima atau menolaknya. 

Setiap orang akan dimintai pertanggung jawaban atas pekerjaannya, dan saya tidak ingin mengemban pekerjaan di luar kesanggupan. Saat dulu diberi tugas tambahan sebagai ketua program studi, insting saya merasakan akan mendapat beban yang sangat besar. Saya mengatakan kepada prof Ali agar mempercayakan tugas tersebut kepada orang lain yang lebih baik dari saya. Namun bila memang harus saya yang menerima tugas tambahan tersebut, maka saya bersedia menerimanya dengan syarat ada izin dari orang tua. Bagi saya, tugas pemimpin itu bukan tugas yang harus diambil dengan suka cita, karena merasa khawatir tidak bisa berlaku adil. “Sesungguhnya manusia yang paling dicintai oleh Allah pada hari kiamat dan paling dekat kedudukannya di sisi Allah adalah seorang pemimpin yang adil. Sedangkan orang yang paling dibenci oleh Allah dan paling jauh kedudukannya dari Allah adalah seorang pemimpin yang zalim.” (HR. Tirmidzi)

Saya telah diberikan pemahaman oleh Nya, bahwa kedudukan di sisi Allah harus diterima dengan mudah karena raja' walau jalannya berat. Harus berat meninggalkannya karena khauf walau jalannya mudah. Sementara kedudukan di sisi manusia harus diterima dengan berat karena wara' walau jalannya mudah. Harus ringan meninggalkannya karena zuhud walau jalannya berat.

Akhirnya rapat senat pun selesai sekitar pukul tiga sore. Beberapa waktu kemudian, setelah sebentar ngobrol dengan kang Heri Purwanto seputar kegiatan Sertifikasi Kompetensi, saya pun meluncur ke lokasi silaturahmi bersama staf dan wakil ketua bidang akademik. Di lokasi sudah hadir beberapa tenaga pendidik dan kependidikan. 

Dalam kesempatan membuka acara silaturahmi, saya menyampaikan bahwa selama empat tahun kami telah berusaha semampunya untuk memberikan pelayanan yang berkeadilan. Dalam urusan pengajaran, kami telah berusaha mendistribusikan tugas pengajaran secara merata. Dalam urusan penelitian skripsi, kami telah berusaha memenuhi aspirasi para pembimbing dan membagikan tugas bimbingan secara merata. Dalam urusan pengabdian, kami telah berusaha untuk bersikap adil dengan menyampaikan rencana kegiatan pengabdian di grup tenaga pendidik dan menawarkannya kepada semua tenaga pendidik untuk ikut serta dalam pelaksanaannya. Kami berusaha untuk bersikap adil,  karena “Sungguh Allah memerintahkan untuk berbuat adil dan berbuat baik” (Surat An-Nahl ayat 90).

Teringat perkataan Nabi SAW saat beliau sakit keras, “Sesungguhnya, aku akan pergi menemui  Allah. Dan sebelum aku pergi, aku ingin menyelesaikan segala urusan dengan manusia. Maka aku ingin bertanya kepada kalian semua. Adakah aku berhutang kepada kalian? Aku ingin menyelesaikan hutang tersebut. Karena aku tidak mau bertemu dengan Allah dalam keadaan berhutang dengan  manusia”. Ingatan tersebut mendorong saya untuk bertanya kepada semua yang hadir saat itu tentang masalah yang mungkin masih ada yang menyimpannya di hati. Namun tidak ada satupun yang menyampaikannya. Saya meminta kepada semua yang hadir agar memafkan segala kekhilafan yang pernah saya lakukan, karena sejatinya saya hanyalah pembelajar hingga akhir hayat.  

Dalam kesempatan tersebut saya diberi kue tart bertuliskan "we love you". Fikiran saya sejenak melayang ke masa lalu, saat mahasiswa anggota Kelompok Penggerak TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi) memberikan kue tart dengan logo kelompok sebagai ucapan terima kasih atas kesempatan mendapatkan pengalaman lapangan TIK. Rasulullah SAW bersabda, “Tabiat hati adalah cenderung mencintai orang yang berbuat baik padanya dan membenci orang yang berbuat jelek padanya.” (HR. Al Baihaqi). Semoga saja kue tart ini menyimbolkan keridhaan para pendidik atas pelayanan yang telah kami berikan, dan menjadi isyarat ringannya beban hisab kami kelak di akhirat, amin. 


Saya mengucapkan terima kasih atas pemberian tersebut, utamanya kepada ibu Rina Kurniawati, dosen dan wakil ketua III yang memiliki gagasannya. Semoga keadilan yang telah kami upayakan, difahami oleh semua pendidik dan tenaga kependidikan sebagai jalan cinta. Dan silaturahmi ini menghimpunkan semua orang yang saling mencintai dalam pekerjaannya, karena "engkau akan bersama dengan orang yang engkau cintai" (Sahihain) di akhirat kelak, dan tentu saja di dunia ini secara lahir ataupun bathin.

23 Desember 2018

Pembekalan Relawan TIK Sekolah Tinggi Teknologi Garut


Semester ganjil 2018/2019 ini mahasiswa program studi Teknik Informatika Sekolah Tinggi Teknologi Garut mengambil mata kuliah pada kurikulum baru yang bernama KKN (Kuliah Kerja Nyata). Dalam rancangannya, pembelajaran terkait PkM (Pengabdian kepada Masyarakat) ini meliputi fase Persiapan pada semester genap dalam mata kuliah Relawan TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi), fase Pelaksanaan pada saat libur panjang atau semester antara, dan fase Evaluasi dalam mata kuliah KKN. 








Penerapan kurikulum baru dilaksanakan pada semester ganjil 2018/2019 sehingga keseluruhan fase harus dilaksanakan pada semester berjalan. Agar tidak mengganggu perkuliahan maka fase Pelaksanaannya dilaksanakan hanya lima hari dari umumnya waktu KKN yang berkisar satu hingga dua bulan. Sebagai penanggung jawab taktis dan operasional kegiatan pengajaran, saya menyusun proposal untuk diajukan kepada lembaga untuk menjelaskan bagaimana KKN akan dilaksanakan oleh program studi Teknik Informatika Sekolah Tinggi Teknologi Garut.

Proposal tersebut dibahas dalam rapat pimpinan. Dalam kesempatan tersebut saya menjelaskan bagaimana rencana kegiatan yang telah dibuat sejalan dengan Standar Nasional PkM. Merespon pengajuan tersebut, rapat menjelaskan bahwa pelaksanaan KKN di Sekolah Tinggi Teknologi Garut adalah multi disiplin yang harus melibatkan mahasiswa dari seluruh program studi. Dengan mempertimbangkan kondisi di mana program studi lainnya telah mengkonversi nilai kegiatan ekstra kurikuler menjadi nilai KKN pada semester berjalan, rapat memutuskan pelaksanaan KKN pada program studi Teknik Informatika Sekolah Tinggi Teknologi Garut dapat dilaksanakan mono disiplin dalam bentuk kegiatan serupa yang dipilih oleh program studi dan dikelola oleh kepanitiaan dari kalangan mahasiswa.

Berdasarkan keputusan rapat pimpinan tersebut, saya memutuskan untuk menjadikan nilai kegiatan ekstra kurikuler Relawan TIK Abdi Masyarakat sebagai nilai KKN sejalan dengan misi PkM program studi Teknik Informatika Sekolah Tinggi Teknologi Garut, yakni "Menyelenggarakan layanan informasi, teknologi, dan pengguna secara mandiri atau kolaboratif dan sukarela yang memberikan kuntungan kompetitif bagi masyarakat dan pemerintah dari pemanfaatan informasi dan teknologinya". Selanjutnya pada tanggal 2 November 2018, saya mengumpulkan perwakilan kelas untuk membentuk kepanitiaan mahasiswa. Saya pun mengundang ketua Relawan TIK Sekolah Tinggi Teknologi Garut agar kegiatan tersebut sinkron dengan program kerjanya dan dapat mengakses sumber daya penting yang dibutuhkan oleh lembaga. 


Setelah menunggu hampir satu bulan, nampaknya kepanitiaan mahasiswa yg telah dibentuk belum berjalan secara efektif, sementara waktu telah menuju ke penghujung semester ganjil 2018/2019. Setelah bertemu di kantor program studi diketahui ternyata personel panitia yang efektif bekerja hanya tiga orang. Dalam pertimbangan saya hal tersebut tidak cukup baik untuk keberlangsungan kegiatan pembelajaran penting tersebut. Saya memutuskan untuk membentuk kepanitiaan dari kalangan dosen dan mahasiswa. Akhirnya diputuskan ketua tim pengusulnya / pelaksana adalah Dr Dini Destiani. Ketua Relawan TIK Indonesia yang kebetulan adalah dosen program studi Teknik Informatika Sekolah Tinggi Teknologi Garut dimasukan sebagai anggota pengusul. Kepanitiaannya melibatkan seluruh dosen yang menjadi pengurus Relawan TIK Sekolah Tinggi Teknologi Garut dan tiga mahasiswa yang duduk di kepanitiaan sebelumnya.

Setelah berhasil mendapatkan persetujuan dari ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Sekolah Tinggi Teknologi Garut, saya dan ketua pengusul menghadap ketua Sekolah Tinggi Teknologi Garut. Dijelaskan kepada beliau bahwa pelaksanaan program Relawan TIK Abdi Masyarakat ini menggunakan biaya penuh dari mahasiswa dengan nominal sama dengan biaya Kerja Praktek yang jumlah SKS nya sama. Ketua Sekolah Tinggi Teknologi Garut sempat menanyakan kecukupan dana tersebut. Saya meyakinkan beliau bahwa kepanitiaan akan berusaha sedapat mungkin untuk mencukupkan biaya kegiatan yg mencapai 22 juta lebih tersebut. Saya pun menjelaskan bahwa dana yang terkumpul dari mahasiswa dan catatan penggunaannya ditangani oleh Asri Mulyani, salah satu dosen yang menjadi bendahara. Bukti pembayarannya diperiksa oleh staf program studi dalam proses pengesahan buku kendali setiap kelompok. Setelah mendapatkan kepastian tersebut, kegiatan ekstra kurikuler yang dikelola oleh dosen dan mahasiswa tersebut pada akhirnya disetujui. 

Setelah mendapatkan kepastian waktu penyelesaian pakaian dinas lapangan Relawan TIK dari mahasiswa yang menggarapnya, dan dengan mempertimbangkan Ujian Akhir Semester yang akan dilaksanakan pada minggu akhir bulan Januari 2019, saya mengarahkan agar pelaksanaan kegiatan peningkatan kemampuan / pembekalan dilaksanakan pada saat kampus sudah diliburkan. Kegiatan pembekalan pada tanggal 23-24 Desember 2018 tersebut cita rasanya seperti kegiatan KKN yang dilaksanakan pada saat libur panjang. Sebenarnya dalam rencana awal yang dibuat oleh program studi, kegiatan pembekalan ini dilaksanakan sebelum bulan Desember 2018. Namun karena harus menunggu keputusan lembaga dan gerak kepanitiaan sebelumnya, kegiatannya menjadi mundur. Sempitnya waktu menjadikan program Relawan TIK Abdimas ini semacam Mission Impossible. Tetapi sebagai penanggung jawab kegiatan pembelajaran, saya harus tetap optimis dan memastikan program tersebut berjalan sesuai rencana.


Beberapa tamu diundang dengan beberapa pertimbangan. Ketua pengurus pusat Relawan TIK Indonesia dan ketua pengurus Relawan TIK Indonesia wilayah Jawa Barat diundang untuk memperpanjang kerjasama dengan Sekolah Tinggi Teknologi Garut. Kerjasama pertama dilaksanakan pada tanggal 16 Januari 2012 dan berakhir pada tahun 2017 yang silam. Kerjasama ini penting mengingat banyaknya manfaat yang diperoleh Sekolah Tinggi Teknologi Garut dari Relawan TIK Indonesia, mulai dari kerjasama nasional hingga internasional terkait pengabdian kepada masyarakat serta reputasi dalam menerima kesempatan hibah dari Kementrian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia serta National Information Society Agency South Korea. 

Tamu lainnya yang diundang adalah Ipan Zulfikri, Relawan TIK Tasikmalaya yang ikut menggiatkan Pandu Desa. Dalam pertemuan sebelumnya pada tanggal 9 Oktober 2018 dengan Solihin di rumah makan Cibiuk, saya diminta untuk menjadi instruktur Pandu Desa untuk wilayah Garut. Bulan November 2018 undangan Workship Pandu Desa di Tasikmalaya pun tiba. Saya bersama dua mahasiswi peserta mata kuliah KKN berangkat ke lokasi. Sayangnya kegiatan tersebut tidak berhasil diikuti karena lokasi kegiatanya tidak berhasil ditemukan. Maksud mahasiswi dikutsertakan adalah agar ilmu yang diperoleh dapat diterapkan dalam kegiatan KKN. 


Tamu lainnya adalah Dr Djadja Sardjana. Pada tahun yang silam beliau mengajak program studi Teknik Informatika Sekolah Tinggi Teknologi Garut untuk melaksanakan kegiatan bersama di Tasikmalaya. Kebetulan fokus kegiatan beliau adalah blended learning dan program studi Teknik Informatika Sekolah Tinggi Teknologi Garut mengusung call-sign: the Power of Digital Culture, maka saya berkepentingan mengundang beliau untuk menjelaskan kepada dosen dan mahasiswa tentang bagaimana budaya digital diterapkan dalam pembelajaran melalui elearning atau dengan cara blended learning

Tamu lainnya yang diundang adalah Dinas Komunikasi dan Informatika kabupaten Garut untuk memperpanjang kerjasama sebelumnya. Dinas Koperasi dan UMKM kabupaten Garut untuk menindaklanjuti rencana pemberdayaan UMKM secara kolaboratif di Garut. Dinas Pariwisata kabupaten Garut untuk menunjang pelaksanaan catak biru penelitian Smart TIGER program studi Teknik Informatika Sekolah Tinggi Teknologi Garut yang menjadikan Tourism dan Industri penyertanya sebagai core business yang harus dimudahkan dengan aplikasi informatika. Forum Kelompok Masyarakat Informasi kabupaten Garut untuk pemanfaatan keluaran riset Smart TIGER terkait media informasi dan komunikasi yang dapat diakses oleh masyarakat. 

Penginapan untuk empat tamu sekaligus pembicara dipesankan oleh panitia pada tanggal 13 Desember 2018 untuk tanggal inap sesuai konfirmasi kedatangannya yakni tanggal 22 Desember 2018. Tamu pertama yang datang adalah Dr Djadja Sardjana. Saya agak telat menjemput beliau, karena banyak mahasiswa bimbingan yang datang selepas kegiatan Pemodalan Nasional Madani. Sebelum ke hotel, beliau meminta untuk memeriksa konseksi internet di lokasi kegiatan. Beliau diantarkan ke hotel Cipaganti menjelang Maghrib. Malam harinya selepas Isya beliau diajak makan malam di rumah makan Cibiuk. Beberapa rencana kerjasama penerapan teknologi Ingenio dalam praktek blended learning dibahas dalam kesempatan tersebut.


Fajar Eri Dianto (ketua pengurus pusat) dan Fajar Muharom (ketua pengurus wilayah Jabar) masih terjebak macet panjang di Nagreg. Keduanya baru sampai di Garut pukul 2 pagi dan tidur pukul 4 pagi. Sementara Ipan Zulfikri membatalkan kedatangan tanggal 22 Desember 2018 karena harus mengikuti kegiatan dulu di desa Mandalamekar Tasikmalaya. Datang ke Garut sekitar pukul 6 pagi. Saya mengajaknya untuk menjemput tamu yang menginap. Sekitar pukul 8 kurang saya membawa tamu dari Cipaganti ke Sekolah Tinggi Teknologi Garut. Ketua Relawan TIK Jawa Barat menyusul beberapa saat kemudian.

Sambil menunggu dimulainya acara, Fajar Eri Dianto mengenalkan Relawan TIK Indonesia kepada mahasiwa peserta program Relawan TIK Abdi Masyarakat. Beberapa saat kemudian acara pembukaan dimulai dengan laporan pelaksanaan yang diwakili oleh Leni Fitriani (ketua Relawan TIK Sekolah Tinggi Teknologi Garut). Dr Dini Destiani selaku ketua pelaksana kebetulan sedang melaksanakan ibadah Umrah. Dalam laporannya disampaikan perjalanan kerjasama Sekolah Tinggi Teknologi Garut dengan Relawan TIK Indonesia. Disebutkan bahwa kerjasama telah memberikan manfaat bersama, seperti pengukuhan Relawan TIK Garut oleh menteri Pembangunan Daerah Tertinggal yang menandai peluncuran buku C2C (Component to Cloud) yang merupakan modul KOMTIK (Kompetensi Relawan TIK) tingkat dasar. Selain itu kerjasama telah membukakan kiprah pada tingkat internasional, seperti kerjasama Korea Information Technology Volunteers (2013, 2014, 2015, 2017) dengan National Information Society Agency South Korea, dan Indonesian ICT Volunteers di Thailand kerjasama dengan International Telecommunication Union / United Nations. Pada tingkat nasional terbuka kerjasama dengan Majelis Muwasholah baina Ulama'il Muslimin dengan luaran berupa Sistem Informasi Geografis Pondok Pesantren Indonesia yang diluncurkan di Pondok Pesantren Lirboyo.


Setelah itu sambutan dari Relawan TIK Indonesia diwakili oleh ketua umum pengurus pusat. Dalam sambutannya tersebut disampaikan bahwa Sekolah Tinggi Teknologi Garut merupakan wadah pemikir (think-tank) dengan hasil berupa konsep-konsep yang berpengaruh bagi perkembangan Relawan TIK Indonesia baik di tingkat Jawa Barat ataupun nasonal. Termasuk di antaranya adalah konsep KOMTIK yang diterapkan dalam pembekalan dalam program Relawan TIK Abdi Masyarakat di Sekolah Tinggi Teknologi Garut. Peserta program dianggap sebagai peserta Pendidikan dan Pelatihan TIK Nasional angkatan Pertama yang langsung menerapkan KOMTIK nya di desa dengan luaran yang bisa diukur. Beliau berharap agar Sekolah Tinggi Teknologi Garut berkenan menjadi Pusat Pendidikan dan Pelatihan Nasional Relawan TIK Indonesia untuk pengembangan sumber daya manusia Relawan TIK di Indonesia.

Pada akhirnya sambutan disampaikan oleh Dr Hilmi Aulawi (ketua Sekolah Tinggi Teknologi Garut) sekaligus membuka acara. Beliau mengucapkan terima kasih atas kehadiran perwakilan Dinas Komunikasi dan Informatika dan Dinas Koperasi dan Usaha Kecil kabupaten Garut. Kehadiran perwakilan pemerintah daerah ini menjadi penting mengingat 91 Relawan TIK Sekolah Tinggi Teknologi Garut yang mengikuti pembekalan akan turun ke pemerintahan desa, lembaga pendidikan, dan UMKM sepanjang bulan Januari 2019. Pembekalan melibatkan pihak Bukalapak sesuai permintaan Dinas Koperasi dan Usaha Kecil kabupaten Garut. Sementara pembekalan terkait internet CAKAP sejalan dengan program Dinas Komunikasi dan Informatika kabupaten Garut.

Stakeholders lainnya yang penting dan telah diundang namun berhalangan hadir adalah Dinas Pariwisata kabupaten Garut, terkait aplikasi informatika yang merupakan keluaran dari peta jalan riset Smart TIGER yang meletakan Tourism dan Industri lainnya sebagai core business di Garut. Selain itu juga Forum Komunitas Informasi Masyarakat Garut yang dapat memanfaatkan keluaran yang sama terkait media informasi dan komunikasi yang dapat diakses oleh  masyarakat di area Tourism, Indusries, Government, Education, dan Religious.

Beliau juga menyampaikan apresiasi kepada Dr Dini Destiani (ketua pelaksana) dan Leni Fitriani (ketua Relawan TIK Sekolah Tinggi Teknologi Garut) yang telah berusaha mewujudkan kegiatan, serta kepada pemateri nasional yang telah menyediakan waktu dan tenaga untuk datang ke Garut memberikan materi pembekalan bagi peserta program. Beliau merasa senang atas kepercayaan yang diberikan kepada Sekolah Tinggi Teknologi Garut sebagai Pusat Pendidikan dan Pelatihan Nasional Relawan TIK Indonesia yang menunjang fokus Perguruan Tinggi pada Pengabdian kepada Masyarakat. Diharapkan kerjasama Sekolah Tinggi Teknologi Garut dengan Relawan TIK Indonesia juga diarahkan untuk dapat lebih bersinergi dengan Pemerintah Daerah, menjadi motor penggerak utama pembangunan Smart City di kabupaten Garut.


Setelah dibuka, dua perwakilan peserta dikukuhkan sebagai anggota Relawan TIK Indonesia. Selanjutnya dilaksanakan penandatangan piagam kerjasama oleh ketua Sekolah Tinggi Teknologi Garut dan ketua Relawan TIK Indonesia. Diserahkan pula piagam kerjasama kepada perwakilan Dinas Komunikasi dan Informatika serta Dinas Koperasi dan Usaha Kecil kabupaten Garut. 


Hari pertama adalah pembekalan materi umum seputar Pengantar Relawan TIK Indonesia, Pengantar TIK yang mengangkat Blended Learning, Pengantar Internet CAKAP, dan Pengantar Sistem Informasi Desa dan Kawasanyang disampaikan oleh pemateri nasional. Ketua Sekolah Tinggi Teknologi Garut menaruh perhatian kepada peningkatan penerapan Blended Learning di kampus. Sebelumnya program Google Application for Education yang diterapkan di kampus lebih dari lima tahun telah memberikan kesempatan kepada dosen program studi Teknik Informatika Sekolah Tinggi Teknologi Garut untuk mempraktekan Blended Learning dengan aplikasi Classroom dan Google Cloud Apps. Pengalaman tersebut disampaikan dalam acara pembekalan kepada Relawan TIK yang akan memberikan pelayanan di lembaga pendidikan. 


Hari kedua pembekalan diisi oleh instruktur dari kalangan dosen program studi Teknik Informatika Sekolah Tinggi Teknologi Garut yang merupakan pengurus Relawan TIK Sekolah Tinggi Teknologi Garut. Setiap kelompok Relawan TIK memiliki 5 personel yang terdiri dari ketua dan wakil kelompok, serta tiga anggota yang akan mengelola pelayanan untuk kelompok mitra penerima manfaat dari unsur lembaga pendidikan, pemerintahan desa, dan UMKM. Pembekalan dilaksanakan di laboratorium Ilmu Komputer untuk materi TIK pemerintahan desa, laboratorium Rekayasa Perangkat Lunak untuk materi TIK lembaga pendidikan, serta Sistem dan Teknologi Informasi untuk materi TIK UMKM. 


Secara keseluruhan materi yang disampaikan dalam pembekalan meliputi aplikasi informatika (pengetahuan dan teknologi) milik pemerintah (Bank Indonesia serta Pemerintah Republik Indonesia), perusahaan (Bukalapak, Ingenio), kampus (MIT, STTG), dan masyarakat (Relawan TIK Indonesia). Materinya sebagai berikut :

  1. TIK Umum, yang meliputi :
    • Pengantar Relawan TIK (Relawan TIK Indonesia), disampaikan oleh Fajar Eri Dianto
    • Pengantar TIK (Ingenio), disampaikan oleh Dr Djadja Sardjana
    • Pengantar Internet CAKAP (Kementrian Komunikasi dan Informatika), disampaikan oleh Fajar Muharom
  2. TIK Khusus Lembaga Pendidikan
    • Komputasi - Scratch (MIT), disampaikan oleh Sri Rahayu, M.Kom.
    • Kampus Digital 1 - Elearning (Google), disampaikan oleh Leni Fitriani, M.Kom.
    • Kampus Digital 2 - Sistem Pembayaran (STTG), disampaikan oleh Asri Mulyani, M.Kom.
  3. TIK Khusus Desa
    • Kantor Digital 1 & 2 - Sistem Informasi Desa dan Kawasan (Pemerintah Republik Indonesia), disampaikan oleh Ipan Zulfikri dan Ridwan Setiawan, M.Kom.
    • Kantor Digital 3 - Hosting Domain dan Web Desa (STTG), disampaikan oleh Dede Kurniadi, M.Kom.
    • Kantor Digital 4 - Peta Desa (Google Earth Outreach), disampaikan oleh Dewi Tresnawati, M.T.
  4. TIK Khusus Wirausaha
    • Wirausaha Digital 1 - Ecommerce (Bukalapak), disampaikan oleh Eri Satria, M.Si.
    • Wirausaha Digital 2 - Si APIK (Bank Indonesia), disampaikan oleh Yosep Septiana, M.Kom.