Dosen adalah pendidik profesional dan ilmuwan dengan tugas utama mentransformasikan, mengembangkan, dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan, teknologi melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat (Permendikbud 49/2014 Pasal 1:14)

Sekolah Tinggi Teknologi Garut

Diselenggarakan mulai tahun 1991 dan bernaung di bawah Yayasan Al-Musaddadiyah. http://www.sttgarut.ac.id/

Program Studi Teknik Informatika

Berdiri pada tanggal 30 Juni 1998 dan terakreditasi B. http://informatika.sttgarut.ac.id/

Rinda Cahyana

Dosen PNS Kementrian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi, dpk Sekolah Tinggi Teknologi Garut sejak tahun 2005

31 Desember 2008

Cyber Environtment


Di UPT SI STT-Garut, aku dikepung jiwa-jiwa digital

Lingkungan kerja itu terkadang mempengaruhi prikologi kita. Dalam salah satu referensi disebutkan bahwa terkadang orang teknik terkena dampak karena kesehariaannya bergaul dengan perangkat teknik. Salah satu pengaruh itu misalnya ia bergaul dengan manusia sebagaimana ia bergaul dengan perangkat kerja di di kantor. Oleh karenanya sangat perlu bagi orang teknik, khususnya orang yang bergaul di lingkungan kerja yang serba perangkat untuk menambah kesempatannya untuk dapat membangun interaksi dengan sesamanya.

Apabila tempat duduk kita dikelilingi komputer, maka satu-satunya cara untuk melepaskan diri dari kepungan perangkat cyber itu adalah masuk ke dalam cyber, menemui orang melalui dunia cyber. Itu masih bagus dibandingkan harus terus-menerus bercengkrama dengan komputer melalui pesan dialog dan tombol-tombol navigasi. Yang paling bagus, menyeimbangkan ritme pergaulan kita, antara kita dengan manusia dan dengan perangkat kerja. Dan yang terpenting adalah mengeluarkan keringat, yang pastinya hanya sedikit bisa kita keluarkan jika hanya mengandalkan komputer. Kita harus keluar dari kantor sesekali, berjalan-jalan, atau mungkin sedikit berlari kecil, membiasakan naik turun gedung dengan tangga, dan aktivitas lainnya yang dapat membakar energi.

28 Desember 2008

Vertigo


Ujian dalam ibadah menuntut ilmu selain lelah yang menghambat konsentrasi belajar, terakhir datang juga vertigo yang membuat tubuh ini tidak bisa beranjak selama satu minggu karena pandangan mata tidak fokus (puyeng). Mungkin gara-gara ngajak ngebut kuda tungganganku sampe 100 km pulang pergi Garut Bandung buat ngejar solat di al-Musaddadiyah pada hari Jum'at itu. Atau mungkin terpicu oleh naiknya adrenalin sewaktu manufer di depan bus dan truk besar bersama orang yang ngemudiin kawasaki ninja ke arah Bandung itu ya? Ya, ceritanya aku mau nyusul mobil truk di belakang pengendara motor satria, di depan kawasaki ninja maksa mau nyusul bus yang sedang datang ke arahku. Untung Alloh memberi pertolongan dan secara reflek tubuh ini bergerak mengarahkan tungganganku ke depan mobil truk. Kalau tabrakan, wah ceritanya rame dan mungkin tia da nyawa lagi. Masalahnya semuanya yang terlibat, motor atau mobil pada ngebut. Waktu itu sih tiak ada perasaan apa-apa, mungkin sedang dalam kondisi extrem mud ya .. ha4x .

Mungkin karena tidak ada ujian dari kejadian itu, datanglah vertigo yang menyebabkan apa yang dilihat berputar-putar. Setiap kali tidur terlentang pasti muter ... pengen muntah. Sampai bangkit jugab tidak bisa. Vertigo sendiri saya dengar dari teman kerja saya. Setelah googling dan membaca artikel tentang vetigo, panik juga ... akhirnya senin pagi itu diputuskan konsultasi ke spesialis syaraf. Dr Natsir mengiyakan. Selama hampir seminggu saya tidak bisa mengerjakan tugas UAS. Untung ada teh Ismi yang baik hati mau share ... trims ya.

Belum sembuh dari vertigo malam jum'at itu jam 12 malam perut ini rasanya sakit sekali. Saking tidak bisa nahan sakitnya dari mulut keluar erangan kesakitan. Benar2 jeritan malam jum'at, hi4x. Istri ynag panik segera memanggil dokter (thanks ya say) dan untung doternya mau datang.

Rabb berusaha membuat saya takut dengan kematian. Karena insiden kawasaki ninja tidak memuat saya takut, didatangkanlah vertigo yang mulai terasa sangat menakutkan. Saat didera pening luar biasa itu saya sempat membayankan mungkinkan ini sakaratul maut? Tapi sayangnya tubuh ini masih bisa bertahan dan ketakutan sirna begitu rasa pening berputar-putarnya lenyap. Akhirnya, datang ujian yang benar2 membuat saya menyerah kepada Rabb, keram usus. Malam itu saya menyerah dan mengerang kesakitan dan panik. Sampai di saat itu saya berfikir akan mati dan mencoba mengajak diri untuk menyampaikan wasiat kepada istri yang saat itu tengah panik. Istri sendiri melihat saya panik dan ingat alm ayahnya yang meninggal karena sakit di malam hari.

Wahai Rabb, aku tahu sekarang bahwa kembaliku kepada-Mu bukan oleh tangan-Mu, tapi oleh tanganku. Maafkan aku yang telah menyerah kepada takdir-Mu namun mencercanya pula. Kini aku sadar kebanggaan Mu atas manusia adalah karena manusia telah berusaha ... Maafkan hamba-Mu yang lemah.

03 Desember 2008

Generasi Muslim al-Muhajirin




Generasi Muslim al-Muhajirin (GMA) merupakan organisasi masyarakat yang dibangun oleh para pemuda di lingkungan tempat tinggal saya sewaktu di Subang. Organisasi berbasis keagamaan ini diprakarsai berdirinya oleh Yudho Hertono Rifangi yang kemudian menjadi ketua umumnya yang pertama. Saya termasuk angkatan ke-3 dan bergabung sewaktu duduk di kelas 3 SMP pada masa-masa kejenuhan saya dengan lingkungan kepanduan yang saat itu didominasi oleh isme senioritas.

GMA merupakan awal perjalanan saya dalam kegiatan organisasi masjid. Langkah kaki pertama dimulai sewaktu saya berdialog dengan mas Yudho di masjid al-Muhajirin tentang kepemimpinan islami dalam perspektif beliau. Namun yang membuat saya terlempar masuk ke dalam organisasi ini adalah sebuah buku yang dipinjam dari mas Yudho karangan Imam al-Ghazali yang berjudul Minhajul Abidien. Buku ini menawarkan dunia lain yang lebih terang dibandingkan kegelapan suasana jenuh kegiatan kepanduan di SMP.

Hal unik yang ditemukan pada organisasi ini adalah kemampuannya dalam menerapkan kultur islami melalui dialog dari hati ke hati. Sebagian besar pengurus akhwat yang awalnya kebanyakan tidak berjilbab, lambat laun kemudian dapat berjilbab karena keberhasilan dialog. Namun hal terpenting yang membuat organisasi ini berhasil adalah kratifitas para personilnya. Banyak kegiatan berorientasi dakwah yang kreatif dan di kalangan aktifiis masjid Subang saat itu dianggap baru. Seperi misalnya yang dianggap berhasil adalah kegiatan dakwah dengan teater yang digerakan oleh aktivis seni yang kebetulan bergabung di GMA, pesantren alam sebagai formulasi antara implementasi pramuka yang dilakukan oleh aktivis pramuka yang kebetulan menjadi pengrus GMA dengan kegiatan dakwah, dan tadabur alam yang merupakan kegiatan silaturahmi di alam terbuka.

Kreatifitas tersebut menjadi daya tarik yang kuat dan opportunity bagi GMA, bahkan menyebabkan GMA pada suatu masa menjadi referensi kegiatan masjid di Subang. Beberapa sekolah setingkat SMP dan SMA seringkali bekerja sama menyelenggarakan kegiatan teater dan pesantren ramadhan.

Satu hal yang saya anggap fenomenal adalah saat GMA menyelenggarakan pesantren ramadhan di Masjid Agung Subang. Malam itu, gabungan antara tradisi jurit malam pramuka, teater, dan dakwah dihadirkan di lorong menara masjid. Peserta pesantren berjalan dari titik tengah menara ke lantai dasar, dan lorong menara masjid pada malam itu bersuara, dipenuhi energi muhasabah.

Perkembangan oganisasi GMA juga baik. Pengembangan GMA menjadi sistem lembaga membuat GMA lebih berkembang karena bidang-bidang tertentu digarap secara khusus oleh lembaga. Hasilnya, sejumlah kegiatan yang menguntungkan kepentingan rekrutment dan dakwah organisasi hadir dengan rating market luar biasa. Bahkan beberapa diantaranya menjadi bidang bisnis yang menguntungkan, seperti tour & travel. Semua lembaga dikelola kualitas informasi dan proses bisnisnya oleh lembaga yang saya pimpin, yakni Badan Pelaksana Harian.

Khusus untuk penjaminan kualitas dan kelengkapan organisasi, digunakan sebuah framework. Sejujurnya framework tersebut merupakan sebuah gambar yang tidak sengaja tapi kemudian dapat diterjemahkan menjadi kelengkapan dan aturan organisasi. Melalui framework tersebut tergambar relasi antar unsur organisasi, aturan relasi, media koordinasi yang terkategori, dan lain sebagainya. Berbagai aturan pelengkap diadopsi dari sistem pemerintahan Islam, seperti Pakistan misalnya. Sementara sistem administrasi BPH dibangun mengikuti sistem adminsitrasi Indonesia.



Sketsa Logo BPH


Saat pesantren alam rutin digelar, kelompok pengamanan yang disebut Satuan Jihad dibentuk untuk mengamankan. Penggunaan istilah Jihad dan slogan Takbir di GMA sebenarnya tidak untuk membangkitkan semangat militan para anggotanya tetapi untuk menguatkan semangat dalam menyukseskan kegiatan dakwah semata. Terminologi perang yang selalu dikaitkan dengan istilah Jihad sangat jauh dalam pembicaraan di antara anggota ataupun pengurus. Walau demikian, saya merasa yakin dengan seringnya GMA menyelenggarakan kegiatan masa pada malam hari saat itu, dan sering dikumandangkannya Takbir dan salam Jihad, GMA pernah menjadi daftar pengawasan dari pihak Kepolisian.


Sketsa Logo Laskar

Masalah muncul di GMA begitu sejumlah anggota GMA mulai mencapai pemahaman yang mendalam seputar fiqh dan bahkan cenderung fanatik. Sementara GMA tetap bertahan pada status quo untuk tidak menerapkan sistem fanatis dalam aturan dan kultur organisasi. BPH melalui laporan pertanggung jawabannya telah menyarankan agar dibentuk dua wilayah yang dikelola oleh lembaga Pendidikan dan Dakwah, di mana wilayah pertama untuk anggota yang fanatik dengan kegiatan khusus, dan wilayah kedua untuk anggota yang masih berjalan menuju pemahaman dengan kegiatan umumnya untuk menangani masalah tersebut. Tapi karena gejolak begitu besar dan mulai ada perbedaan pendapat, semangat, dan cara berfikir sejumlah anggota dengan kepemimpinan organisasi, maka friksipun tidak dapat dihindarkan. Friksi ini berakhir dengan dibentuknya kepengurusan baru dengan pimpinan yang baru dengan harapan semoga saja sejumlah anggota yang tidak sefaham dengan kepemimpinan sebelumnya menjadi tenang.

Namun peralihan kepemimpinan dan perginya sebagian besar anggota untuk keperluan studi dan bekerja membuat GMA kehilangan api. Barangkali yang bertahan hingga kini adalah organisasi Ikatan Pelajar Muslim (IPM) yang kelahirannya dibidani oleh Lembaga Pendidikan dan Dakwah. Masjid al-Muhajirin sudah lama tidak diramaikan oleh aktivitas GMA lagi. Bahkan kegiatan IPM atau GMA mulai diselenggarakan ditempat lain, seperti masjid al-Amien dan lain sebagainya. Sangat disayangkan masjid besar dengan menara yang tinggi itu kini sepi kegiatan besar yang biasa diselenggarakan oleh para pemuda. Mudah-mudahan, masjid ini kembali ramai seperti semua.


Bersama istri di Masjid al-Muhajirin Subang