Dosen adalah pendidik profesional dan ilmuwan dengan tugas utama mentransformasikan, mengembangkan, dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan, teknologi melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat (Permendikbud 49/2014 Pasal 1:14)

26 Januari 2009

Menggunakan Caldea dan Evamecal untuk Mengukur dan Meningkatkan Level Kualitas Data dan Informasi bagian 2

Sambungan dari bagian sebelumnya ...

Maturity Level Kualitas Data dan Informasi, Source : Idea group ( 2007 )


Rumus untuk menghitung ML-IQV

Ekivalensi dari rentang nilai untuk IQV dan state terkait

EVAMECAL
Definisi dari EVAMECAL merupakan gabungan dari PDCA Deming dengan metodologi assessment data perbaikan kualitas data dan informasi Ballou and Tayi (1999) dan terdiri dari 4 phase.

1. EVAMECAL-PLAN (EMC-P)
EMP-P.1. Penilaian kondisi saat ini terhadap data dan kualitas informasi IMP. Tahapan ini terbagi dalam dua langkah, yaitu :
EMC-P.1.1. Penilaian data dan tingkat kematangan manajemen kualitas dari IMP dengan menggunakan seperangkat kuesioner.
EMP-P.1.2. Penghitungan nilai kualitas informasi (IQV = information quality values) untuk komponen IMP dengan mengukur dimensi kualitas informasi.
EMP-P.2. Mendefinisikan Tujuan perbaikan

EVAMECAL-DO (EMC-D)
EMP-D.1. Analisia penyebab potensial dan rencana perbaikan. Tahapan ini Terbagi dalam dua langkah, yaitu :
EMC-D.1.1. Analisa dan pemahaman permasalahan untuk memeriksa komponen yang dapat menimbulkan masalah dengan menggunakan beberapa uji.
EMP-D.1.2. Analisa untuk menemukan penyebab masalah yang sebenarnya.
EMC-D.1.3. Rencana perbaikan dengan tujuan yang jelas.
EMP-D.2. Pelaksanaan rencana perbaikan .

EVAMECAL-CHECK (EMC-C)
EMP-C.1. Memeriksa efisiensi rencana perbaikan. Untuk validasi secara empiris dari rencana untuk sukses melalui serangkaian uji yang dilakukan. Mengukur ulang tingkat kematangan dan memeriksa apakah tujuan kualitas informasi telah tercapai.

EVAMECAL-ACT (EMC-A)
EMP-A.1. Memperoleh kesimpulan. Kesimpulan diperoleh dengan membandingkan kondisi sesudah perbaikan dengan permasalahan dan kondisi awalnya. Kesimpulan ini bisa dijadikan dasar untuk menghindari permasalah di masa depan dan menjadi suatu pemecahan untuk masalah yang sama.
EMP-A.2. Standarisasi yang telah dipelajari untuk menghindari permasalahan masa datang. Knowledge yang diperoleh berdasarkan pengalaman harus di standardisasikan oleh Team standardisasi untuk menghindari masalah yang sama dan memperoleh hasil yang lebih baik.

REFERENSI
  1. Huang, K. T., Lee, Y., & Wang, R. (1999). Quality information and knowledge. Upper Saddle River, NJ: Prentice Hall.
  2. Ismael Caballero, M Piattini (2007). Assessment and Improvement of Data and Information Quality, Idea Group.
  3. Price, R., & Shanks, G. (2005). A semiotic information quality framework: Development and comparative analysis. Journal of Information Technology, 20(2), 88-102.

1 komentar :

Terima kasih atas kunjungan dan komentarnya