Dosen adalah pendidik profesional dan ilmuwan dengan tugas utama mentransformasikan, mengembangkan, dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan, teknologi melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat (Permendikbud 49/2014 Pasal 1:14)

22 November 2009

Kesuksesan Sistem Informasi yang Efisien dan Efektif

Informasi berkenaan dengan proses memberi tahu (Machlup, 1980) atau menyampaikan data yang berarti dan berguna kepada pengguna tertentu (O’Brien dan Marakas, 2008), yang merupakan komponen hasil dari proses (Loose, 1997). Secara bertahap informasi mulai diakui sebagai kunci sumber daya ekonomi dan merupakan salah satu aset penting perusahaan (Moody dan Walsh, 1999; Peter Drucker 1992). Sekarang ini orang atau bisnis yang berhasil adalah yang menguasai atau mengendalikan informasi. (Fenner, 2002).

Ketersediaan dan nilai informasi bagi organisasi sekarang ini ditunjang oleh keberadaan atau penerapan Information and Communication Technology (ICT) dalam organisasi. ICT adalah konvergensi komunikasi dan komputasi yang meliputi perangkat keras, perangkat lunak, jaringan, dan sistem informasi (Shapira dkk., 2004), yang mencakup perangkat untuk melakukan komputasi, jaringan, transmisi, dan menampilkan informasi digital. ICT membantu mengkonversi pengetahuan ke dalam data dengan berbagai cara penyimpanan, pengambilan dan transmisi. Juga membantu dalam menginterprestasi dan menganalisis data yang tersedia (Low, 2000).

Pada jaman informasi, banyak ditemukan organisasi yang menghargakan informasi dengan sangat tinggi dan beinvestasi untuk Teknologi Informasi (TI) dalam rangka mencapai berbagai keuntungan, antara lain seperti yang disebutkan oleh Melville, Kraemer, dan Gurbaxani (2004) setelah keduanya menelaah lebih dari 200 artikel tentang nilai bisnis TI, yakni: fleksibilitas, peningkatan kualitas, pengurangan biaya, dan peningkatan produktivitas. Weil dan Ross (2004) menemukan fakta bahwa pengeluaran TI mencapai 50% dari total biaya belanja organisasi. Investasi TI sebesar itu tidak menjadi masalah bagi perusahaan mengingat dampaknya yang signifikan terhadap keuntungan finansial. Hubbard menemukan komputerisasi meningkatkan komunikasi dan keputusan alokasi sumber daya, serta meningkatkan 3 persen penggunaan kemampuan industri yang membawa kepada keuntungan milyaran dolar setiap tahunnya (Hubbard, 2001).

Berdasarkan studi kasus dalam berbagai konteks industri, Markus and Robey (1988), Roach (1989) dan Weill (1990) melihat hubungan positif yang kecil antara investasi TI dengan keseluruhan performa keuangan perusahaan. Bahkan dalam beberapa kasus, investasi TI memberikan pengaruh negatif bagi performa perusahaan (Moody dan Walsh, 1999). Namun beberapa tahun kemudian, setelah meninjau lebih dari 50 studi empiris tentang hubungan antara investasi TI dan produktivitas, Dedrick, Gurbaxani, dan Kraemer (2003) menemukan bahwa penelitian baru-baru ini menunjukkan hubungan yang positif dan signifikan antara investasi TI dan produktivitas tenaga kerja di tingkat perusahaan. Oliner dan Sichel memperkirakan rentang produktivitas pekerja berkembang dari 2 persen hingga ke 2 ¾ persen pertahun hasil dari investasi ICT yang berkelanjutan (Oliner dan Sichel, 2000). Biro Sensus Pusat Studi Ekonomi menunjukan sekitar 50 % dari manufaktur Amerika Serikat yang memiliki jaringan komputer memiliki produktivitas yang tinggi dibandingkan manufaktur yang tidak memiliki jaringan (Economics dan Statistics Administration, 2003).

Investasi TI bisa menguntungkan dan juga merugikan organisasi. Untuk mendapatkan nilai dari TI, butuh lebih dari sekedar investasi (Weill dan Ross, 2004), diperlukan kecerdasan TI. Weill & Aral (2006) menemukan bahwa hasil keuangan secara signifikan dipengaruhi oleh tingkat kecerdasan TI perusahaan. Perusahaan dengan kecerdasan TI yang tinggi memperoleh laba bersih yang lebih tinggi di tahun-tahun berikutnya untuk investasi, sedangkan perusahaan dengan kecerdasan TI yang rendah memperoleh laba bersih yang lebih rendah. Salah satu bentuk kecerdasan TI adalah tata kelola TI sebagaimana ditunjukan oleh Weill & Ross (2004), bahwa tata kelola TI yang efektif berpengaruh bagi kinerja keuangan, sehingga perusahaan yang mengejar strategi bisnis tertentu dengan tata kelola TI yang baik ROA-nya 20% lebih tinggi daripada perusahaan lain mengejar strategi yang sama namun dengan tata kelola TI yang rendah. Dan tata kelola harus membawa organisasi kepada kesuksesan SI yang dapat diukur dengan (O’Brian dan Marakas, 2008) : (1) Efisiensi dalam minimalisasi biaya, waktu, dan penggunaan sumber daya informasi, (2) Keefektifan TI dalam mendukung strategi bisnis organisasi, sebagai enabler bagi proses bisnis, meningkatkan struktur dan budaya organisasi, dan meningkatkan nilai pelanggan dan bisnis perusahaan.

Dengan pengeluaran TI yang besar, organisasi harus memiliki kecerdasan TI agar dapat mencapai kesuksesan SI. Perhatian organisasi tidak hanya pada efisiensi dan efektivitas kerja setelah penerapan TI, tetapi juga efisiensi dan efektifitas dalam proses pengembangan TI. Menurut Peter Drucker dalam Menuju SDM Berdaya (Kisdarto, 2002), efektifitas adalah melakukan hal yang benar sedangkan efisiensi adalah melakukan hal secara benar, dan melakukan hal yang benar lebih penting daripada melakukan hal secara benar. Efektifitas berarti sejauhmana kita mencapai sasaran dan efisiensi berarti bagaimana kita mencampur sumber daya secara cermat. Minimalisasi biaya, waktu, dan penggunaan sumber daya informasi sebagai cara efisiensi sekalipun penting tetapi tidak boleh merintangi tercapainya tujuan TI sebagai pedukung strategi bisnis organisasi dan enabler bagi proses bisnis, juga sebagai cara meningkatkan struktur dan budaya organisasi dan meningkatkan nilai pelanggan dan bisnis perusahaan. Dengan demikian, dalam pengembangan TI sasaran pengembangan wajib dicapai, namun untuk memaksimalkan keuntungan sebaiknya dilaksanakan secara efisien.


REFERENSI


  • Fenner, A. (2002). Placing Value of Information. Library Philosofy and Practice Vol. 4, No. 2. ISSN 1522-0222
  • Moody, D. & Walsh, P. (1999). Measuring the Value of Information: an Asset Valuation Approach. European Conference of Information System (ECIS ‘99).
  • Dedrick, J., Gurbaxani, V., & Kraemer, K. L.(2003). Information technology and economic performance: A critical review of the empirical evidence. ACM Computing Surveys, 35(1), 1-28.
  • Drucker, P. (1992). The Economy’s Power Shift. Wall Street Journal, September 24.
  • Economics and Statistics Administration (2003). Digital Economy 2003. U.S. Department of Commerce.
  • Galster, M., Eberlein, A., Moussavi, M. (2006). From Enterprise Architecture to Software Architecture using Requirement Engineering. University of Calgary. Canada.
  • Hubbard, T. (2001). Information, Decisions, and Productivity: On-Board Computers and Capacity Utilization in Trucking. NBER working papers, w8525.
  • ITGI. (2009). Board Briefing on IT Governance. 2nd Edition. IT Governance Institute.
  • Kisdarto, A. (2002). Menuju SDM Berdaya – Dengan Kepemimpinan Efektif dan Manajemen Efisien. PT. Elex Media Komputindo. Jakarta.
  • Loose, R.M. (1997). A Dicipline Independent Definition of Information. Journal of the American Society for Information Science 48 (3), halaman. 254-269.
  • Low, L. (2000). Economics of Information Technology and the Media. Singapore. University Press.
  • Machlup, F. (1980). The Production and Distribution of Knowledge in the United States (Princeton, 1962, 1972, 1980)
  • Melville, N., Kraemer, K., & Gurbaxani, V. (2004). Review: Information technology and organizational performance: An integrative model of IT business vslur. MIS Quarterly, 28(2), 283-322.
  • O’Brian, J. A., Marakas, G. M. (2008). Management Information System. 8th Edition. Mc-Graw-Hill Companies, Inc. New York..
  • Oliner, S., and Sichel D. (2000). “The Resurgence of Growth in the Late 1990s: Is Information Technology the Story?” . Washington, D.C.: Federal Reserve Board.
  • Pressman, R. S. (2007). Software Engineering: A Practitioner’s Approach 5th Edition. The Mc Graww-Hill Companies, Inc.
  • Shapira, P., Youtie, J., Wang, J., Hegde, D., Cheney D., Franco, Q., Mohapatra, S. (2004). Assesing the Value of Information and its Impact on Productivity in Small and Midsize Manufactures. Georgia Institute of Technology dan SRI International.
  • Sichel, D. (1997). The Computer Revolution: an Economic Perspective. Washington, D.C.: Brookings Institution Press.
  • Webster's New World College Dictionary. (2005) Wiley Publishing, Inc., Cleveland, Ohio.
  • Weill, P., & Aral, S. (2006). Generating premium returns on your IT investments. MIT Sloan Management Review, 47(2), 39-48.
  • Weill, P. & Ross, J. W. (2004). IT governance: How top performers manage IT decision rights for superior results (Hardcover). Harvard Business School Press Books.

2 komentar :

  1. Faktor-faktor yang mempengaruhi kesuksesan sistem informasi adalah adanya dukungan dari manajemen eksekutif, keterlibatan end-user (pemakai akhir), penggunaan kebutuhan perusahaan yang jelas, perencanaan yang matang dan harapan perusahaan yang nyata.

    BalasHapus
  2. Semuanya itu merupakan bagian dari tata kelola SI/TI

    BalasHapus

Terima kasih atas kunjungan dan komentarnya