Dosen adalah pendidik profesional dan ilmuwan dengan tugas utama mentransformasikan, mengembangkan, dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan, teknologi melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat (Permendikbud 49/2014 Pasal 1:14)

Sekolah Tinggi Teknologi Garut

Diselenggarakan mulai tahun 1991 dan bernaung di bawah Yayasan Al-Musaddadiyah. http://www.sttgarut.ac.id/

Program Studi Teknik Informatika

Berdiri pada tanggal 30 Juni 1998 dan terakreditasi B. http://informatika.sttgarut.ac.id/

Rinda Cahyana

Dosen PNS Kementrian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi, dpk Sekolah Tinggi Teknologi Garut sejak tahun 2005

29 Januari 2010

Tenggelam Dalam Cinta-Nya [6] - Sirna

Tatkala orang-orang hendak melihat sisi lahir para kekasih-Nya, Allah melindungi kekasih-Nya sehingga yang banyak terlihat adalah ayat-ayat-Nya yang agung. Segala usaha yang dijalankan mereka yang lebih mencintai sisi dunia akan menjadi sia-sia, karena mereka tidak dapat melihat wujud para kekasih Allah dengan jelas. Wujud para kekasih Allah telah tenggelam dalam kekhusyukan mengingat-Nya dan kerendahatian perasaan mereka kepada-Nya. Wujud mereka telah diliputi pengagungan kepada Allah dan cinta kepada-Nya. Di saat orang mencari kekasih Allah dari sisi lahirnya, kekasih Allah sibuk mencari segala hal yang dapat membuat mereka melihat sentuhan-Nya atau membuat diri mengingat Allah. Segala yang terlahir dari hati kekasih Allah menunjukan kerinduan diri mereka kepada-Nya. Mereka sungguh telah ketagihan cinta-Nya dan hati mereka sekarat dan hidup mereka sempit saat tak beroleh cinta-Nya.

Sesungguhnya daya tarik pada diri kekasih Allah adalah daya tarik-Nya. Tiada yang dapat disaksikan pada dirinya melainkan apa-apa yang membuat penyaksinya mengingat Allah dan melihat keindahan-Nya. Mereka yang berhimpun dengannya akan mendapatkan cipratan harum mereka. Dan tiada yangd apat berhimpun dengan mereka kecuali orang-orang yang akan dijadikan-Nya seperti mereka. Tiada yang mengetahui diri mereka kecuali diri mereka sendiri dan orang-orang dari kalangan mereka.

Tenggelam Dalam Cinta-Nya [5] - Cinta

Rawat dan besarkanlah rasa cintamu kepada-Nya dan limpahan cinta-Nya kepadamu dengan meningkatkan kualitas pengesaanmu kepada-Nya dan dengan meningkatkan kualitas kesanggupanmu dalam menapaki minhaj Rasul-Nya yang mulia. Karena semakin meningkat kualitas keduanya, maka semakin layaklah engkau dijadikan-Nya sebagai tanda-tanda kebesaran-Nya. Tanda-tanda yang akan memberikan kekuatan pembenaran akan Ketuhanan Allah dan kebenaran risalah-Nya dalam hati hamba-hamba-Nya, dan tanda-tanda yang dapat membawa dirimu sebagai kekasih-Nya yang sejati.

Sesungguhnya Allah tidak memerlukan pengakuan dari mahluk agar diri-Nya menjadi Tuhan. Dengan atau tanpa pengakuan mahluk-Nya, ia tetap Tuhan Sang Pencipta, penguasa alam raya, yang menghidupkan dan mematikan. Yang tidak bersandar kepada apapun dan tidak memerlukan sekutu dalam bentuk apapun. Tetapi hamba-hamba-Nya memerlukan hujjah yang dapat membukakan matanya sehingga mereka melihat fitrah penciptaan mereka dan meyakini kewajiban beribadah kepada Allah. Maka Allah tebarkan ayat-ayat-Nya di muka bumi, agar dengannya orang yang ingkar tidak memiliki dalih apapun yang bisa mereka gunakan untuk menolak hukuman-Nya di akhirat kelak. Dan agar dengannya pula, para pecinta Allah semakin merindukan Allah dan semakin dekat kepada-Nya di dunia ini.

Sesungguhnya yang menghambat aliran cinta-Nya kepadamu adalah ketidaksempurnaan pengeesaanmu kepada-Nya dan ketidaksempurnaan caramu dalam menyembah-Nya. Kamu tidak akan dapat berdekatan dengan Allah apabila di dalam hatimu terdapat mahluk-Nya yangdiberikan sesuatu yang seharusnya hanya boleh untuk Allah. Dan perjuanganmu untuk dekat kepada-Nya akan sia-sia, apabila kamu menapaki jalan yang tidak berarah kepada-Nya, yakni jalan yang sesat serta dimurkai-Nya atau jalan Bid'ah (mengada-ada).

Tidak akan pernah orang mengetahui bagaimana wujud pada jalan penyerahan diri melainkan dengan melihat orang yang berserah diri. Dan wujud itu hanya pada mereka yang mengenal Allah dan mengikuti jalan-Nya dengan lurus dan benar dalam hidupnya. Banyak yang mengakui atau diakui sebagai representasi orang yang berserah diri, padahal apa yang terwujud pada dirinya banyak yang bertentangan dengan dzahir ajaran-Nya.

Tidaka akan mencapai kedudukan para kekasih-Nya mereka yang pengetahuannya tentang Allah dan agama-Nya sedikit. Karena bagaimana mungkin orang mencapai puncak tertinggi jika ia tidak mengetahui letak puncaknya. Dan bagaimana mungin orang dapat mendaki bukit yang tinggi kalau ia tidak mengetahui jalan, tidak cukup strategi, dan tidak memiliki perangkat yang tepat.

Sesungguhnya Allah telah memberikan semua keperluan pencapaian kedudukan mulia tersebut melalui Rasul-Nya yang mulia SAAW, dan mewajibkan hamba-hamba-Nya untuk menuntut ilmu karena keutamaan cinta-Nya. Bagaimana cinta-Nya tidak utama, padahal segala kemudahan dan kunci keselamatan itu ada dalam cinta-Nya. dan bagaimana menuntut ilmu tidak diwajibkan, karena keutamaan tersebut tidak dapat dicapai melainkan dengan ilmu.

Sesungguhnya kekasih Allah adalah penolong mereka yang berserah diri dan rahmat bagi semesta raya. Melalui ahlak dan amal para kekasih-Nya Allah menyentuk mahluk yang dikehendaki-Nya. Dengan melihat atau tanpa melihat-Nya, sentuhan itu akan membukakan pintu hati dan membangkitkan nurani sehingga menjadi melihatlah mata hatinya. Acap kali sentuhan-Nya menimbulkan kesadaran akan kefakiran, menyaksikan kehinaan diri, dekat kepada kebenaran, dan berada dalam naungan kemuliaan, yang terkadang disertai derai air mata. Dengan sentuhan itu Ia mengembalikan hamba-Nya kepada fitrah kehambaannya dan dengannya pula banyak orang yang tersesat pada jalan tertentu.

Nabi Daud AS berdo'a, "Wahai Allah, aku memohon kecintaan kepada-Mu, dan kecintaan kepada apa yang Engkau cintai, dan kepada amal yang membuat Engkau memberiku cinta. Wahai Allah jadikan kecintaanku kepada-Mu lebih aku cintai dari pada diriku sendiri, dan dari pada keluargaku, dari pada harta bendaku, dan dari pada air dingin dikala aku kehausan."

26 Januari 2010

Tenggelam Dalam Cinta-Nya [4] - Berserah Diri

Ingatkanlah jiwamu bahwa segala rupa amal yang bisa dilakukannya harus untuk kepentingan ibadah kepada-Nya. Ingatkan pula bahwa ia memerlukan Allah dalam setiap usaha untuk mewujudkan amaliah atau keadaan yang dicintai-Nya. Ingatkanlah bahwa Allah Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang kepada hamba-hamba-Nya.

Wahai jiwa, engkau dicipta semata untuk menyembah-Nya, sebagaimaan forman-Nya yang artinya, "Dan tidaklah Aku ciptakan Jin dan Manusia melainkan untuk beribadah kepada-Ku." Maka janganlah engkau melupakan Allah dan melupakan kewajibanmu untuk menyembah-Nya.

Sesungguhnya Allah telah menjadikan jalan manusia sebagai fitrah ia diciptakan, sehingga segala usaha penjauhan yang dilakukan manusia terhadap pemenuhan dan pendekatan kepada-Nya akan menyebabkan terliputi hidupnya dengan kehinaan dan penderitaan hidup di dunia ataupun di akhirat. Bagaimanapun pintarnya para pendosa dalam membutakan matanya dari melihat kehinaannya dan dalam memalingkan diri mereka dari penderitaannya, tetap saja penderitaan itu akan datang terus menerus, kehinaan mereka tidak akan dapat dipalingkan dari penglihatan kekasih-Nya, dan akibat buruknya terasakan oleh semua mahluk-Nya.

Jangan engkau mengandalkan dirimu yang lemah dan terbatas untuk mencapai sesuatu yang sesungguhnya tidak pernah akan dapat engkau capai tanpa-Nya. Apapun yang engkau anggap sebagai hasil usahamu, sesungguhnya tak lepas dari izin Allah. Seandainya engkau bisa mencapai sesuatu dalam kondisi engkau selalu melihat dan meminta kepada-Nya, maka engkau akan mendapat dua keuntungan. Keuntungan pertama engkau mungkin akan dicintai-Nya sehingga Ia akan memberimu jalan yang lebih baik dari pada jalan yang engkau lihat dan engkau kehendaki, yang akan menghasilkan sesuatu yang jauh lebih baik dari pada yang engkau bayangkan. Keuntungan kedua engkau akan mendapatkan jaminan kebaikan dari apapun yang engkau capai, sepanjang dalam perjalanan untuk mencapainya engkau tetap bersama-Nya dan tidak membuat-Nya murka.

Janganlah engkau mengandalkan dirimu dan lupa kepada-Nya, sehingga apabila kesusahan menimpamu engkau berputus asa dan semakin jauh dari-Nya. Lebih dekatlah kepada-Nya dan kuatkan niat baikmu di saat engkau yang fakir jatuh karena kefakiranmu atau dipaksa jatuh oleh-Nya. Karena yang lebih tinggi nilainya adalah kesabaranmu untuk selalu merapatkan diri kepada-Nya dan kesabaran untuk tidak berpaling dari keinginan yang baik di sisi-Nya, bukan apa yang kamu dapatkan sekalipun hal tersebut dicintai-Nya.

Manusia yang kembali kepada-Nya lebih tinggi nilainya di mata Allah dari pada Malaikat yang selalu taat kepada-Nya dan tidak berbuat kesalahan. Dan Allah murka kepada mereka yang sengaja menjatuhkan dirinya kepada kekufuran untuk mendapatkan perhatian Allah sehingga mereka tidak akan mendapatkan sambutan apapun di saat mereka kembali kepada-Nya. Kecuali mereka bertaubat dari apa yang membuat Alloh memurkainya, maka Allah memaafkan dan menyambut mereka dengan rasa suka cita.

Selalu ingatlah bahwa Allah itu Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Mintalah kasih dan sayang kepada-Nya dan jangan kepada selain-Nya. Karena kasih sayang-Nya tidak terbatas dan tidak mengikat. Sesungguhnya Ia telah mengasihi dirimu sebelum engkau meminta kepada-Nya. Karena jika ia tidak mengasihimu, niscaya Ia tidak akan menjadikan dirimu ingat kepada-Nya dan meminta kasih sayang-Nya.

Ia tidak mengharapkan apapun dari mu saat Ia memberimu apa-apa yang membuatmu bahagia. Ia memberimu bukan karena permintaanmu atau karena sebab datangnya pemberian itu, tetapi karena Ia menghendakinya atas dirimu. Jika bukan karena kehendak-Nya pada dirimu, maka bagaimana bisa kamu melakukan sesuatu penyebab yang mendatangkan akibat.

Maka merasa butuhlah kepada-Nya, karena tidak ada yang bisa mengatur diri-Nya. Karena tatkala semua mahluk-Nya tak sanggup memaksa-Nya untuk mewujudkan segala kebaikan yang engkau harapkan, maka jalan yang tersisa hanyalah jalan menampakan kefakiranmu dan mengharap hanya kepada-Nya.

15 Januari 2010

Tenggelam Dalam Cinta-Nya [3] - Tawadlu

Bebanilah wajahmu dengan tawadlu, hingga engkau merasa berat untuk menampakan dirimu kepada hamba-hamba yang membutuhkan-Nya. Malulah kepada Allah apabila pada hati hamba-hamba-Nya engkau maujud. Karena kenampakan-Nya lebih pantas dibandingkan kenampakanmu.

Wahai jiwa, jika engkau menghendaki kewujudan-Nya dan tidak menghendaki kewujudanmu yang menghijabi, maka tawadlulah engkau kepada-Nya. Jangan engkau sebut-sebut dirimu dan sebut-sebutlah Dia. Lihatlah segala kebaikan yang ada padamu sebagai amal-Nya. Dan lihatlah segala keburukan yang ada pda dirimu sebagai bukti keterbutuhanmu kepada-Nya. Agar dengannya engkau elalu menyadari bahwa dirimu tidak dapat hidup tanpa diri-Nya.

Sesungguhnya adanya penyebutan atas dirimu atau tersaksikannya wujud kebaikanmu alam benak akan membuat-Nya tidak tersaksikan. Maka musnahkan dirimu di manapun dan kapanpun. Semoga dengannya engkau menjadi orang-orang yang disebut-sebut Allah di sisi-Nya. Sesungguhnya keagungan tersebut akan membuat dirimu diliputi oleh maghfirah Allah yang dipintakan oleh para malaikat-Nya yang menyaksikan bagaimana Ia menyebut-nyebut dirimu.

Engkau yang berusaha mengangungkan-Nya dalam hatimu dan hati hamba-hamba-Nya yang harus merasa malu kepada Allah apabila Ia buat engkau mujud di dalam hati hamba-Nya. Karena Ia telah menunjukan kesyukuran-Nya kepda dirimu atas pegagunganmu. Karna sekalipun Ia pasti akan menyebut-nyebut dirimu di antara hamba-hamba-Nya karena engkau telah menyebut-nyebu-Nya, engkau tetap tidak layak untuk maujud dalam hati siapapun.

Sesungguhnya kebaikan yang nampak pada dirimu, yang membuat engkau dicintai oleh hamba-hamba-Nya, dan yan membuat engkau terpatri dalam lubuk hati mereka adalah milik-Nya. Maka malulah jika engkau tidak berusaha mengingatkan mereka bahwa engkau yang fakir. tidak memiliki apapun atas terwujudnya semua yang mereka cintai pada dirimu. Dan malulah jika mereka tetap diliputi oleh kebutaan cinta dan tidak melepaskan pngagungannya kepada dirimu. Karena hanya Allah yang layak diagungkan, dan tidk pernah sedikitpun hamba Allah yang tawadlu memandang, ada seorang hamba yang berhak mendapatkan pengagungan karena keagungan dirinya yang tidak dia miliki.

12 Januari 2010

Tipu daya ALLAH bagi mereka yang membawa berita bohong tentang Islam

"Sesungguhnya orang-orang yang membawa berita bohong itu adalah dari golongan kamu juga. Janganlah kamu kira bahwa berita bohong itu buruk bagi kamu bahkan ia adalah baik bagi kamu. Tiap-tiap seseorang dari mereka mendapat balasan dari dosa yang dikerjakannya. Dan siapa di antara mereka yang mengambil bahagian yang terbesar dalam penyiaran berita bohong itu baginya azab yang besar" (QS 24:11)

Sebagian dari penyebar berita bohong tentang Islam menyimpulkan bahwa kebohongan menurut ayat tersebut adalah kebaikan dari ALLAH, atau dengan kata lain bohong itu baik.

Dalam tafsir Ibnu Katsir disebutkan, "Janganlah kamu kira bahwa berita bohong itu buruk bagi kamu bahkan ia adalah baik bagi kamu" wahai keluarga Abu Bakar. Kenapa tidak buruk?, karena dengan adanya berita bohong tersebut diperolehlah sejumlah kebaikan, berupa kejujuran perkataan Aisyah yang menolak berita bohong tersebut, kemuliaan yang muncul sebab ALLAH memberi perhatian kepada Aisyah dengan membebaskannya dari tuduhan. Inilah yang dimaksud kebaikan, yakni kebaikan akibat digosipkan, dan bukan kebaikan hasil dari gosip. Setiap orang yang digosipkan, tentu saja mendapat ujian, dan ujian itu baik baginya. Sementara setiap pelaku gosip, tidak ada kebaikan yang diperolehnya dari merusak nama baik orang lain.

Dengan demikian, berbohong itu kebaikan dari ALLAH adalah menurut keismpulan mereka yang bathil, yang tidak menguasai bahasa dan latar belakang masalah. Sementara berdasarkan tafsir yang benar, kesimpulan yang diperoleh adalah bahwa berita bohong itu dapat memberikan kebaikan dari ALLAH bagi mereka yang digosipkan berupa pahala kesabaran dan kejujuran serta kemuliaan saat terbukti kejujuran yang disampaikan adalah benar; Namun yang menyebarkan berita bohong, tidak ada kebaikan sama sekali dari ALLAH. Bahkan ALLAH menganggap penyebar berita bohong layak diazab-Nya, sebagaimana firman-Nya:

"Sekiranya tidak ada kurnia Allah dan rahmat-Nya kepada kamu semua di dunia dan di akhirat, niscaya kamu ditimpa azab yang besar, karena pembicaraan kamu tentang berita bohong itu." (Ingatlah) di waktu kamu menerima berita bohong itu dari mulut ke mulut dan kamu katakan dengan mulutmu apa yang tidak kamu ketahui sedikit juga, dan kamu menganggapnya suatu yang ringan saja. Padahal dia pada sisi Allah adalah besar. (QS 24:14-15)
Berkaitan dengan "Wallahu khairul maakirin" dalam ayat berikut:

Orang-orang kafir itu membuat tipu daya, dan Allah membalas tipu daya mereka itu. Dan Allah sebaik-baik pembalas tipu daya. (QS 3:54)

Ayat ini berkaitan dengan segolongan bani israil yang berniat menyerang Nabi Isa, mencelakakannya, dan menyalibnya. Tatkala mereka sudah merasa benci terhadap Nabi Isa, mereka mengadu kepada raja mereka yang kafir, 'Di sana ada seorang laki-laki yang menyesatkan manusia, memalingkan mereka dari menaati raja, dan merusak binatang yang digembalakan, serta diapun anak penzina.", sambil menunjuk orangnya.

Maka rajapun marah dan mengirim pasukan untuk mengejar Nabi Isa, Setelah mereka mengepung rumahnya dan mereka beranggapan mereka akan berhasil menangkapnya, maka ALLAH menyelamatkan Nabi Isa dari kepungan mereka, mengangkatnya ke langit, serta menyerupakan salah seorang pengepung (Yudas) degan Nabi Isa sehingga diyakini oleh mereka sebagai Isa yang sebenarnya. Maka mereka pun menangkap, menyksa, menyalib, dan memakukan pasak di kepalanya. Yang demikian ini merupakan tipu daya ALLAH terhadap mereka.

Apakah Tuhan yang menipu musuh Nabi Isa dianggap rendah derajatnya di mata para penyebar berita bohong tentang Islam itu?

Jika mereka menyebarkan berita bohong dan muslim tidak menjawab, maka akan banyak orang yang menganggap berita bohong itu benar. Tapi berita bohong ini memberi kebaikan bagi muslim, sehingga kami bicara jujur tentang Islam, hingga setiap orang melihat kokohnya argumentasi muslim dan rapuhnya argumentasi mereka, lalu Islampun difahami lebih mendalam oleh setiap orang, dan berita bohong itu lambat laun dianggap sebagai berita basi, yang diulang-ulang tanpa malu, dan orang bosan mendengarnya karena muslim telah menyatakan jawabannya yang tidak dapat dibantah oleh mereka. Inilah tipu daya ALLAH bagi mereka para pembawa berita bohong.

"Sekiranya tidak ada kurnia Allah dan rahmat-Nya kepada kamu semua di dunia dan di akhirat, niscaya kamu ditimpa azab yang besar, karena pembicaraan kamu tentang berita bohong itu." (Ingatlah) di waktu kamu menerima berita bohong itu dari mulut ke mulut dan kamu katakan dengan mulutmu apa yang tidak kamu ketahui sedikit juga, dan kamu menganggapnya suatu yang ringan saja. Padahal dia pada sisi Allah adalah besar. (QS 24:14-15)

10 Januari 2010

alQuran telah merubah cerita dalam alKitab?

Ibrahim bukan seorang Yahudi dan bukan (pula) seorang Nasrani, akan tetapi dia adalah seorang yang lurus lagi berserah diri (kepada Allah) dan sekali-kali bukanlah dia termasuk golongan orang-orang musyrik.(Surat 3:67).

Menurut tafsir Ibn Katsir dijelaskan, bahwa Ibrahim condong kepada keimanan dan berpaling dari kemusyrikan, sementara YAHUDI dan NASRANI condong kepada kemusyrikan dan termasuk golongan musyrik. Dengan demikian adalah fitnah tatkala anda menganggap ayat ini merupakan cara untuk memuaskan diri dengan menafikan "keyahudian" Ibrahim. Ayat ini adalah untuk memuaskan diri dengan menjelaskan Ibrahim adalah hamba yang berpaling dari kemusyrikan sementara keyahudian adalah kemusyrikan.

Islam yang disebutkan dalam alQuran bukan retorika pidato, melainkan istilah yang menggambarkan penyerahan diri kepada TUHAN YME. Islam (Arab: al-islām, الإسلام dengarkan (bantuan·info): "berserah diri kepada Tuhan") adalah agama yang mengimani satu Tuhan, yaitu Allah. Siapapun yang berserah diri kepada TUHAN YME adalah berislam. Tentu saja karena bahasa setiap Nabi berbeda-beda sehingga istilah untuk berserah diri kepada Tuhan pastinya tidak selalu dilafalkan Islam. Tetapi ribuan tahun sebelum Islam muncul, setiap Nabi menyeru manusia untuk berserah kepada TUHAN YME. Anda dapat menemukan dalam perkataan MUSA ataupun YESUS yang dikenal sebagai hukum utama pertama. Karena ALLAH berfiman kepada orang Arab, maka DIA menggunakan istilah Islam untuk menyatakan "berserah diri kepada Tuhan YME".

Muslim memang di ajarkan untuk beriman kepada kitab yang diturunkan ALLAH kepada MUSA dan ISA, tetapi disuruh pula untuk tidak beriman kepada kalimat yang dituliskan dalam alKitab oleh ahli Kitab. Dengan demikian, muslim selayaknya mempercayai apa yang diturunkan TUHAN kepada MUSA dan ISA, tetapi tidak selayaknya percaya begitu saja apa yang tertulis dalam perjanjian lama atau perjanjian baru, apalagi percaya kepada trinitas yang bertolak belakang dengan hukum utama pertama.

Rasulullah SAW bersdabda, “Sampaikanlah dariku walaupun satu ayat, berceritalah dari Bani Israil dan tidak ada masalah.” (HR. Al-Bukhari no. 3461 dari Abdullah bin Amr)

Hadits ini menyatakan bahwa tidak masalah muslim membaca alKitab. Tetapi cerita mana yang dianggap benar, apakah alKitab atau alQuran. ALLAH berfirman:

“Dan Kami telah turunkan kepadamu Al Quran dengan membawa kebenaran, membenarkan apa yang sebelumnya, yaitu kitab-kitab (yang diturunkan sebelumnya) dan memeliharanya.…” [Al-Ma'idah 48]

Berkaitan dengan kata "muhaiminan", Ibnu Juraiz menafsirkan bahwa alQuran itu mengamankan kitab-kitab yang mendahuluinya, di mana perkara yang sesuai dengan alQuran maka ia merupakan kebenaran dan perkara yang tidak sesuai dengan alQuran adalah batil. Ibnu Abbas meriwayatkan bahwa "muhaiminan" berarti mengahkimi kitab-kitab sebelumnya, sehigga jelas mana yang benar dan yang bathil.

Oleh karenanya, segala cerita dalam perjanjian lama atau baru yang besebrangan dengan cerita dalam alQuran adalah bathil. ALLAH lah pemilik otoritas atas cerita yang dibuat-Nya. Tuhan meluruskan cerita bathil itu melalui alQuran. dan muslim meyakini cerita ALLAH lah yang benar, sehingga muslim sama sekali tidak berfikir seperi anda bahwa alQuran telah merubah cerita dalam alKitab.

04 Januari 2010

Kenapa Muslim berfikir alKitab itu penuh dengan rekayasa?

Muslim mengetahui di dalam alKitab terdapat banyak manipulasi berdasarkan firman ALLAH SWT, misalnya:

Lalu orang-orang yang zalim mengganti perintah dengan (mengerjakan) yang tidak diperintahkan kepada mereka. Sebab itu Kami timpakan atas orang-orang yang zalim itu dari langit, karena mereka berbuat fasik. (AL BAQARAH (Sapi betina) ayat 59)

Bentuk kongkritnya alKitab memerintahkan sunnat malah Paulus merubah perintah tersebut.

Maka orang-orang yang zalim di antara mereka itu mengganti (perkataan itu) dengan perkataan yang tidak dikatakan kepada mereka, maka Kami timpakan kepada mereka azab dari langit disebabkan kezaliman mereka. (AL A’RAAF (Tempat tertinggi) ayat 162)

Ini adalah kecurangan dan kebohongan yang mengatas namakan TUHAN. Contoh kongkritnya Paulus yang berkata:

“Tetapi jika kebenaran Allah oleh dustaku semakin melimpah bagi kemuliannya; mengapa aku masih dihakimi lagi sebagai orang berdosa? (Roma 3:7) .

Secara keseluruhan ALLAH menyaksikan bentuk perbuatan ahli kitab terhadap kitab mereka:

Hai ahli kitab, mengapa kamu mencampur adukkan yang haq dengan yang bathil, dan menyembunyikan kebenaran, padahal kamu mengetahuinya? (ALI ‘IMRAN (KELUARGA ‘IMRAN) ayat 71)

Dan kesalahan fatal yang dilakukan ahli kitab terhadap Injil adalah memasukan faham pagan Trinitas sebagai ajaran Kristen sehingga Yesus dituhankan. Yang bertanggung jawab dalam hal ini adalah Paulus.

Wahai ahli kitab, janganlah kamu melampaui batas dalam agamamu, dan janganlah kamu mengatakan terhadap Allah kecuali yang benar. Sesungguhnya Al Masih, ‘Isa putera Maryam itu, adalah utusan Allah dan (yang diciptakan dengan) kalimat-Nya yang disampaikan-Nya kepada Maryam, dan (dengan tiupan) roh dari-Nya. Maka berimanlah kamu kepada Allah dan rasul-rasul-Nya dan janganlah kamu mengatakan : “(Tuhan itu) tiga”, berhentilah (dari ucapan itu). (Itu) lebih baik bagimu. Sesungguhnya Allah Tuhan Yang Maha Esa, Maha Suci Allah dari mempunyai anak, segala yang di langit dan di bumi adalah kepunyaan-Nya. Cukuplah Allah menjadi Pemelihara.” (AN NISAA’ (WANITA) ayat 171)

Perubahan ajaran YESUS ini bukannya tidak diketahui oleh kalangan kristen, buktinya ARIUS dan golongan Kritsen UNITARIAN menggugatnya. Hanya saja KATOLIK membungkam protes ini, menganggapnya sebagai penyimpangan, dan membunuh mereka.

Dan kemudian alQuran diturunkan ALLAH sebagai kitab penutup, meluruskan ajaran yang bengkok, dan mempertegas kebenaran dari gugatan golongan UNITARIAN tersebut dan golongan hanif lainnya, bahwa YESUS itu manusia semata. Ketuhanan YESUS sendiri faktanya merupakan sesuatu yang diada-adakan, pemberian segolongan Kristen dan bukan pemberian TUHAN.

Hai ahli kitab, sesungguhnya telah datang kepadamu Rasul Kami, menjelaskan kepadamu banyak dari isi Al Kitab yang kamu sembunyi kan, dan banyak (pula yang) dibiarkannya. Sesungguhnya telah datang kepadamu cahaya dari Allah, dan Kitab yang menerangkan (AL MAA-IDAH (HIDANGAN) ayat 15)

Setelah manusia mendengar penjelasan mana keyakinan yang benar tentang YESUS melalui alQuran, maka tidak ada kesempatan lagi bagi manusia untuk protes jika ternyata di akhirat sana yang benar adalah apa yang disampaikan ALLAH dalam alQuran dan bukan apa yang disampaikan oleh Paulus, yakni bahwa TUHAN itu tanpa sekutu.

Hai ahli kitab, sesungguhnya telah datang kepada kamu Rasul Kami, menjelaskan (syari’at Kami) kepadamu ketika terputus (pengiriman) rasul-rasul agar kamu tidak mengatakan: “Tidak ada datang kepada kami baik seorang pembawa berita gembira maupun seorang pemberi peringatan”. Sesungguhnya telah datang kepadamu pembawa berita gembira dan pemberi peringatan. Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. (AL MAA-IDAH (HIDANGAN) ayat 19)

Tuhan menasihatkan kepada anda untuk meninggalkan ajaran Paulus dan kembali kepada syariat Tuhan yang benar, kepada hukum utama untuk tidak menserikatkan Tuhan dengan siapapun.

Katakanlah: “Hai ahli kitab, janganlah kamu berlebih-lebihan (melampaui batas) dengan cara tidak benar dalam agamamu. Dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu orang-orang yang telah sesat dahulunya (sebelum kedatangan Muhammad) dan mereka telah menyesatkan kebanyakan (manusia), dan mereka tersesat dari jalan yang lurus”. (AL MAA-IDAH (HIDANGAN) ayat 77)

Dan Tuhan memperdengarkan jawaban yang sama berulang-ulang kepada manusia.

Demikianlah Kami mengulang-ulangi ayat-ayat Kami supaya (orang-orang yang beriman mendapat petunjuk) dan supaya orang-orang musyrik mengatakan: “Kamu telah mempelajari ayat-ayat itu (dari ahli kitab)”, dan supaya Kami menjelaskan Al Quraan itu kepada orang-orang yang mengetahui. (SURAT AL AN’AAM (Binatang ternak) ayat 105)

(Kami terangkan yang demikian itu) supaya ahli kitab mengetahui bahwa mereka tiada mendapat sedikitpun akan karunia Allah (jika mereka tidak beriman kepada Muhammad), dan bahwasanya karunia itu adalah di tangan Allah. Dia berikan karunia itu kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Allah mempunyai karunia yang besar (AL HADIID (BESI) ayat 29)

Jika ada yang bertanya, di manakah alQuran yang asli? Saya bilang, apa yang anda temukan sekarang adalah ayat-ayat yang sama dengan ayat-ayat yang diturunkan kepada Muhammad SAW. Jika anda bertanya soal keaslian dalam konteks alKitab, maka yang dimaksud muslim dengan keaslian tersebut adalah sucinya atau terbebasnya alKitab dari mencampur adukkan yang haq dengan yang bathil, dan menyembunyikan kebenaran (ALI ‘IMRAN (KELUARGA ‘IMRAN) ayat 71) Bagaimana faham pagan yang bathil dan bersumber dari kepercayaan terhadap dewa matahari dicampur adukan dengan hukum utama pertama?

Dan alQuran adalah kitab yang disucikan ALLAH dari itu semua. Saat pembuatan mushaf, tidak ada satupun ayat yang disembunyikan. Sesuatu yang tidak dituliskan dalam Mushaf adalah sesuatu yang sudah ada yang riwayatnya lebih kuat. Dan selama ini kalian menyangka Islam mengajarkan muslim menyembah dewa bulan atau batu hitam, padahal sama sekali tidak ditemukan dalam alQuran perintah menyembah benda-benda tersebut. Lain dengan alKitab yang kami menemukan di dalamnya ada ajaran TRINITAS, sebuah kebathilan yang dilegalitas Paulus dengan memasukannya ke dalam Injil.