Dosen adalah pendidik profesional dan ilmuwan dengan tugas utama mentransformasikan, mengembangkan, dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan, teknologi melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat (Permendikbud 49/2014 Pasal 1:14)

04 Januari 2010

Kenapa Muslim berfikir alKitab itu penuh dengan rekayasa?

Muslim mengetahui di dalam alKitab terdapat banyak manipulasi berdasarkan firman ALLAH SWT, misalnya:

Lalu orang-orang yang zalim mengganti perintah dengan (mengerjakan) yang tidak diperintahkan kepada mereka. Sebab itu Kami timpakan atas orang-orang yang zalim itu dari langit, karena mereka berbuat fasik. (AL BAQARAH (Sapi betina) ayat 59)

Bentuk kongkritnya alKitab memerintahkan sunnat malah Paulus merubah perintah tersebut.

Maka orang-orang yang zalim di antara mereka itu mengganti (perkataan itu) dengan perkataan yang tidak dikatakan kepada mereka, maka Kami timpakan kepada mereka azab dari langit disebabkan kezaliman mereka. (AL A’RAAF (Tempat tertinggi) ayat 162)

Ini adalah kecurangan dan kebohongan yang mengatas namakan TUHAN. Contoh kongkritnya Paulus yang berkata:

“Tetapi jika kebenaran Allah oleh dustaku semakin melimpah bagi kemuliannya; mengapa aku masih dihakimi lagi sebagai orang berdosa? (Roma 3:7) .

Secara keseluruhan ALLAH menyaksikan bentuk perbuatan ahli kitab terhadap kitab mereka:

Hai ahli kitab, mengapa kamu mencampur adukkan yang haq dengan yang bathil, dan menyembunyikan kebenaran, padahal kamu mengetahuinya? (ALI ‘IMRAN (KELUARGA ‘IMRAN) ayat 71)

Dan kesalahan fatal yang dilakukan ahli kitab terhadap Injil adalah memasukan faham pagan Trinitas sebagai ajaran Kristen sehingga Yesus dituhankan. Yang bertanggung jawab dalam hal ini adalah Paulus.

Wahai ahli kitab, janganlah kamu melampaui batas dalam agamamu, dan janganlah kamu mengatakan terhadap Allah kecuali yang benar. Sesungguhnya Al Masih, ‘Isa putera Maryam itu, adalah utusan Allah dan (yang diciptakan dengan) kalimat-Nya yang disampaikan-Nya kepada Maryam, dan (dengan tiupan) roh dari-Nya. Maka berimanlah kamu kepada Allah dan rasul-rasul-Nya dan janganlah kamu mengatakan : “(Tuhan itu) tiga”, berhentilah (dari ucapan itu). (Itu) lebih baik bagimu. Sesungguhnya Allah Tuhan Yang Maha Esa, Maha Suci Allah dari mempunyai anak, segala yang di langit dan di bumi adalah kepunyaan-Nya. Cukuplah Allah menjadi Pemelihara.” (AN NISAA’ (WANITA) ayat 171)

Perubahan ajaran YESUS ini bukannya tidak diketahui oleh kalangan kristen, buktinya ARIUS dan golongan Kritsen UNITARIAN menggugatnya. Hanya saja KATOLIK membungkam protes ini, menganggapnya sebagai penyimpangan, dan membunuh mereka.

Dan kemudian alQuran diturunkan ALLAH sebagai kitab penutup, meluruskan ajaran yang bengkok, dan mempertegas kebenaran dari gugatan golongan UNITARIAN tersebut dan golongan hanif lainnya, bahwa YESUS itu manusia semata. Ketuhanan YESUS sendiri faktanya merupakan sesuatu yang diada-adakan, pemberian segolongan Kristen dan bukan pemberian TUHAN.

Hai ahli kitab, sesungguhnya telah datang kepadamu Rasul Kami, menjelaskan kepadamu banyak dari isi Al Kitab yang kamu sembunyi kan, dan banyak (pula yang) dibiarkannya. Sesungguhnya telah datang kepadamu cahaya dari Allah, dan Kitab yang menerangkan (AL MAA-IDAH (HIDANGAN) ayat 15)

Setelah manusia mendengar penjelasan mana keyakinan yang benar tentang YESUS melalui alQuran, maka tidak ada kesempatan lagi bagi manusia untuk protes jika ternyata di akhirat sana yang benar adalah apa yang disampaikan ALLAH dalam alQuran dan bukan apa yang disampaikan oleh Paulus, yakni bahwa TUHAN itu tanpa sekutu.

Hai ahli kitab, sesungguhnya telah datang kepada kamu Rasul Kami, menjelaskan (syari’at Kami) kepadamu ketika terputus (pengiriman) rasul-rasul agar kamu tidak mengatakan: “Tidak ada datang kepada kami baik seorang pembawa berita gembira maupun seorang pemberi peringatan”. Sesungguhnya telah datang kepadamu pembawa berita gembira dan pemberi peringatan. Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. (AL MAA-IDAH (HIDANGAN) ayat 19)

Tuhan menasihatkan kepada anda untuk meninggalkan ajaran Paulus dan kembali kepada syariat Tuhan yang benar, kepada hukum utama untuk tidak menserikatkan Tuhan dengan siapapun.

Katakanlah: “Hai ahli kitab, janganlah kamu berlebih-lebihan (melampaui batas) dengan cara tidak benar dalam agamamu. Dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu orang-orang yang telah sesat dahulunya (sebelum kedatangan Muhammad) dan mereka telah menyesatkan kebanyakan (manusia), dan mereka tersesat dari jalan yang lurus”. (AL MAA-IDAH (HIDANGAN) ayat 77)

Dan Tuhan memperdengarkan jawaban yang sama berulang-ulang kepada manusia.

Demikianlah Kami mengulang-ulangi ayat-ayat Kami supaya (orang-orang yang beriman mendapat petunjuk) dan supaya orang-orang musyrik mengatakan: “Kamu telah mempelajari ayat-ayat itu (dari ahli kitab)”, dan supaya Kami menjelaskan Al Quraan itu kepada orang-orang yang mengetahui. (SURAT AL AN’AAM (Binatang ternak) ayat 105)

(Kami terangkan yang demikian itu) supaya ahli kitab mengetahui bahwa mereka tiada mendapat sedikitpun akan karunia Allah (jika mereka tidak beriman kepada Muhammad), dan bahwasanya karunia itu adalah di tangan Allah. Dia berikan karunia itu kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Allah mempunyai karunia yang besar (AL HADIID (BESI) ayat 29)

Jika ada yang bertanya, di manakah alQuran yang asli? Saya bilang, apa yang anda temukan sekarang adalah ayat-ayat yang sama dengan ayat-ayat yang diturunkan kepada Muhammad SAW. Jika anda bertanya soal keaslian dalam konteks alKitab, maka yang dimaksud muslim dengan keaslian tersebut adalah sucinya atau terbebasnya alKitab dari mencampur adukkan yang haq dengan yang bathil, dan menyembunyikan kebenaran (ALI ‘IMRAN (KELUARGA ‘IMRAN) ayat 71) Bagaimana faham pagan yang bathil dan bersumber dari kepercayaan terhadap dewa matahari dicampur adukan dengan hukum utama pertama?

Dan alQuran adalah kitab yang disucikan ALLAH dari itu semua. Saat pembuatan mushaf, tidak ada satupun ayat yang disembunyikan. Sesuatu yang tidak dituliskan dalam Mushaf adalah sesuatu yang sudah ada yang riwayatnya lebih kuat. Dan selama ini kalian menyangka Islam mengajarkan muslim menyembah dewa bulan atau batu hitam, padahal sama sekali tidak ditemukan dalam alQuran perintah menyembah benda-benda tersebut. Lain dengan alKitab yang kami menemukan di dalamnya ada ajaran TRINITAS, sebuah kebathilan yang dilegalitas Paulus dengan memasukannya ke dalam Injil.

0 komentar :

Posting Komentar

Terima kasih atas kunjungan dan komentarnya