Dosen adalah pendidik profesional dan ilmuwan dengan tugas utama mentransformasikan, mengembangkan, dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan, teknologi melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat (Permendikbud 49/2014 Pasal 1:14)

11 Februari 2010

Bukan hanya Isa yang menunjukan jalan lurus

Sebagian di antara manusia ada yang menyangka hanya Isa yang menunjukan jalan lurus berdasarkan ayat berikut ini:

Dan sesungguhnya Isa itu benar-benar memberikan pengetahuan tentang hari kiamat. Karena itu janganlah kamu ragu-ragu tentang kiamat itu dan ikutilah Aku. Inilah jalan yang lurus.(QS 43:61)

Padahal aku di sana bukan Isa, tetapi TUHAN. Jalan lurus dalam konteks ayat tersebut dalam tafsir Ibn Katsir adalah mengikuti Tuhan mengenai apa yang telah Tuhan beritakan dan meyakini kebenarannya. Kebalikan dari jalan lurus adalah menolak kebenaran karena dipalingkan oleh setan.

Dan janganlah kamu sekali-kali dipalingkan oleh syaitan; sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu. (AQ 43:44)

Walau demikian sebagaimana Nabi lainnya, Isa pun menunjukan manusia kepada jalan yang lurus.

Dalam al-Fatihah disebutkan:

Tunjukilah kami jalan yang lurus, (yaitu) Jalan orang-orang yang telah Engkau beri ni'mat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat. (QS 1:6-7)

Sangat jelas bahwa jalan lurus itu bukan jalan yang hanya ditunjukan Isa saja, melainkan juga oleh Nabi dan Rasul lainnya. Karena mereka yang menapaki jalan lurus itu hidup pada masa sebelum, pada saat, dan setelah Isa.

Dan barangsiapa yang menta'ati Allah dan Rasul(Nya), mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi ni'mat oleh Allah, yaitu : Nabi-nabi, para shiddiiqiin, orang-orang yang mati syahid, dan orang-orang saleh. Dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya (QS: 4:69).

Menurut tafsir Ibn Katsir, mereka yang berpaling dari jalan lurus karena mengikuti setan adalah mereka yang dimurkai, yakni yang mengetahui kebenaran tetapi tidak mengamalkannya, dan mereka yang sesat, yakni mereka yang beramal tanpa ilmu.

Sifat Yahudi yang paling spesifik adalah dimurkai, sebagaimana firman ALLAH:

Katakanlah: "Apakah akan aku beritakan kepadamu tentang orang-orang yang lebih buruk pembalasannya dari (orang-orang fasik) itu disisi Allah, yaitu orang-orang yang dikutuki dan dimurkai Allah, di antara mereka (ada) yang dijadikan kera dan babi424 dan (orang yang) menyembah thaghut ?". Mereka itu lebih buruk tempatnya dan lebih tersesat dari jalan yang lurus. (QS: 5:60)

Sifat Nasrani yang paling spesifik ialah kesesatan, sebagaimana firman ALLAH:

Katakanlah: "Hai Ahli Kitab, janganlah kamu berlebih-lebihan (melampaui batas) dengan cara tidak benar dalam agamamu. Dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu orang-orang yang telah sesat dahulunya (sebelum kedatangan Muhammad) dan mereka telah menyesatkan kebanyakan (manusia), dan mereka tersesat dari jalan yang lurus". (QS:5:77)

Dalam tafsir disebutkan bahwa yang dimaksud dengan berlebih-lebihan (melampaui batas) dengan cara tidak benar dalam agamamu adalah melampaui batas dalam menghormati Isa sehingga mengeluarkan Isa dari kerangka kenabiannya ke kerangka ketuhanan sehingga Isa dijadikan Tuhan selain ALLAH. Kesesatan itu disebabkan karena orang kalian mengikuti Paulus yang sesat dengan mengatakan Isa sebagai Tuhan padahal jelas Isa menyuruh umatnya untuk menegakan hukum utama yakni tidak menyekutukan Tuhan. ALLAH menyuruh anda untuk mengikuti hawa nafsu orang-orang yang telah sesat dari jalan yang lurus.

Katakanlah: “Hai Ahli Kitab, marilah (berpegang) kepada suatu kalimat (ketetapan) yang tidak ada perselisihan antara kami dan kamu, bahwa tidak kita sembah kecuali Allah dan tidak kita persekutukan Dia dengan sesuatupun dan tidak (pula) sebagian kita menjadikan sebagian yang lain sebagai tuhan selain Allah”. Jika mereka berpaling maka katakanlah kepada mereka: “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang-orang yang berserah diri (kepada Allah)”. (ALI ‘IMRAN (KELUARGA ‘IMRAN) ayat 64)

0 komentar :

Posting Komentar

Terima kasih atas kunjungan dan komentarnya