Dosen adalah pendidik profesional dan ilmuwan dengan tugas utama mentransformasikan, mengembangkan, dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan, teknologi melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat (Permendikbud 49/2014 Pasal 1:14)

Sekolah Tinggi Teknologi Garut

Diselenggarakan mulai tahun 1991 dan bernaung di bawah Yayasan Al-Musaddadiyah. http://www.sttgarut.ac.id/

Program Studi Teknik Informatika

Berdiri pada tanggal 30 Juni 1998 dan terakreditasi B. http://informatika.sttgarut.ac.id/

Rinda Cahyana

Dosen PNS Kementrian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi, dpk Sekolah Tinggi Teknologi Garut sejak tahun 2005

25 Maret 2010

ISLAM MEMANG AGAMA DAMAI!!!

Muhammad Atta 911 Says:

March 13, 2010 at 1:16 am

Berita paling mutakhir:
* 45 tewas di Pakistan akibat aksi 2 bom bunuh diri.

* ratusan orang mengungsi di Mogadishu (Somalia) karena peperangan.

* 500 orang dari suku Berom yang Kristen di Nigeria dibantai saat tertidur lelap, oleh suku Fulani yang Muslim.

ISLAM MEMANG AGAMA DAMAI!!!

Rinda Cahyana Says:

March 14, 2010 at 2:31 pm

Atta, Islam tidak bisa dijustifikasi dengan perilaku pengikutnya, karena manusia memiliki sifat khilaf yang dapat menyebabkannya berbuat dosa karena melalaikan ketentuan agama. Kedamaian Islam hanya bisa difahami dan disimpulkan dari ajarannya.

Seakan anda menyatakan bahwa “45 tewas di Pakistan (adalah) akibat aksi 2 bom bunuh diri ( yang dilakukan Muslim).” Lalu anda berkata, Islam memang agama damai!.

Coba perhatikan sumber ajaran Islam berikut ini:

“Oleh karena itu kami tetapkan (suatu hukum) bagi bani Israel, bahwa: barang siapa yang membunuh seorang manusia, bukan karena orang itu (membunuh) orang lain, ataubukan karena membuat kerusakan di muka bumi, maka seakan-akan dia telah membunuh seluruhnya”. (QS Al Maidah 32)

Ketika Ummu Hani’ memberikan perlindungan pada seorang musyrikin pada tahun penaklukan (Fathu Makkah), maka Ali bin Abi Tahlib ingin membunuhnya, lalu Ummu Hani’ pergi ke Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan memberitahukan tentang hal tersebut, maka Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata,”Kami memberikan perlindungan terhadap siapa saja yang kau memberikan perlindungan padanya, wahai Ummu Hani’” (Riwayat Al Bukhari dan Muslim). Dari ‘Abdullah bin ‘Amr bin Al ‘Ash radhiyallahu ‘anhuma, dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda,”Barangsiapa yang membunuh seseorang yang telah mempunyai perjanjian dengan kaum muslimin, maka dia tidak akan mencium bau surga, walaupun baunya itu tercium dari jarak 40 tahun” (Riwayat Al Bukhari)

“Dan barangsiapa yang membunuh seorang mukmin dengan sengaja, maka balasannnya ialah jahannam, Kekal ia di dalamnya dan Allah murka kepadanya, dan mengutukinya serta menyediakan azab yang besar baginya”. (QS An Nisa 93). Sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa salllam, “Barangsiapa membunuh dirinya sendiri di dunia dengan cara apapun, maka Allah akan menghukum dia dengan hal yang sama (yang dia lakukan yang menyebabkan dia terbunuh) di hari kiamat” (Diriwayatkan oleh Abu ‘Awanah dalam Mustakhraj-nya, dari Tsabit bin Ad Dhahak radhiyallahu ‘anhu) Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,”Dia yang melakukan bunuh diri dengan menikam dirinya dengan besi (pedang) yang ada ditangannya, maka dia akan ditikam dengan pedang dengan pedang itu pada tubuhnya di neraka, dan dia tetap didalamnya (di neraka) selamanya. Dan barangsiapa yang mengambil racun dan membunuh diri dengannya, maka dia akan meminum racun itu di neraka, dan dia tetap berada didalamnya (di neraka) selamanya. Dan barangsiapa melemparkan dirinya dari atas gunung dan membunuh dirinya dengannya, maka dia akan jatuh di dalam neraka, dan dia tetap didalamnya (di neraka) selamanya” (Riwayat Al Bukhari)

Jadi dalam Islam, bom bunuh diri yang tidak membedakan mana musuh peperangan dan mana yang bukan, adalah dosa besar. Jika ada dari kaum muslimin yang melakukannya, maka itu dosa mereka dan bukan karena Islam mengajarkan demikian kepada mereka.

Tentang para teroris pembajak Islam, yang menggunakan nama Allah dan Rasulullah SAW dalam perjuangannya namun perilakunya jauh dari Islam, Rasulullah SAW mengingatkan, “Akan tiba suatu masa dalam ummat ketika orang membaca Al Qur’an, namun hanya sebatas tenggorokannya saja (tidak masuk ke dalam hatinya)” (HR. Muslim). Dan, “Akan datang suatu masa untuk ummatku ketika tidak lagi tersisa dari Al Qur’an kecuali mushafnya dan tidak tersisa Islam kecuali namanya dan mereka tetap saja menyebut diri mereka dengan nama ini meskipun mereka adalah orang yang terjauh darinya” (Ibnu Babuya, Tsawab ul-A mal).

Yang patut dicatat adalah bahwa Teroris itu bukan Islam, karena perilaku teroris bukan hanya terdapat pada Muslim yang menyimpang saja, tetapi kaum lainnya pun ada yang tindakannya seperti teroris. Lihat perilaku tentara Amerika sebagaimana yang dirilis oleh Liputan6.com: Dua pekan silam, tentara AS juga menembaki kerumunan massa di sebuah sekolah di Faluja, 50 kilometer sebelah barat Baghdad. Sebanyak 13 warga sipil tewas dan 75 lainnya mengalami luka-luka. Perilaku mereka seperti Teroris dengan bom bunuh dirinya.

Selanjutnya anda memberitakan, “Ratusan orang mengungsi di Mogadishu (Somalia) karena peperangan (yang dilakukan Muslim)”. Kondisi seperti itu adalah akibat peperangan. Karenanya kaum Muslim membenci Amerika dan sekutunya yang melancarkan peperangan dan menyebabkan penderitaan di Iraq dan Afganistan. Lihatlah Israel yang menyerobot tanah Palestina sehingga banyak warga yang terusir dari rumahnya sendiri. Koran Israel Ha’aretz edisi Jum’at (20/02), menyebutkan Pemerintah Kota penjajah Israel di kota al Quds berupaya mengusir 1500 warga Palestina di al Quds dari kampung Silwan.

Penderitaan bukan hanya milik non Muslim saja, perhatikan berita ini: Lembaga pengungsi internasional, UNHCR, mengatakan militer Thailand telah melanggar hukum hak asasi internasional karena menangkap dan menahan pengungsi Rohingya (etnis Muslim) di Laut Andaman lalu melepaskan mereka untuk mencari perlindungan sendiri di zona laut internasional.

Berita dari anda: “500 orang dari suku Berom yang Kristen di Nigeria dibantai saat tertidur lelap, oleh suku Fulani yang Muslim”. Seandainya tindakan suku Fulani benar, maka kondisinya adalah sedang dalam keadaan perang antara mereka dengan suku Berom. Di dalam Islam, penyerangan di waktu malam disebut al-Bayat dan termasuk bagian dari siasat perang. Penjuang kita dulu menyebutnya dengan Serangan Fajar. Israel pun melakukan serangan di malam hari terhadap Palestina, demikian pula dengan Operasi Moshtarek yang dilaksanakan Amerika malam hari di Afganistan. NATO mendukung operasi malam hari yang dilakukan Amerika di Afganistan.

Namun seandainya penyerangan itu bukan karena peperangan, maka pembunuhan suku Berom adalah dosa besar suku Fulani. Islam mengutuk dosa besar tersebut.

Muhammad Berkompromi Dengan Berhala ?

Adeng Hudaya Says:
March 23, 2010 at 1:04 pm

Ayat-ayat Setan (Satanic Verses)

Lagi, kita dapatkan dari sumber-sumber Muslim yang diandalkan (al- Tabari; Waqidi), kisah merusak dari ayat-ayat setan (sebuah ungkapan yang dipakai oleh Muir pada akhir tahun 1850an, dan sekarang dikenal luas). Selama hari-harinya di Mekah, sebelum pindah ke Medina, Muhammad duduk bersama-sama para orang terkenal Mekah disebelah Kabah, ketika dia mulai mengucapkan Surat 53, yang menjelaskan kunjungan pertama Jibril pada Muhammad dan lalu berlanjut pada kunjungan keduanya:

Dia juga melihatnya (Jibril) dilain waktu Pada pohon Lote di bagian jauhnya Dekatnya ada surga
Ketika pohon Lote menutupi apa yang ditutupinya
Pandangannya tidak berpaling, tidak juga berpindah
Dan sesungguhnya dia membawa tanda-tanda kebesaran Auwloh
Bagaimana pendapatmu mengenai Lat dan Uzza dan Manat?

Pada titik ini, kita diberitahu bahwa Setan telah menaruh perkataan tersebut di mulutnya (Muhammad), perkataan rekonsiliasi dan kompromi: Mereka (Al-Lat, Al-Uzza, dan Al-Manat; dewi-dewi padang pasir Arabia) adalah para perempuan mulia // Dimana intersesinya dimohonkan (maksudnya; Muhammad mengeluarkan ayat tersebut di atas yang mengakomodir dewa-dewi berhala Arab)

Tentu saja, orang-orang Mekah senang dengan dikenalnya dewi-dewi mereka dan diucapkan dalam doa-doa oleh orang muslim. Tapi Muhammad sendiri lalu dikunjungi Jibril yang membatalkan semua itu dan dikatakan bahwa ayat itu seharusnya berakhir demikian:

Apakah (patut) untuk kamu (anak) laki-laki dan untuk Auwloh (anak) perempuan? // Yang demikian itu tentulah suatu pembagian yang tidak adil. // Itu tidak lain hanyalah nama-nama yang kamu dan bapak-bapak kamu mengada-adakannya.

(Maksud ayat di atas adalah, bila manusia saja dapat anak laki-laki, maka alangkah tidak terhormatnya auwloh dapat anak perempuan. Karena nilai anak lelaki dianggap lebih tinggi nilainya daripada anak perempuan)

Muslim selalu tidak nyaman dengan kisah ini, tidak mau percaya bahwa nabinya bisa membuat kompromi untuk menyembah berhala. Tapi jika kita terima keaslian sumber-sumber Muslim ini secara umum, tidak ada alasan untuk menolak kisah ini. Kelihatannya tidak masuk akal bahwa kisah demikian direkayasa oleh muslim saleh seperti al-Tabari, atau bahwa dia bisa menerima begitu saja sumber-sumber yang tak jelas.[25] Lagipula, hal ini menjelaskan fakta kenapa para muslim yang lari ke Abyssinia banyak yang kembali diterima: Karena mereka mendengar orang-orang Mekah telah masuk Islam. Sepertinya jelas bahwa tidak ada kisah yang loncat tentang Muhammad disini, malah secara hati-hati hal ini telah diperhitungkan untuk memenangkan dukungan orang-orang Mekah. Hal ini juga menimbulkan keraguan hebat akan kejujuran Muhammad; Meski jika benar Setan menaruh perkataan itu dimulut Muhammad, lalu gimana bisa kita percaya pada orang yang begitu mudah disesatkan oleh setan? Kenapa Tuhan membiarkan ini terjadi? Darimana kita tahu bahwa tidak ada lagi ayat- ayat lain dari Muhammad yang disesatkan oleh Setan?

Answer :Rinda Cahyana Says:
March 23, 2010 at 4:31 pm

Kesalahan anda tiga, 1) menerjemahkan al-Qur’an ke dalam bahasa Indonesia dengan tidak benar, 2) memaksakan tafsiran yang aneh dan tidak dikenal dalam ajaran Islam yang sebenarnya, 3) Memahami Islam sebagai agama penyembah berhala Auwloh dan bukannya Allah yang Maha Esa. Oleh karenanya wajar jika pemahaman anda terhadap firman Allah dalam surat an-Najm jauh dari pemahaman ahli tafsir Islam.

Firman Allah, “Apakah (patut) untuk kamu (anak) laki-laki dan untuk Allah (anak) perempuan? Yang demikian itu tentulah suatu pembagian yang tidak adil. (An-Najm :21-22) Ibnu Katsir menafsirkan, yakni apakah kamu menisbatkan seorang putra untuk-Nya sedang putra itu perempuan, padahal kalian memilih untuk diri kalian sendiri anak laki-laki. Kalau saja kamu membagi dengan pembagian ini antara kamu dengan mahluk seperti yang kamu lakukan, pastilah pembagian itu merupakan “suatu pembagian yang tidak adil”, yakni aniaya dan batil. Maka, bagaimana mungkin kamu memberikan pembagian kepada Allah (yang bukan mahluk) dengan pembagian seperti ini?

Jadi maksudnya bukan “bila manusia saja dapat anak laki-laki, maka alangkah tidak terhormatnya auwloh dapat anak perempuan. Karena nilai anak lelaki dianggap lebih tinggi nilainya daripada anak perempuan”.

Dalam Islam anak laki-laki atau perempuan adalah sama, sehingga manusia tidak akan turun kehormatannya jika mendapatkan salah satu dari keduanya. Dan Allah dalam Islam adalah Tuhan yang tidak beranak dan diperanakan, sehingga Allah merasa tidak terhormat jika manusia menetapkan anak apakah laki-laki maupun perempuan kepada diri-Nya. Sungguh berdosa besar orang yang menetapkan bagi Allah anak dan menyangka Allah merasa terhormat jika diberi anak laki-laki. Firman Allah, “Maka apakah patut Tuhan memilihkan bagimu anak-anak laki-laki sedang Dia sendiri mengambil anak-anak perempuan di antara para malaikat? Sesungguhnya kamu benar-benar mengucapkan kata-kata yang besar (dosanya).” (Al Israa’ :40)

Dan mereka (orang-orang musyrik) menjadikan jin itu sekutu bagi Allah, padahal Allah-lah yang menciptakan jin-jin itu, dan mereka membohong (dengan mengatakan): “Bahwasanya Allah mempunyai anak laki-laki dan perempuan”, tanpa (berdasar) ilmu pengetahuan. Maha Suci Allah dan Maha Tinggi dari sifat-sifat yang mereka berikan.” (Al An’am :100) Katakanlah (hai Muhammad): “Telah diwahyukan kepadamu bahwasanya: telah mendengarkan sekumpulan jin (akan Al Quran), lalu mereka berkata: Sesungguhnya kami telah mendengarkan Al Quran yang menakjubkan, (yang) memberi petunjuk kapada jalan yang benar, lalu kami beriman kepadanya. Dan kami sekali-kali tidak akan mempersekutukan seseorangpun dengan Tuhan kami, dan bahwasanya Maha Tinggi kebesaran Tuhan kami, Dia tidak beristeri dan tidak (pula) beranak (Al Jin :1-3)dan tidak pula diperanakkan(Al Ikhlash :3)

Ketahuilah bahwa sesungguhnya mereka dengan kebohongannya benar-benar mengatakan: “Allah beranak”. Dan sesungguhnya mereka benar-benar orang yang berdusta. Apakah Tuhan memilih (mengutamakan) anak-anak perempuan daripada anak laki-laki? Apakah yang terjadi padamu? Bagaimana (caranya) kamu menetapkan? Maka apakah kamu tidak memikirkan? Atau apakah kamu mempunyai bukti yang nyata? Maka bawalah kitabmu jika kamu memang orang-orang yang benar.(Ash-Shaaff :151-157) Katakanlah, jika benar Tuhan Yang Maha Pemurah mempunyai anak, maka akulah (Muhammad) orang yang mula-mula memuliakan (anak itu). Maha Suci Tuhan Yang empunya langit dan bumi, Tuhan Yang empunya ´Arsy, dari apa yang mereka sifatkan itu. Maka biarlah mereka tenggelam (dalam kesesatan) dan bermain-main sampai mereka menemui hari yang dijanjikan kepada mereka. (Az Zukhruf :81-83)

Wahai Ahli Kitab, janganlah kamu melampaui batas dalam agamamu, dan janganlah kamu mengatakan terhadap Allah kecuali yang benar. Sesungguhnya Al Masih, Isa putera Maryam itu, adalah utusan Allah dan (yang diciptakan dengan) kalimat-Nya yang disampaikan-Nya kepada Maryam, dan (dengan tiupan) roh dari-Nya. Maka berimanlah kamu kepada Allah dan rasul-rasul-Nya dan janganlah kamu mengatakan: “(Tuhan itu) tiga”, berhentilah (dari ucapan itu). (Itu) lebih baik bagimu. Sesungguhnya Allah Tuhan Yang Maha Esa, Maha Suci Allah dari mempunyai anak, segala yang di langit dan di bumi adalah kepunyaan-Nya. Cukuplah Allah menjadi Pemelihara. (An Nisaa :171) Bagaimana Dia mempunyai anak padahal Dia tidak mempunyai isteri. Dia menciptakan segala sesuatu; dan Dia mengetahui segala sesuatu.(Al An’am :101) Segala puji bagi Allah Yang tidak mempunyai anak dan tidak mempunyai sekutu dalam kerajaan-Nya dan Dia bukan pula hina yang memerlukan penolong dan agungkanlah Dia dengan pengagungan yang sebesar-besarnya.(Al Israa’ :111) Tidak layak bagi Allah mempunyai anak, Maha Suci Dia. Apabila Dia telah menetapkan sesuatu, maka Dia hanya berkata kepadanya: “Jadilah”, maka jadilah ia. (Maryam :35)

Jelas dengan banyak ayat yang mensucikan Allah dari memiliki anak, maka mustahil tafsir surat an-Najm yang dimaksud adalah kompromi antara Muhammad dengan berhala karena Muhammad mensucikan Allah melalui ucapannya “Sesungguhnya Allah Tuhan Yang Maha Esa, Maha Suci Allah dari mempunyai anak, segala yang di langit dan di bumi adalah kepunyaan-Nya. Cukuplah Allah menjadi Pemelihara.” (An Nisaa :171). Setelah anda tersesat karena kebodohan dalam mamahami tafsir ayat tersebut, anda kemudian meyakini bahwa firman tersebut adalah firman Setan melalui perkataan, “Meski jika benar Setan menaruh perkataan itu dimulut Muhammad”. Tidak dapat dibayangkan betapa merasa tidak terhormat dan murkanya Allah karena anda mengatakan firman-Nya sebagai firman setan. Allah berfirman kepada anda, “kawanmu (Muhammad) tidak sesat dan tidak pula keliru. dan tiadalah yang diucapkannya itu (Al-Quran) menurut kemauan hawa nafsunya. Ucapannya itu tiada lain hanyalah wahyu yang diwahyukan (kepadanya). yang diajarkan kepadanya oleh (Jibril) yang sangat kuat. (An-Najm :1-5) Dan tidak mungkin bagi seorang manusiapun bahwa Allah berkata-kata dengan dia kecuali dengan perantaraan wahyu atau dibelakang tabir atau dengan mengutus seorang utusan (malaikat) lalu diwahyukan kepadanya dengan seizin-Nya apa yang Dia kehendaki. Sesungguhnya Dia Maha Tinggi lagi Maha Bijaksana. (Asy Syuura :51)

Setelah anda meyakini firman Allah sebagai firman setan, tentu saja Allah menutup pintu hati anda sehingga anda tidak percaya kepada Muhammad dengan berkata, “lalu gimana bisa kita percaya pada orang yang begitu mudah disesatkan oleh setan?”. Allah mengajarkan kepada Muslim, “Kemudian jika mereka mendebat kamu (tentang kebenaran Islam), maka katakanlah: “Aku menyerahkan diriku kepada Allah dan (demikian pula) orang-orang yang mengikutiku”. Dan katakanlah kepada orang-orang yang telah diberi Al Kitab dan kepada orang-orang yang ummi: “Apakah kamu (mau) masuk Islam”. Jika mereka masuk Islam, sesungguhnya mereka telah mendapat petunjuk, dan jika mereka berpaling, maka kewajiban kamu hanyalah menyampaikan (ayat-ayat Allah). Dan Allah Maha Melihat akan hamba-hamba-Nya.”

Kemudian anda bertanya, “Kenapa Tuhan membiarkan ini terjadi? Darimana kita tahu bahwa tidak ada lagi ayat- ayat lain dari Muhammad yang disesatkan oleh Setan?” Tuhan membiarkannya karena perkataan-Nya adalah benar dan pemahaman anda keliru, bahwa tidak layak bagi orang Musyrik menetapkan anak perempuan bagi Allah dan tidak layak pula bagi anda menetapkan anak laki-laki bagi Allah. Sampai di sini saya dapat meyakini bahwa pertanyaan Allah dalam firman-Nya tersebut adalah benar dan bukan kompromi dengan berhala, dan Muhammad yang telah diajarkan Allah dan mengajarkan kepada umatnya bahwa Allah tidak beranak dan dipernakan tidak akan menghianati-Nya dengan berkompromi dengan berhala sehingga tidak akan pernah dapat disesatkan oleh Setan, dan saya mengetahui sekarang siapa sebenarnya yang disesatkan oleh Setan.

Tuhan Yang Maha Esa

Samuel Hadi Says:

Konsep Trinitas sendiri berasal dari sekitar abad ke-2 dan ke-3 setelah melalui beberapa kali konsili gereja. Konsep Trinitas sendiri tidak dipegang oleh semua gereja, karena cukup banyak gereja yang berpandangan bahwa Bapa-Yesus dan Roh Kudus adalah SATU PRIBADI, bukan terdiri dari TIGA PRIBADI dalam KESATUAN. Seperti yang YESUS katakan dalam Injil Yohanes: “AKU DAN BAPA adalah SATU.” Yang jelas orang Kristen berpegang pada keyakinan bahwa Yesus adalah Tuhan yang setara dengan YAHWEH Sang Bapa.

Setelah Ia naik ke surga sesudah menyelesaikan karya penyelamatan, Ia bersama-sama dengan Bapa mengutus Roh Kudus yang sekarang berdiam di dalam diri setiap orang percaya, dan melahirkan mereka kembali. Itulah sebabnya Tuhan Yesus mengatakan: “AKULAH JALAN DAN KEBENARAN DAN HIDUP, TAK SEORANG PUN SAMPAI KEPADA BAPA (artinya, tak ada seorang pun yang bisa diselamatkan dan bisa masuk ke surga) kecuali melalui AKU (Yesus)

Di Injil Yohanes pasal 3, Yesus juga mengatakan: “Barangsiapa percaya ia akan memperoleh hidup yang kekal, barangsiapa tidak percaya, ia masuk ke dalam penghukuman kekal, yaitu kebinasaan bersama dengan Iblis dan malaikat-malaikat kegelapan.”

Jadi saudara Rinda Cahyana, ingat ini baik-baik: ANDA SEDANG BERJALAN MENUJU PENGHUKUMAN DAN KEBINASAAN KEKAL, SEBAB ANDA MENOLAK YESUS KRISTUS SEBAGAI TUHAN DAN JURU SELAMAT anda!!!”


Rinda Cahyana Says:
March 24, 2010 at 1:58 pm

Firman Allah, “Segala puji bagi Allah Yang tidak mempunyai anak dan tidak mempunyai sekutu dalam kerajaan-Nya dan Dia bukan pula hina yang memerlukan penolong dan agungkanlah Dia dengan pengagungan yang sebesar-besarnya.”(Al Israa’ :111), karena itulah Islam memahami bahwa Isa bukanlah sekutu Tuhan yang dapat menolong-Nya, dan menetapkan Ketuhanan kepada Isa adalah tindakan melampaui batas. Allah menyebut penetapan Isa sebagai Tuhan oleh manusia sebagai tindakan yang melampaui batas dalam seruan-Nya kepada ahli kitab, “Wahai Ahli Kitab, janganlah kamu melampaui batas dalam agamamu, dan janganlah kamu mengatakan terhadap Allah kecuali yang benar. Sesungguhnya Al Masih, Isa putera Maryam itu, adalah utusan Allah dan (yang diciptakan dengan) kalimat-Nya yang disampaikan-Nya kepada Maryam, dan (dengan tiupan) roh dari-Nya. Maka berimanlah kamu kepada Allah dan rasul-rasul-Nya dan janganlah kamu mengatakan: “(Tuhan itu) tiga”, berhentilah (dari ucapan itu). (Itu) lebih baik bagimu. Sesungguhnya Allah Tuhan Yang Maha Esa, Maha Suci Allah dari mempunyai anak, segala yang di langit dan di bumi adalah kepunyaan-Nya. Cukuplah Allah menjadi Pemelihara.” (An Nisaa :171)

Meng-Esa-kan Allah adalah komitmen orang yang berserah diri kepada Allah dari jaman Nabi dan Rasul terdahulu. Bahkan Allah sendiri berfirman kepada Ahli Kitab: Hukum yang terutama ialah Dengarlah hai orang-orang Israel, Tuhan ALLAH kita, Tuhan itu Esa (Markus 12 : 29)… dan camkanlah bahwa Tuhanlah ALLAH yang di langit dan di atas dan di bumi di bawah, tidak ada yang lain (Ulangan 4 : 39) Engkau diberi melihatnya untuk mengetahui bahwa Tuhanlah ALLAH tidak ada yag lain kecuali Dia (Ulangan 4 : 35).

Jika Nabi Isa benar mengatakan sebagaimana tersebut dalam Injil Yohanes: “AKU DAN BAPA adalah SATU.”, maka agar tidak bertentangan dengan ayat lainnya yang menyatakan bahwa Tuhan itu Esa, makna “SATU” di sana adalah bukan menunjukan AKU adalah ALLAH, tetapi AKU adalah utusan Allah, sabdaku adalah firman-Nya, kehendaku adalah kehendak-Nya. Ini yang difahami Islam dari ajaran Peng-Esa-an-Nya (Tauhid). Sehingga berkaitan dengan ayat, “Maka (yang sebenarnya) bukan kamu yang membunuh mereka, akan tetapi Allahlah yang membunuh mereka, dan bukan kamu yang melempar ketika kamu melempar, tetapi Allah-lah yang melempar.” (Al Anfaal :17), tidak kemudian difahami sebagai KAMU adalah ALLAH.

Dalam ajaran Tauhid, kata “setara” dalam kalimat anda “bahwa Yesus adalah Tuhan yang setara dengan YAHWEH Sang Bapa.” difahami sebagai kesetaraan dalam ketaatan yang berarti taat kepada Muhammad adalah setara / sama dengan taat kepada Allah, karena Allah memerintahkan untuk taat kepada-Nya dan kepada Rasul-Nya dan menetapkan kebenaran itu milik Allah dan Rasul-Nya sebagaimana firman-Nya, “Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Quran) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.”(An Nisaa :59)

Dan Tauhid berpaing dari memahami “setara” sebagai “sekutu”, karena diperintahkan oleh Allah: Katakanlah: sesungguhnya sembahyangku, ibadatku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam. Tiada sekutu bagi-Nya; dan demikian itulah yang diperintahkan kepadaku dan aku adalah orang yang pertama-tama menyerahkan diri (kepada Allah)”. Katakanlah: “Apakah aku akan mencari Tuhan selain Allah, padahal Dia adalah Tuhan bagi segala sesuatu …(Al An’am :161-164)

Islam memahami ayat “Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah . . .Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita,…. ” (Yohanes 1:1, 14) sebagai sabda Isa adalah firman-Nya, dan firman-Nya terdengar melalui lisan Isa, sehingga kita merasa Allah berada / diam di antara kita.

Seandainya saya hidup pada masa Ruhullah Isa A.S. masih hidup, lalu kemudian beliau bersabda, “AKULAH JALAN DAN KEBENARAN DAN HIDUP, TAK SEORANG PUN SAMPAI KEPADA BAPA (artinya, tak ada seorang pun yang bisa diselamatkan dan bisa masuk ke surga) kecuali melalui AKU (Yesus)”, maka saya akan mengikuti jalannya dan menyatakan seperti pernyataan para pengikut beliau yang setia sebagaimana dalam firman Allah: Dan (ingatlah), ketika Aku ilhamkan kepada pengikut Isa yang setia: “Berimanlah kamu kepada-Ku dan kepada rasul-Ku”. Mereka menjawab: Kami telah beriman dan saksikanlah (wahai rasul) bahwa sesungguhnya kami adalah orang-orang yang patuh (kepada seruanmu)”. (Al Maidah :111) Namun saya tidak akan mengatakan tentang Allah apa yang tidak beliau katakan, dan hanya akan mengatakan apa yang beliau katakan, bahwa Allah adalah Tuhan Yang Maha Esa, saya beriman kepada Isa sebagai Rasul Allah dan bukan sebagai sekutu-Nya.

Terkait ayat “Barangsiapa percaya ia akan memperoleh hidup yang kekal, barangsiapa tidak percaya, ia masuk ke dalam penghukuman kekal, yaitu kebinasaan bersama dengan Iblis dan malaikat-malaikat kegelapan.” (Yohanes pasal 3), tentu saja saya percaya kepada Isa sebagai utusan-Nya bukan karena anda tentapi karena keimanan dalam Islam tidak sempurna jika tidak beriman kepada Rasul terdahulu. Hal ini difahami dari firman Allah: Katakanlah (hai orang-orang mukmin): “Kami beriman kepada Allah dan apa yang diturunkan kepada kami, dan apa yang diturunkan kepada Ibrahim, Isma´il, Ishaq, Ya´qub dan anak cucunya, dan apa yang diberikan kepada Musa dan Isa serta apa yang diberikan kepada nabi-nabi dari Tuhannya. Kami tidak membeda-bedakan seorangpun diantara mereka dan kami hanya tunduk patuh kepada-Nya”. (Al Baqarah :136)

Bagaimana dengan keimanan anda terhadap Muhammad sebagai utusan-Nya yang terakhir. Padahal Allah berfirman: Rasul telah beriman kepada Al Quran yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya, demikian pula orang-orang yang beriman. Semuanya beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya dan rasul-rasul-Nya. (Mereka mengatakan): “Kami tidak membeda-bedakan antara seseorangpun (dengan yang lain) dari rasul-rasul-Nya”, dan mereka mengatakan: “Kami dengar dan kami taat”. (Mereka berdoa): “Ampunilah kami ya Tuhan kami dan kepada Engkaulah tempat kembali”.(Al Baqarah :285)

Bagaimana ketaatan anda kepada Allah dan Rasul-Nya? Padahal Allah berfirman, “Hai Ahli Kitab, kamu tidak dipandang beragama sedikitpun hingga kamu menegakkan ajaran-ajaran Taurat, Injil, dan Al Quran yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu”. Sesungguhnya apa yang diturunkan kepadamu (Muhammad) dari Tuhanmu akan menambah kedurhakaan dan kekafiran kepada kebanyakan dari mereka; maka janganlah kamu bersedih hati terhadap orang-orang yang kafir itu. (Al Maidah :68) Dan orang-orang mukmin dan beramal soleh serta beriman kepada apa yang diturunkan kepada Muhammad dan itulah yang haq dari Tuhan mereka, Allah menghapuskan kesalahan-kesalahan mereka dan memperbaiki keadaan mereka. (Muhammad :2)

Saudara Samuel Hadi yang dikasihi Allah, perhatikan baik-baik bagaimana keadaan orang yang tidak beriman kepada Muhammad. Allah berfirman: Dan jika kamu (Muhammad) melihat ketika mereka dihadapkan ke neraka, lalu mereka berkata: “Kiranya kami dikembalikan (ke dunia) dan tidak mendustakan ayat-ayat Tuhan kami, serta menjadi orang-orang yang beriman”, (tentulah kamu melihat suatu peristiwa yang mengharukan). (Al An’am :27) Maka perkataan anda, “ANDA SEDANG BERJALAN MENUJU PENGHUKUMAN DAN KEBINASAAN KEKAL,” berdasarkan firman Allah tersebut kita bisa memahami bahwa yang dimaksud dengan ANDA adalah bukan saya. Tentu saja saya menolak untuk menuhankan Isa (musyrik) dengan mengatakan perkataan dosa “YESUS KRISTUS SEBAGAI TUHAN”, karena hal itu tidak diajarkan oleh Allah, Musa, Isa, dan Muhammad, dan karena takut ancaman Allah dalam firman-Nya: “bahwasanya orang-orangmusyrik itu adalah penghuni neraka jahanam.” (At Taubah :113) Dan saya merasa heran jika TUHAN menghukum hamba-Nya yang beriman kepada-Nya, kepada Nabi dan Rasul-Nya, dan mentaati keduanya untuk tidak menserikatkan TUHAN dengan mahluk-Nya. Jika terhadap hamba yang mensucikan-Nya dari sekutu Dia menghukum dan membinasakan, maka bagaimana terhadap hamba-Nya yang tidak taat kepada perintah peng-Esa-an-Nya dan berlaku lancang dengan perbuatan yang tidak pantas yakni mensekutukan Dia dengan mahluk-Nya.

Allah berfirman: Mereka menjadikan orang-orang alimnya dan rahib-rahib mereka sebagai tuhan selain Allah dan (juga mereka mempertuhankan) Al Masih putera Maryam, padahal mereka hanya disuruh menyembah Tuhan yang Esa, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia. Maha suci Allah dari apa yang mereka persekutukan. (At Taubah :31)

Ibrahim bukan seorang Yahudi dan bukan (pula) seorang Nasrani, akan tetapi dia adalah seorang yang lurus lagi berserah diri (kepada Allah) dan sekali-kali bukanlah dia termasuk golongan orang-orang musyrik. Sesungguhnya orang yang paling dekat kepada Ibrahim ialah orang-orang yang mengikutinya dan Nabi ini (Muhammad), beserta orang-orang yang beriman (kepada Muhammad), dan Allah adalah Pelindung semua orang-orang yang beriman. Segolongan dari Ahli Kitab ingin menyesatkan kamu, padahal mereka (sebenarnya) tidak menyesatkan melainkan dirinya sendiri, dan mereka tidak menyadarinya.

Hai Ahli Kitab, mengapa kamu mengingkari ayat-ayat Allah, padahal kamu mengetahui (kebenarannya). Hai Ahli Kitab, mengapa kamu mencampur adukkan yang haq dengan yang bathil, dan menyembunyikan kebenaran, padahal kamu mengetahuinya? Segolongan (lain) dari Ahli Kitab berkata (kepada sesamanya): “Perlihatkanlah (seolah-olah) kamu beriman kepada apa yang diturunkan kepada orang-orang beriman (sahabat-sahabat Rasul) pada permulaan siang dan ingkarilah ia pada akhirnya, supaya mereka (orang-orang mukmin) kembali (kepada kekafiran). Dan janganlah kamu percaya melainkan kepada orang yang mengikuti agamamu. Katakanlah: “Sesungguhnya petunjuk (yang harus diikuti) ialah petunjuk Allah, dan (janganlah kamu percaya) bahwa akan diberikan kepada seseorang seperti apa yang diberikan kepadamu, dan (jangan pula kamu percaya) bahwa mereka akan mengalahkan hujjahmu di sisi Tuhanmu”. Katakanlah: “Sesungguhnya karunia itu di tangan Allah, Allah memberikan karunia-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya; dan Allah Maha Luas karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui”; (Ali Imran :67-73) ataukah mereka dengki kepada manusia (Muhammad) lantaran karunia yang Allah telah berikan kepadanya? Sesungguhnya Kami telah memberikan Kitab dan Hikmah kepada keluarga Ibrahim, dan Kami telah memberikan kepadanya kerajaan yang besar. (An Nisaa :54)

Wahai manusia, sesungguhnya telah datang Rasul (Muhammad) itu kepadamu dengan (membawa) kebenaran dari Tuhanmu, maka berimanlah kamu, itulah yang lebih baik bagimu. Dan jika kamu kafir, (maka kekafiran itu tidak merugikan Allah sedikitpun) karena sesungguhnya apa yang di langit dan di bumi itu adalah kepunyaan Allah. Dan adalah Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana. (An Nisaa :170)

14 Maret 2010

Bukan hanya isa yang disucikan

Sebagian dari manusia ada yang menyangka hanya Isa yang disucikan oleh ALLAH dan berhak masuk Syurga tanpa hisab, berdasarkan ayat ini :

Ia (jibril) berkata: "Sesungguhnya aku ini hanyalah seorang utusan Tuhanmu, untuk memberimu seorang anak laki-laki yang suci". (MARYAM ayat 19)

bahwa hanya Isa yang akan langsung masuk syurga.

Anda keliru, jika kesucian menurut anda adalah syarat langsung masuk Syurga, maka menurut alQuran bukan hanya Isa yang akan masuk Syurga, tetapi juga semua pengikut Muhammad SAW yang mendapatkan kesucian dari melaksanakan syariat agama, berdasarkan firman ALLAH SWT:

Sebagaimana (Kami telah menyempurnakan ni'mat Kami kepadamu) Kami telah mengutus kepadamu Rasul diantara kamu yang membacakan ayat-ayat Kami kepada kamu dan mensucikan kamu dan mengajarkan kepadamu Al Kitab dan Al-Hikmah, serta mengajarkan kepada kamu apa yang belum kamu ketahui. (AL BAQARAH (Sapi betina) ayat 151)

Seperti misalnya syariat zakat, siapa yang melaksanakannya, zakat itu mensucikan mereka:

Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan {658} dan mensucikan {659} mereka dan mendo'alah untuk mereka. Sesungguhnya do'a kamu itu (menjadi) ketenteraman jiwa bagi mereka. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. (SURAT AT TAUBAH (Pengampunan) ayat 103)

Manusia ada yang mendapatkan penjagaan dari ALLAH sehingga dia senantiasa dalam keadaan suci dari dosa, seperti para Nabi dan Rasul, dan ada pula yang mendapatkan kesuciannya dengan melaksanakan syariat agama-Nya.

Dan orang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain {1253}. Dan jika seseorang yang berat dosanya memanggil (orang lain) untuk memikul dosanya itu tiadalah akan dipikulkan untuknya sedikitpun meskipun (yang dipanggilnya itu) kaum kerabatnya. Sesungguhnya yang dapat kamu beri peringatan hanya orang-orang yang takut kepada azab Tuhannya (sekalipun) mereka tidak melihatNya {1254} dan mereka mendirikan sembahyang. Dan barangsiapa yang mensucikan dirinya, sesungguhnya ia mensucikan diri untuk kebaikan dirinya sendiri. Dan kepada Allahlah kembali(mu). (FAATHIR (PENCIPTA) ayat 18)

Dalam tafsir Ibn Katsir, mensucikan diri itu dengan amal soleh.

Dan ingatlah hamba-hamba Kami: Ibrahim, Ishaq dan Ya'qub yang mempunyai perbuatan-perbuatan yang besar dan ilmu-ilmu yang tinggi. Sesungguhnya Kami telah mensucikan mereka dengan (menganugerahkan kepada mereka) akhlak yang tinggi yaitu selalu mengingatkan (manusia) kepada negeri akhirat. (SHAAD ayat 45-46)

Dalam tafsir Ibn Katsir disebutkan bahwa mensucikan mereka itu adalah dengan menjadikan mereka beramal untuk Akhirat. dengan demikian bukan hanya Nabi isa dan pengikut para Nabi yang disucikan, Nabi dan Rasul pun disucikan oleh ALLAH

Makna suci manusia artinya bebasnya manusia dari kotoran dosa dan sifat buruk atau janabat dan hadats, suci lahir maupun bathin.

maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya. sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu, dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya. (ASY SYAMS (MATAHARI) ayat 8-10)

Dengan demikian yang mengotori kesucian manusia adalah perbuatan dosa. Salah satu dosa yang mengotori kesucian manusia adalah dosa menyekutukan ALLAH.

Sementara mereka yang menyekutukan ALLAH dengan YESUS, mereka itu berbuat dosa karena melanggar hak ALLAH dan hukum utama-Nya, mejauhkan mereka dari kesucian oleh sebab kotoran dosa tersebut. Isa masuk syurga tanpa hisab karena disucikan ALLAH, sementara mereka yang menuhankan YESUS terperosok masuk ke dalam Neraka, tidak bisa mengikuti YESUS yang mereka Tuhankan. Saat sebagian dari mereka bertemu Isa dan memanggilnya TUHAN, ternyata Isa memalingkan muka. Karena Isa menolak dipertuhankan sebagaimana perintahnya kepada umatnya untuk menegakan hukum utama.

Wahai Ahli Kitab, janganlah kamu melampaui batas dalam agamamu {383}, dan janganlah kamu mengatakan terhadap Allah kecuali yang benar. Sesungguhnya Al Masih, 'Isa putera Maryam itu, adalah utusan Allah dan (yang diciptakan dengan) kalimat-Nya {384} yang disampaikan-Nya kepada Maryam, dan (dengan tiupan) roh dari-Nya {385}. Maka berimanlah kamu kepada Allah dan rasul-rasul-Nya dan janganlah kamu mengatakan : "(Tuhan itu) tiga", berhentilah (dari ucapan itu). (Itu) lebih baik bagimu. Sesungguhnya Allah Tuhan Yang Maha Esa, maha suci Allah dari mempunyai anak, segala yang di langit dan di bumi adalah kepunyaan-Nya. Cukuplah Allah menjadi Pemelihara. (AN NISAA' (WANITA) ayat 171)

Dan (ingatlah) ketika Allah berfirman: "Hai 'Isa putera Maryam, adakah kamu mengatakan kepada manusia: "Jadikanlah aku dan ibuku dua orang tuhan selain Allah ?". 'Isa menjawab: "maha suci Engkau, tidaklah patut bagiku mengatakan apa yang bukan hakku (mengatakannya). Jika aku pernah mengatakan maka tentulah Engkau mengetahui apa yang ada pada diriku dan aku tidak mengetahui apa yang ada pada diri Engkau. Sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui perkara yang ghaib-ghaib". (AL MAA-IDAH (HIDANGAN) ayat 116)

Katakanlah: "Hai Ahli Kitab, marilah (berpegang) kepada suatu kalimat (ketetapan) yang tidak ada perselisihan antara kami dan kamu, bahwa tidak kita sembah kecuali Allah dan tidak kita persekutukan Dia dengan sesuatupun dan tidak (pula) sebagian kita menjadikan sebagian yang lain sebagai tuhan selain Allah". Jika mereka berpaling maka katakanlah kepada mereka: "Saksikanlah, bahwa kami adalah orang-orang yang berserah diri (kepada Allah)". (ALI 'IMRAN (KELUARGA 'IMRAN) ayat 64)

01 Maret 2010

ALLAH tidak menghantarkan kepada syurga?

TUJUAN IMAN MU'MIN ADALAH

Dan orang-orang yang beriman serta beramal saleh, mereka itu penghuni surga; mereka kekal di dalamnya. (QS 2:82)

BESEBRANGAN DENGAN APA YANG AKAN DITUJU OLEH MEREKA YANG TIDAK BERIMAN:

Adapun orang-orang yang kafir dan mendustakan ayat-ayat Kami, mereka itu penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya. (AL BAQARAH (Sapi betina) ayat 39)

IMAN KEPADA APA:

Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat itu suatu kebajikan, akan tetapi sesungguhnya kebajikan itu ialah beriman kepada Allah, hari kemudian, malaikat-malaikat, kitab-kitab, nabi-nabi dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabatnya, anak-anak yatim, orang-orang miskin, musafir (yang memerlukan pertolongan) dan orang-orang yang meminta-minta; dan (memerdekakan) hamba sahaya, mendirikan shalat, dan menunaikan zakat; dan orang-orang yang menepati janjinya apabila ia berjanji, dan orang-orang yang sabar dalam kesempitan, penderitaan dan dalam peperangan. Mereka itulah orang-orang yang benar (imannya); dan mereka itulah orang-orang yang bertakwa. (QS 2:177)

ALLAH SEPERTI APA YANG KAMI IMANI?

Dan Dialah Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia, bagi-Nyalah segala puji di dunia dan di akhirat, dan bagi-Nyalah segala penentuan dan hanya kepada-Nyalah kamu dikembalikan {1136}. (QS 28:70)

KARENANYA KAMI TIDAK MEMPERSEKUTUKAN ALLAH DENGAN SIAPAPUN,

Katakanlah: "Siapakah yang lebih kuat persaksiannya?" Katakanlah: "Allah". Dia menjadi saksi antara aku dan kamu. Dan Al Quraan ini diwahyukan kepadaku supaya dengan dia aku memberi peringatan kepadamu dan kepada orang-orang yang sampai Al-Quraan (kepadanya). Apakah sesungguhnya kamu mengakui bahwa ada tuhan-tuhan lain di samping Allah?" Katakanlah: "Aku tidak mengakui." Katakanlah: "Sesungguhnya Dia adalah Tuhan Yang Maha Esa dan sesungguhnya aku berlepas diri dari apa yang kamu persekutukan (dengan Allah)". (QS 6:19)

Katakanlah: "Hai Ahli Kitab, marilah (berpegang) kepada suatu kalimat (ketetapan) yang tidak ada perselisihan antara kami dan kamu, bahwa tidak kita sembah kecuali Allah dan tidak kita persekutukan Dia dengan sesuatupun dan tidak (pula) sebagian kita menjadikan sebagian yang lain sebagai tuhan selain Allah". Jika mereka berpaling maka katakanlah kepada mereka: "Saksikanlah, bahwa kami adalah orang-orang yang berserah diri (kepada Allah)". (QS 3:64)

DAN ALLAH BUKANLAH BATU HITAM ATAU BERHALA SEPERTI YANG KALIAN TUDUHKAN,

Apakah mereka mempersekutukan (Allah dengan) berhada-berhala yang tak dapat menciptakan sesuatupun? Sedangkan berhala-berhala itu sendiri buatan orang. Dan berhala-berhala itu tidak mampu memberi pertolongan kepada penyembah-penyembahnya dan kepada dirinya sendiripun berhala-berhala itu tidak dapat memberi pertolongan. Dan jika kamu (hai orang-orang musyrik) menyerunya (berhala) untuk memberi petunjuk kepadamu, tidaklah berhala-berhala itu dapat memperkenankan seruanmu; sama saja (hasilnya) buat kamu menyeru mereka ataupun kamu herdiam diri. Sesungguhnya berhala-berhala yang kamu seru selain Allah itu adalah makhluk (yang lemah) yang serupa juga dengan kamu. Maka serulah berhala-berhala itu lalu biarkanlah mereka mmperkenankan permintaanmu, jika kamu memang orang-orang yang benar. Apakah berhala-berhala mempunyai kaki yang dengan itu ia dapat berjalan, atau mempunyai tangan yang dengan itu ia dapat memegang dengan keras {589}, atau mempunyai mata yang dengan itu ia dapat melihat, atau mempunyai telinga yang dengan itu ia dapat mendengar? Katakanlah: "Panggillah berhala-berhalamu yang kamu jadikan sekutu Allah, kemudian lakukanlah tipu daya (untuk mencelakakan)-ku tanpa memberi tangguh (kepada-ku)". Dan berhala-berhala yang kamu seru selain Allah tidaklah sanggup menolongmu, bahkan tidak dapat menolong dirinya sendiri. Dan jika kamu sekalian menyeru (berhala-berhala) untuk memberi petunjuk, niscaya berhala-herhala itu tidak dapat mendengarnya. Dan kamu melihat berhala-berhala itu memandang kepadamu padahal ia tidak melihat.(QS 7:191-197) (berhala-berhala itu) benda mati tidak hidup, dan berhala-berhala tidak mengetahui bilakah penyembah-penyembahnya akan dibangkitkan. (QS 16:21)

ALLAH YANG KAMI SEMBAH BUKAN BERHALA,

Dialah Allah Yang Menciptakan, Yang Mengadakan, Yang Membentuk Rupa, Yang Mempunyai Asmaaul Husna. Bertasbih kepadaNya apa yang di langit dan bumi. Dan Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (QS 59:24)

Dan sungguh jika kamu bertanya kepada mereka: "Siapakah yang menciptakan langit dan bumi?", niscaya mereka menjawab: "Allah". Katakanlah: "Maka terangkanlah kepadaku tentang apa yang kamu seru selain Allah, jika Allah hendak mendatangkan kemudharatan kepadaku, apakah berhala-berhalamu itu dapat menghilangkan kemudharatan itu, atau jika Allah hendak memberi rahmat kepadaku, apakah mereka dapat menahan rahmatNya?. Katakanlah: "Cukuplah Allah bagiku". Kepada-Nyalah bertawakkal orang-orang yang berserah diri. (QS 39:38)

SIAPAKAH YANG AKAN MASUK KE DALAM NERAKA DAN HIDUP ABADI DI DALAMNYA?

Sesungguhnya Allah tidak mengampuni dosa mempersekutukan (sesuatu) dengan Dia, dan dia mengampuni dosa yang selain syirik bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan (sesuatu) dengan Allah, maka sesungguhnya ia telah tersesat sejauh-jauhnya. (QS 4:116) Barangsiapa yang mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar. (QS 4:48)

Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata: "Sesungguhnya Allah ialah Al Masih putera Maryam", padahal Al Masih (sendiri) berkata: "Hai Bani Israil, sembahlah Allah Tuhanku dan Tuhanmu". Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka , tidaklah ada bagi orang-orang zalim itu seorang penolongpun. (QS 5:72)

SIAPAKAH YANG AKAN MASUK KE DALAM PERLINDUNGAN ALLAH?

Sesungguhnya orang-orang mu'min, orang-orang Yahudi, orang-orang Nasrani dan orang-orang shabiin {56}, siapa saja diantara mereka yang benar-benar beriman kepada Allah {57}, hari kemudian dan beramal saleh 58, mereka akan menerima pahala dari Tuhan mereka, tidak ada kekhawatiran kepada mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati. (qs 2:62)

ORANG ISLAM, YAHUDI, NASRANI, DAN SHABIIN YANG MENYEKUTUKAN TUHAN BUKANLAH TERMASUK KE DALAM mereka yang benar-benar beriman kepada Allah.

KALIAN PENCACI ISLAM MENGUCAPKAN KATA-KATA YANG MENYAKITKAN HATI KAMI, MENCACI ALLAH DAN RASUL-NYA TANPA PENGETAHUAN YANG BENAR. TETAPI KAMI AKAN BERSABAR MENUNJUKAN KEBENARAN KEPADA ANDA, KARENA ALLAH TELAH MENGINGATKAN KAMI:

Kamu sungguh-sungguh akan diuji terhadap hartamu dan dirimu. Dan (juga) kamu sungguh-sungguh akan mendengar dari orang-orang yang diberi kitab sebelum kamu dan dari orang-orang yang mempersekutukan Allah, gangguan yang banyak yang menyakitkan hati. Jika kamu bersabar dan bertakwa, maka sesungguhnya yang demikian itu termasuk urusan yang patut diutamakan. (QS 3:186)