Dosen adalah pendidik profesional dan ilmuwan dengan tugas utama mentransformasikan, mengembangkan, dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan, teknologi melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat (Permendikbud 49/2014 Pasal 1:14)

25 Maret 2010

ISLAM MEMANG AGAMA DAMAI!!!

Muhammad Atta 911 Says:

March 13, 2010 at 1:16 am

Berita paling mutakhir:
* 45 tewas di Pakistan akibat aksi 2 bom bunuh diri.

* ratusan orang mengungsi di Mogadishu (Somalia) karena peperangan.

* 500 orang dari suku Berom yang Kristen di Nigeria dibantai saat tertidur lelap, oleh suku Fulani yang Muslim.

ISLAM MEMANG AGAMA DAMAI!!!

Rinda Cahyana Says:

March 14, 2010 at 2:31 pm

Atta, Islam tidak bisa dijustifikasi dengan perilaku pengikutnya, karena manusia memiliki sifat khilaf yang dapat menyebabkannya berbuat dosa karena melalaikan ketentuan agama. Kedamaian Islam hanya bisa difahami dan disimpulkan dari ajarannya.

Seakan anda menyatakan bahwa “45 tewas di Pakistan (adalah) akibat aksi 2 bom bunuh diri ( yang dilakukan Muslim).” Lalu anda berkata, Islam memang agama damai!.

Coba perhatikan sumber ajaran Islam berikut ini:

“Oleh karena itu kami tetapkan (suatu hukum) bagi bani Israel, bahwa: barang siapa yang membunuh seorang manusia, bukan karena orang itu (membunuh) orang lain, ataubukan karena membuat kerusakan di muka bumi, maka seakan-akan dia telah membunuh seluruhnya”. (QS Al Maidah 32)

Ketika Ummu Hani’ memberikan perlindungan pada seorang musyrikin pada tahun penaklukan (Fathu Makkah), maka Ali bin Abi Tahlib ingin membunuhnya, lalu Ummu Hani’ pergi ke Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan memberitahukan tentang hal tersebut, maka Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata,”Kami memberikan perlindungan terhadap siapa saja yang kau memberikan perlindungan padanya, wahai Ummu Hani’” (Riwayat Al Bukhari dan Muslim). Dari ‘Abdullah bin ‘Amr bin Al ‘Ash radhiyallahu ‘anhuma, dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda,”Barangsiapa yang membunuh seseorang yang telah mempunyai perjanjian dengan kaum muslimin, maka dia tidak akan mencium bau surga, walaupun baunya itu tercium dari jarak 40 tahun” (Riwayat Al Bukhari)

“Dan barangsiapa yang membunuh seorang mukmin dengan sengaja, maka balasannnya ialah jahannam, Kekal ia di dalamnya dan Allah murka kepadanya, dan mengutukinya serta menyediakan azab yang besar baginya”. (QS An Nisa 93). Sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa salllam, “Barangsiapa membunuh dirinya sendiri di dunia dengan cara apapun, maka Allah akan menghukum dia dengan hal yang sama (yang dia lakukan yang menyebabkan dia terbunuh) di hari kiamat” (Diriwayatkan oleh Abu ‘Awanah dalam Mustakhraj-nya, dari Tsabit bin Ad Dhahak radhiyallahu ‘anhu) Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,”Dia yang melakukan bunuh diri dengan menikam dirinya dengan besi (pedang) yang ada ditangannya, maka dia akan ditikam dengan pedang dengan pedang itu pada tubuhnya di neraka, dan dia tetap didalamnya (di neraka) selamanya. Dan barangsiapa yang mengambil racun dan membunuh diri dengannya, maka dia akan meminum racun itu di neraka, dan dia tetap berada didalamnya (di neraka) selamanya. Dan barangsiapa melemparkan dirinya dari atas gunung dan membunuh dirinya dengannya, maka dia akan jatuh di dalam neraka, dan dia tetap didalamnya (di neraka) selamanya” (Riwayat Al Bukhari)

Jadi dalam Islam, bom bunuh diri yang tidak membedakan mana musuh peperangan dan mana yang bukan, adalah dosa besar. Jika ada dari kaum muslimin yang melakukannya, maka itu dosa mereka dan bukan karena Islam mengajarkan demikian kepada mereka.

Tentang para teroris pembajak Islam, yang menggunakan nama Allah dan Rasulullah SAW dalam perjuangannya namun perilakunya jauh dari Islam, Rasulullah SAW mengingatkan, “Akan tiba suatu masa dalam ummat ketika orang membaca Al Qur’an, namun hanya sebatas tenggorokannya saja (tidak masuk ke dalam hatinya)” (HR. Muslim). Dan, “Akan datang suatu masa untuk ummatku ketika tidak lagi tersisa dari Al Qur’an kecuali mushafnya dan tidak tersisa Islam kecuali namanya dan mereka tetap saja menyebut diri mereka dengan nama ini meskipun mereka adalah orang yang terjauh darinya” (Ibnu Babuya, Tsawab ul-A mal).

Yang patut dicatat adalah bahwa Teroris itu bukan Islam, karena perilaku teroris bukan hanya terdapat pada Muslim yang menyimpang saja, tetapi kaum lainnya pun ada yang tindakannya seperti teroris. Lihat perilaku tentara Amerika sebagaimana yang dirilis oleh Liputan6.com: Dua pekan silam, tentara AS juga menembaki kerumunan massa di sebuah sekolah di Faluja, 50 kilometer sebelah barat Baghdad. Sebanyak 13 warga sipil tewas dan 75 lainnya mengalami luka-luka. Perilaku mereka seperti Teroris dengan bom bunuh dirinya.

Selanjutnya anda memberitakan, “Ratusan orang mengungsi di Mogadishu (Somalia) karena peperangan (yang dilakukan Muslim)”. Kondisi seperti itu adalah akibat peperangan. Karenanya kaum Muslim membenci Amerika dan sekutunya yang melancarkan peperangan dan menyebabkan penderitaan di Iraq dan Afganistan. Lihatlah Israel yang menyerobot tanah Palestina sehingga banyak warga yang terusir dari rumahnya sendiri. Koran Israel Ha’aretz edisi Jum’at (20/02), menyebutkan Pemerintah Kota penjajah Israel di kota al Quds berupaya mengusir 1500 warga Palestina di al Quds dari kampung Silwan.

Penderitaan bukan hanya milik non Muslim saja, perhatikan berita ini: Lembaga pengungsi internasional, UNHCR, mengatakan militer Thailand telah melanggar hukum hak asasi internasional karena menangkap dan menahan pengungsi Rohingya (etnis Muslim) di Laut Andaman lalu melepaskan mereka untuk mencari perlindungan sendiri di zona laut internasional.

Berita dari anda: “500 orang dari suku Berom yang Kristen di Nigeria dibantai saat tertidur lelap, oleh suku Fulani yang Muslim”. Seandainya tindakan suku Fulani benar, maka kondisinya adalah sedang dalam keadaan perang antara mereka dengan suku Berom. Di dalam Islam, penyerangan di waktu malam disebut al-Bayat dan termasuk bagian dari siasat perang. Penjuang kita dulu menyebutnya dengan Serangan Fajar. Israel pun melakukan serangan di malam hari terhadap Palestina, demikian pula dengan Operasi Moshtarek yang dilaksanakan Amerika malam hari di Afganistan. NATO mendukung operasi malam hari yang dilakukan Amerika di Afganistan.

Namun seandainya penyerangan itu bukan karena peperangan, maka pembunuhan suku Berom adalah dosa besar suku Fulani. Islam mengutuk dosa besar tersebut.

1 komentar :

  1. Saya setuju dengan anda karena islam adalah rahmatan lil aalamin,bukan seperti agama si atta yg dianut hitler yg membunuh jutaan manusia,atau agama para penjajah yg menghisap negara jajahan,seperti membunuh anngota suku maya oleh spanyol dan belaanda ∂ï indonesia,agama apa yg mereka anut,tanda Ώyå salib lo

    BalasHapus

Terima kasih atas kunjungan dan komentarnya