Dosen adalah pendidik profesional dan ilmuwan dengan tugas utama mentransformasikan, mengembangkan, dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan, teknologi melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat (Permendikbud 49/2014 Pasal 1:14)

25 Maret 2010

Tuhan Yang Maha Esa

Samuel Hadi Says:

Konsep Trinitas sendiri berasal dari sekitar abad ke-2 dan ke-3 setelah melalui beberapa kali konsili gereja. Konsep Trinitas sendiri tidak dipegang oleh semua gereja, karena cukup banyak gereja yang berpandangan bahwa Bapa-Yesus dan Roh Kudus adalah SATU PRIBADI, bukan terdiri dari TIGA PRIBADI dalam KESATUAN. Seperti yang YESUS katakan dalam Injil Yohanes: “AKU DAN BAPA adalah SATU.” Yang jelas orang Kristen berpegang pada keyakinan bahwa Yesus adalah Tuhan yang setara dengan YAHWEH Sang Bapa.

Setelah Ia naik ke surga sesudah menyelesaikan karya penyelamatan, Ia bersama-sama dengan Bapa mengutus Roh Kudus yang sekarang berdiam di dalam diri setiap orang percaya, dan melahirkan mereka kembali. Itulah sebabnya Tuhan Yesus mengatakan: “AKULAH JALAN DAN KEBENARAN DAN HIDUP, TAK SEORANG PUN SAMPAI KEPADA BAPA (artinya, tak ada seorang pun yang bisa diselamatkan dan bisa masuk ke surga) kecuali melalui AKU (Yesus)

Di Injil Yohanes pasal 3, Yesus juga mengatakan: “Barangsiapa percaya ia akan memperoleh hidup yang kekal, barangsiapa tidak percaya, ia masuk ke dalam penghukuman kekal, yaitu kebinasaan bersama dengan Iblis dan malaikat-malaikat kegelapan.”

Jadi saudara Rinda Cahyana, ingat ini baik-baik: ANDA SEDANG BERJALAN MENUJU PENGHUKUMAN DAN KEBINASAAN KEKAL, SEBAB ANDA MENOLAK YESUS KRISTUS SEBAGAI TUHAN DAN JURU SELAMAT anda!!!”


Rinda Cahyana Says:
March 24, 2010 at 1:58 pm

Firman Allah, “Segala puji bagi Allah Yang tidak mempunyai anak dan tidak mempunyai sekutu dalam kerajaan-Nya dan Dia bukan pula hina yang memerlukan penolong dan agungkanlah Dia dengan pengagungan yang sebesar-besarnya.”(Al Israa’ :111), karena itulah Islam memahami bahwa Isa bukanlah sekutu Tuhan yang dapat menolong-Nya, dan menetapkan Ketuhanan kepada Isa adalah tindakan melampaui batas. Allah menyebut penetapan Isa sebagai Tuhan oleh manusia sebagai tindakan yang melampaui batas dalam seruan-Nya kepada ahli kitab, “Wahai Ahli Kitab, janganlah kamu melampaui batas dalam agamamu, dan janganlah kamu mengatakan terhadap Allah kecuali yang benar. Sesungguhnya Al Masih, Isa putera Maryam itu, adalah utusan Allah dan (yang diciptakan dengan) kalimat-Nya yang disampaikan-Nya kepada Maryam, dan (dengan tiupan) roh dari-Nya. Maka berimanlah kamu kepada Allah dan rasul-rasul-Nya dan janganlah kamu mengatakan: “(Tuhan itu) tiga”, berhentilah (dari ucapan itu). (Itu) lebih baik bagimu. Sesungguhnya Allah Tuhan Yang Maha Esa, Maha Suci Allah dari mempunyai anak, segala yang di langit dan di bumi adalah kepunyaan-Nya. Cukuplah Allah menjadi Pemelihara.” (An Nisaa :171)

Meng-Esa-kan Allah adalah komitmen orang yang berserah diri kepada Allah dari jaman Nabi dan Rasul terdahulu. Bahkan Allah sendiri berfirman kepada Ahli Kitab: Hukum yang terutama ialah Dengarlah hai orang-orang Israel, Tuhan ALLAH kita, Tuhan itu Esa (Markus 12 : 29)… dan camkanlah bahwa Tuhanlah ALLAH yang di langit dan di atas dan di bumi di bawah, tidak ada yang lain (Ulangan 4 : 39) Engkau diberi melihatnya untuk mengetahui bahwa Tuhanlah ALLAH tidak ada yag lain kecuali Dia (Ulangan 4 : 35).

Jika Nabi Isa benar mengatakan sebagaimana tersebut dalam Injil Yohanes: “AKU DAN BAPA adalah SATU.”, maka agar tidak bertentangan dengan ayat lainnya yang menyatakan bahwa Tuhan itu Esa, makna “SATU” di sana adalah bukan menunjukan AKU adalah ALLAH, tetapi AKU adalah utusan Allah, sabdaku adalah firman-Nya, kehendaku adalah kehendak-Nya. Ini yang difahami Islam dari ajaran Peng-Esa-an-Nya (Tauhid). Sehingga berkaitan dengan ayat, “Maka (yang sebenarnya) bukan kamu yang membunuh mereka, akan tetapi Allahlah yang membunuh mereka, dan bukan kamu yang melempar ketika kamu melempar, tetapi Allah-lah yang melempar.” (Al Anfaal :17), tidak kemudian difahami sebagai KAMU adalah ALLAH.

Dalam ajaran Tauhid, kata “setara” dalam kalimat anda “bahwa Yesus adalah Tuhan yang setara dengan YAHWEH Sang Bapa.” difahami sebagai kesetaraan dalam ketaatan yang berarti taat kepada Muhammad adalah setara / sama dengan taat kepada Allah, karena Allah memerintahkan untuk taat kepada-Nya dan kepada Rasul-Nya dan menetapkan kebenaran itu milik Allah dan Rasul-Nya sebagaimana firman-Nya, “Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Quran) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.”(An Nisaa :59)

Dan Tauhid berpaing dari memahami “setara” sebagai “sekutu”, karena diperintahkan oleh Allah: Katakanlah: sesungguhnya sembahyangku, ibadatku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam. Tiada sekutu bagi-Nya; dan demikian itulah yang diperintahkan kepadaku dan aku adalah orang yang pertama-tama menyerahkan diri (kepada Allah)”. Katakanlah: “Apakah aku akan mencari Tuhan selain Allah, padahal Dia adalah Tuhan bagi segala sesuatu …(Al An’am :161-164)

Islam memahami ayat “Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah . . .Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita,…. ” (Yohanes 1:1, 14) sebagai sabda Isa adalah firman-Nya, dan firman-Nya terdengar melalui lisan Isa, sehingga kita merasa Allah berada / diam di antara kita.

Seandainya saya hidup pada masa Ruhullah Isa A.S. masih hidup, lalu kemudian beliau bersabda, “AKULAH JALAN DAN KEBENARAN DAN HIDUP, TAK SEORANG PUN SAMPAI KEPADA BAPA (artinya, tak ada seorang pun yang bisa diselamatkan dan bisa masuk ke surga) kecuali melalui AKU (Yesus)”, maka saya akan mengikuti jalannya dan menyatakan seperti pernyataan para pengikut beliau yang setia sebagaimana dalam firman Allah: Dan (ingatlah), ketika Aku ilhamkan kepada pengikut Isa yang setia: “Berimanlah kamu kepada-Ku dan kepada rasul-Ku”. Mereka menjawab: Kami telah beriman dan saksikanlah (wahai rasul) bahwa sesungguhnya kami adalah orang-orang yang patuh (kepada seruanmu)”. (Al Maidah :111) Namun saya tidak akan mengatakan tentang Allah apa yang tidak beliau katakan, dan hanya akan mengatakan apa yang beliau katakan, bahwa Allah adalah Tuhan Yang Maha Esa, saya beriman kepada Isa sebagai Rasul Allah dan bukan sebagai sekutu-Nya.

Terkait ayat “Barangsiapa percaya ia akan memperoleh hidup yang kekal, barangsiapa tidak percaya, ia masuk ke dalam penghukuman kekal, yaitu kebinasaan bersama dengan Iblis dan malaikat-malaikat kegelapan.” (Yohanes pasal 3), tentu saja saya percaya kepada Isa sebagai utusan-Nya bukan karena anda tentapi karena keimanan dalam Islam tidak sempurna jika tidak beriman kepada Rasul terdahulu. Hal ini difahami dari firman Allah: Katakanlah (hai orang-orang mukmin): “Kami beriman kepada Allah dan apa yang diturunkan kepada kami, dan apa yang diturunkan kepada Ibrahim, Isma´il, Ishaq, Ya´qub dan anak cucunya, dan apa yang diberikan kepada Musa dan Isa serta apa yang diberikan kepada nabi-nabi dari Tuhannya. Kami tidak membeda-bedakan seorangpun diantara mereka dan kami hanya tunduk patuh kepada-Nya”. (Al Baqarah :136)

Bagaimana dengan keimanan anda terhadap Muhammad sebagai utusan-Nya yang terakhir. Padahal Allah berfirman: Rasul telah beriman kepada Al Quran yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya, demikian pula orang-orang yang beriman. Semuanya beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya dan rasul-rasul-Nya. (Mereka mengatakan): “Kami tidak membeda-bedakan antara seseorangpun (dengan yang lain) dari rasul-rasul-Nya”, dan mereka mengatakan: “Kami dengar dan kami taat”. (Mereka berdoa): “Ampunilah kami ya Tuhan kami dan kepada Engkaulah tempat kembali”.(Al Baqarah :285)

Bagaimana ketaatan anda kepada Allah dan Rasul-Nya? Padahal Allah berfirman, “Hai Ahli Kitab, kamu tidak dipandang beragama sedikitpun hingga kamu menegakkan ajaran-ajaran Taurat, Injil, dan Al Quran yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu”. Sesungguhnya apa yang diturunkan kepadamu (Muhammad) dari Tuhanmu akan menambah kedurhakaan dan kekafiran kepada kebanyakan dari mereka; maka janganlah kamu bersedih hati terhadap orang-orang yang kafir itu. (Al Maidah :68) Dan orang-orang mukmin dan beramal soleh serta beriman kepada apa yang diturunkan kepada Muhammad dan itulah yang haq dari Tuhan mereka, Allah menghapuskan kesalahan-kesalahan mereka dan memperbaiki keadaan mereka. (Muhammad :2)

Saudara Samuel Hadi yang dikasihi Allah, perhatikan baik-baik bagaimana keadaan orang yang tidak beriman kepada Muhammad. Allah berfirman: Dan jika kamu (Muhammad) melihat ketika mereka dihadapkan ke neraka, lalu mereka berkata: “Kiranya kami dikembalikan (ke dunia) dan tidak mendustakan ayat-ayat Tuhan kami, serta menjadi orang-orang yang beriman”, (tentulah kamu melihat suatu peristiwa yang mengharukan). (Al An’am :27) Maka perkataan anda, “ANDA SEDANG BERJALAN MENUJU PENGHUKUMAN DAN KEBINASAAN KEKAL,” berdasarkan firman Allah tersebut kita bisa memahami bahwa yang dimaksud dengan ANDA adalah bukan saya. Tentu saja saya menolak untuk menuhankan Isa (musyrik) dengan mengatakan perkataan dosa “YESUS KRISTUS SEBAGAI TUHAN”, karena hal itu tidak diajarkan oleh Allah, Musa, Isa, dan Muhammad, dan karena takut ancaman Allah dalam firman-Nya: “bahwasanya orang-orangmusyrik itu adalah penghuni neraka jahanam.” (At Taubah :113) Dan saya merasa heran jika TUHAN menghukum hamba-Nya yang beriman kepada-Nya, kepada Nabi dan Rasul-Nya, dan mentaati keduanya untuk tidak menserikatkan TUHAN dengan mahluk-Nya. Jika terhadap hamba yang mensucikan-Nya dari sekutu Dia menghukum dan membinasakan, maka bagaimana terhadap hamba-Nya yang tidak taat kepada perintah peng-Esa-an-Nya dan berlaku lancang dengan perbuatan yang tidak pantas yakni mensekutukan Dia dengan mahluk-Nya.

Allah berfirman: Mereka menjadikan orang-orang alimnya dan rahib-rahib mereka sebagai tuhan selain Allah dan (juga mereka mempertuhankan) Al Masih putera Maryam, padahal mereka hanya disuruh menyembah Tuhan yang Esa, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia. Maha suci Allah dari apa yang mereka persekutukan. (At Taubah :31)

Ibrahim bukan seorang Yahudi dan bukan (pula) seorang Nasrani, akan tetapi dia adalah seorang yang lurus lagi berserah diri (kepada Allah) dan sekali-kali bukanlah dia termasuk golongan orang-orang musyrik. Sesungguhnya orang yang paling dekat kepada Ibrahim ialah orang-orang yang mengikutinya dan Nabi ini (Muhammad), beserta orang-orang yang beriman (kepada Muhammad), dan Allah adalah Pelindung semua orang-orang yang beriman. Segolongan dari Ahli Kitab ingin menyesatkan kamu, padahal mereka (sebenarnya) tidak menyesatkan melainkan dirinya sendiri, dan mereka tidak menyadarinya.

Hai Ahli Kitab, mengapa kamu mengingkari ayat-ayat Allah, padahal kamu mengetahui (kebenarannya). Hai Ahli Kitab, mengapa kamu mencampur adukkan yang haq dengan yang bathil, dan menyembunyikan kebenaran, padahal kamu mengetahuinya? Segolongan (lain) dari Ahli Kitab berkata (kepada sesamanya): “Perlihatkanlah (seolah-olah) kamu beriman kepada apa yang diturunkan kepada orang-orang beriman (sahabat-sahabat Rasul) pada permulaan siang dan ingkarilah ia pada akhirnya, supaya mereka (orang-orang mukmin) kembali (kepada kekafiran). Dan janganlah kamu percaya melainkan kepada orang yang mengikuti agamamu. Katakanlah: “Sesungguhnya petunjuk (yang harus diikuti) ialah petunjuk Allah, dan (janganlah kamu percaya) bahwa akan diberikan kepada seseorang seperti apa yang diberikan kepadamu, dan (jangan pula kamu percaya) bahwa mereka akan mengalahkan hujjahmu di sisi Tuhanmu”. Katakanlah: “Sesungguhnya karunia itu di tangan Allah, Allah memberikan karunia-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya; dan Allah Maha Luas karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui”; (Ali Imran :67-73) ataukah mereka dengki kepada manusia (Muhammad) lantaran karunia yang Allah telah berikan kepadanya? Sesungguhnya Kami telah memberikan Kitab dan Hikmah kepada keluarga Ibrahim, dan Kami telah memberikan kepadanya kerajaan yang besar. (An Nisaa :54)

Wahai manusia, sesungguhnya telah datang Rasul (Muhammad) itu kepadamu dengan (membawa) kebenaran dari Tuhanmu, maka berimanlah kamu, itulah yang lebih baik bagimu. Dan jika kamu kafir, (maka kekafiran itu tidak merugikan Allah sedikitpun) karena sesungguhnya apa yang di langit dan di bumi itu adalah kepunyaan Allah. Dan adalah Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana. (An Nisaa :170)

2 komentar :

  1. YESUS KRISTUS TUHAN ALLAH MAHA ESA ROH HATI JIWA PIKIRAN KEKUATAN TUBUH MENCIPTAKAN MEMILIKI MENGUASAI MENGATUR MENGAWASI MEMIMPIN MELAKSANAKAN MENYELAMATKAN MENJAGA MELINDUNGI MEMELIHARA MELESTARIKAN SEGALANYA SEMUANYA SELURUHNYA SEPENUHNYA SEGENAPNYA SELENGKAPNYA SEUTUHNYA SEKALIANNYA SEBANYAKNYA SEJUMLAHNYA DIMANA – MANA SELAMANYA MENCINTAI MENGASIHI MENYAYANGI MERINDUKAN MENYUKAI MENARIK MENGIKUTI MENGARUNIAKAN MENGHARAPKAN MENGIMANI MENGUDUSKAN MENJADI YESUS KRISTUS TUHAN ALLAH MAHA ESA KAKEK NENEK BAPAK IBU PUTRA PUTRI AMIN

    BalasHapus
  2. YESUS KRISTUS TUHAN ALLAH MAHA ESA ROH HATI JIWA PIKIRAN KEKUATAN TUBUH MENCIPTAKAN MEMILIKI MENGUASAI MENGATUR MENGAWASI MEMIMPIN MELAKSANAKAN MENYELAMATKAN MENJAGA MELINDUNGI MEMELIHARA MELESTARIKAN SEGALANYA SEMUANYA SELURUHNYA SEPENUHNYA SEGENAPNYA SELENGKAPNYA SEUTUHNYA SEKALIANNYA SEBANYAKNYA SEJUMLAHNYA DIMANA – MANA SELAMANYA MENCINTAI MENGASIHI MENYAYANGI MERINDUKAN MENYUKAI MENARIK MENGIKUTI MENGARUNIAKAN MENGHARAPKAN MENGIMANI MENGUDUSKAN MENJADI YESUS KRISTUS TUHAN ALLAH MAHA ESA KAKEK NENEK BAPAK IBU PUTRA PUTRI AMIN 12 x 12 : 12 + 12 - 12 = 12

    BalasHapus

Terima kasih atas kunjungan dan komentarnya