Dosen adalah pendidik profesional dan ilmuwan dengan tugas utama mentransformasikan, mengembangkan, dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan, teknologi melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat (Permendikbud 49/2014 Pasal 1:14)

Sekolah Tinggi Teknologi Garut

Diselenggarakan mulai tahun 1991 dan bernaung di bawah Yayasan Al-Musaddadiyah. http://www.sttgarut.ac.id/

Program Studi Teknik Informatika

Berdiri pada tanggal 30 Juni 1998 dan terakreditasi B. http://informatika.sttgarut.ac.id/

Rinda Cahyana

Dosen PNS Kementrian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi, dpk Sekolah Tinggi Teknologi Garut sejak tahun 2005

29 Juli 2010

Layanan Informasi Akademik

Istilah layanan informasi akademik dikenal di Indonesia seperti di Universitas Islam Indonesia (www05) dan Universitas Sumatera Utara (www06). Layanan informasi akademik terdiri dari tiga kata :
  1. Layanan yang berarti perihal atau cara melayani atau membantu menyiapkan apa-apa yang diperlukan seseorang (Depdikbud, 1995).
  2. Informasi yang berarti komponen hasil dari proses (Loose, 1997) memberi tahu (Machlup, 1980), atau data yang berarti dan berguna yang disampaikan kepada pengguna tertentu (O’Brien dan Marakas, 2008).
  3. Akademik yang berarti berhubungan dengan pendidikan, khususnya belajar di sekolah dan universitas (Hornby, 2000).

Di dalam Hornby (2000) dijelaskan bahwa layanan sepenuhnya tersedia untuk digunakan oleh seseorang, untuk membantunya, atau untuk menyediakan sesuatu yang diperlukannya. Jika sesuatu yang diperlukan seseorang adalah informasi akademik dan seseorang tersebut adalah mahasiswa, maka layanan informasi akademik sepenuhnya tersedia untuk digunakan oleh mahasiswa, untuk membantunya, atau untuk menyediakan informasi akademik yang diperlukannya.

Tentang siapa yang menjadi pelayan disebutkan dalam pengertian layanan lainnya dalam Hornby (2000), yakni pekerjaan yang dilakukan seseorang untuk organisasi. Dalam konteks layanan informasi akademik, organisasi yang dimaksud dalam pengertian tersebut adalah sekolah atau universitas. Sementara yang dimaksud dengan seseorang (someone) menurut Hornby (2000) adalah person yang berarti manusia (human being) sebagai individu. Di sekolah dan universitas diketahui staf tata usaha memiliki peran sebagai seseorang yang membantu mahasiswa menyediakan informasi akademik yang diperlukan mahasiswa. Dan setiap orang yang memiliki peran sama dengan staf tata usaha adalah seseorang yang dimaksud dalam pengertian layanan tersebut.

Sekalipun seseorang difahami sebagai manusia, namun pada masa kini bukan hanya manusia yang dapat membantu mahasiswa menyediakan informasi akademik yang dibutuhkannya. Gabhart dan Bhattacharya (2008) menjelaskan bahwa pekerjaan dapat dikerjakan oleh manusia ataupun perangkat lunak otomatisasi proses bisnis. Perangkat lunak yang dikenal sebagai agent tersebut mengambil alih fungsi orang dalam proses bisnis (Anwar dan Warnars, 2009). Oleh karenanya seseorang dalam pengertian layanan dapat difahami lebih luas lagi sebagai manusia dan agent.

Layanan informasi akademik di University of Southern Queensland dikelola oleh divisi layanan informasi akademik (www07). Di West Virginia University, layanan informasi akademik merupakan bagian dari unit layanan dukungan TI (www08). Penjelasan ini menggarisbawahi lokasi pertama atau organisasi yang dapat dituju untuk menemukan data atau literatur terkait layanan informasi akademik.

Berikut ini adalah informasi akademik yang disediakan bagi penggunanya oleh layanan informasi akademik di sejumlah perguruan tinggi :
  1. Informasi bagi sivitas akademik atau pengguna internal kampus, seperti jadwal kuliah, aktivitas kuliah, rencana studi, nilai akhir ujian, indeks prestasi semester berjalan, indeks prestasi kumulatif, atau monitoring prestasi akademik (www09; www03; www10). Informasi ini diperlukan oleh mahasiswa, orang tua / wali mahasiswa, dosen (www03), personil jurusan dan perguruan tinggi, fakultas, dan staf yang secara langsung terlibat dalam konsultasi akademik mahasiswa (www11).
  2. Informasi bagi masyarakat atau pengguna eksternal kampus, seperti informasi penerimaan mahasiswa baru, hasil ujian saringan masuk, biaya kuliah mahasiswa baru, berita seputar kampus, dan lokasi kampus (www10). Informasi ini digunakan oleh pengunjung, tetangga, dan publik (www04).

Secara keseluruhan layanan informasi akademik dapat difahami sebagai perihal atau cara melayani atau membantu menyiapkan informasi akademik yang dibutuhkan oleh pengguna internal ataupun eksternal kampus, yang dilaksanakan oleh manusia ataupun agent, yang berada di bawah tanggung jawab pengelolaan unit tertentu dalam struktur organisasi sekolah atau universitas.

27 Juli 2010

SOA Untuk Fleksibilitas Layanan Informasi Akademik

Informasi berkenaan dengan proses memberi tahu (Machlup, 1980) atau menyampaikan data yang berarti dan berguna kepada pengguna tertentu (O’Brien dan Marakas, 2008), yang merupakan komponen hasil dari proses (Loose, 1997). Secara bertahap informasi mulai diakui sebagai kunci sumber daya ekonomi dan merupakan salah satu asset penting perusahaan (Moody dan Walsh, 1999; Drucker 1992) yang sangat berharga (Huang, dkk, 1999). Sekarang ini orang atau bisnis yang berhasil adalah yang menguasai dan mengendalikan informasi (Fenner, 2002), di mana pengambilan keputusan dan operasi efektif sangat dipengaruhi oleh kualitas data dan informasi (Price & Shanks, 2005). 

Informasi sebagai kunci sumber daya ekonomi telah mendorong organisasi pada jaman informasi sekarang ini untuk meningkatkan penguasaan dan pengendalian informasi dengan teknologi informasi (TI). Weil dan Ross (2004) menemukan fakta bahwa pengeluaran TI mencapai 50% dari total biaya belanja organisasi. Organisasi dapat memperoleh nilai bisnis dari TI seperti: fleksibilitas, peningkatan kualitas, pengurangan biaya, peningkatan produktivitas (Melvile, dkk, 2004; Dedrick, dkk, 2003; Oliner dan Sichel, 2000; Economics and Statistics Administration, 2003 ), peningkatan komunikasi dan keputusan alokasi sumber daya, serta meningkatkan 3 persen penggunaan kemampuan industry yang membawa kepada keuntungan milyaran dolar setiap tahunnya (Hubbard, 2001).

Sebagaimana bisnis lainnya, kesuksesan pendidikan masa sekarang sangat bergantung kepada teknologi dan informasi. Perguruan tinggi dan universitas bergantung kepada penggunaan TI dalam pengajaran, penelitian, dan administrasi (Educause, 2003) untuk mendapatkan nilai bisnis berupa perbaikan pengajaran dan pembelajaran yang menyebabkan peningkatan, misalnya hasil ujian siswa (European Schoolnet, 2006). Sebagai konsekuensinya, perguruan tinggi dan universitas berhadapan dengan peningkatan biaya untuk pembaruan infrastruktur dan penyampaian layanan TI (Educause, 2003).

Pembiayaan TI dalam dunia pendidikan telah menjadi perhatian pemerintah secara global. Menteri pendidikan Afrika telah mulai lebih proaktif dalam mengkordinasikan dan memimpin pengembangan infrastruktur Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dalam sistem sekolah melalui kebijakan dan penerapan rencana TIK yang sudah terbentuk (Farell, dkk, 2007). Di Eropa, semua negaranya menerapkan TIK di sekolah dan menetapkan pembiyaan untuk penerapan tersebut (European Schoolnet, 2006). Di Asia, seperti misalnya Indonesia telah menjadikan investasi TI di sekolah menjadi sesuatu yang penting. Dana alokasi khusus bidang pendidikan tahun anggaran 2010 sekitar 9 trilyun rupiah salah satunya adalah untuk sarana TIK pendidikan dan multimedia interaktif di Sekolah Dasar / Sekolah Dasar Luar Biasa (Mendiknas, 2010). Pada level pendidikan tinggi Departemen Pendidikan Nasional melalui Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi menyediakan Program Hibah Kompetisi Berbasis Institusi yang memberikan hibah pertahun sebesar 2 milyar yang salah satunya untuk pembangunan sistem manajemen yang didukung oleh sistem informasi, pangkalan data yang terintegrasi berbasis TI, dan infratruktur TI (Dikti, 2008).

Hal penting selain penguasaan teknologi dan informasi serta dukungan dana yang besar dari pemerintah adalah fleksibilitas arsitektur SI terhadap perubahan. Penyesuaian arsitektur SI suatu organisasi dilakukan seiring dengan perubahan pada organisasi (Gronau, 2003). Jika tidak sesuai dengan kondisi terkini, arsitektur akan segera menjadi sesuatu yang tidak berguna dan menyebabkan terbatasinya kemampuan perusahaan dalam mencapai tujuan dan misinya, padahal ia dibuat untuk meningkatkan perusahaan dari kondisi terkini (Chorafas, 2002). Di dalam Hashimi (2003) dijelaskan bagaimana pendekatan komputasi atau arsitektural sangat mempengaruhi kecepatan dan optimasi biaya pembaruan. Pendekatan yang menyebabkan sistem atau bisnis tidak fleksibel dapat menyebabkan modifikasi maksimum terhadap komponen sistem sehingga menimbulkan pemborosan waktu dan biaya (Miller, dkk, 2002). Dan pemborosan ini tidak menguntungkan di saat perguruan tinggi dan universitas berhadapan dengan peningkatan biaya TI.

Service Oriented Architecture (SOA) adalah kerangka kerja (Proteans, 2009) atau gaya arsitektural yang memodularisasi SI ke dalam layanan (Erl, 2005). SOA menyediakan fleksibilitas bagi organisasi (Proteans, 2009) atau menjadikan bisnis menjadi lebih fleksibel (Sprott, 2005). Dengannya organisasi memiliki business agility (Erl, 2009), yakni dapat merespon perubahan bisnis secara cepat (Sprott, 2005). Menghindari biaya pengembangan di masa depan (Brown, 2008) atau mencapai efektifitas biaya TI di semua unit bisnis (Erl, 2009) dapat dicapai dengannya.

Salah satu proses bisnis yang dijalankan sekolah dan universitas adalah layanan informasi akademik sebagai layanan Sistem Informasi (SI) (psychology.uii.ac.id). Layanan tersebut pada masa sekarang ini menggunakan saluran informasi akademik (Salira) berupa media informasi (Ringland, 2008) baik yang berbasis teknologi Short Message Service (SMS) ataupun internet (psychology.uii.ac.id) dan disediakan bagi pengguna internal (psychology.uii.ac.id) dan eksternal kampus (www.harvard.edu). Gaya arsitektural SOA dapat menjadikan Salira menjadi fleksibel, sehingga dengannya sekolah dan universitas dapat merespon perubahan secara cepat dan dengan biaya yang efektif sehingga keuntungan bisnis dapat dipertahankan atau ditingkatkan.