Dosen adalah pendidik profesional dan ilmuwan dengan tugas utama mentransformasikan, mengembangkan, dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan, teknologi melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat (Permendikbud 49/2014 Pasal 1:14)

Sekolah Tinggi Teknologi Garut

Diselenggarakan mulai tahun 1991 dan bernaung di bawah Yayasan Al-Musaddadiyah. http://www.sttgarut.ac.id/

Program Studi Teknik Informatika

Berdiri pada tanggal 30 Juni 1998 dan terakreditasi B. http://informatika.sttgarut.ac.id/

Rinda Cahyana

Dosen PNS Kementrian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi, dpk Sekolah Tinggi Teknologi Garut sejak tahun 2005

28 Mei 2011

Alam Indah Garut

Garut dijadikan kota wisata oleh Gubernur Belanda bernama Holke van Garut (1930-1940) dan memberi julukan ”Switzerland van Java” karena keindahan alamnya. Keindahan Garut pada masa lampau dihiasi oleh kecantikan penguasanya yang bernanam Ratna Inten Dewata.











22 Mei 2011

Menangani Masalah Epson Stylus TX111 : General Error, semua lampu indikator blinking


Berikut ini cara yang dapat ditempuh untuk menyelesaikan kasus General Error pada printer Epson Stylus TX111 yang menggunakan tinta infus, di mana semua lampu indikator (power, paper, dan ink) berkedip dan tombol untuk membuka cartridge tidak berfungsi :
  1. Dalam keadaan mati, tekan tombol power, lalu cabut kabel power begitu posisi cartridge berada di posisi pencopotan cartridge.
  2. Setelah itu cabut cartridge infus nya.
  3. Pasang lagi kabel power pada printer hingga lampu indikator power berwarna hijau, lampu indikator paper padam, dan lampu indikator ink berwarna orange.
  4. Tekan tombol stop sehingga dudukan cartridge berada di posisi pemasangan cartridge.
  5. Pasang cartridge, lalu tekan tombol stop. Tunggulah beberapa saat hingga semua lampu indikator mati kecuali lampu power yang menyala berwarna hijau.
  6. Printer seharusnya sudah bisa digunakan lagi.

21 Mei 2011

Menjalankan Game Flash Secara Offline



Internet banyak sekali menyediakan permainan flash. Umumnya permainan ini dijalankan dari situs penyedianya menggunakan internet browser, artinya penikmatnya harus online atau terhubung dengan internet. Untuk membuat permainan oflline dapat dimainkan tanpa perlu selalu membuka situs penyedianya, berikut ini langkah yang dapat ditempuh :

  1. Buka situs penyedia game nya, misalkan : http://www.kidsgamehouse.com/
  2. Klik kanan pada link game nya sehingga muncul menu mengambang, lalu pilih Copy Link Address atau yang semisal.
  3. Kemudian buka situs ini : http://file2hd.com/Default.aspx
  4. Paste link address nya ke kotak URL, lalu beri tanda cek agreement nya, pilih object, setelah itu klik tombol Get Files.
  5. Setelah muncul filenya, klik kanan file yang berekstensi swf sehingga muncul menu mengambanga, lalu pilih Save Linked Content As atau semisal untuk menyimpan file swf tersebut ke komputer anda.
  6. Untuk menjalankannya anda perlu SWF player. Pengguna Windows bisa mengunduh perangkat geratisnya di sini : http://www.snapfiles.com/get/swiffplayer.html.
  7. Setelah itu anda bisa menjalankan file game berekstensi swf yang telah diunduh dengan menggunakan swiffplayer tersebut.

15 Mei 2011

Saluran Informasi Akademik Self-Service


Self-service adalah praktik atau suatu usaha di mana pelanggan melayani dirinya sendiri (www23), seperti misalnya Automatic Teller Machines (ATM) di mana orang mengambil dan menyimpan uangnya sendiri (www24). Salira self-service dapat difahami sebagai media informasi elektronik yang hanya menampilkan informasi akademik digital yang diminta oleh dan kepada penggunanya. Dengan kata lain hanya pengguna yang mengendalikan informasi akademik digital apa yang harus ditampilkan oleh Salira kepada dirinya.

Institut Teknologi Nasional (www17) dan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Alma Ata Yogyakarta (www18) menerapkan Salira self-service yang disebut sebagai Anjungan Informasi Mandiri (AIM) dalam bentuk terminal komputer berbasis sistem local area network (www17), atau seperangkat komputer lengkap yang diletakan dalam lemari khusus yang terkoneksi dengan jaringan internet dan intranet kampus (www18). AIM dapat ditemukan di depan ruang Biro Administrasi Akademik dan Kemahasiswaan (www17), di tiap gedung (www19), atau di berbagai sudut kampus (www18).

Salira self-service hanya melayani pengguna yang dikenalnya. Mahasiswa memperkenalkan diri kepada Salira self-service sebagai penggunanya dengan menggunakan:
  1. Smart card, seperti di Universitas Kristen Maranatha (www20).
  2. Barcode, seperti di Universitas Kristen Satya Wacana (www19).  
  3. Cara manual dengan mengetikan nama pengguna atau nomor tanda pengenal dan password, seperti di Politeknik Pos Indonesia (www21), baik dengan menggunakan keyboard (www17) ataupun touchscreen (www22).

Salira self-service mengambil alih fungsi orang dalam proses bisnis layanan informasi akademik, di mana tugas menerima dan memproses permintaan, serta menyampaikan informasi akademik kepada penggunanya dilakukan sepenuhnya oleh agent. Salira self-service diterapkan dalam basis teknologi yang beragam, seperti misalnya:
  1. Basis teknologi SMS, seperti di Institut Teknologi Bandung (www09), Universitas Sumatra Utara (www06), Universitas Komputer Indonesia (www10), dan lain sebagainya. Pengguna mengirimkan pesan singkat permintaan informasi menggunakan perangkat seluler melalui jaringan seluler kepada server SMS untuk kemudian informasinya disiapkan berdasarkan data yang terkandung dalam basis data (Pramsane dan Sanjaya, 2006) dan hasilnya dikirim kepada pengguna oleh agent yang beroperasi dalam server SMS.
  2. Basis teknologi web, seperti di Universitas Islam Indonesia (www03), Institut Teknologi Bandung (www14), Universitas Sumatera Selatan (www06), Bina Sarana Informatika (www15), University of California (www11), Harvard (www16), dan lain sebagainya. Pengguna memilih sendiri informasi akademik dari situs web melalui web browser pada komputer ataupun perangkat seluler, untuk kemudian disiapkan berdasarkan data yang terkandung dalam basis data dan dikirim informasinya kepada pengguna oleh agent yang beroperasi dalam server web.
  3. Basis teknologi Windows, seperti di Sekolah Tinggi Teknologi Garut, di mana pengguna mengakses langsung Salira melalui touchscreen. Sama seperti Salira lainnya, informasi disiapkan berdasarkan data yang terkandung dalam basis data.
Dengan demikian dapat disimpulkan tiga karakteristik Salira self-service sebagai berikut :
  1. Salira self-service adalah perangkat otomatis, yang melaksanakan tugas menerima dan memproses permintaan, serta menyampaikan informasi akademik kepada penggunanya.
  2. Salira self-service adalah media informasi elektronik yang menyampaikan informasi akademik digital kepada penggunanya.
  3. Salira self-service adalah perangkat online yang terhubung dengan data dan penggunanya melalui media transmisi.

Saluran Informasi Akademik adalah Media Informasi Elektronik


 Salira (Saluran informasi) adalah media apapun yang mengandung informasi dan menyediakan “pipa” di mana informasi mengalir satu arah dari satu ruang informasi ke ruang informasi lainnya (Ringland, 2008). Dengan demikian saluran informasi dapat difahami sebagai media informasi karena mengandung informasi serta memiliki kelengkapan dan kemampuan untuk mengirimkan informasi. Media informasi adalah sarana (Depdikbud, 1995) seperti koran, radio, atau televisi (www12) yang dirancang untuk mendistribusikan informasi (Peters, 1994) dalam bentuk berita, pesan (Depdikbud, 1995), konsep, dan ide (www13), dari aktor sosial (Perets, 1994) kepada audien umum ataupun khusus (www13). Low (2000) menggunakan istilah media informasi elektronik untuk menyatakan sarana yang berfungsi untuk memproses permintaan dan menampilkan informasi digital.

Istilah Salira berkaitan dengan ruang lingkup informasi yang didistribusikan yakni akademik atau yang berhubungan dengan pendidikan, khususnya belajar di sekolah dan universitas (Hornby, 2000). Jika Salira adalah media informasi elektronik, maka dengan mengikuti pengertian Low (2000) Salira dapat difahami sebagai sarana yang berfungsi untuk memproses permintaan dan menampilkan informasi akademik digital kepada pengguna umum atau khusus. Sebagai agent, Salira dapat hanya menyediakan dan menampilkan informasi akademik yang diminta oleh penggunanya saja, dengan kata lain pengguna mengendalikan informasi akademik apa saja yang harus disampaikan Salira kepada dirinya. Salira dalam kapasitas seperti ini diistilahkan sebagai Salira self-service.

07 Mei 2011

Masalah instalasi driver printer HP Laserjet 1000 di Ubuntu 10.10


Tatkala kabel USB dari printer HP Laserjet 1000 dihubungkan ke port USB pada unit sistem, Ubuntu 10.10 langsung dapat megenalinya. Namun untuk memasang driver printer tersebut, perlu koneksi internet untuk mengunduh sejumlah kelengkapan file dari HP. Sayangnya setelah driver terpasang, kita tidak pernah dapat menggunakan printer tersebut. Halaman tes pencetakan yang seharusnya dicetak printer malah hilang entah ke mana dari dialog printing.

Untuk mendapatkan driver yang membuat printernya bekerja, kita bisa mencarinya langsung di alamat berikut ini : http://hplipopensource.com/hplip-web/index.html

Pada halaman situs tersebut, pilihlah tombol untuk mendownload HP Linux Imaging and Printing (HPLIP). Pada halaman tersebut tersedia berbagai distribusi Linux, termasuk distro kebanggaan Indonesia (IGOS). Pilihlah ubuntu sesuai dengan versi yang kita gunakan, dalam kasus ini adalah Ubuntu 10.10. Setelah itu, pilih jenis printernya, yakni Laserjet. Dan pilihan terakhir adalah menentukan model printernya, yakni HP Laserjet 1000 Printer. Setelah itu klik tombol Next dan Next hingga muncul halaman Installer Walkthrough. Halaman ini memberikan panduan instalasi setelah HPLIP nya selesai diunduh. Untuk mengunduhnya, klik tombol Download HPLIP sehingga kita dibawa ke halaman downloadnya :


Setelah itu, tinggal ikuti petunjuk pada halaman Installer Walkthrough. Hasil akhirnya, kita mendapatkan dua driver (Lihat di System | Administration | Printing). Hapus driver pertama, dan set sebagai default printer untuk driver kedua hasil menjalankan HPLIP. Setelah itu, printer pun sudah dapat dijalankan.