Dosen adalah pendidik profesional dan ilmuwan dengan tugas utama mentransformasikan, mengembangkan, dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan, teknologi melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat (Permendikbud 49/2014 Pasal 1:14)

15 Mei 2011

Saluran Informasi Akademik Self-Service


Self-service adalah praktik atau suatu usaha di mana pelanggan melayani dirinya sendiri (www23), seperti misalnya Automatic Teller Machines (ATM) di mana orang mengambil dan menyimpan uangnya sendiri (www24). Salira self-service dapat difahami sebagai media informasi elektronik yang hanya menampilkan informasi akademik digital yang diminta oleh dan kepada penggunanya. Dengan kata lain hanya pengguna yang mengendalikan informasi akademik digital apa yang harus ditampilkan oleh Salira kepada dirinya.

Institut Teknologi Nasional (www17) dan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Alma Ata Yogyakarta (www18) menerapkan Salira self-service yang disebut sebagai Anjungan Informasi Mandiri (AIM) dalam bentuk terminal komputer berbasis sistem local area network (www17), atau seperangkat komputer lengkap yang diletakan dalam lemari khusus yang terkoneksi dengan jaringan internet dan intranet kampus (www18). AIM dapat ditemukan di depan ruang Biro Administrasi Akademik dan Kemahasiswaan (www17), di tiap gedung (www19), atau di berbagai sudut kampus (www18).

Salira self-service hanya melayani pengguna yang dikenalnya. Mahasiswa memperkenalkan diri kepada Salira self-service sebagai penggunanya dengan menggunakan:
  1. Smart card, seperti di Universitas Kristen Maranatha (www20).
  2. Barcode, seperti di Universitas Kristen Satya Wacana (www19).  
  3. Cara manual dengan mengetikan nama pengguna atau nomor tanda pengenal dan password, seperti di Politeknik Pos Indonesia (www21), baik dengan menggunakan keyboard (www17) ataupun touchscreen (www22).

Salira self-service mengambil alih fungsi orang dalam proses bisnis layanan informasi akademik, di mana tugas menerima dan memproses permintaan, serta menyampaikan informasi akademik kepada penggunanya dilakukan sepenuhnya oleh agent. Salira self-service diterapkan dalam basis teknologi yang beragam, seperti misalnya:
  1. Basis teknologi SMS, seperti di Institut Teknologi Bandung (www09), Universitas Sumatra Utara (www06), Universitas Komputer Indonesia (www10), dan lain sebagainya. Pengguna mengirimkan pesan singkat permintaan informasi menggunakan perangkat seluler melalui jaringan seluler kepada server SMS untuk kemudian informasinya disiapkan berdasarkan data yang terkandung dalam basis data (Pramsane dan Sanjaya, 2006) dan hasilnya dikirim kepada pengguna oleh agent yang beroperasi dalam server SMS.
  2. Basis teknologi web, seperti di Universitas Islam Indonesia (www03), Institut Teknologi Bandung (www14), Universitas Sumatera Selatan (www06), Bina Sarana Informatika (www15), University of California (www11), Harvard (www16), dan lain sebagainya. Pengguna memilih sendiri informasi akademik dari situs web melalui web browser pada komputer ataupun perangkat seluler, untuk kemudian disiapkan berdasarkan data yang terkandung dalam basis data dan dikirim informasinya kepada pengguna oleh agent yang beroperasi dalam server web.
  3. Basis teknologi Windows, seperti di Sekolah Tinggi Teknologi Garut, di mana pengguna mengakses langsung Salira melalui touchscreen. Sama seperti Salira lainnya, informasi disiapkan berdasarkan data yang terkandung dalam basis data.
Dengan demikian dapat disimpulkan tiga karakteristik Salira self-service sebagai berikut :
  1. Salira self-service adalah perangkat otomatis, yang melaksanakan tugas menerima dan memproses permintaan, serta menyampaikan informasi akademik kepada penggunanya.
  2. Salira self-service adalah media informasi elektronik yang menyampaikan informasi akademik digital kepada penggunanya.
  3. Salira self-service adalah perangkat online yang terhubung dengan data dan penggunanya melalui media transmisi.

0 komentar :

Posting Komentar

Terima kasih atas kunjungan dan komentarnya