Dosen adalah pendidik profesional dan ilmuwan dengan tugas utama mentransformasikan, mengembangkan, dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan, teknologi melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat (Permendikbud 49/2014 Pasal 1:14)

28 Agustus 2012

Makna Teman Maha Tinggi


Sunan at Tirmidzi, Kitab ad Da‟awat, hadits nomor 3418 : Memberitakan kepada kami Harun; memberitakan kepada kami Abdah, dari Hisyam bin Urwah, dari Abbad bin Abdillah bin az Zubair, dari Aisyah berkata: “Aku telah mendengar Rasulullah di hari menjelang wafatnya: “Ya Allah ampunilah bagiku, rahmati diriku, dan pertemukan akudengan ar Rafiq al A‟la”. (Abu Isa at-Tirmidzi berkata: Ini adalah hadits hasan sahih)

Perkataan penulis: “Memberitakan kepada kami Harun”; dia adalah Ishaq al Hamadzani.

Perkataan penulis: “Memberitakan kepada kami Abda”; Dia adalah Ibn Sulaiman al Kullabi.

Perkataan penulis: “Dan pertemukan aku dengan ar Rafiq al A‟la”; yang dimaksud dengan arRafiq al A‟la adalah sekelompok dari para Nabi yang bertempat di A‟la Illiyyin (Tempat paling atas dari Illiyyin). Kata “ar Rafiq” adalah nama dengan bentuk kata pada wazan “fa‟il”, artinya “sekelompok” (golongan), seperti bentuk kata “as-Shadiq” dan “al-Khalith”; dapat dipakai untuk bentuk “satu/singular” atau “jamak/plural”.

Dan yang dimaksud dengan kata “ar Rafiq” di sini adalah bentuk jamak/plural, ini seperti dalam firman Allah: “Dan mereka adalah sebaik -baik teman” (taman dalam ayat ini dalam bentuk jamak). Demikian inilah pendapat yang dinyatakanoleh al Hafizh al Jazari dan lainnya.

Sementara menurut al Bukhari; dengan jalur hadits dari jalan Sa‟ad bin Urwah dari Aisyah berkata: “Aku pernah mendengar bahwa tidak ada seorang-pun dari para Nabi yang meninggal hingga ia dipersilahkan untuk memilih antara dunia dan akhirat, dan aku mendengar Rasulullah saat beliau sakit yang menjadikan beliau wafat dengannya bersabda: “Pertemukan aku dengan orang-orang yang Engkau karuniakan nikmat atas mereka”, aku menyangka itu sebagai kebaikan.

Al Hafizh Ibn Hajar berkata dalam meriwayatkan potongan hadits ini; dari Aisyah, menurut Ahmad bin Hanbal berkata: “Bersama ar Rafiq al A'la artinya bersama mereka yang diberi karunia oleh Allah dari para Nabi, para as Shiddiqin, para Syuhada, dan orang-orang saleh; dan mereka adalah sebaik-baik teman”. Ibn Hajar berkata: Ini adalah adalah hadits hasan sahih, dan telah diriwayatkan oleh Imam al Bukhari dan Imam Muslim.

Jadi ar Rafiq al A'la itu bukan Allah, tetapi mereka yang diberi karunia oleh Allah.

2 komentar :

  1. Ndak jelas. Apa kesimpulannya..?
    Anda kyai?

    BalasHapus
  2. Memang tujuannya bukan membuat kesimpulan tetapi mengemukakan informasi kutipan dari berbagai sumber.

    Kalau anda perhatikan beberapa pendapat, maka diketahui bahwa ar-Rofiq al-A'la itu bukan Allah, karena ar-Rafiq itu bukan singular tapi jamak sebagaimana disebutkan al Jazari. ar-Rofiq al-A'la adalah mereka yang diberi karunia oleh Allah, sebagaimana pendapat Ahmad bin Hanbal.

    Tidak perlu menjadi kyai untuk mengutip pendapat kalangan berilmu. Tanya kepada kyai kebenaran kutipan tersebut, dan jangan pernah tanya kepada selain kyai muslim.

    BalasHapus

Terima kasih atas kunjungan dan komentarnya