Dosen adalah pendidik profesional dan ilmuwan dengan tugas utama mentransformasikan, mengembangkan, dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan, teknologi melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat (Permendikbud 49/2014 Pasal 1:14)

02 April 2015

Tasyawuf yang Benar itu Mentaati Fiqh


Malik bin Anas - Ulama besar pendiri mazhab Maliki, juga murid Imam Jafar as Shadiq ra, berkata : “Barangsiapa mempelajari/mengamalkan tasawuf tanpa fiqih maka dia telah zindik, dan barangsiapa mempelajari fiqih tanpa tasawuf dia tersesat, dan siapa yang mempelari tasawuf dengan disertai fiqih dia meraih Kebenaran dan Realitas dalam Islam.” (’Ali al-Adawi dalam kitab Ulama fiqih, juz 2, hal. 195 yang meriwayatkan dari Imam Abul Hasan).

DR. Yusuf Al-Qardhawi - Ketua Ulama Islam Internasional dan juga guru besar Universitas al Azhar berkata, “Mereka para tokoh sufi sangat berhati-hati dalam meniti jalan di atas garis yang telah ditetapkan oleh Al-Qur,an dan As-Sunnah. Bersih dari berbagai pikiran dan praktek yang menyimpang, baik dalam ibadat atau pikirannya. Banyak orang yang masuk Islam karena pengaruh mereka, banyak orang yang durhaka dan lalim kembali bertobat karena jasa mereka. Dan tidak sedikit yang mewariskan pada dunia Islam, yang berupa kekayaan besar dari peradaban dan ilmu, terutama di bidang marifat, akhlak dan pengalaman-pengalaman di alam ruhani, semua itu tidak dapat diingkari.”

Empat imam Madzhab besar berguru kepada seorang sufi, tidak terkecuali Imam Syafi'i (Muhammad bin Idris, 150-205 H) Ulama besar pendiri mazhab Syafi’i tersebut berkata, “Saya berkumpul bersama orang-orang sufi dan menerima 3 ilmu: 1) Mereka mengajariku bagaimana berbicara, 2) Mereka mengajariku bagaimana memperlakukan orang lain dengan kasih sayang dan kelembutan hati, 3) Mereka membimbingku ke dalam jalan tasawuf.” (Riwayat dari kitab Kasyf al-Khafa dan Muzid al Albas, Imam ‘Ajluni, juz 1, hal. 341).

Imam Ahmad bin Hambal (164-241 H) berkata, “Anakku, kamu harus duduk bersama orang-orang sufi, karena mereka adalah mata air ilmu dan mereka selalu mengingat Allah dalam hati mereka. Mereka adalah orang-orang zuhud yang memiliki kekuatan spiritual yang tertinggi. Aku tidak melihat orang yang lebih baik dari mereka” (Ghiza al Albab, juz 1, hal. 120 ; Tanwir al Qulub, hal. 405, Syaikh Amin al Kurdi).

0 komentar :

Posting Komentar

Terima kasih atas kunjungan dan komentarnya