Dosen adalah pendidik profesional dan ilmuwan dengan tugas utama mentransformasikan, mengembangkan, dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan, teknologi melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat (Permendikbud 49/2014 Pasal 1:14)

17 Februari 2016

Teleconference tentang Pos Penyuluhan Desa


Rabu, 17 Februari 2016, saya mengikuti Teleconference dengan Asisten Daerah II provinsi Jawa Barat yang digagas oleh Relawan TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi) Ciamis / Desa Melek IT (Information Technology) Ciamis. Satu hari sebelumnya teman dari VMeet menghubungi agar Garut ikut dalam Teleconference tersebut dan diupayakan menghadirkan perwakilan desa. Komunitas TIK Garut saat didaulat provinsi sebagai Komunitas TIK terbaik memang diberi hadiah perangkat Teleconference, sehingga setiap ada kegiatan Teleconference se Jawa Barat, VMeet selalu menawarkan kesempatan untuk bergabung dalam kegiatan tersebut. Pembahasan tentang desa ini menarik karena saya sekarang ini banyak melihat konten tentang desa di internet. Sebelumnya saya dilibatkan oleh Kementrian Komunikasi dan Informatika dalam pembahasan Peraturan Menteri tentang Relawan TIK di mana satu relawan TIK untuk satu desa. Belum lagi bulan ini proposal hibah bina desa dibuka, sehingga Teleconference ini sangat penting diikuti oleh saya dan teman-teman di Sekolah Tinggi Teknologi Garut untuk melihat kesenjangan yang ada di desa dan menemukan gagasan penyelesaiannya. 

Oleh karenanya malam itu juga saya hubungi wakil ketua Sekolah Tinggi Teknologi Garut bidang kerjasama untuk mengajukan penyelenggaraan kegiatan tersebut di kampus. Saya yakinkan beliau bahwa memberikan pelayanan kepada desa terdekat kampus merupakan tanggung jawab pengabdian masyarakat yang wajib ditunaikan oleh Sekolah Tinggi Teknologi Garut. Pelayanan yang dimaksud adalah menghubungkan aparatur dan masyarakat desa dengan pihak-pihak terkait yang terlibat dalam Teleconference tersebut. Akhirnya beliau megatakan bahwa saya mendapat izin dari ketua Sekolah Tinggi Teknologi Garut sehingga kegiatan pun dapat dilaksanakan di ruang rapat kampus jam 15.30. Setelah itu saya bagikan di Facebook dengan menandai beberapa kontak seperti Diskominfo Garut dan Kecamatan Garut Kota. Dan saat itu ada konfirmasi ingin hadir dari dua instansi pemerintahan tersebut baik melalui Facebook ataupun Whatsapp.

Pagi hari pada hari pelaksanaan kegiatan saya harus menuntaskan dulu nilai matakuliah Dasar Komputer dan Internet, koordinasi dengan bagian sarana untuk memberi daftar kebutuhan perangkat Teleconference, lalu membuat dan mengirimkan surat ke kantor Desa. Di kantor desa kebetulan bertemu dengan kepala Desa sehingga saya bisa sekalian menjelaskan kepada beliau dengan siapa beliau akan melaksanakan Teleconference. 

Tadinya sekitar jam 13.00 akan menyiapkan ruang dan perangkat Teleconference, tapi ternyata pada jam itu saya punya jadwal mengajar perdana matakuliah Dasar Komputer dan Internet di program studi Pendidikan Agama Islam Sekolah Tinggi Agama Islam al-Musaddadiyah. Saya minta izin ke kolega di VMeet untuk gabung pengujian perangkat sekitar jam 14.00. Lepas dari kelas, sayapun menyiapkan ruangan dan perangkat Teleconference.

Ternyata sound system yang dimiliki STTG tidak bisa digunakan untuk Teleconference, akhirnya saya pulang ke sekretariat Komunitas TIK Garut dan membawa sound system. Hari itu saya siapkan semuanya mulai dari ruangan, perangkat, dan lainnya. Hal ini bukan masalah buat saya karena dalam kegiatan relawan TIK kerja self-service itu biasa dilakukan. Lagi pula ini saya lakukan untuk kepentingan penelitian dan pengabdian masyarakat yang diharapkan akan dapat membantu masyarakat desa, minimalnya di Garut.

Dalam kegiatan Teleconference tersebut dibahas tentang Pos Penyuluhan Desa. Di ruangan tersebut saya sempat ditemani Prof DR Muhammad Ali Ramdhani yang merekam Teleconference tersebut untuk disampaikan ke Kementrian Desa sebagai sampel komunikasi pemerintah dengan desa. Dalam kegiatan tersebut saya memberikan masukan kepada pemerintah provinsi Jawa Barat agar pengetahuan tentang permasalahan dan solusi yang muncul dalam interaksi antara penyuluh desa dan masyarakat yang dilayaninya disimpan dalam basis pengetahuan yang dapat diakses melalui portal desa nasional. Dengan adanya basis pengetahuan tersebut diharapkan pengetahuan yang muncul di desa tertentu dapat diketahui oleh masyarakat desa lainnya. Hal ini meringankan pekerjaan penyuluh desa dan juga mempercepat pertumbuhan pengetahuan masyarakat desa. Selain itu pemerintah juga mudah untuk mengetahui masalah apa yang dihadapi oleh masyarakat desa secara umum sehingga program yang dirumuskan berdasarkan masalah tersebut lebih dirasakan manfaatnya oleh masyarakat desa.


Saya keluar dari Teleconference tersebut sebelum waktunya karena kedatangan tamu dari TELKOM dan mendiskusikan tentang program yang bisa diselaraskan antara TELKOM dengan program studi Teknik Informatika Sekolah Tinggi Teknologi Garut. Diskusi dilakukan di kantin kampus sampai jam 18.00, lumayan lah karena ditraktir sama TELKOM, hehehe. Saya menjelaskan rencana pengembangan Technopark sebagai pusat kajian dan inkubasi bisnis. Saya berharap mahasiswa program studi yang saya pimpin tersebut dapat terlibat dalam pendampingan UKM (usaha kecil menengah) yang dibina oleh TELKOM dan dapat merintis UKM nya yang berbasis TIK sejalan dengan kerangka Tridharma TIGER program studi saya untuk mewujudkan Smart Swiss van Java. Selain itu hasil-hasil penelitian yang didiseminasikan baik melalui konferensi algoritma, booklet dan situs web etalase tridharma, proseding atau jurnal aloritma, diharapkan dapat memberikan masukan atau gagasan bagi TELKOM. Lebih jauh saya berharap akan ada karya penelitian yang menjadi startup dan ditindaklanjuti oleh TELKOM. Sebelumnya, di Hackathon Merdeka 2.0 kemarin saya menunjukan kepada TELKOM kemampuan mahasiswa Garut dalam membuat program aplikasi. TELKOM mengapresiasi. Semoga Technopark terwujud sehingga bisa mendorong tumbuhnya UKM berbasis TIK di Garut.

0 komentar :

Posting Komentar

Terima kasih atas kunjungan dan komentarnya