Dosen adalah pendidik profesional dan ilmuwan dengan tugas utama mentransformasikan, mengembangkan, dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan, teknologi melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat (Permendikbud 49/2014 Pasal 1:14)

06 Maret 2016

Silaturahim dengan Bapak Susilo Bambang Yudhoyono


Pada hari minggu, tanggal 6 Maret 2016, bertempat di rumah makan Asep Stoberi Limbangan - Garut saya menghadiri undangan kak Makmul untuk bersilaturahim dengan Presiden Indonesia sebelum pak Jokowi, yakni Bapak Susilo Bambang Yudhoyono. Satu hari sebelumnya pada malam hari kak Makmul menyampaikan undangannya dengan maksud agar saya dapat menyampaikan masukan kepada beliau terkait peran penting komunitas / relawan TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi) dalam pendampingan masyarakat hingga ke perdesaan dalam pemanfaatan TIK. Untuk keperluan tersebut saya menyiapkan beberapa lembar yang berisi konsep dan capaian kegiatan pemberdayaan desa yang dilakukan di Garut. Pengerjaaannya hingga pukul setengah dua pagi. 


Sesuai dengan undangan, saya tiba ke lokasi pukul 08.00, namun ternyata rombongannya akan tiba agak siang. Dalam masa menunggu tersebut, kak Makmul memperkenalkan saya kepada ibu Siti, legislator dari fraksi partai tertentu di DPR. Saya kemudian menjelaskan rencana kegiatan relawan untuk pendampingan masyarakat dalam pemanfaatan TIK yang akan dilakukan oleh Saka (Satuan Karya) Pramuka Telematika Garut. Beliau mengapresiasi rencana tersebut. Beberapa minggu sebelumnya dalam kesempatan melaksankaan uji kompetensi di SMK IT Nurul Amien, kak Makmul menjanjikan pertemuan dengan beliau untuk kepentingan kegiatan Saka Telematika Garut. 

Saya juga bertemu dengan bapak-bapak pendidik di wilayah Utara Garut. Ternyata beberapa di antaranya adalah pengurus HIPMI (Himpunan Pengusaha Muda Indonesia) seperti saya. Pak Bambang yang merupakan pimpinan sekolah di Yayasan Pondok Pesantren al-Ghaniyyah kecamatan Selaawi menjelaskan usahanya merintis HIPMI Pesantren. Saya kemudian menawarkan kepada beliau untuk memanfaatkan luaran program Ipteks bagi Masyarakat tahun 2014 yakni situs web ict4pesantren yang salah satu fiturnya adalah etalase bisnis Pondok Pesantren. Pondok Pesantren anggota HIPMI Pesantren dapat memanfaatkan fitur tersebut untuk mengembangkan bisnis antar Pondok Pesantren.  

Selain itu saya pun bertemu dengan pak Temy yang juga pejabat di lingkungan Yayasan tersebut. Menariknya, beliau memiliki Saung Net di mana kebutuhan informasi atau pengetahuan para petani disediakan melalui sambungan internet Smartfren di tengah lahan pertanian. Bagi saya ini temuan luar biasa, karena pada akhirnya saya bertemu dengan Komunitas Petani yang menggunakan TIK untuk keperluan pertanian. Saya sampaikan kepada beliau ketertarikan untuk mengunjungi dan membantu teknologi Saung Net. Saya sampaikan komitmen untuk mendampingi Komunitas ini hingga diusulkan mewakili Garut ke Komunitas TIK Award Jawa Barat. 

Sementara bapak Kyai menjelaskan kepada saya fasilitas yang dimiliki Yayasan, termasuk di antaranya Rumah Susun Sewa. Saya kemudian mencoba menghubungkan fasilitas dan kegiatan Komunitas di Utara tersebut dengan forum Quadruple Helix tahunan dan Koordinasi Komunitas TIK wilayah Utara. Saya mengajukan agar Yayasan yang berlokasi di desa Cigawir kecamatan Selaawi tersebut dapat menjadi Pusat Komunitas TIK wilayah Utara Garut, di mana bapak-bapak tersebut menjadi pengurus Koordinasinya. Usulan saya tersebut disambut baik. Pak Bambang rencananya akan mengundang saya dalam kesempatan kegiatan mendatang di Yayasan tersebut, yang tentu saja dengan senang hati akan saya penuhi untuk melihat potensi pengembagan Komunitas / Relawan TIK atau partisipasi masyarakat dalam bidang TIK di wilayah utara Garut. 

Saya juga bertemu dengan kang Uce yang merupakan jurnalis TV9 di lokasi. Beliau adalah salah satu personal yang merintis e-Kecamatan di Selaawi, yang pertama di Garut. Beberapa hari sebelumnya saya membaca berita tentang e-Kecamatan yang diluncurkan oleh Bupati Garut ini dan menyempatkan diri untuk mencarinya di internet walau tidak ditemukan. Di lokasi ternyata saya dapat bertemu dengan penggeraknya. Beliau menjelaskan bahwa e-Kecamatan merupakan bukanlah situs web, tetapi aplikasi yang menghubungkan layanan desa dengan layanan kecamatan. Oleh karenanya wajar saya tidak berhasil menemukan keberadaan aplikasinya di internet. Beliau menjelaskan bahwa pemerintah di Lampung tertarik untuk mempelajari aplikasi ini. Saya sampaikan kepada beliau keinginan untuk menjadikan kecamatan Selaawi sebagai sampel daerah layanan relawan TIK di wilayah utara Garut. Ini akan melengkapi layanan relawan TIK di wilayah selatan Garut yang telah mulai dijalankan sejak tahun 2015. 

Tibalah saat pertemuan dengan pak Susilo Bambang Yudhoyono. Di rumah makan itu, kami berempat adalah orang yang pertama kali disalami beliau sesaat setelah beliau mengucapkan salam kepada semua orang yang ada. Saya melihat dalam rombongan tersebut ada ibu Ani Yudhoyono dan anaknya pak Ibas. Saya juga sempat menyapa mas Roy Suryo yang merupakan salah satu menteri dalam kabinet sebelumnya. Saat melihat ada kang Dede Yusuf, saya teringat Saka Telematika Garut yang saya pimpin. Saka ini merupakan rintisan Relawan TIK Indonesia wilayah Jawa Barat dengan Gerakan Pramuka Kwartir Daerah Jawa Barat dan didorong oleh kang Dede. Saya hanya sempat memperkenalkan diri kepada beliau sebagai ketua Saka Telematika di Garut namun tidak sempat berbincang karena beliau nampak sibuk sekali. 


Lokasi pertemuan pak Susilo Bambang Yudhoyono dengan masyarakat Garut sangatlah padat. Tadinya saya mau menyampaikan masukan yang sudah dipersiapkan, namun melihat kondiri rasanya tidak memungkinkan. Bahkan saya sempat berfikir untuk pulang duluan saja setelah menitipkan lembaran usulan ke kak Makmul, namun urung dilakukan. Lalu kemudian saya berfikir untuk menyerahkan lembaran usulan tersebut ke mas Roy saja. Akhirnya saya bisa menyerahkannya dan menjelaskan isi lembaran tersebut. Beliau membawa lembaran tersebut dan berjanji akan mengkomunikasikannya kepada komisi terkait di DPR. 


Lepas kegiatan tersebut, saya melaporkan temuan-temuan dalam diskusi dan sejumlah komitmen dengan pegiat TIK di wilayah utara Garut kepada pak Dik Dik Hendrajaya, kepala Dinas Komunikasi dan Informatika kabupaten Garut. Beliau mengapresiasi dan ingin membicarakan banyak hal dengan saya di kampus. Komunikasi dengan Pemerintah Kabupaten Garut terkait Komunitas / Relawan TIK di Garut ini telah terbentuk sejak tahun 2014 sebelum Dinas ini ada. Saat itu Komunitas / Relawan TIK Garut didampingi oleh bidang Informatika Sekretaris Daerah kabupaten Garut yang dipimpin oleh pak Basuki Eko. Hingga kini Komunitas / Relawan TIK telah beberapa kali menyelenggarakan kegiatan bersama Dinas Komunitas dan Informatika kabupaten Garut. 

1 komentar :

Terima kasih atas kunjungan dan komentarnya