Dosen adalah pendidik profesional dan ilmuwan dengan tugas utama mentransformasikan, mengembangkan, dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan, teknologi melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat (Permendikbud 49/2014 Pasal 1:14)

Sekolah Tinggi Teknologi Garut

Diselenggarakan mulai tahun 1991 dan bernaung di bawah Yayasan Al-Musaddadiyah. http://www.sttgarut.ac.id/

Program Studi Teknik Informatika

Berdiri pada tanggal 30 Juni 1998 dan terakreditasi B. http://informatika.sttgarut.ac.id/

Rinda Cahyana

Dosen PNS Kementrian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi, dpk Sekolah Tinggi Teknologi Garut sejak tahun 2005

10 Agustus 2016

Saresehan KIM se BKPP Wilayah IV

Kepala Diskominfo Jawa Barat

Garut, 10 Agustus 2016 saya menyajikan materi Melek Digital dalam acara Saresehan KIM (Kelompok Informasi Masyarakat) se BKPP (Badan Koordinasi Pemerintahan dan Pembangunan) wilayah IV Jawa Barat yang meliputi kabupaten Bandung, kabupaten Bandung Barat, Kabupaten Garut, kabupaten Sumedang, kabupaten Tasikmalaya, kabupaten Ciamis, kota Bandung, kota Cimahi, kota Tasikmalaya, dan kota Banjar. Acara tersebut diselenggarakan oleh Dinas Komunikasi dan Informatika provinsi Jawa Barat. Surat permohonan kesediaan sebagai narasumber disampaikan melalui Dinas Komunikasi dan Informatika kabupaten Garut pada tanggal 8 Agustus 2016. Saresehan dengan tema Pemanfaatan Akses Informasi dalam Mengembangkan KIM tersebut menjadi tantangan karena saya hanya memiliki waktu satu hari untuk mempelajari KIM dan menyusun slide presentasi. Sukurlah presentasi sebelumnya yang saya sampaikan dalam acara Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah kabupaten Garut memberi gagasan materi yang akan saya sampaikan esok hari. Saya memilih judul Melek Digital karena kondisi tersebut penting dimiliki oleh individu KIM agar dapat menangani segala ancaman dan hambatan dalam pemanfaatan akses informasinya.

Seharian itu saya memodelkan Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia tentang Pengembangan dan Pemberdayaan Lembaga Komunikasi Sosial. Saya mendapatkan gagasan bahwa internet selain digunakan sebagai jejaring informasi nasional oleh KIM juga harus dimanfaatkan sebagai forum, question and answer, pembelajaran, data repository, dan portal web untuk studi banding. Artinya ada interaksi antar KIM melalui TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi) dalam rangka berbagi konten, pengalaman, keterampilan, dan pengetahuan terkait manajemen, sumber daya manusia, kelembagaan, dan kegiatan KIM. Studi banding sebagai salah satu kegiatan KIM dapat dilakukan secara online dengan melihat luaran kegiatan KIM melalui situs web KIM yang jalan masuknya melalui portal web. 


Saya coba gambarkan bentuk TIK nya dengan menggunakan model analisis Sistem Informasi KPMI (Kelompok Penggerak Masyarakat Informasi) yang pernah disampaikan dalam kegiatan e-Indonesia Initiative di Institut Teknologi Bandung tahun lalu. Rupanya gagasan TIK tersebut dipengaruhi secara tidak sadar oleh model analisis tersebut. Saya hanya perlu mengganti entitas Relawan dengan KIM. Melalui model analisis ini saya memberi masukan tentang kegiatan online yang harus meliputi interaksi KIM dengan KIM lainnya, masyarakat pengguna informasi, dan stakeholders.    


Lebih jauh saya berbagi impian dengan para peserta tentang KIM yang berpangkal di lembaga pendidikan yang saya usahakan dari tahun 2012 hingga sekarang. KIM yang dimaksud adalah KPMI sebagai kelompok relawan teknologi informasi dari kalangan pelajar dan mahasiswa yang berasal dari Komunitas TIK Sekolah dengan kemampuan melaksanakan layanan penyediaan informasi dan TIK serta pengajaran TIK bagi masyarakat sekitar. Komunitas TIK Sekolah dan / atau KPMI nya dapat dirintis dan dihimpunkan di dalam Komunitas TIK Garut untuk kemudian didata, diberdayakan, ditingkatkan kapasitasnya, dan dinilai. Sementara Relawan TIK Garut menyediakan kesempatan bagi setiap anggota KPMI untuk terlibat dalam kegiatan relawan TIK Indonesia dan program pemerintah yang dikawal pelaksanaannya, serta mendapatkan bantuan pendanaan serta ekspos nasional.

KPMI menjadikan kampusnya sebagai PPMI (Pusat Pembangunan Masyarakat Informasi) dan berperan sebagai penyampai informasi seputar kampusnya yang diterbitkan di situs web kampus (ac.id) dan seputar desanya yang diterbutkan di situs web desa (desa.id). Situs-situs web tersebut membangun jejaring informasi nasional yang akan mudah ditemukan oleh pengguna informasi apabila dibuatkan jalan masuknya melalui portal web. Konsep ini didukung oleh Bupati Garut dalam kesempatan Seminar dan Pelatihan Masyarakat Informasi tahun 2014 yang diselenggarakan di Sekolah Tinggi Teknologi Garut.

Media dan masyarakat akan memanfaatkan portal web ini untuk menemukan informasi yang dibutuhkannya. Media akan membawa informasi menarik yang diterbitkan oleh KPMI kepada para pengguna informasi melalui surat kabar, dan medi masa lainnya. Ditindaklanjutinya informasi oleh media atau dikonsumsinya informasi oleh masyarakat menjadi indikator keberhasilan promosi kampus atau desa yang dilakukan oleh KPMI.       

  
Tidak lupa saya sampaikan pula daur hidup pengembangan masyarakat informasi yang perlu dilaksanakan oleh KIM. Antar KIM harus saling membantu agar pemanfaatan akses informasi dapat meningkatkan taraf kehidupan KIM. Saya memberi masukan agar anggota KIM harus CAKAP (cerdas, kreatif, dan produktif). Anggota KIM dapat mengetahui kondisinya dengan memperhatikan indikator CAKAP yang saya sampaikan dalam slide.  


Penyaji dalam acara tersebut tidak hanya saya, tetapi juga Drs Dikdik Hendrajaya, M.Si - Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika kabupaten Garut dan Anton dari Pikiran Rakyat. Menjadi mitra Dinas Komunikasi dan Informatika provinsi Jawa Barat dimulai sejak Dinas tersebut dipimpin oleh Dr Dudi Sudrajat Abdurrachim yang sekarang menjabat sebagai kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil Mikro Kecil Menengah provinsi Jawa Barat. Beliau sering mengajak saya untuk hadir dalam pertemuan di Dinas Komunikasi dan Informatika provinsi Jawa Barat dan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah provinsi Jawa Barat. Ajakan tersebut disampaikan beliau melalui kepala Dinas Komunikasi dan Informatika kabupaten Garut. Kesempatan tersebut membuat saya dapat mendengarkan rencana atau capaian program pemerintah bidang Komunikasi dan Informatika serta berbagi konsep pembangunan masyarakat informasi yang melibatkan relawan teknologi informasi. Seperti dalam kesempatan Rapat Koordinasi Evaluasi Program dan Kegiatan bidang Komunikasi dan Informatika se Jawa Barat tahun 2015 di Pangandaran. Setelah di Dinas Koperasi pun beliau masih memberi saya kesempatan untuk dapat tukar fikiran dengan tim beliau seperti pertemuan tanggal 27 Mei 2016.     

Brainstorming di Dinas KUMKM Jabar   

Liputan Pikiran Rakyat, 11 Agustus 2016



08 Agustus 2016

Gembel di Akhirat karena Gila di Dunia


Gila itu kondisi tdk mampunya akal menolak dorongan jiwa. Jika jiwanya terdorong kuat utk berjalan ke arah tertentu, akalnya tdk bisa digunakan utk menolak dorongannya walau banyaknya godaan yg menariknya keluar dari jalan tsb. Cinta buta salah satu contoh gila, di mana akal tdk bisa digunakan utk menolak dorongan cinta.

Org yg menyepelekan solat itu akan gembel di akherat nanti. Orang yg menyepelekan solat itu gila di dunia ini karena tdk mampu menggunakan akalnya utk memahami pahitnya konsekuensi kegembelannya di akhirat kelak.

Gembel itu melarat. Orang yg menyia-nyiakan salat itu akan melarat di akhirat, karena masa depan seseorang itu di antaranya bergantung kepada baik dan buruk solatnya. Seseorang yg sudah tahu pentingnya solat tetapi menyia-nyiakannya, ngerinya akibat menyia-nyiakan solat di akhirat namun tidak membuat solatnya menjadi baik, adalah pemilik akal dan nurani yg lemah. Tidak mampu melawan kecenderungan yg menyalahi akal dan nurani merupakan tanda kegilaan. 

Banyak orang gila seperti itu di dunia yg kelak di akhirat menyesal dan meminta kembali ke dunia utk melawan kegilaannya tsb. Tetapi Allah telah membuat penyesalan seperti itu tdk berguna lagi, karena hidup di dunia tdk ada dua kalinya. 

07 Agustus 2016

Satu Slide untuk Satu Pengetahuan

Dalam penyiapan slide ini saya selalu mengamalkan ajaran guru saya Dr Husni Sastramiharja dalam kesempatan kuliah dulu di ITB untuk dapat menyampaikan banyak hal hanya dengan menggunakan slide minimalis. Beliau dalam kesempatan pembelajaran tatap muka di kelas memberi contoh dengan membahas topik berbeda hanya dengan menggunakan slide yang sama selama lebih dari satu pertemuan. Dari pengajaran beliau saya faham bahwa bakat yang saya dapatkan pada saat SMA dulu bisa digunakan untuk mengamalkan ajaran beliau, yakni membuat model rancangan organisasi yang membahas kelengkapan organisasi hanya dalam satu gambar saja. 

Sejak mendapatkan pengajaran tersebut saya membiasakan diri untuk menyampaikan satu tema pengetahuan menggunakan bahasa visual hanya satu slide saja. Memodelkan pengetahuan ini juga terbantu oleh pengetahuan dan keterampilan pemodelan analisis dan desain yang diperoleh saat kuliah strata satu Teknik Informatika Sekolah Tinggi Teknologi Garut. Ajaran Dr Husni "Satu bab tesis satu slide" saya ajarkan kembali kepada mahasiswa bimbingan, sehingga saya selalu protes jika mahasiswa bimbingan menyalin kalimat yang ada dalam laporan Tugas Akhir ke slide presentasi mereka.  

Slide bab I Tesis

06 Agustus 2016

Memisahkan Lagu Format mp3 yang Bersatu

Mungkin anda pernah mendapatkan berkas mp3 yang berisi sejumlah lagu dalam satu album. Adakalanya anda ingin memutar sebagian lagu saja dan tidak ingin mendengarkan satu album. Untuk mewujudkan keinginan tersebut anda memerlukan alat pemotong berkas mp3. Ada dua pendekatan yang disediakan oleh perangkat lunak aplikasi pemotong mp3, yakni manual di mana anda memotong-motong berkas secara manual, dan otomatis di mana aplikasi memotongkan untuk anda berdasarkan kondisi tertentu. Di antara pernagkat lunak aplikasi yang tersedia untuk memotong berkas mp3 dengan dua pendekatan tersebut adalah mp3splt-gtk yang dapat diunduh di Sourceforce. Apabila aplikasinya sudah tidak tersedia, anda bisa mengunduhnya dari repository saya pada folder Software | Multimedia.

Setelah anda mengunduh dan menjalankan aplikasinya, masuklah ke tab Batch & automatic split, lalu tambahkan berkas mp3 nya, dan pilih Silence di mana aplikasi akan memotong otomatis begitu terdeteksi threshold level senyap yang secara default ditentukan -48 dB. Proses pemotongan otomatis terjadi setelah anda menekan tombol Batch split !. 


Hasil pemotingan berkasnya seperti tampak pada gambar berikut ini :


Mungkin anda ingin mengubah format namanya untuk semua berkas yang dihasilkan. Cara umumnya adalah dengan cara manusia, di mana satu persatu anda ubah berkas dengan menggunakan fungsi rename yang disediakan pada Windows Ekspoler. Namun cara tersebut lumayan memakan waktu apabila jumlah berkasnya banyak. Cara termudah adalah dengan menggunakan aplikasi yang dapat merubah nama sejumlah berkas dalam format tertentu secara otomatis. Aplikasi apakah itu, ikuti kiriman selanjutnya. 

05 Agustus 2016

Talk show Digital Literasi dalam Pameran Buku Bapusida Garut


Mendadak sekali Blogger Garut - Ipan Setiawan memberi tahu kalau pelaksanaan talk show tentang Digital Literacy diundurkan jadi selepas salat Jum'at tanggal 5 Agustus 2016. Presentasi pendukung talk show belum disiapkan. Tapi untunglah sekarang ini semua konten yang diperlukan sudah tersedia di internet yang bisa ditemukan dengan menggunakan mesin pencari seperti Google. Dengan wasilah Google konten tersebut pun akhirnya ditemukan. Saya berkata di dalam hati, cukup satu slide saja untuk menghabiskan waktu selama dua jam yang disediakan oleh panitia. 


Kegiatan bertema Digital Literacy ini sesuai dengan tanggung jawab Ipan Setiawan sebagai ketua Perhimpunan Pengguna TIK Komunitas TIK Garut yang harus meningkatkan kapasitas pengguna TIK sehingga menjadi cerdas, kreatif, dan produktif. Posisi Ipan Setiawan ini sesuai dengan hobinya di dunia Blogger yang tentu saja sarat pengalaman terkait pemanfaatan konten, yakni luaran perangkat lunak aplikasi.  

Sedianya narasumber dalam Talk Show tersebut saya dan Kepala Diskominfo (Dinas Komunikasi dan Informatika) kabupaten Garut, Drs Dikdik Hendrajaya, M.Sc. Hanya saja beliau berhalangan hadir sehingga digantikan oleh kepala TPDE Diskominfo Garut, Drs Ajid yang juga merupakan penanggung jawab program pendampingan Komunitas TIK yang ada di Garut. Dalam kesempatan tersebut saya menyampaikan apresiasi kepada Diskominfo Garut yang telah menyediakan 16 titik internet hotspot gratis yang tersebar di beberapa kecamatan di Garut sebagai usaha memenuhi kebutuhan akses internet yang menurut Perserikatan Bangsa-Bangsa disebut sebagai Hak Asasi Manusia. Saya menjelaskan bahwa kunci Digital Literacy adalah Melek TIK (Teknologi Infomasi dan Komunikasi) dan Melek Informasi. Melek TIK adalah kondisi seseorang yang telah mampu menggunakan perangkat TIK, sementara melek informasi adalah kondisi seseorang yang telah mampu memenuhi kebutuhan informasinya dengan menggunakan perangkat TIK. Digital literacy atau melek digital memberi arah kepada para pengguna TIK untuk berancak dari peran konsumen konten menjadi produsen konten yang memperoleh keuntungan profit dari distribusi konten di internet.