Dosen adalah pendidik profesional dan ilmuwan dengan tugas utama mentransformasikan, mengembangkan, dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan, teknologi melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat (Permendikbud 49/2014 Pasal 1:14)

02 Januari 2017

Cukup Menjadi Hamba Allah untuk Menjadi Firman Nya yg Hidup : Sudut Pandang Muslim



Tuhan bukanlah kreasi imajinasi manusia sehingga menemukannya tdk dapat dgn cara membayangkan, hanya Dia sendiri yg dapat menjelaskan siapa Diri Nya menurut Diri Nya yg tdk diatur oleh keinginan manusia. Oleh karenanya Dia mengenalkan siapa diri Nya kpd manusia melalui lisan manusia yg dipilih Nya dgn bahasa terbaik yg dapat difahami.

Sesungguhnya Kami menjadikan Al Qur’an dalam bahasa Arab supaya kamu memahami (nya).’ (QS 43:3)

Sekumpulan lisan Tuhan yg dilisankan oleh manusia itu disebut juga sebagai firman Tuhan dan dikumpulkan semuanya tanpa tercampur dgn lisan manusia dlm sebuah kitab yg diberi nama alQuran.

Tuhan kami mengajarkan dgn perantaraan kalam / perkataan yg disampaikan Jibril kepada Muhammad SAW selaku utusan yg dipilih Nya. Semua yg dikatakan oleh Muhammad SAW itu tdk datang dari hawa nafsunya tetapi merupakan firman Tuhan.

"Ucapannya itu tiada lain hanyalah wahyu yang diwahyukan (kepadanya).” (QS 53:4)

Dan dia tidaklah berbicara dari dorongan hawa nafsunya, akan tetapi ucapannya tiada lain adalah wahyu yang disampaikan kepadanya.” (QS. An Najm: 3-4)

Maka dia Muhammad SAW adalah firman Tuhan yg hidup di tengah-tengah manusia. Disebut hidup karena seluruh ahlaknya adalah firman Tuhan, tidak menyimpang sedikitpun. Jika Tuhan berkata A, Muhammad SAW akan berkata A.

"Akhlak Rasulullah SAW adalah Al Quran.” (HR Muslim).

Tuhan menjadikannya sebagai firman Tuhan yg hidup adalah utk memperbaiki akhlak manusia agar juga menjadi firman Tuhan yg hidup.

”Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak yang sholeh”. (HR: Bukhari

Tidak perlu menjadi tuhan untuk menjadi firman Tuhan yg hidup di tengah manusia, cukup tunduk patuh saja thd firman Tuhan. Dengan ketundukan dan kepatuhan itulah Tuhan menyebut utusan Nya dan seluruh ciptaan Nya sebagai hamba Allah. Tuhan menyebut mereka sebagai wali Nya, yg apabila mereka ingin menyembuhkan, maka dgn kuasa Nya akan sembuh.

"Siapa yang memusuhi wali-Ku, maka Aku mengumumkan perang terhadapnya dari-Ku. Tidak ada yang paling Aku cintai dari seorang hamba kecuali beribadah kepada-Ku dengan sesuatu yang telah Aku wajibkan kepadanya. Adapun jika hamba-Ku selalu melaksanakan perbuatan sunah, niscaya Aku akan mencintanya. Jika Aku telah mencintainya, maka (Aku) menjadi pendengarannya yang dia mendengar dengannya, (Aku) menjadi penglihatan yang dia melihat dengannya, menjadi tangan yang dia memukul dengannya, menjadi kaki yang dia berjalan dengannya. Jika dia memohon kepada-Ku, niscaya akan Aku berikan dan jika dia minta ampun kepada-Ku, niscaya akan Aku ampuni, dan jika dia minta perlindungan kepada-Ku, niscaya akan Aku lindungi." (Hadits Qudsi)

Dgn demikian menjadi jelaslah siapa yang menyembah dan yg Disembah, dan seluruh permohonan dapat disampaikan langsung kepada Nya tanpa melalui perantaraan firman Nya yg hidup. Dia ada tanpa perlu diperantarai oleh sesuatu yg dpt diindera. Tuhan tdk perlu menjadi manusia karena Tuhan dapat hadir melalui hamba Nya yg menjadi firman Tuhan yg hidup di tengah manusia.

0 komentar :

Posting Komentar

Terima kasih atas kunjungan dan komentarnya