Dosen adalah pendidik profesional dan ilmuwan dengan tugas utama mentransformasikan, mengembangkan, dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan, teknologi melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat (Permendikbud 49/2014 Pasal 1:14)

28 Oktober 2017

Sumpah Alumni Informatika STT Garut


Tanggal 28 Oktober 2017 ini merupakan hari Sumpah Pemuda, di mana pada masa lalu sejumlah pemuda dari berbagai daerah berikrar untuk mewujudkan semangat kebersamaan dalam satu Indonesia. Pada tanggal yang sama, saya menyaksikan inisiatif alumni informatika Sekolah Tinggi Teknologi Garut dari berbagai angkatan mewujudkan cita-cita satu gerak dalam satu perkumpulan bernama HALIF (Himpunan Alumni Informatika) Sekolah Tinggi Teknologi Garut yang telah dibangun landasannya satu tahun yang silam oleh beberapa alumni lintas angkatan dengan disaksikan oleh Himpunan Mahasiswa Informatika Sekolah Tinggi Teknologi Garut. Inisiatif ini tercermin dalam penyerahan KTA (Kartu Tanda Anggota) sebagai bukti komitmen alumni untuk aktif berkontribusi selama periode pengabdian 2017/2018, dari satu reuni ke reuni lainnya. 

Sebagai ketua program studi informatika Sekolah Tinggi Teknologi Garut, saya berkepentingan dengan kontribusi alumni ini. Karena menurut SNPT (Standar Nasional Pendidikan Tinggi) lembaga pendidikan dapat mengusahakan sumber eksternal untuk biaya pendidikan di antaranya dari dana lestari alumni. Dan sebagai alumni informatika Sekolah Tinggi Teknologi Garut saya selalu tergerak hati untuk berusaha membesarkan almamater, termasuk ingin membantu persoalan yang dihadapi adik tingkat terkait fasilitas dan biaya pendidikan. 

Sejak masih kuliah di Sekolah Tinggi Teknologi Garut, saya telah berusaha membangun almamater secara sukarela seperti memasang dan memperbaiki komputer dan jaringannya, karena ingin infrastruktur teknologi informasinya tidak tertinggal dari perguruan tinggi lainnya. Saya pun dengan senang hati membangun aplikasi sistem informasi untuk kampus dan tidak mengambil melampaui 10 % dari biaya pengembangannya, serta menggratiskan biaya pemeliharaan tahunan dan insidental. Hal tersebut dilakukan selama kurang lebih 13 tahun sejak tahun 2002 hingga 2015. Dalam rentang waktu tersebut saya juga mengajak serta adik tingkat untuk melakukan kegiatan relawan tersebut, dan mereka mengambil manfaat ilmu dan silaturahmi dari padanya yang memudahkan jalan rizkinya.  

Oleh karena adanya ikatan hati dengan almamater itulah yang membuat satu tahun yang silam, tepatnya 4 Juli 2016 saya mengupayakan pertemuan dengan alumni lintas angkatan untuk menyampaikan gagasan perlunya membentuk HALIF Sekolah Tinggi Teknologi Garut sebagai upaya mengajak serta alumni informatika Sekolah Tinggi Teknologi Garut agar dapat bergerak bersama mewujudkan kontribusi alumni bagi almamater. Alhamdulillah beberapa alumni memberikan respon, hingga akhirnya terbentuklah Komite HALIF Sekolah Tinggi Teknologi Garut yang diketuai oleh Devi Hilsa Farida, alumni angkatan pertama 1997. Penggalangan dana pertama kali dilakukan oleh beberapa dosen informatika Sekolah Tinggi Teknologi Garut yang juga alumni. Dananya disisihkan dari insentif sebagai instruktur pelatihan TIK yang diselenggarakan oleh Kementrian Agama Republik Indonesia pada tahun 2017. Dana tersebut dianggap sebagai dana registrasi anggota HALIF. Menyusul kemudian ketua Komite Halif yang merintis sumbangan sukarela. 

Saya berusaha mendorong HALIF untuk dapat berkontribusi pengetahuan. Pada tanggal 12 Juni 2017, saya menyediakan waktu bagi wakil HALIF untuk menyampaikan materi bagi adik tingkat khususnya dan masyarakat umum dalam kegiatan Pesantren Teknik Tujuh Hari. Saya memberi kesempatan demikian karena berpandangan alumni dapat membantu dengan pengetahuan, keterampilan, dana, dan lainnya, sebagaimana dijelaskan dalam pertemuan 4 Juli 2016

Sebagai pembuat kebijakan taktis, saya membantu mewujudkan kebijakan strategis terkait biaya pendidikan yang harus diusahakan oleh lembaga pendidikan. Kebijakan tersebut di antaranya adalah dengan menjadikan keanggotaan HALIF sebagai syarat untuk mendapatkan ijazah. Syarat tersebut dapat mewujudkan sumber biaya pendidikan eksternal, sekaligus mewujudkan kontribusi alumni yang memberikan point tersendiri untuk akreditasi program studi atau institusi. Dan nilai akreditasi ini sangat penting bagi alumni, mengingat badan publik atau beberapa badan usaha mensyaratkan nilai akreditasi tertentu sebagai syarat masuk seleksi lowongan kerja. Artinya alumni didorong oleh program studi untuk ikut terlibat memenuhi kebutuhan kolektifnya tersebut. Alumni tidak dibiasakan untuk menuntut, tetapi bahu membahu dengan almamaternya dalam memenuhi kebutuhannya. 

Tidak lupa saya mensosialisasikan HALIF dan kebijakan tersebut kepada mahasiswa tingkat akhir yang sedang melaksanakan skripsi pada tanggal 26 Agustus 2017. Hingga kemudian beberapa mahasiswa mulai mendaftarkan dirinya sebagai anggota HALIF. Tidak lupa saya sosialisasikan pula di grup alumni baik di facebook ataupun di whatsapp. Alhamdulillah, beberapa alumni memberikan respon dengan mendaftarkan dirinya sebagai anggota HALIF. Total anggota hingga 28 Oktober 2017 ini adalah 41 orang alumni sebagaimana tersebut dalam laporan keuangan HALIF.

Penyerahan prototipe KTA dilakukan dalam acara Inaugurasi Alumni pada tanggal 28 September 2017 yang diisi oleh Oracle Academy Virtual Student Day. HALIF saat itu diwakili oleh Sri Rahayu, wakil Komite HALIF. Prototipe KTA diberikan kepada alumni baru oleh wakil Komite HALIF, kepala Pusat Pengembangan Karir Sekolah Tinggi Teknologi Garut, dan perwakilan dosen informatika Sekolah Tinggi Teknologi Garut. Prototipe saya buat mendadak saat itu berdasarkan data pendaftar dari bendahara Komite HALIF, karena berfikir hari itu merupakan hari yang tepat untuk menyerahkannya. Saya membantu tidak dalam kapasitas sebagai ketua program studi tetapi alumni.



Dan KTA aslinya dibagikan pada tanggal 28 Oktober 2017. Proses pencetakannya mengalami masalah teknis sehingga pihak percetakan tidak bisa memenuhi janjinya untuk menyelesaikan KTA sebelum jam 10 pagi. Akibatnya pagi itu saya tidak mengikuti acara ramah tamah dengan calon wisudawan. Dan KTA itu baru selesai mendekati pukul 13.30, sehingga saya harus melewatkan acara gladi. Melewatkannya sebenarnya tidak menjadi soal bagi saya mengingat proses gladinya dari tahun ke tahun masih seperti itu, apalagi tidak semua anggota senat ikut dalam gladi tersebut. 

Dan syukurlah saya tidak melewatkan sesi foto bersama calon wisudawan informatika Sekolah Tinggi Teknologi Garut. Saya masuk aula beberapa saat setelah dua program studi lainnya selesai sesi foto. Saya tidak segera ke lokasi ambil foto karena melihat sesi tersebut belum dimulai. Sementara beberapa calon wisudawan meminta foto bersama yang tentu saja tidak bisa saya tolak. Tidak ada yang memberi tahu saya bahwa sesi itu akan dimulai, hingga kemudian ketua dan wakil ketua bidang akademik memanggil begitu keduanya melihat saya. 

Apapun yang terjadi hari itu, setidaknya saya memiliki sesuatu yang layak untuk disyukuri, karena saya masih diberi kesempatan oleh Allah untuk membantu lembaga pendidikan tempat saya bekerja mendapatkan sumber biaya pendidikan eksternal dan membantu alumni mendapatkan KTA yang merupakan wujud sumpahnya untuk berkontribusi kepada masyarakat internal dan eksternal kampus. Dan saya menganggap pekerjaan tersebut sebagai bagian dari tugas jabatan, dan bagian pengabdian saya selaku alumni. 

Mungkin bagi sebagian orang, saya bukanlah orang yang layak untuk mendapatkan sangkaan baik atau kepercayaan bahwa seluruh tindakan yang saya perbuat untuk almamater itu bernilai. Karenanya semua feed back buruk dari keputusan atau tindakan yang saya lakukan harus dapat saya terima dengan tanpa merasa sakit, karena untuk sesuatu yang maslahat saya harus rela mengorbankan diri.

Setidaknya saya memiliki niat, rencana, dan tindakan dengan tujuan yang baik. Dan sebaik-baiknya orang adalah yang memberi kemaslahatan bagi orang banyak walau jalan yang ditempuh penuh dengan duri. Saya tidak perlu menuntut orang yang tidak tahu untuk faham atau bersangka baik.

Dan saya bersumpah untuk tetap menjadi alumni yang perduli dengan almamaternya, walau mungkin ada orang yang tidak suka. 

0 komentar :

Posting Komentar

Terima kasih atas kunjungan dan komentarnya