Dosen adalah pendidik profesional dan ilmuwan dengan tugas utama mentransformasikan, mengembangkan, dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan, teknologi melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat (Permendikbud 49/2014 Pasal 1:14)

Sekolah Tinggi Teknologi Garut

Diselenggarakan mulai tahun 1991 dan bernaung di bawah Yayasan Al-Musaddadiyah. http://www.sttgarut.ac.id/

Program Studi Teknik Informatika

Berdiri pada tanggal 30 Juni 1998 dan terakreditasi B. http://informatika.sttgarut.ac.id/

Rinda Cahyana

Dosen PNS Kementrian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi, dpk Sekolah Tinggi Teknologi Garut sejak tahun 2005

31 Desember 2019

Peluncuran Garut Command Center


Kemarin, tanggal 30 Desember 2019, saya menerima kiriman berkas pdf dari Sekdiskominfo Garut. Berkas tersebut adalah surat undangan untuk menghadiri peluncuran GCC (Garut Command Center). Fasilitas tersebut merupakan mimpi lama yang sempat mengisi perbincangan di Diskominfo Garut. Dalam kesempatan Festival TIK di Sabuga ITB, Ridwan Kamil yang saat itu masih menjabat sebagai Walikota Bandung menyampaikan bahwa pemerintahan yg dipimpinnya siap menghibahkan software penunjang Command Center untuk semua kabupaten/kota di Jawa Barat. Pernyataan tersebut membuat saya mendorong rekan-rekan di Diskominfo Garut untuk menindaklanjutinya.

Surat undangan dari Sekdiskominfo Garut tersebut saya teruskan kepada ketua pengurus Relawan TIK Garut. Saya menyarankan agar Muhammad Rikza Nasrulloh selaku ketua pengurus Relawan TIK Garut untuk menugaskan ketua pengurus Relawan TIK Sekolah Tinggi Teknologi Garut bila berhalangan hadir. Akhirnya Zoel Hilmi selaku ketua pengurus Relawan TIK Sekolah Tinggi Teknologi Garut ditugaskan untuk menghadiri acara tersebut mewakili Relawan TIK Indonesia. 

Hari Minggu pagi tadi, tanggal 31 Desember 2019, anak bungsu memanggil saya yang sedang mengecat dinding rumah; ada panggilan telpon yang harus dijawab. Ternyata Kabid Egov Diskominfo Garut yang menghubungi. Beliau menginformasikan kembali acara peluncuran GCC hari ini. Beliau mengajak saya dan anggota Komunitas / Relawan TIK Garut lainnya untuk datang beramai-ramai menghadiri acara tersebut. Beliau juga menyampaikan bahwa perwakilan dari Sekolah Tinggi Teknologi Garut belum ada yang hadir di lokasi acara.

Saya pun bergegas ke kamar mandi dan berangkat ke lokasi acara di Pendopo Garut. Di sana nampak Zoel sudah duduk mengenakan seragam PDL Relawan TIK Sekolah Tinggi Teknologi Garut.


Acara pembukaan berlangsung singkat. Bupati, wakil Bupati, dan sejumlah pimpinan SKPD langsung menuju GCC bantuan Pemerintah Provinsi Jawa Barat tersebut. Saya dengan Zoel ikut serta menuju gedung GCC yg terletak di samping aula Pendopo. Kami menyapa Rektor Universitas Garut yang baru selesai berfoto bersama. Beliau meminta kami untuk mempelajari jaringan yang terpasang di GCC.

Di lokasi saya menyapa kepala Dinas Koperasi dan UMKM Garut, sekalian melaporkan pelaksanaan Kursus Bina Usaha yang telah selesai dilaksanakan. Sekretaris BAPPEDA Garut datang menghampiri dan menyampaikan gagasannya terkait Musrenbang Online yang dapat dilaksanakan di GCC. Kebetulan saya dulu membantu VMeet dan BAPPEDA Garut dalam penyelenggaraan kegiatan tersebut. Saya melihat aplikasi VMeet dipasang di GCC sebagai alat komunikasi.

Setelah rombongan Bupati meninggalkan lokasi, saya dan Zoel masuk ke dalam GCC. Di dalam ruangan yang dingin tersebut terdapat ruangan rapat yg dipisahkan oleh kaca dengan ruang kendali. Terlihat ada banyak layar monitor yang terpasang di ruang kendali. Hal tersebut mengingatkan saya belasan tahun yang silam saat membangun Network Operation Center di Sekolah Tinggi Teknologi Garut. Saat itu saya meminta kepada kampus agar menyediakan partisi kayu di kantor Unit Sistem Informasi. Di permukaan partisi tersebut saya pasang tiga layar monitor untuk menampilkan CCTV, memonitor status aktif perangkat jaringan, dan memonitor pengguna jaringan. 


Saat beranjak mau pulang, nampak Sekdiskominfo Garut sedang berbincang di ruang pertemuan GCC. Saya duduk di ruangan tersebut setelah beliau memanggil. Beliau meminta agar Relawan TIK dapat terlibat membantu GCC. Saya sampaikan bahwa Relawan TIK di Garut senantiasa siap sedia membantu pemerintah, dan menunggu perintah. Ada tiga bantuan yang bisa diberikan oleh Relawan TIK, yakni layanan pengguna, informasi, dan TIK.

Teringat perbincangan online dengan Prof Suhono Harso Supangkat di mana beliau meminta saya terlibat bila Garut menerapkan Smart City. Saya mengingat ilmu yang beliau sampaikan, bahwa Smart City bukan hanya soal perangkat TIK semata tetapi juga tata kelola di sisi manusianya. Dengan demikian, GCC hanyalah salah satu komponen saja. Untuk mewujudkan Garut Smart City diperlukan komponen lainnya, termasuk di dalamnya adalah sumber daya manusia yang siap memanfaatkan TIK untuk menunjang tata kelola pemerintahan.

Beberapa minggu yang lalu, artikel saya tentang kerangka kerja TIGER Society terbit di IOP. Di dalamnya tersaji matriks saling silang layanan berbasis TIK di antara aktor pariwisata. Layanan tersebutlah yang kelak dapat mengisi GCC untuk meningkatkan kepuasan dan kunjungan wisatawan ke Garut. Pemerintah harus menjadi regulator yang mampu membangun karakter aktor wisata serta membangun industri pariwisata dan industri pendukungnya yang baik dengan memanfaatkan TIK. 

25 Desember 2019

Berharap Keselamatan Bil-Arkan atau Bil-Lisan


Dlm perjalanan malam tadi, 24 Desember 2019, menuju lapak sate Padang yg ada di depan kantor cabang BNI, saya dan istri melewati Gereja yg dijaga oleh banyak aparat di kiri dan kanan bahu jalannya. Nampak di kejauhan dua orang dari ormas Islam ikut menjaga. 

Istri saya bertanya, "Kenapa saat salat Ied (sepanjang pengalaman) tdk ada dari ormas Islam yg berjaga?" 

Saya sampaikan kpdnya apa yg terjadi setelah non muslim ekstrim asal Australia menyerang masjid (di Selandia Baru). Kelompok masyarakat non muslim memutuskan utk menjaga masjid seperti anggota ormas Islam di Indonesia menjaga Gereja. 

Maksud saya, warga sipil turut menjaga rumah ibadah semata utk menghindarkan semua orang yg beribadah di dalamnya dari ancaman keamanan atau kejahatan yg pernah dan masih berpotensi datang. Sebaliknya, rumah ibadah tdk dijaga krn potensi tsb hampir tdk ada. 

Dua orang dari ormas Islam tsb sedang menyatakan selamat natal dgn perbuatan / bil-arkan, di saat sebagian umat Islam seperti saya menyatakannya dlm ucapan / bil-lisan. Selamat yg bermakna harapan keselamatan dari marabahaya; sama sekali tdk ada sangkut pautnya dgn akidah, urusan hubungan dgn manusia semata.

Mencapai Indikator Sakit utk Mendapatkan Hasil


Tengah malam ini, 25 Desember 2019, saya melihat buku Fihi Ma Fihi di rak buku dan tergerak utk melanjutkan bacaan. Buku tsb merupakan prosa karya Jalaluddin Rumi. Hari ini, pasal yg dibaca adalah yg ke-5 tentang Kelahiran yg Sambung Menyambung.

Pasal ini ditutup oleh sajak yg digubah oleh Afdhaluddin al-Khaqani, seakan menyindir kondisi diri ini:

"Jiwa ruhaniah mu kelaparan, sementara raga luar mu kekenyangan. Setan makan dgn rakus sampai muntah, sementara seorang raja bahkan tdk memiliki sepotong roti. Sekarang bertaubatlah, karena Isa-mu sedang berada di bumi. Ketika Isa telah kembali ke langit, maka semua harapan akan sirna".

Isa yg dimaksud dlm konteks pasal 5 menurut pemahaman saya kalau mau dibahasakan secara mudah adalah hasil yg baik, sementara indikator capaiannya diilustrasikan oleh sakit fisik melahirkan yg dirasakan oleh Mariam.

Maulana Rumi mengatakan, "Raga kita bagaikan Mariam dan kita semua memiliki seorang Isa (potensi utk mendapatkan hasil yg baik) dlm diri kita. Kalau kita merasakan sakit (sebagaimana sakitnya Mariam saat akan melahirkan, indikator capaian utk mendapatkan hasil tsb), maka Isa kita akan lahir (hasil tsb akan diperoleh). Namun jika rasa sakit tdk kita rasakan (indikator tdk dicapai), maka Isa akan kembali ke asalnya melalui jalan rahasia yg sama dilaluinya, membiarkan diri kita hampa tanpa ada yg kita dapatkan darinya (tdk mendapatkan hasilnya)".

24 Desember 2019

Keramahtamahan adalah Syiar Agama dan Perekat Persatuan


Sewaktu kecil dulu, sepulang dari salat ied dari alun-alun Pemda Subang, saya & jemaah salat ied lainnya melewati Gereja yg terletak di jalan cagak dekat studio radio Benteng Pancasila. Terlihat jemaah Gereja yg kebanyakan anak-anak berdiri di depan gerbang menghadap ke arah kami. Saya perhatikan wajahnya berseri-seri, tetapi tdk ada interaksi di antara jemaah, semisal saling sapa. Nampak sebagian jemaah salat Ied tdk memperdulikannya.

Mungkin saja jemaah Gereja itu ingin menyampaikan ucapan selamat Ied, tetapi kondisinya tdk memungkinkan. Mungkin juga ada sebagian kalangan muslim yg menganggap keberadaan jemaah Gereja di depan gerbang sebagai syiar agama. Dan setelah dewasa, saya memahami bahwa memang yg dilakukan oleh jemaah Gereja tsb adalah syiar agama, menunjukan bahwa agama Kristen yg mereka ikuti mengajarkan sikap keramahtamahan. Dan kita sebagai muslim seharusnya juga mensyiarkan agama dgn menyambut keramahtamahan tsb. 

Tdk perlu ada kekhawatiran dgn syiar agama, sebab yg memberi petunjuk adalah Allah, bukan manusia. Keramahtamahan sebagai bagian dari syiar agama dapat merekatkan masyarakat kita sehingga terwujud persatuan Indonesia. Khabib Nurmagomedov berkata, bahwa non muslim tdk membaca Quran dan Hadits, mereka membaca diri kita. Maka jadilah kita cerminan Islam yg baik.


20 Desember 2019

Polisi juga Manusia


Sore tadi lewat perempatan Asia dari arah toserba Asia mengarah ke Wohap, sengaja mau singgah di toko elektronik sekitaran toko Wohap. Nampak di perempatan seorang Polisi tengah mengatur lalu lintas. Setelah melewatinya beberapa meter, saya lihat ada kendaraan yg mau keluar dari parkiran. Saya pun menginjak rem dan menyalakan lampu tanda kiri dgn maksud mau mengisi ruang parkir yg akan ditinggalkan kendaraan tsb. Juru parkir nampaknya sudah mengerti maksud saya. 

Dari spion tengah saya lihat polisi pengatur lalu lintas tsb memperhatikan dgn roman wajah yg kesal. Lalu polisi tersebut menghampiri dan berdiri di depan ruang parkir tersebut. Saya memberi isyarat kpd polisinya kalau saya hendak parkir di area yg dihalanginya tersebut. Juru parkir berkumis pun ikut menyampaikan maksud saya ke polisinya. Tapi polisinya memberi isyarat supaya saya terus jalan. Dgn kebingungan saya pun mematikan lampu tanda kiri dan menjalankan kembali mobil. Setelah berjalan berapa meter, saya memberi isyarat ke juru parkir di depan, lalu saya diarahkan ke area parkir yg kosong. 

Saya memikirkan kejadian tsb sepanjang jalan seusai dari toko elektronik, mencoba memahami letak masalahnya ada di mana. Kalau dianggap saya tdk boleh parkir di area sana, tapi di sana ada juru parkir dan banyak kendaraan yg terparkir. Padahal saya bisa masuk ke area parkir bersamaan dgn sampainya polisi tsb di depan kendaraan saya yg mau parkir. 

Setelah memutari bunderan Suci dan mengarah kembali ke jln Ahmad Yani, saya berpapasan dgn polisi tadi yg tengah dibonceng rekannya naik kendaraan roda dua. Nampak ia tengah berbincang dgn rekannya tsb. Saya pun tersenyum melihat wajahnya. Ah, mungkin saja suasana hatinya saat itu sedang tdk baik, dan hal tsb sangat manusiawi. Semoga suasana hati polisinya esok hari kembali berseri-seri ๐Ÿ˜Š

18 Desember 2019

Kondisi yang Lebih Buruk dari Setan

Sumber gambar anonim dari media sosial

Beberapa waktu yang lalu, ada kejadian viral di media sosial yang membuat pandangan ini menjadi lebih terbuka lebar melihat keberadaan kelompok takfiri yang semangat berislamnya berlebih, namun defisit ilmu, suka mengkafirkan dan mencaci maki sesama muslim. Salah satu media masa merilis video di media sosial yang menanyangkan kronologis kejadiannya sebagai berikut:


  
Ada banyak komentar netizen di media sosial terkait kejadian tersebut. Ada yang mendukung orang yang mempersekusi, dan ada juga yang mendukung orang yang dipersekusi. Tulisan ini saya buat tidak dengan maksud membela siapapun, tetapi mencoba untuk memahami salah satu komentar netizen yang mengatakan orang yang dipersekusi tersebut adalah setan sebab dianggap takut mengucapkan takbir.

Dasar dari komentar netizen tersebut adalah hadits Nabi SAW berikut ini:

ุฅِุฐَุง ู†ُูˆุฏِูŠَ ู„ِู„ุตَّู„َุงุฉِ ุฃَุฏْุจَุฑَ ุงู„ุดَّูŠْุทَุงู†ُ ูˆَู„َู‡ُ ุถُุฑَุงุทٌ ุญَุชَّู‰ ู„َุง ูŠَุณْู…َุนَ ุงู„ุชَّุฃْุฐِูŠู†َ

“Apabila panggilan shalat (adzan) dikumandangkan maka setan akan lari sambil kentut hingga dia tidak mendengarkan adzan lagi” (HR. Bukhari dan Muslim)

Menurut Syaikh Majdi Abdul Wahab al-Ahmad dalam Syarah Hisnul Muslim, kondisi setan tersebut disebabkan karena ketakutan. Setan tidak bisa menguasai dirinya dalam ketakutan tersebut sehingga saluran seni dan kotorannya terbuka. Sangat sering kita mendapatkan orang yang sangat ketakutan tidak bisa menahan diri sehingga terkencing-kencing.

Berdasarkan hadits tersebut, indikator capaian batin yang harus dipenuhi untuk mengidentifikasi seseorang sebagai setan adalah ketakutan dan menjauh dari Allah. Indikator capaian lahirnya adalah berhadas kecil. Menyimak dari video tersebut, orang yang dipersekusi sama sekali tidak mencapai dua indikator tersebut. Ia sama sekali tidak menjauhi Allah, apalagi sampai berhadas kecil. Orang yang dipersekusi menolak mengucapkan takbir yang dimintakan oleh orang yang mempersekusinya untuk membuktikan keislamannya bukan karena tidak bisa ber-takbir atau takut, tetapi karena adanya ilmu yang mencegahnya. Dikatakan olehnya kepada orang yang mempersekusinya, bahwa keislaman itu ditunjukan bukan oleh takbir tetapi oleh syahadatain. Ia mengatakan penjelasan tersebut dengan tenang, tidak seemosi orang yang mempersekusinya. Dengan demikian gugurlah tuduhan netizen yang mengatakan orang yang dipersekusi itu adalah setan, sebab tidak ada satupun indikator capaiannya yang terpenuhi. 

Indikator takut, bukan hanya menjadi pengenal setan, tetapi juga orang beriman. Hanya saja bedanya, setan dalam takutnya menjauhi Allah, sementara orang beriman dalam takutnya mendekati Allah. Indikator takutnya orang beriman adalah bergetar hati. Allah SWT berfirman:

ุฅِู†َّู…َุง ุงู„ْู…ُุคْู…ِู†ُูˆู†َ ุงู„َّุฐِูŠู†َ ุฅِุฐَุง ุฐُูƒِุฑَ ุงู„ู„َّู‡ُ ูˆَุฌِู„َุชْ ู‚ُู„ُูˆุจُู‡ُู…ْ ูˆَุฅِุฐَุง ุชُู„ِูŠَุชْ ุนَู„َูŠْู‡ِู…ْ ุขูŠَุงุชُู‡ُ ุฒَุงุฏَุชْู‡ُู…ْ ุฅِูŠู…َุงู†ًุง ูˆَุนَู„َู‰ٰ ุฑَุจِّู‡ِู…ْ ูŠَุชَูˆَูƒَّู„ُูˆู†َ

“Orang-orang yang beriman itu adalah orang-orang yang apabila disebutkan nama Allah maka bergetarlah hati mereka. Apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat-Nya maka bertambahlah keimanan mereka. Dan mereka hanya bertawakal kepada Rabb mereka.” (QS. al-Anfal: 2)

Imam Ibnu Katsir r.m. menjelaskan maksud dari ungkapan ‘bergetarlah hati mereka’ demikian: “Yaitu mereka merasa takut kepada-Nya sehingga mereka pun melaksanakan apa yang diperintahkan-Nya dan meninggalkan apa yang dilarang oleh-Nya.” (Tafsir al-Qur’an al-’Azhim 4/11)

Berbeda dengan setan yang ketakutannya sampai membuat dirinya tidak bisa menahan diri dan berhadas, orang beriman merasa tenang dalam ketakutannya karena mendekat kepada Allah.


ุงู„َّุฐِูŠู†َ ุขู…َู†ُูˆุง ูˆَุชَุทْู…َุฆِู†ُّ ู‚ُู„ُูˆุจُู‡ُู…ْ ุจِุฐِูƒْุฑِ ุงู„ู„َّู‡ِ ۗ ุฃَู„َุง ุจِุฐِูƒْุฑِ ุงู„ู„َّู‡ِ ุชَุทْู…َุฆِู†ُّ ุงู„ْู‚ُู„ُูˆุจُ


"Orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan berzikir (mengingat) Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram” (QS. ar-Ra’du: 28).

Dari video tersebut kita menyaksikan bahwa di antara keduanya yang mengucapkan takbir hanyalah orang yang mempersekusi. Ucapan takbir adalah salah satu dari sekian banyak dzikrullah yang biasa diucapkan orang beriman.

ุนَู†ْ ุณَู…ُุฑَุฉَ ุจْู†ِ ุฌُู†ْุฏَุจٍ ู‚َุงู„َ ู‚َุงู„َ ุฑَุณُูˆู„ُ ุงู„ู„َّู‡ِ -ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู…- « ุฃَุญَุจُّ ุงู„ْูƒَู„ุงَู…ِ ุฅِู„َู‰ ุงู„ู„َّู‡ِ ุฃَุฑْุจَุนٌ ุณُุจْุญَุงู†َ ุงู„ู„َّู‡ِ ูˆَุงู„ْุญَู…ْุฏُ ู„ِู„َّู‡ِ ูˆَู„ุงَ ุฅِู„َู‡َ ุฅِู„ุงَّ ุงู„ู„َّู‡ُ ูˆَุงู„ู„َّู‡ُ ุฃَูƒْุจَุฑُ. ู„ุงَ ูŠَุถُุฑُّูƒَ ุจَุฃَูŠِّู‡ِู†َّ ุจَุฏَุฃْุชَ.

Dari Samuroh bin Jundub, ia berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Ada empat ucapan yang paling disukai oleh Allah: (1) Subhanallah, (2) Alhamdulillah, (3) Laa ilaaha illallah, dan (4) Allahu Akbar. Tidak berdosa bagimu dengan mana saja kamu memulai” (HR. Muslim: 2137).

Tetapi indikator capaian orang beriman saat mengingat Allah adalah takut kepada Allah dan mendekat kepada Nya dengan memenuhi perintah Nya dan menjauhi larangan Nya dalam keadaan yang tenang. Kondiri orang yang mempersekusi sama sekali tidak demikian, ia mengucapkan takbir, tidak takut dengan takbir tersebut, namun menjauhi Allah. Penyebab ia menjauhi Allah adalah karena melanggar perintah dari Allah untuk menaati Rasul-Nya.

ูŠَุง ุฃَูŠُّู‡َุง ุงู„َّุฐِูŠู†َ ุขู…َู†ُูˆุง ุฃَุทِูŠุนُูˆุง ุงู„ู„َّู€ู‡َ ูˆَุฃَุทِูŠุนُูˆุง ุงู„ุฑَّุณُูˆู„َ ูˆَุฃُูˆู„ِูŠ ุงู„ْุฃَู…ْุฑِ ู…ِู†ูƒُู…ْ ۖ ูَุฅِู† ุชَู†َุงุฒَุนْุชُู…ْ ูِูŠ ุดَูŠْุกٍ ูَุฑُุฏُّูˆู‡ُ ุฅِู„َู‰ ุงู„ู„َّู€ู‡ِ ูˆَุงู„ุฑَّุณُูˆู„ِ ุฅِู† ูƒُู†ุชُู…ْ ุชُุคْู…ِู†ُูˆู†َ ุจِุงู„ู„َّู€ู‡ِ ูˆَุงู„ْูŠَูˆْู…ِ ุงู„ْุขุฎِุฑِ ۚ ุฐَٰู„ِูƒَ ุฎَูŠْุฑٌ ูˆَุฃَุญْุณَู†ُ ุชَุฃْูˆِูŠู„ًุง

“Wahai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan kepada para pemimpin di antara kamu. Kemudian jika kamu berselisih pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah dan RasulNya, jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari akhir. Yang demikian itu lebih utama dan lebih baik akibatnya.” (QS. an-Nisa: 59)

Perintah mana yang dilanggar orang yang mempersekusi tersebut? Dari video tersebut kita melihat beberapa pelanggaran, yakni tidak mau menyelesaikan perselisihan dengan mengembalikannya kepada Allah dan Rasul-Nya, malah mengkafirkan muslim, menyebut muslim dengan nama hewan. Padahal orang yang dipersekusi telah berusaha menghentikan perselisihan dengan menjelaskan syahadatain sebagai tanda keislaman sebagaimana yang disampaikan oleh baginda Nabi SAW,

ุงู„ุฅِุณْู„َุงู…ُ ุฃَู†ْ ุชَุดْู‡َุฏَ ุฃَู†ْ ู„ุงَ ุฅِู„َู‡َ ุฅِู„ุงَّ ุงู„ู„ู‡ُ ูˆَุฃَู†َّ ู…ُุญَู…َّุฏًุง ุฑَุณُูˆْู„ُ ุงู„ู„ู‡ِ ، ูˆَุชُู‚ِูŠْู…َ ุงู„ุตَّู„ุงَุฉَ ، ูˆَุชُุคْุชِูŠَ ุงู„ุฒَّูƒَุงุฉَ ، ูˆَุชَุตُูˆْู…َ ุฑَู…َุถَุงู†َ ، ูˆَุชَุญُุฌَّ ุงู„ุจَูŠْุชَ ุฅِู†ِ ุงุณْุชَุทَุนْุชَ ุฅِู„َูŠْู‡ِ ุณَุจِูŠْู„ุงً .

“Islam itu engkau bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Allah dan sesungguhnya Muhammad itu utusan Allah, engkau mendirikan shalat, mengeluarkan zakat, berpuasa pada bulan Ramadhan dan mengerjakan ibadah haji ke Baitullah jika engkau mampu melakukannya.” (penggalan HR. Muslim: 8)

Berikut ini dalil yang menjelaskan pelanggaran orang yang mempersekusi:

ู„ุงَ ูŠَุฑْู…ِูŠ ุฑَุฌُู„ٌ ุฑَุฌُู„ًุง ุจِุงู„ูُุณُูˆู‚ِ، ูˆَู„ุงَ ูŠَุฑْู…ِูŠู‡ِ ุจِุงู„ูƒُูْุฑِ، ุฅِู„َّุง ุงุฑْุชَุฏَّุชْ ุนَู„َูŠْู‡ِ، ุฅِู†ْ ู„َู…ْ ูŠَูƒُู†ْ ุตَุงุญِุจُู‡ُ ูƒَุฐَู„ِูƒَ

“Janganlah seseorang menuduh orang lain dengan tuduhan fasik dan jangan pula menuduhnya dengan tuduhan kafir, karena tuduhan itu akan kembali kepada dirinya sendiri jika orang lain tersebut tidak sebagaimana yang dia tuduhkan.” (HR. Bukhari no. 6045)

ุณِุจَุงุจُ ุงู„ู…ُุณْู„ِู…ِ ูُุณُูˆู‚ٌ، ูˆَู‚ِุชَุงู„ُู‡ُ ูƒُูْุฑٌ

“Mencela seorang muslim adalah kefasikan (dosa besar), dan memerangi mereka adalah kekafiran.” (HR. Bukhari no. 48 dan Muslim no. 64)

Menurut imam an-Nawawi asy-Syafi’i r.m.,

ูˆู…ู† ุงู„ุฃู„ูุงุธ ุงู„ู…ุฐู…ูˆู…ุฉ ุงู„ู…ุณุชุนู…ู„ุฉ ููŠ ุงู„ุนุงุฏุฉ ู‚ูˆู„ู‡ ู„ู…ู† ูŠุฎุงุตู…ู‡، ูŠุง ุญู…ุงุฑ ! ูŠุง ุชูŠุณ ! ูŠุง ูƒู„ุจ ! ูˆู†ุญูˆ ุฐู„ูƒ؛ ูู‡ุฐุง ู‚ุจูŠุญ ู„ูˆุฌู‡ูŠู† : ุฃุญุฏู‡ู…ุง ุฃู†ู‡ ูƒุฐุจ، ูˆุงู„ุขุฎุฑ ุฃู†ู‡ ุฅูŠุฐุงุก؛ ูˆู‡ุฐุง ุจุฎู„ุงู ู‚ูˆู„ู‡ : ูŠุง ุธุงู„ู… ! ูˆู†ุญูˆู‡، ูุฅู† ุฐู„ูƒ ูŠُุณุงู…ุญ ุจู‡ ู„ุถุฑูˆุฑุฉ ุงู„ู…ุฎุงุตู…ุฉ، ู…ุน ุฃู†ู‡ ูŠุตุฏู‚ ุบุงู„ุจุงً، ูู‚ู„ّ ุฅู†ุณุงู†ٌ ุฅู„ุง ูˆู‡ูˆ ุธุงู„ู…

“Termasuk di antara kalimat yang tercela yang umum dipergunakan dalam perkataan seseorang kepada lawannya (adalah ucapan), 'Wahai keledai!', 'Wahai kambing hutan!', 'Hai anjing!', dan ucapan semacam itu. Ucapan semacam ini sangat jelek ditinjau dari dua sisi. Pertama, karena itu ucapan dusta. Ke dua, karena ucapan itu akan menyakiti saudaranya".

Sampai di sini kita mengidentifikasi tiga indikator capaian yang menggambarkan jati diri seseorang: 1) Takut dan menjauh dari Allah; 2) Takut dan mendekat kepada Allah; dan 3) Tidak takut dan menjauh dari Allah. Indikator capaian batin yang pertama menggambarkan jati diri setan; yang kedua menggambarkan jati diri orang beriman; dan yang ketiga menggambarkan jati diri yang lebih buruk dari setan. Seseorang yang mengucapkan takbir atau membawa bendera berlafadz syahadatain atau kondisi lainnya yang serupa, bila tidak membuatnya tercegah dari melanggar perintah Allah atau Rasul Nya, maka kondisinya lebih buruk dari setan; sebab dzikrullah tidak menyebabkannya dirinya menjadi takut dan mendekati Allah.

Semoga Allah menjauhkan kita semua dari kondisi buruk, mengangkat kita dari kondisi buruk ke kondisi baik, menjadikan segala kejadian sebagai pelajaran yang bermanfaat, membantu kita untuk memperbaiki akhlak agar menjadi lebih saleh lagi. Amin. Nabi SAW bersabda,

ุฅِู†َّู…َุง ุจُุนِุซْุชُ ู„ุฃُุชَู…ِّู…َ ู…َูƒَุงุฑِู…َ ุงู„ุฃَุฎْู„ุงู‚ِ

“Sesungguhnya aku diutus hanya untuk menyempurnakan keshalihan akhlak.” (HR. Al-Baihaqi).




02 Desember 2019

Jalan Beramal Relawan Teknologi Informasi


Memutuskan utk menjadi relawan teknologi informasi bagi kampus pada awalnya didorong oleh niat utk membersihkan diri dengan amal kebaikan membantu sesama melalui pelayanan relawan secara berjenjang, mulai dari: 1) belajar ilmu pelayanan relawan, 2) mengajarkan kembali apa yg dipelajari sambil ikut membantu pelayanan relawan, 3) mengelola pelayanan relawan (informasi, pengguna, dan teknologi), dan 4) merintis basis relawan baru di luar kampus seraya mengelola kegiatan usaha yg bisa menghidupi pelayanan relawan. Bila dikaitkan dengan piramida pelayanan yang diformulasikan pada tahun 2009, tahapan 1 dan 2 berada pada lapisan Education; tahapan 3 berada pada lapisan Dedication; dan tahapan 4 berada pada lapisan Donation

Jenjang tsb sama sekali bukan jalan pensucian yg biasa ditapaki oleh kalangan ahli pensucian diri. Menurut Haromain, jalan pensucian kaum sufi di antaranya: 1) mengajarkan ilmu kepada manusia; 2) memperbanyak wirid; 3) melayani ulama fikih dan kaum sufi; 4) berusaha di mana hasilnya kemudian dsedekahkan. Walau demikian, sezarah kebaikan itu bisa membersihkan diri bila dilakukan dengan niat dan cara yang baik dan benar. Relawan teknologi informasi yang ingin mensucikan diri selalu menjaga niat dan cara pelayanannya, seraya tetap berusaha menautkan hatinya kepada Tuhan yang diharapkan ridha Nya.

19 November 2019

Minecraft dan Lego


Minecraft dan Lego pada dasarnya merupakan permainan serupa, di mana anak dapat membangun apa yang difikirkannya dengan balok-balok yang tersedia. Tentunya program aplikasi Minecraft lebih murah dibandingkan Lego, di mana anak dapat mewujudkan dunia yang difikirkannya seluas-luasnya tanpa khawatir balok-baloknya habis. 

Saat anak berusaha memasang atau memainkan game GTA yg banyak dimainkan oleh anak lainnya, saya melarangnya dgn tegas. Game tsb tdk dirancang utk anak seusia mereka. Bila mereka memerlukan game, saya hanya mengizinkan sekian jam dalam seminggu utk memainkan Minecraft. Saya sangat mendukung mereka membeli dan memainkan Lego yg membangun kemampuan motoriknya.

Phys.org sebagaiman dikutip oleh Tirto menyatakan bahwa ketika seseorang bermain Minecraft atau video gim yang membutuhkan kreativitas, pemain secara psikologis dibimbing masuk ke “flow state” atau “the zone,” yakni kondisi di mana otak manusia sangat kondusif untuk belajar.

Saat sekolah di TK PTPN XIII Wangunreja dulu, saya mengagumi miniatur bangunan di atas meja yg dibuat dari susunan balok-balok kayu. Sesekali saya dengan teman berusaha membangunnya. Karena di rumah tidak ada mainan seperti itu, saya mengganti balok-baloknya dgn kaset-kaset milik orang tua. Dengan kaset itu saya membuat rumah. Saya juga menggunakan kartu domino untuk membuat rumahnya. Banyak case kaset yang belah karena sering dimainkan.

Saya dan Almamater


Saat kuliah program sarjana dulu, saya menghabiskan waktu dgn membaca aurod dan buku serta menulis buletin. Melalui buletin tsb saya membagikan kutipan dari buku yg dianggap bermanfaat, sebagai tambahan pengetahuan bagi orang lain ataupun masukan utk kampus. Di antara masukan yg berbuah aturan kampus adalah artikel yg berjudul Menggunungkan Ilmu. Aturannya mewajibkan setiap calon wisudawan utk menyumbangkan buku ke perpustakaan.

Di tengah keasikan tsb, saya diminta oleh ketua prodi Informatika utk membantu koordinator Laboratorium Komputer dlm urusan penanganan perangkat komputer dan jaringan. Saat itu saya menerima permintaan tsb dgn harapan agar segala bantuan yg diberikan dapat menjadi jalan pensucian diri, berbuah pahala kebaikan dan terhapusnya dosa.

Rupanya penanganan perangkat tsb menyita waktu sehingga intensitas aurod, membaca dan menulis saya menjadi menurun. Buletin yg biasanya terbit setiap bulan kini menjadi tdk terbit lagi. Tetapi saya menerima manfaat pengalaman lapangan yg tdk diperoleh di kelas. Berkat pengalaman itu dulu saya diterima kerja sebagai staf IT di Jakpus selepas lulus.

Itulah saat pertama saya melaksanakan kegiatan pengabdian kpd almamater. Dgn niat memajukan TIK almamater, saya bangun infrastruktur TIK kampus secara sukarela. Kegiatan berbagi pengetahuannya disajikan dlm bentuk seminar dan pelatihan yg diikuti oleh adik tingkat. Ketua kampus sangat senang dgn kontribusi saya baik gagasan PUSTEKOM ataupun proyek pengembangan infrastruktur TIK kampus sukarela yg saya kerjakan. Beliau selalu telp saya bila ada kebutuhan TIK baru di kampus.

Selepas lulus, saya tdk segera pulang kampung. Dlm perjalanan ke luar kompleks saya dipanggil oleh ketua kampus. Beliau menanyakan perihal rencana kerja saya dan menawarkan utk bisa bergabung di almamater. Saat itu saya tdk memberi kepastian, krn dlm benak ini blm terfikir apakah saya masih lama di Garut atau tdk. Hingga kemudian ketua prodi mendatangi saya ke Laboratorium dan meminta kesediaan saya utk diplot menjadi asisten responsi mata kuliah. Saat itu saya menyatakan kesediaan tetapi dgn memohon pengertian beliau bila suatu saat saya berhenti di tengah jalan krn hrs pulang kampung.

Itulah saat pertama kali saya menjadi pegawai di kampus almamater. Beberapa saat setelah menjalani tugas asisten responsi tsb saya berkata dlm hati, bahwa niat saya bukan utk membantu ketua kampus, tetapi berkhidmat kpd pendiri yayasannya, yakni Prof KH Anwar Musaddad.

Dlm perjalanan berkhidmat tsb, saya sangat menikmati proyek relawan terkait pengembangan infrastruktur TIK yg melibatkan adik2 tingkat beberapa angkatan, hingga terlahir Unit Pelaksana Teknis Sistem Informasi dan Organisasi Mahasiswanya yg bernama Komunitas TIK selaku inkubator SDM relawan. Beasiswa kampus utk studi S2 saya manfaatkan sebaik mungkin utk memahami sistem informasi, dan berakhir dgn hasil berupa organisasi Unit Sistem Informasi yg disahkan oleh kampus pd tahun 2008. Renstra nya adalah hasil tugas mata kuliah.

Biaya pengembangan sejumlah aplikasi Sistem Informasi kampus selama lebih dari 7 thn hanya saya mintakan 10% nya saja kpd kampus, dgn biaya pemeliharaan gratis setiap bulannya. Beberapa malah 0% alias gratis, demi almamater tercinta. Semangat berkhidmat itu saya pelihara dgn serius. Energi, fikiran, kemampuan, waktu, dan terkadang uang saya berikan kpd almamater dan demi almamater. Saya adalah mahasiswa dan alumni yg merasa sadar bila almamater ini maju tdk dgn sikap saya yg berpangku tangan atau menuntut, tetapi dgn berbuat banyak.

Saya merasa bersyukur dapat mengenal sosok pendiri yayasan lebih dalam saat membantu pembuatan konten grafis dan pemodelan dlm proses pengerjaan buku biografi beliau. Dan puncaknya, saya berhasil menuangkan pemahaman pribadi atas pemikiran beliau dlm kurikulum prodi yg saya pimpin di penghujung masa kepemimpinan pd tahun 2019.

Akhir-akhir ini saya berfikir, di usia 40 thn ini saya semestinya kembali ke dunia awal yg ditekuni sebelum membantu kampus. Dunia yg dihabiskan dgn membaca dan menulis, tdk dlm posisi sebagai pegawai kampus. Saya melihat dunia tsb lebih menyenangkan dan menenangkan. Saya lebih banyak menginteraksikan pemikiran kpd orang lain dari pada berinteraksi dgn emosi orang lain. Emosi yg kadang menurut saya tdk penting atau tdk perlu, tetapi kenyataannya memang di dunia tsb terlihat seakan penting adanya. Utamanya saya ingin kembali kpd aurod yg dapat menjejakan kaki saya menuju pertemuan dgn sang guru.

Lingkungan Kreatif Sekolah Dasar

Di waktu kecil saya senang memandangi gambar bangunan yg dibuat dgn menggunakan benang wol. Saya mencoba membayangkan bagaimana rupa bangunan dgn menara itu di dunia nyata. Agak horor memang bangunannya. Lukisan wol strimin itu buatan mamah, terpajang di dinding rumah selama waktu saya tumbuh berkembang di sana.


Di masa SD (sekolah dasar) dulu, lingkungan belajarnya sangat mendekatkan saya kpd kegiatan-kegiatan kreatif. Saya menerima stimulus kreatifitas dari siswa SPG, guru, teman, dan buku.

Teringat ada siswa SPG (sekolah pendidikan guru) yg masuk ke kelas kami dan mengenalkan praktik seni. Ada yg menggunakan spirograph sehingga menciptakan bentuk yg menarik. Saya waktu itu sekalipun ingin tapi tdk berhasil membelinya. Ketertarikan kpd bentuk geometri itu terus mempengaruhi saya hingga saat kuliah. Saya begitu antusias saat membaca buku Niclaus Wirth yg menyajikan kode program utk membuat gambar geometris. Membuat grafik sinus dgn mesin menjadi impian saya sejak memainkan kalkulator scientific warisan kakak semasa SMA.

Gambar Ilustrasi

Ada juga siswa SPG yg mengajarkan gambar dgn kombinasi warna. Bentuk akhirnya mirip batik. Saya sangat menikmatinya sehingga berhasil membuat banyak gambar tsb. Sayangnya gambar-gambarnya tdk tersimpan. Tetapi saya masih ingat cara membuatnya sampai sekarang.

Guru SD pun sangat menstimulus kemampuan kami dlm berkerajinan. Dulu kami diajari cara membuat kerajinan dgn bahan berupan papan, paku kecil, dan benang. Dgn bahan tsb kami membuat bentuk sesuai minat. Saat itu saya sangat berusaha membuat bentuk perahu dgn melihat contoh miniatur perahu oleh-oleh dari kakak.

Gambar Ilustrasi

Selain itu kami diajarkan membuat kerajinan dgn menggunakan sabun cuci. Saat itu saya berusaha mengukir sabun berwarna biru tsb utk dapat menyerupai Candi Prambanan. Aktivitas mengukir tsb walau mengasikan tetapi tdk terlalu membuat saya menekuninya. Saya lebih banyak menjadi penikmat saja, termasuk menikmati karya bunga mamah yg dibuat dari sabun mandi.

Gambar Ilustrasi

Pekerjaan yg agak menantang tetapi mengasikan adalah membuat kerajinan dgn bahan ram nyamuk, kawat, adukan semen, dan cat. Saat itu saya berusaha membuat gua lengkap dgn stalaktit dan stalaknit nya, berdasarkan ingatan saat berkunjung ke beberapa gua di Pangandaran.


Kerajinan yg menggunakan cat besi dan air juga saya dapatkan di SD. Kami diajari cara mewarnai kendi tanah. Awalnya air di ember diputar, lalu beberapa cat dituangkan sehingga tercampur dan berpola. Lalu kendinya dicelupkan. Saat itu sedang musim kaos dgn pola warna demikian. Saya dibelikan kaos seperti itu oleh orang tua di pameran pembangunan.

Gambar Ilustrasi

Kerajinan lain berkaitan dgn fisika, dikerjakan secara berkelompok. Jauh sebelum tugas kerajinan tsb, saya adalah anak yg suka bongkar mainan tetapi tdk bisa pasang. Bagian mainan yg menarik perhatian saya adalah dinamo, kabel, dan batere. Saya pernah berusaha membuat pesawat dgn baling2 dari kaleng di rumah teman. Mungkin itu juga yg membuat saya memutuskan utk membuat rumah kincir Amsterdam saat kerja kelompok. Dindingnya dari triplek, rangkanya dari kayu. Kincirnya berputar dgn dinamo.


Selain guru, buku yg dipinjam dari perpustakaan juga menstimulus kerajinan. Teringat saat itu saya berusaha membuat senapan karet sesuai panduan buku kerajinan. Di saat banyak anak sebaya di kampung membuat senapan karet berbahan bambu yg pelatuknya dioperasikan dgn jempol, saya dgn merujuk kpd buku tsb berhasil membuat senapan dari kayu yg pelatuknya dioperasikan dgn telunjuk. Tapi saya juga punya senapan bambu, dgn dua pelatuk, terinsfirasi senapan yg digunakan Rambo yg ada pelontar granatnya.

Gambar Ilustrasi

Anak jaman sekarang sangat mudah menciptakan miniatur kota impiannya dgn aplikasi simcity atau minecraft. Dulu saya pake bungkus kotak obat utk mengadakan gedung2. Didirikan di atas hamparan kardus. Bencana di aplikasi simcity terjadi secara maya, sementara bencana kebakaran di miniatur yg saya buat benar2 krn dibakar api.

Gambar Ilustrasi

Tentang kardus, teringat dulu pernah membuat perahu. Bagian pertama yg dibuat adalah kerangka perahunya. Setelah itu dinding kapalnya, lalu tiangnya. Inilah kerajinan kontruksi monumental yg pernah saya buat saat SD. Hasil belajar otodidak dari buku kerajinan yg dipinjam dari perpustakaan. Ketertarikan thd kerajinan tsb juga dipengaruhi oleh teman bermain di samping rumah yg sangat kreatif membuat beragam mobil dari bungkus rokok dan kardus.

Gambar Ilustrasi

Pengalaman tsb lah yg membuat saya suka agak marah kalau istri mulai ikut campur dgn tugas kerajinan anak, atau anak merasa tdk mampu mengerjakan tugas kerajinan. Dgn pengalaman berkerajinan yg saya miliki, saya meyakini, setiap anak mampu berkerajinan secara mandiri, asal ada minat dan kemauan keras utk belajar.

08 November 2019

Masa Depan Kita Dipengaruhi oleh Lingkungan


Jalan karir seseorang menjadi pendidik sekaligus periset bisa terlihat dari aktivitasnya sedari muda. Salah satunya terlihat pada a Yudi, putera wa Lili di Bandung. Beliau di masa mudanya termasuk pemuda yg sangat menikmati bidang ilmu dan proses belajar. Teringat waktu saya masih kecil dan menginap di rumah uwa, saya melihat di pintu kamarnya ada label "Laboratorium". Dan sepertinya beberapa keping komponen komputer yang saat itu dibersihkannya merupakan objek pembelajaran sepanjang hayatnya di rumah. Hal tersebut di antaranya yg menginsfirasi saya di waktu kecil, sampai saya membuat surat untuk beliau.

Dan sekarang a Yudi sudah menjadi Profesor penuh setelah beberapa tahun menuntaskan studi doktoralnya di Jerman, menjadi Guru Besar Komputasi Fisika di UNPAD. Semoga capaian tersebut kembali menjadi insfirasi buat saya yang kebetulan menapaki jalan karir yg sama.

Beberapa hari sebelumnya, kakaknya a Yudi meninggal dunia. Sekalipun saya sewaktu kecil tidak banyak berinteraksi dengan teh Ida, tetapi saya sangat menikmati interaksi dengan mesin ketiknya. Wa Ety mengizinkan saya menggunakan mesin ketik tersebut.

Dengan dua jari saya ketikan cerita fiksi, hasil imajinasi dari pengalaman bermain dgn a Gigin Destriana di proyek Jalan Tol dekat kompleks Kopo. Setelah itu saya menjadi orang yang sangat terobsesi untuk memiliki mesin ketik. Walau tidak kesampaian sampai sekarang, tetapi hobi menulisnya tersalurkan menjelang ujian akhir SMP dalam bentuk majalah dinding Pramuka, dan saat SMA dalam bentuk tulisan yang dipasang di papan informasi MDBU GMA yang saya pasang sendiri. Keduanya dalam bentuk tulisan tangan.

Saat kuliah di Garut, saya diberi komputer oleh orang tua dengan printer merek Lexmark. Seketika itu hobi menulis saya menjadi-jadi. Setiap bulan saya terbitkan buletin Persepsi dan dipasang di kampus dalam wujud majalah dinding. Kecenderungan kepada bentuk buletin ini mungkin dipengaruhi oleh buletin-buletin Islam yg suka dibawa pulang dari Bogor oleh teh Retti Sulistiawati, dan juga produksi buletin Lembaga Pendidikan dan Dakwahnya mas mas Mury di GMA. Bukan hanya buletin, saya juga membuat beberapa buku yang disebarkan di Garut, Purwakarta, dan Subang melalui teman-teman GMA. Saya pernah membalasi surat-surat dari Lilis dan Mariam, teman GMA, dengan jumlah halaman surat di atas 5 lembar, saking sukanya menulis.

Semua orang di sekitar kita memberi pengaruh bagi masa depan kita. Bersyukurlah bila kita menjadi orang yg memberi pengaruh positif, sebab manfaat tsb menjadi pahala yg tdk putus. Semoga kita menjadi orang yg bermanfaat dan mewarisi pahala tdk terputus dari manfaat ilmu atau apapun yg kita berikan kpd orang lain.

07 November 2019

Pengasuhan Digital dalam Aplikasi Semboyan Pendidikan


Dulu saya diberi tahu bahwa mengasuh anak itu harus ing ngarso sung tulodo; kalau remaja ing madyo mbangun karso; dan kalau dewasa tut wuri handayani. Saya coba jelaskan bagaimana semboyan-semboyan pendidikan tsb diterapkan dalam digital parenting dgn framwork CAKAP.

Ing ngarso sung tulodo bermakna di depan menjadi teladan. Dlm konteks digital parenting, ortu hrs mencontohkan cara pemanfaatan gadget kpd anak dgn peruntukan sesuai usianya dan mengendalikan anak dalam pemanfaatannya agar sesuai contoh yg diberikan. Di antara kendali terpenting adalah terkait lingkup aplikasi dan waktu aksesnya, ortu mendikte kpd anak terkait aplikasi apa saja yg boleh dan kapan waktu penggunaannya. Ortu juga harus dapat melihat perkembangannya sehingga harus membaca riwayat penggunaan gadget nya. Pada fase ini landasan kecerdasan pemanfaatan TIK nya sedang dibangun.

Ing mandyo mbangun karso bermakna di tengah-tengah membangun niat / kemauan. Dlm konteks digital parenting, ortu harus mampu mempengaruhi anaknya yg telah remaja agar dapat menggunakan gadget utk mewujudkan kreativitas positifnya, semisal lebih banyak menggunakan aplikasi pembuat konten dari pada hiburan. Dalam soal pengendalian, ortu masih menjadi sosok penentu aplikasi dan waktu aksesnya, perlu membaca riwayat penggunaan gadget nya utk melihat seberapa berhasil pengaruhnya.

Tut wuri handayani bermakna di belakang memberi motivasi. Dlm konteks digital parenting, ortu harus mulai memotivasi anak nya yg telah dewasa utk terus menekuni kreativitas digitalnya yg terbaik hingga manfaatnya dirasakan oleh orang lain dan diri sendiri. Anaknya hrs memiliki pengalaman produktif berbagi konten hingga mendapatkan keuntungan non provit dan provit dari konten yg dibagikan tsb. Dalam soal pengendalian, ortu sdh mulai mempercayakan pemilihan aplikasi dan penentuan waktu akses nya kpd anak, setelah anaknya mulai menikmati kreativitas digitalnya, menggeser dasar pengawasannya dari riwayat penggunaan gadget menjadi penuturan pengalaman yg disampaikan oleh anak kpd ortu.

05 November 2019

Saya, Celana Cingkrang, Cadar, dan Jubah


CELANA CINGKRANG

Di waktu muda dulu, saya mengharuskan diri mengenakan celana di atas mata kaki. Celananya dilipat sampai di atas mata kaki kalau terlalu panjang, tanpa perduli orang bilang saya baru keluar dari genangan air atau pengikut partai politik tertentu yang tidak saya ikuti. Bertahun-tahun saya demikian karena pengetahuannya baru sampai di sana.

Setelah datang pengetahuan baru, saya tidak lagi merasa khawatir dengan celana yang melebihi mata kaki, kecuali kalau celananya sampai terinjak sepatu. Datangnya pengetahuan baru tersebut tidak membuat saya menyalahkan praktik benar di masa lalu, tetapi memilih salah satu dari dua praktik benar yang ada. Walau demikian, kebiasaan masa lalu masih ada sampai sekarang. Setiap kali salat, tanpa sadar kadang celana ini selalu dilipat sampai di atas mata kaki.


CADAR

Di masa muda pula saya pernah memimpikan memiliki kekasih yg bercadar. Satu tulisan panjang saya buat khusus untuk mempertanyakan sikap muslimah yang tidak menutupi tubuhnya seperti muslimah bercadar. Puncaknya saya bermimpi melihat ibunda Aisyah r.a. dari kejauhan. Saya demikian karena pengetahuannya baru sampai di sana, memahami rasa malu muslimah yang merupakan wujud iman diukur dari seberapa tertutup pakaiannya.

Setelah muncul pengetahuan baru yang memperkaya pengetahuan sebelumnya, saya tidak lagi melihat muslimah itu berbeda, seperti apapun pakaiannya. Cadar tidak lagi masuk dalam syarat calon istri, tanpa bermaksud menempatkan cadar sebagai sesuatu yang tidak penting. Saya memahami bahwa bagi kalangan tertentu, cadar merupakan kewajiban atau sunnah yang harus dihormati oleh semua orang.


JUBAH

Dalam video yang dipublikasikan di Youtube, Buya Syakur mengatakan bahwa pakaian itu (bagian dari) budaya, dan agama itu (terlihat dari) perilaku. Teringat belasan tahun yang silam saat mendiskusikan seragam santri mahasiswa. Beberapa santri mendukung ide pembuatan seragam jubah yg saya usulkan. Usul tsb sepertinya terpengaruh oleh kebiasaan berpakaian di Generasi Muslim al-Muhajirin.

Kemudian ada teman yang menyampaikan pendapatnya kepada saya bahwa beragama itu tidak perlu simbolis. Saya merenungkan perkataan tersebut, hingga akhirnya muncul kesadaran bahwa beragama itu tidak bersandar pada model pakaian yang digunakan. Terserah mau menggunakan model Cina, Arab, atau Nusantara, semua itu tdk menentukan kualitas agama penggunanya. Mengenakan pakaian orang saleh tdk secara otomatis membuat orang menjadi saleh.


22 Oktober 2019

Kisah Santri


Tentunya selalu ada banyak kisah di ponpes yg terekam dlm benak santri. Salah satunya yg masih dikenang adalah seorang santri yg tercebur ke dalam kulah oleh bobot tubuhnya sendiri, lalu ia mencari orang yg mendorongnya ๐Ÿ˜….

Ustadz juga kadang sering membuat kelucuan. Salah satunya adalah saat ustadz Murgo membangunkan santri di waktu fajar. Beliau mendatangi dan mengetuk pintu kobong dgn mengenakan topeng berambut panjang. Santri yg buka pintu langsung kaget ... tapi berakhir tertawa bareng ๐Ÿคฃ

Kisah metafisika juga ada, yaitu saat dua orang santri dlm selisih waktu tertentu melihat penampakan jin wanita berpakaian putih dgn rambut terurai ke depan, saat aktivitas mencuci di malam hari. Dan mereka santai saja ... eh yg satu sepertinya antusias ke hal mistis seperti itu.

Kisah kebersamaan sangat banyak, seperti saat kumpulan santri makan sore bareng di atas pelepah daun pisang direcoki ayam peliharaan ustadz Ukoz ๐Ÿ˜ Tradisi makannya santri Kyai Abuy.

Kisah cinta pastinya ada, seperti santri cinlok sampai menikah atau patah hati, atau santri yg mau dijodohin kyai ๐Ÿ˜

Santri kena ta'zir pastinya ada, seperti santri yg disuruh push-up sama Kyai krn tdk ikut aurod lepas Maghrib ๐Ÿค—.

Santri aktivis juga ada, jarang ada di kobong krn sibuk kegiatan pergerakan mahasiswa di luar ponpes ๐Ÿ’ช. Salah satunya adalah kang Amin yg kasih saran agar tdk usah jalan di tempat ngurusi satu organisasi, segera lulus utk ngurusi organisasi lain.

Santri wirausaha juga ada, buat handycraft dan dijual ke supermarket. Santrinya sekarang sdh jadi Kontraktor tajir. ๐Ÿค‘

Dan satu nasihat ustadz Encep Muhdan yg masih diingat dan mungkin juga didengar oleh santri lainnya adalah agar para santrinya mengenakan daleman sekalipun sdh pakai sarung. Btw, sarungnya santri itu kadang dipake terus dan sebulan gak dicuci ๐Ÿ˜ƒ Makasih kang Asep Saepudin yg sdh ngasih sarung.

17 Oktober 2019

Pentingnya Menjaga Motivasi

Sumber: Amazon

Muhammad Abdul Jawwad dalam karyanya Silsilah at-Tadriib wat Tathwiir adz-Dzaati berkata, bahwa sejumlah studi menunjukan banyaknya SDM tersia-sia krn tdk memperoleh motivasi yg menggali potensi mereka & memanfaatkannya. Hal tsb merupakan kerugian besar bagi organisasi krn mereka sebenarnya baru menggunakan 1-5% dari kemampuan mereka yg sesungguhnya dalam melakukan pekerjaannya.

Beliau menjelaskan bahwa di antara tindakan yg menghilangkan motivasi itu adalah membunuh pemikiran kreatif dan memasung kreativitas dgn bahasa formal atau non formal. Menurut beliau, masyarakat yg tdk memberikan kemudahan kpd orang yg kreatif dan inovatif dlm pekerjaannya akan berhadapan dgn kesulitan. Sebaliknya, memberi kemudahan akan memberi kemajuan bagi masyarakat tsb.

Memberikan motivasi utk menemukan solusi dan memberikan apresiasi terhadap penemuan solusi dapat menghindarkan dari kemandekan berfikir, serta menciptakan iklim yg kondusif bagi kreativitas dan inovasi. Rasulullah SAW membiarkan para sahabatnya utk membuat ijtihad yg berbeda-beda tatkala menghadapi suatu peristiwa.

Suatu ketika Amr bin As r.a ditanya oleh Nabi SAW soal tindakannya melakukan salat dlm keadaan junub. Beliau menjelaskan kpd Nabi SAW bhw beliau khawatir akan celaka krn udara dingin sehingga memilih utk tayamum lalu salat. Beliau menyandarkan pilihannya kpd firman Allah SAW yg artinya, "Dan jgnlah kamu membunuh dirimu, sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kpdmu" (Q.S. an-Nisaa: 29). Menanggapi penjelasan tsb, Nabi SAW hanya tersenyum dan tdk berkata apapun.

Dalam sesi praktikum Manajemen, Muhammad Abdul Jawwad menunjukan beragam bentuk kpd peserta, yakni lingkaran, setengah lingkaran, segi tiga, dls. Peserta diminta utk memilih salah satu bentuk yg paling istimewa.


Pilihan peserta ternyata berbeda-beda. Beliau mengatakan bahwa semua orang telah memilih dgn benar, tidak ada pilihan yg keliru. Semua pilihan benar menurut standar kebenaran yg bergantung pada cara pandang masing-masing.

Namun pemikiran bahwa semua pilihan benar terkadang tdk diterima di kalangan eksakta. Tertanam dalam otaknya bhw di dunia ini hanya ada satu pilihan saja yg benar, hanya ada satu jawaban benar dari soal matematika. Padahal umumnya problematika dunia nyata itu dapat diselesaikan dgn sejumlah alternatif solusi. Beliau mengatakan bahwa keyakinan hanya ada satu jawaban yg benar membuat seseorang berhenti memikirkan alternatif jawaban.

13 Agustus 2019

Proses Skripsi Harus Berdasarkan Rencana Pembelajaran


Sumber Gambar: Palmer

Dijelaskan dalam Permen 44 tahun 2015 tentang SNPT bahwa proses penelitian yang dilaksanakan oleh mahasiswa dalam rangka melaksanakan skripsi meliputi tiga bagian, yakni perencanaan, pelaksanaan, dan pelaporan. Luaran perencanaan akan mengisi bagian 1 hingga 3 skripsi dan berujung pada seminar proposal. Luaran pelaksanaan akan mengisi bagian 4 dan 5 skripsi. Aktivitas pelaporan meliputi penyusunan, serta penilaian skripsi dalam ujian atau sidang skripsi. Skripsi menurut rumusan keterampilan dalam lampiran Permen tersebut adalah deskripsi saintifik. Deskripsi menurut KBBI adalah pemaparan atau penggambaran dengan kata-kata secara jelas dan terperinci. Dengan demikian dalam skripsi tidak boleh hanya menyajikan / menunjukan hasil / data penelitian, tetapi harus ada pembahasan berupa pemaparan jawaban pertanyaan penelitian dan penyelesaian masalah penelitian berdasarkan data penelitian secara jelas dan rinci. 

Karena skripsi merupakan deskripsi saintifik, maka pembelajaran penelitian ini menggunakan pendekatan saintifik. Dalam pendekatan saintifik Mahasiswa mengikuti pembelajaran penelitian sesuai rancangan kegiatan pembelajaran (Rusman, 2015) yang dibuat oleh dosen pembimbing, yang dikenal dengan istilah RKPS (Rencana Kegiatan Pembelajaran Semester). Dengan demikian setiap dosen pembimbing membawa mahasiswa ke dalam proses pembelajaran yang terencana dan bukan terserah mahasiswa maunya apa. Disebutkan dalam Permen tersebut, bahwa hasil penelitian mahasiswa harus memenuhi capaian pembelajaran lulusan yang dituangkan dalam silabus.

Ada indikator capaian pembelajaran yang harus muncul pada peserta didik yang dicapai dengan strategi, metode, dan media tertentu selama satu semester. Absensi mahasiswa dalam proses bimbingan setiap minggunya sama halnya dengan absensi dalam proses pembelajaran mata kuliah lainnya. Untuk menjamin ketercapaian rencana pembelajaran selama satu semester, perguruan tinggi dapat menerapkan aturan yang sama dengan pembelajaran mata kuliah lain, berupa penambahan semester atau nilai E bagi mahasiswa yang bimbingannya selama satu semester kurang dari sekian persen. Aturan tsb dapat membangun perhatian pada mahasiswa untuk memenuhi indikator capaian pembelajaran setiap minggu.  

Menurut Hosnan (2014), pendekatan saintifik adalah suatu proses pembelajaran yang dirancang supaya peserta didik secara aktif mengkonstruk konsep, hukum, atau prinsip melalui kegiatan mengamati, merumuskan masalah, mengajukan/merumuskan hipotesis, mengumpulkan data dengan berbagai teknik, menganalisis data, menarik kesimpulan, dan mengkomunikasikan. Disebutkan dalam rumusan keterampilan umum, bahwa mahasiswa sarjana harus mampu mengambil keputusan secara tepat dalam konteks penyelesaian masalah di bidang keahliannya, berdasarkan analisis data dan informasi. 

12 Agustus 2019

Wisata Digital

Sumber Gambar : Kompas

Pasar Digital kalau diterjemahkan ke dalam bahasa inggris menjadi Digital Market. Tentunya pengertiannya beda dengan Digital Marketing / Pemasaran Digital. Digital marketing adalah istilah terkait teknik promosi menggunakan teknologi digital seperti layanan iklan Google atau Facebook. Kegiatan Digital Marketing bertujuan utk mempromosikan sesuatu menggunakan perangkat digital seperti smartphone dan media sosial. Dalam kompetisi Digital Marketing, pemenangnya adalah dia yang paling sukses mempromosikan sesuatu dengan perangkat digital. Indikatornya misalnya konten promosinya paling banyak disukai atau disiarkan ulang di media sosial.

Agak sulit menemukan pengertian Digital Market. Pengertian yang agak mendekati adalah Electronic Market yang menurut IGI Global merupakan sistem berbasis TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi). TIK adalah teknologi digital karena prinsip kerjanya berdasarkan digit 1 (nyala) dan 0 (mati). Digital Market juga pengertiannya sama dgn Electronic Marketplace atau Online Marketplace yang difahami sebagai pasar yg diwujudkan oleh perangkat digital berupa perangkat lunak e-Commerce yg dijalankan dan diakses melalui internet dengan menggunakan perangkat keras komputer dan diisi oleh banyak penjual. Dengan demikian keberadaan Digital Market dan lapak-lapak penjualnya bukan di dunia nyata tetapi di dunia maya yang hanya bisa diakses dengan cara terhubung ke dalam jaringan / online. Untuk mendapatkan keuntungan dari penjualan di Digital Market diperlukan upaya promosi dengan Digital Marketing. Jika dikompetisikan, Digital Market terbaik adalah misalnya yang jumlah transaksi hariannya paling banyak.

Wisata / Tour adalah bepergian ke suatu tempat; pariwisata / Tours adalah rangkaian wisata; dan kepariwisataan / Tourism adalah segala sesuatu terkait pariwisata. Pasar Wisata Digital dalam bahasa Inggris bisa memiliki dua makna: 1) Pasar Wisata yg diwujudkan dan diakses menggunakan teknologi digital, seperti Traveloka yang menjual beragam jasa wisata; dan 2) Pasar di dunia nyata atau maya yang berisi lapak-lapak yang menawarkan pengalaman Wisata Digital. Ada banyak pengertian Wisata Digital. Di antaranya ada yang menggunakan istilah tersebut untuk perjalanan mengunjungi Digital Startup semisal Gojek berikut enabler dan supporternya. Kita akrab dgn istilah umumnya, yakni kunjungan industri. Yang lainnya menggunakan istilah tersebut untuk wisata menggunakan teknologi digital. 

Pengertian "menggunakan teknologi digital" dapat berarti: 1) Melengkapi pengalaman wisata di dunia nyata dgn perangkat digital, seperti headset yg digunakan pengunjung utk mendengarkan deskripsi spot bersejarah semisal tempat pembantaian milik Khmer Merah; atau 2) Wisatanya bersifat digital, seperti street view nya Google atau virtual tour nya Sejarah Princeton.

Di Garut akan digelar Pasar Wisata Digital. Kita dapat memahaminya dengan pengertian Digital-Tour Market di mana teknologi digital (smartphone dan medsos) digunakan untuk meningkatkan pengalaman wisata. Di dalamnya ada sejumlah lapak Instagramable atau selfie-spot yg menyediakan pengalaman tambahan dgn teknologi digital. Di era milenial ini segala wisata sudah seharusnya menjadi wisata digital. Di era pemerintahan Hindia Belanda dulu, sudah ada peta wisata Garut yang digunakan oleh perusahaan Tours dan Travel di Batavia. Sekarang ini Garut harus punya Digital Tour yg menawarkan wisata secara virtual dengan teknologi digital mengikuti alur peta wisata yang digunakan oleh calon wisatawan sebelum mereka mengunjungi dunia nyatanya.

Seringkali transisi budaya menimbulkan friksi antar kelompok. Digital Migrant seringkali nyinyir dengan kebiasaan selfie Digital Native. Padahal seharusnya mereka ikut melakukan selfie utk memberi manfaat positif kpd orang lain. Tentu saja selalu ada celah utk mendapat dampak negatif sebagai akibat melihat konten selfie, tetapi itu semua sebabnya lebih karena kondisi hati yang belum bebas dari penyakit hati.

25 Mei 2019

Hoax itu Memperdaya

Hari ini pemerintah membuka kembali pembatasan platform media sosial Facebook, Whatsapp, dan Instagram. Pemerintah membatasinya sebagai upaya pencegahan terhadap serangan hoax yang dapat memicu kerusuhan besar pada tanggal 22 Mei 2019. Bahkan hoax itu muncul paska kerusuhan 22 Mei 2019. 

Produsen hoax meracik hoax menggunakan bumbu kalimat keagamaan, dan menyebarkannya untuk memicu emosi netizen dan membangun suasana kebencian kepada pemerintah. Sebagian netizen yang tidak menyukai pemerintah dengan mudah mengalami efek fatamorgana, melihat hoax sebagai kebenaran. Syahwatnya bergembira karena menemukan santapan narasi kebencian kepada pemerintah dalam hoax tersebut. Akalnya tertutup dari menemukan fakta sehingga mengabaikan dugaan buruk yang tersaji dalam hoax.

Di antara hoax yang muncul di grup Whatsapp yang saya ikuti adalah tentang kematian seorang anak setelah dipukuli aparat yang terekam CCTV dan tersebar di media sosial. Belakangan diketahui bahwa pria yang dipukuli aparat itu bukan anak yang dimaksud, dan pria tersebut masih hidup


Narasi berbau agama di dalam hoax tersebut menyebabkan banyak anggota grup tergerak dan mengaminkan do'a. Padahal di dalam do'a tersebut ada permohonan diturunkannya azab. Saya berusaha membongkar betapa narasi dalam hoax tersebut dipenuhi oleh hayalan dan terasa berlebihan.


Saya katakan bahwa kalimat "para pelaku berdalih mereka perusuh" merupakan kalimat sahih bila dalih tersebut telah dinyatakan aparat selaku pelaku pemukulan. Faktanya, Propam baru akan memanggil oknum Brimob yang menjadi pelaku pemukulan. 

Saya katakan bahwa kalimat "Para pendukung penguasa bersorak ramai lewat jari2nya" itu sangat stereotif. Tdk semua pendukung penguasa (dibaca pemerintah atau pak Jokowi) bersikap demikian. Si pembuat hoax juga sok tahu dengan membuat kesimpulan bahwa pendukung penguasa itu berharap dirinya dan keluarganya terbebas dari segala musibah dengan cara memberi dukungan kepada penguasa. 

Bagaimana kita tdk bersikap adil? Teringat firman Tuhan tentang prinsip keadilan, "Wahai orang-orang yang beriman, hendaklah kamu menjadi orang-orang yang selalu menegakkan kebenaran karena Allah, menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah kebencianmu terhadap suatu kaum membuatmu tidak berlaku adil. Berbuat adillah karena ia lebih mendekati ketakwaan. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan” (QS. Al Maa’idah: 8)


Si pembuat hoax menutup narasinya dengan permohonan azab bagi penguasa dan penyokongnya yang dianggapnya telah berlaku dzalim, bukannya mengharap petunjuk agar mereka yang dituduhnya dzalim diberi petunjuk untuk dapat memohon ampun. Mungkin dia tidak tahu kalau Allah SWT tidak akan mengazab selama mereka memohon ampun.

“Allah tidak akan menyiksa mereka selama kamu ada di tengah mereka. Dan Allah tidak akan menghukum mereka, sementara mereka memohon ampun.” (QS. al-Anfal: 33).

Jagalah mulut kita dari memohonkan azab. Tuhan menurunkan petunjuk Nya agar setiap orang dapat kembali & terselamatkan.

Bayangkan, hoax yang mengandung narasi kebencian berdasarkan prasangka buruk kepada penguasa tersebut disebarkan di media sosial. Ada banyak penghuni grup media sosial yang mengaminkan do'a hoax tersebut di bulan Ramadhan. Betapa cepat pahala puasa menguap gara-gara mengaminkan do'a hoax yang membenarkan prasangka buruk kepada penguasa tersebut. Dan betapa si pembuat hoax dan penyebarnya menuai dosa dari setiap orang yang mengaminkan do'a tersebut. Semua kerugian tersebut terjadi saat fakta sebenarnya terkuak, bahwa yang dipukuli itu bukan anak yang meninggal.  

Berkata Bakar bin Abdullah Al-Muzani dalam kitab Tahdzib At-Tahdzib: “Hati-hatilah kalian terhadap perkataan yang sekalipun benar kalian tidak diberi pahala, namun apabila kalian salah kalian berdosa. Perkataan tersebut adalah berprasangka buruk terhadap saudaramu”.

Teman media sosial saya berkata bahwa di dalam hoax tersebut terkandung kebenaran, yakni ada pria yang faktanya memang dipukuli aparat. Saya katakan, bila kebenaran bernilai 1 dan hoax bernilai 0, maka nilai hoax dan kebenaran menurut gerbang logika adalah 0 atau hoax. Artinya kebenaran yang dibumbui hoax adalah hoax. 

Kita semua memang hamba Allah yang tidak sempurna, sering jatuh dalam khilaf dan dosa lantaran terpedaya bisikan hoax dari kalangan jin dan manusia. Semoga Allah melindungi kita dari khilaf dan mengaruniakan istighfar saat termakan hoax. Insya Allah kita akan terhindar dari hukuman Nya setelah kita memohon ampunan kepada Nya. 

Saat saya bersikap adil kepada pemerintah dan melawan hoax yang ditujukan kepada pemerintah, banyak teman menganggap saya tidak melihat kebenaran dengan mata hati. Entah kebenaran seperti apa yang dimaksud, karena saya telah berusaha bersikap adil dan menggunakan hati dengan tidak menutup diri dari fakta kesalahan oknum aparat dan perusuh. Kepadanya saya katakan, "Kebenaran itu hanya nampak jelas dlm pandangan orang yg berpijak pada prinsip keadilan, bukan pada kecenderungan politik partisan". Kebenaran tidak bisa dikooptasi oleh keberpihakan politis.

24 Mei 2019

Bijak Menggunakan VPN Client


VPN (Virtual Private Network) merupakan jaringan aman yang dibangun melalui internet untuk menghubungkan dua jaringan lokal. VPN sekarang ini dikenal sebagai pintu masuk menuju situs web atau konten yang diblokir. Banyak pengguna memasang VPN client pada komputer atau smartphonenya untuk mendapatkan kesempatan akses tersebut. Para penapis konten percaya bahwa masyarakat dapat terhindar dari ancaman situs web atau konten negatif dengan cara memberikan peringatan, membatasi, atau menutup akses di wilayah tertentu. VPN dapat membuat pembatasan dan penutupan akses tersebut menjadi sia-sia karena pengguna VPN dapat mengaksesnya menggunakan server yang berjalan di wilayah lain. 

Anggap saja ada perangkat lunak VPN client yang menjanjikan privasi dan keamanan yang memadai sehingga pengguna terhindar dari sisipan malware yang mencuri data penting, dan ancaman lain yang datangnya dari penyedia layanan VPN. Walau demikian pengguna masih akan berhadapan dengan sumber ancaman lainnya, yakni dari situs web dan konten yang dibatasi atau ditutup oleh para penapis. Pengguna harus bijak dalam menggunakan VPN client, tetap sadar bahwa situs web dan konten yang ditapis memberikan resiko tertentu kepada pengaksesnya. 

Di antara situs web yang ditapis adalah yang mengandung konten pornografi. Penapisan konten ini dianggap penting oleh banyak stakeholders. Hasil survei Kementrian Kesehatan di wilayah Jakarta Selatan dan kabupaten Pandeglang pada tahun 2018 menunjukan bahwa sekitar 98,3 persen siswa terpapar konten pornografi. Pada tahun yang sama KPAI mencatat ada 525 kasus pornografi dan kejahatan siber yang melibatkan anak-anak. Pemerintah Indonesia memberikan perhatian serius terhadap konten negarif tersebut. Pada tahun 2018, Kementrian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia menjalankan mesin sensor untuk menangani konten negatif. Platform media sosial pernah diblokir karena dianggap membiarkan ratusan konten asusila. Pemblokiran seperti ini sebenarnya telah dilakukan oleh pemerintah Indonesia sejak tahun 2010 melalui Trust Positif. 

Selain bekontribusi kepada perilaku yang menyimpang, konten pornografi juga menjadi ancaman bagi emas digital (data dan berkas) yang tersimpan di komputer. Ada banyak virus komputer yang terkandung dalam berkas gambar. Salah satu contohnya adalah “perrun” yakni virus yang menyusup dalam gambar jpeg. Virus yang menempel pada file jpeg akan aktif saat filenya dibuka atau dijalankan. Beberapa malware yang terkandung dalam berkas gambar dapat mencuri data pribadi dan bahkan mengambil alih akun bank. Dengan teknik yang sama yakni steganography, teroris menyisipkan pesannya ke dalam konten pornografi. Seseorang bisa berurusan dengan pihak keamanan gara-gara mengunduh dan menyimpan konten tersebut.

Virus atau malware merupakan salah satu tersangka yang menyebabkan kerusakan komputer sesaat setelah konten pornografi dibuka atau dijalankan. Sebuah ransomware trojanhorse bernama Cyber.Police yang di antaranya menyebar melalui situs web porno menyebabkan mesin (smartphone atau komputer) tidak bisa digunakan karena terblokir oleh pop-up yang berisi ancaman pemerasan hingga penghilangan data. Kondisi tersebut menghantarkan pengguna kepada langkah penanganan yang bila tidak dilakukan secara hati-hati bisa berakibat hilangnya data penting. 

VPN client dapat digunakan oleh siapa saja untuk mengakses konten negatif yang diblokir oleh para penapis. Pengguna VPN client harus mempertimbangkan baik-baik sebelum mengakses konten negatif, karena konten tersebut berpotensi menjadi ancaman bagi mesin dan emas digital kita. Kenikmatan semu dan sesaat dari konten negatif dapat menyebabkan kerugian yang banyak. Oleh karenanya, mari bijak dalam menggunakan VPN Client. Cerdas digital adalah kondisi melek digital di mana pengguna mampu memanfaatkan perangkat teknologi informasi dan komunikasi untuk mengakses konten yang tidak merugikan dirinya dan orang lain. Mengakses konten pornografi menggunakan VPN client yang berpotensi menimbulkan kerugian bagi diri sendiri dan orang lain adalah tindakan tidak cerdas digital. 

30 April 2019

Terus Membantu


Pada hari Senin, 29 April 2019, pukul 19.30, saya memberi arahan kepada Leni Fitriani, bendahara HALIF (Himpunan Alumni Informatika) Sekolah Tinggi Teknologi Garut agar menyerahkan dana yang terkumpul kepada HIMATIF (Himpunan Mahasiswa Teknik Informatika) Sekolah Tinggi Teknologi Garut. Saat itu sudah masuk sumbangan sukarela dari tujuh orang alumni sebagai respon terhadap kiriman permintaan bantuan dana kegiatan dari HIMATIF yang saya bagikan di whatsapp group HALIF pada tanggal 19 April 2019 pukul 18.09. Akhirnya, pada hari Selasa, 29 April 2019, sekitar pukul 16 lebih, dana bantuan yang berhasil dikumpulkan dari 9 alumni ditransfer oleh bendahara HALIF kepada HIMATIF. 

Kegiatan amal alumni tersebut berawal dari kunjungan Cecep, alumni dan purna ketua HIMATIF bersama dua orang pengurus HIMATIF. Saya menerima mereka dan mendengarkan rencana kegiatan yang akan dilaksanakan oleh HIMATIF. Saat itu mereka menjelaskan bahwa HIMATIF Sekolah Tinggi Teknologi Garut diberi kepercayaan untuk menjadi tuan rumah musyawarah Perhimpunan Mahasiswa Informatika dan Komputer Nasional wilayah Jawa Barat. Tentunya kepercayaan ini merupakan suatu kehormatan bagi almamater dan tantangan bagi mereka. Hanya saja untuk memenuhi kepercayaan tersebut dibutuhkan dana yang tidak sedikit. Mereka meminta masukan terkait upaya untuk memenuhi kebutuhan dana tersebut.

Saat itu telah difahami bahwa mereka memposisikan saya sebagai alumni, bukan sebagai kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat yang sama sekali tidak ada kaitannya dengan kegiatan tersebut. Saya sampaikan bahwa saat ini pengumpulan dana alumni sudah tidak lagi sistemik, sehingga dana yang terkumpul di HALIF setiap tahunnya tidak akan sebesar tahun-tahun sebelumnya. Program studi tidak lagi menjadikan keanggotaan HALIF sebagai syarat pengambilan ijazah. Dana yang tersisa sekarang pun sebagian besar telah terserap untuk memenuhi kebutuhan mahasiswa yang akan mengikuti sidang skripsi dan mengikuti ujian semester. Saya menyarankan mereka untuk menemui kemahasiswaan dan program studi untuk mendapatkan solusi pemenuhan kebutuhan dana tersebut. Saya berjanji akan membantu mengkomunikasikan kebutuhan tersebut kepada alumni. 

Pada tanggal 19 April 2019, utusan HIMATIF mengirimkan proposal dan poster kegiatan melalui Whatsapp. Saat itu juga, pukul 18.09 proposal dan poster tersebut saya teruskan ke Whatsapp Group HALIF. Saya tuliskan empat paragraf sebagai pengantar di dalam grup tersebut:

Rekan2 alumni sekalian, Himpunan Mahasiswa yg dibangun oleh angkatan 96 dan adik2 tingkatnya serta dipelihara keberadaannya dari generasi ke generasi merupakan tempat naungan silaturahmi kita saat jaman mahasiswa. Kita semua dikukuhkan menjadi anggotanya saat Inaugurasi / MABIM.

Tahun ini himpunan mahasiswa kita diberi kepercayaan sebagai tuan rumah Muswil Jabar Perhimpunan Mahasiswa Informatika dan Komputer Nasional. Mereka telah menghadap komite HALIF utk memohon bantuan dana. Kesuksesan acara tersebut memberikan nama baik bagi himpunan mahasiswa rumah silaturahmi kita yg pertama. 

Bagi rekan2 yg ingin beramal saleh, membantu memenuhi kebutuhan dananya, HALIF menyiapkan rekening utk menampung dana bantuan minimal sebesar 50 ribu rupiah. 

Dana bantuan alumni dikirimkan melalui rekening BCA BCA 1480742831 atas nama Leni Fitriani dgn catatan transfer Alumni. Hasil penggalangan dana akan diumumkan di WAG ini. Utk alumni yg mengirimkan dana harap inbox ke @Leni Fitriani dgn menyertakan nama lengkap dan angkatan (thn masuk). Terima kasih.

Tanggal 20 April 2019 saya mulai membuat daftar alumni yang akan memberikan sumbangan sukarela untuk memenuhi dana tersebut. Beberapa hari kemudian saya disibukan oleh kegiatan Konferensi Internasional di Bali yang diikuti oleh 30 dosen Sekolah Tinggi Teknologi Garut. Baru tanggal 27 April 2019 saya bertanya kepada Leni Fitriani soal apakah HALIF perlu melanjutkan niatnya membantu HIMATIF atau tidak?. Saat itu bendahara menginformasikan bahwa belum ada satupun alumni yang transfer. Setelah mendapatkan informasi tersebut, saya pun mengirimkan pesan langsung ke alumni sasaran:

Bilih bade ngiring pengumpulan dana Himpunan Alumni Informatika STTG kangge ngabantos kegiatan HIMATIF akhir bulan ieu antawis 50-100rb mangga dikempelkeun di Leni Fitriani.

Pada tanggal 28 April 2019 pukul 08.16 saya mulai menuliskan nama-nama alumni yang telah menerima pesan dan mengkonfirmasi sebagai calon penyumbang. Pukul 19.55 saya meminta Leni Fitriani untuk mengirimkan nomor rekeningnya ke nama-nama tersebut bila merasa yakin HIMATIF membutuhkan bantuan dana. Ternyata HIMATIF telah menyampaikan kebutuhannya kepada Leni Fitriani melalui WhatsApp. Pukul 20.24 Leni Fitriani menuliskan pesan di WhatsApp alumni:

Rekan alumni yg berkenan membantu utk kegiatan tersebut mohon untuk bisa transfer ke rek bca 1480742831 ats nama leni fitriani paling lambat besok...dikarenakan acara dimulai besok...mohon bantuannya

Pukul 19.33 Leni Fitriani mengirimkan catatan transfer dari sejumlah alumni. Pukul 21.33 diterima informasi bahwa salah seorang alumni, yakni Rikza Nasrulloh, telah memberikan bantuan dana talangan untuk HIMATIF sebesar tiga juta rupiah. Saya update daftar calon penyumbang di WhatsApp Group pada tanggal 29 April 2019. Dan tepat pada pukul 22.13 saya tuliskan, Insya Allah besok sumbangannya diberikan ke HIMATIF. Semoga Allah membukakan pintu rejeki kita. Amin. Nabi SAW bersabda, "barangkali engkau mendapatkan rejeki karena sebab (membantu) saudaramu (yang rajin belajar itu)" (HR Tirmidzi)

Selasa, 30 April 2019, pukul 10.35 saya meminta Sri Rahayu untuk berkoordinasi dengan Leni Fitriani untuk pembuatan berita acara. Akhirnya menjelang pukul 16.26 berita acara bantuan dana kegiatan pun ditandatangani oleh Fahmi selaku ketua HIMATIF dan saya mewakili HALIF. Dana ditransfer oleh bendahara HALIF ke nomor rekening yang diberikan oleh ketua HIMATIF.

Terima kasih kepada alumni yang telah memberikan dana sukarelanya:
  1. Devi Hilsa Farida, 1996
  2. Rinda Cahyana, 1997
  3. Yana Aditya, 1998
  4. Demmy Dharma Bhakti, 1998
  5. Leni Fitriani, 2006
  6. Ridwan Setiawan, 2007
  7. Sri Rahayu, 2008
  8. Aliyundin, 2010
  9. Muhammad Rikza Nasrulloh, 2010
  10. Ade Sutedi, 2013

Dengan beramal demikian kita semua mensyukuri nikmat rejeki dan membuka pintu rejeki.