Dosen adalah pendidik profesional dan ilmuwan dengan tugas utama mentransformasikan, mengembangkan, dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan, teknologi melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat (Permendikbud 49/2014 Pasal 1:14)

Sekolah Tinggi Teknologi Garut

Diselenggarakan mulai tahun 1991 dan bernaung di bawah Yayasan Al-Musaddadiyah. http://www.sttgarut.ac.id/

Program Studi Teknik Informatika

Berdiri pada tanggal 30 Juni 1998 dan terakreditasi B. http://informatika.sttgarut.ac.id/

Rinda Cahyana

Dosen PNS Kementrian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi, dpk Sekolah Tinggi Teknologi Garut sejak tahun 2005

15 Februari 2019

Menutup Masa Jabatan dengan Silaturahmi


Tepat pada tanggal 21 Februari 2019 ini merupakan akhir jabatan saya selaku ketua Prodi (Program Studi) Informatika. Oleh karenanya saya berfikir untuk menggelar silaturahmi Prodi dengan tenaga pendidik dan kependidikan yang selama ini membantu pelayanan Prodi. Penyiapan kegiatannya dibantu oleh ibu Leni Fitriani, salah satu dosen Prodi. Pada awalnya lokasi kegiatannya akan diselenggarakan di Area 306. Namun setelah diskusi dengan sekretaris saya, Ridwan Setiawan, dan dosen lainnya, ibu Dewi Tresnawati, lokasi kegiatannya diputuskan di rumah makan Muara Sunda. Sempat terfikirkan pula untuk mengundang semua keluarga, karena pastinya pekerjaan di Prodi berdampak kepada keluarga. Namun karena anggaran yang terbatas, keinginan itu tidak bisa diwujudkan. Semoga niat tersebut menjadi kebaikan yang berbuah pahala kebaikan. Amin.

Pada awalnya silaturahmi diselenggarakan pada tanggal 14 Februari 2019 pukul 13.00, namun ternyata ada informasi mendadak bahwa rapat senat akan dilaksanakan pada pukul 14.00. Saya minta kepada ibu Leni Fitriani agar memberi tahu pihak rumah makan untuk memundurkan waktu penyajian makanannya pada pukul 16.00. Setelah itu, informasi pengunduran waktunya disampaikan di grup media sosial. 

Dalam rapat senat dibacakan struktur organisasi periode ke depan yang akan diusulkan kepada Yayasan. Dibacakan oleh pak Abdusy-Syakur Amin selaku ketua senat, bahwa dengan memperhatikan fashion atau minat dan bakat, saya diberi tugas tambahan baru di Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat. Sebelum menyebutkan tugas baru tersebut, beliau sangat mengapresiasi aktivitas yang saya lakukan selama ini di masyarakat, aktivitas yang saya lakukan untuk tiga kepentingan: 1) kampus dan program studi dalam kapasitas sebagai alumni dan pejabat struktural; 2) bangsa dan negara dalam kapasitas sebagai warga dan abdi sipil negara; dan 3) ampunan dan pahala dari Allah SWT dalam kapasitas sebagai hamba-Nya. 

Berbeda dengan tugas tambahan sebelumnya di mana saya ditawarkan terlebih dahulu, tugas tambahan baru ini langsung diberikan kepada saya. Memperhatikan kondisi saya yang tidak memintanya, tidak memikirkannya, dan tidak memiliki masalah dengan tugas tambahan tersebut, saya merasa memiliki peluang untuk terhindar dari beban berat pekerjaan, insya Allah. Saya tidak tergerak untuk berucap menerima atau menolaknya. 

Setiap orang akan dimintai pertanggung jawaban atas pekerjaannya, dan saya tidak ingin mengemban pekerjaan di luar kesanggupan. Saat dulu diberi tugas tambahan sebagai ketua program studi, insting saya merasakan akan mendapat beban yang sangat besar. Saya mengatakan kepada prof Ali agar mempercayakan tugas tersebut kepada orang lain yang lebih baik dari saya. Namun bila memang harus saya yang menerima tugas tambahan tersebut, maka saya bersedia menerimanya dengan syarat ada izin dari orang tua. Bagi saya, tugas pemimpin itu bukan tugas yang harus diambil dengan suka cita, karena merasa khawatir tidak bisa berlaku adil. “Sesungguhnya manusia yang paling dicintai oleh Allah pada hari kiamat dan paling dekat kedudukannya di sisi Allah adalah seorang pemimpin yang adil. Sedangkan orang yang paling dibenci oleh Allah dan paling jauh kedudukannya dari Allah adalah seorang pemimpin yang zalim.” (HR. Tirmidzi)

Saya telah diberikan pemahaman oleh Nya, bahwa kedudukan di sisi Allah harus diterima dengan mudah karena raja' walau jalannya berat. Harus berat meninggalkannya karena khauf walau jalannya mudah. Sementara kedudukan di sisi manusia harus diterima dengan berat karena wara' walau jalannya mudah. Harus ringan meninggalkannya karena zuhud walau jalannya berat.

Akhirnya rapat senat pun selesai sekitar pukul tiga sore. Beberapa waktu kemudian, setelah sebentar ngobrol dengan kang Heri Purwanto seputar kegiatan Sertifikasi Kompetensi, saya pun meluncur ke lokasi silaturahmi bersama staf dan wakil ketua bidang akademik. Di lokasi sudah hadir beberapa tenaga pendidik dan kependidikan. 

Dalam kesempatan membuka acara silaturahmi, saya menyampaikan bahwa selama empat tahun kami telah berusaha semampunya untuk memberikan pelayanan yang berkeadilan. Dalam urusan pengajaran, kami telah berusaha mendistribusikan tugas pengajaran secara merata. Dalam urusan penelitian skripsi, kami telah berusaha memenuhi aspirasi para pembimbing dan membagikan tugas bimbingan secara merata. Dalam urusan pengabdian, kami telah berusaha untuk bersikap adil dengan menyampaikan rencana kegiatan pengabdian di grup tenaga pendidik dan menawarkannya kepada semua tenaga pendidik untuk ikut serta dalam pelaksanaannya. Kami berusaha untuk bersikap adil,  karena “Sungguh Allah memerintahkan untuk berbuat adil dan berbuat baik” (Surat An-Nahl ayat 90).

Teringat perkataan Nabi SAW saat beliau sakit keras, “Sesungguhnya, aku akan pergi menemui  Allah. Dan sebelum aku pergi, aku ingin menyelesaikan segala urusan dengan manusia. Maka aku ingin bertanya kepada kalian semua. Adakah aku berhutang kepada kalian? Aku ingin menyelesaikan hutang tersebut. Karena aku tidak mau bertemu dengan Allah dalam keadaan berhutang dengan  manusia”. Ingatan tersebut mendorong saya untuk bertanya kepada semua yang hadir saat itu tentang masalah yang mungkin masih ada yang menyimpannya di hati. Namun tidak ada satupun yang menyampaikannya. Saya meminta kepada semua yang hadir agar memafkan segala kekhilafan yang pernah saya lakukan, karena sejatinya saya hanyalah pembelajar hingga akhir hayat.  

Dalam kesempatan tersebut saya diberi kue tart bertuliskan "we love you". Fikiran saya sejenak melayang ke masa lalu, saat mahasiswa anggota Kelompok Penggerak TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi) memberikan kue tart dengan logo kelompok sebagai ucapan terima kasih atas kesempatan mendapatkan pengalaman lapangan TIK. Rasulullah SAW bersabda, “Tabiat hati adalah cenderung mencintai orang yang berbuat baik padanya dan membenci orang yang berbuat jelek padanya.” (HR. Al Baihaqi). Semoga saja kue tart ini menyimbolkan keridhaan para pendidik atas pelayanan yang telah kami berikan, dan menjadi isyarat ringannya beban hisab kami kelak di akhirat, amin. 


Saya mengucapkan terima kasih atas pemberian tersebut, utamanya kepada ibu Rina Kurniawati, dosen dan wakil ketua III yang memiliki gagasannya. Semoga keadilan yang telah kami upayakan, difahami oleh semua pendidik dan tenaga kependidikan sebagai jalan cinta. Dan silaturahmi ini menghimpunkan semua orang yang saling mencintai dalam pekerjaannya, karena "engkau akan bersama dengan orang yang engkau cintai" (Sahihain) di akhirat kelak, dan tentu saja di dunia ini secara lahir ataupun bathin.