Dosen adalah pendidik profesional dan ilmuwan dengan tugas utama mentransformasikan, mengembangkan, dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan, teknologi melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat (Permendikbud 49/2014 Pasal 1:14)

07 November 2019

Pengasuhan Digital dalam Aplikasi Semboyan Pendidikan


Dulu saya diberi tahu bahwa mengasuh anak itu harus ing ngarso sung tulodo; kalau remaja ing madyo mbangun karso; dan kalau dewasa tut wuri handayani. Saya coba jelaskan bagaimana semboyan-semboyan pendidikan tsb diterapkan dalam digital parenting dgn framwork CAKAP.

Ing ngarso sung tulodo bermakna di depan menjadi teladan. Dlm konteks digital parenting, ortu hrs mencontohkan cara pemanfaatan gadget kpd anak dgn peruntukan sesuai usianya dan mengendalikan anak dalam pemanfaatannya agar sesuai contoh yg diberikan. Di antara kendali terpenting adalah terkait lingkup aplikasi dan waktu aksesnya, ortu mendikte kpd anak terkait aplikasi apa saja yg boleh dan kapan waktu penggunaannya. Ortu juga harus dapat melihat perkembangannya sehingga harus membaca riwayat penggunaan gadget nya. Pada fase ini landasan kecerdasan pemanfaatan TIK nya sedang dibangun.

Ing mandyo mbangun karso bermakna di tengah-tengah membangun niat / kemauan. Dlm konteks digital parenting, ortu harus mampu mempengaruhi anaknya yg telah remaja agar dapat menggunakan gadget utk mewujudkan kreativitas positifnya, semisal lebih banyak menggunakan aplikasi pembuat konten dari pada hiburan. Dalam soal pengendalian, ortu masih menjadi sosok penentu aplikasi dan waktu aksesnya, perlu membaca riwayat penggunaan gadget nya utk melihat seberapa berhasil pengaruhnya.

Tut wuri handayani bermakna di belakang memberi motivasi. Dlm konteks digital parenting, ortu harus mulai memotivasi anak nya yg telah dewasa utk terus menekuni kreativitas digitalnya yg terbaik hingga manfaatnya dirasakan oleh orang lain dan diri sendiri. Anaknya hrs memiliki pengalaman produktif berbagi konten hingga mendapatkan keuntungan non provit dan provit dari konten yg dibagikan tsb. Dalam soal pengendalian, ortu sdh mulai mempercayakan pemilihan aplikasi dan penentuan waktu akses nya kpd anak, setelah anaknya mulai menikmati kreativitas digitalnya, menggeser dasar pengawasannya dari riwayat penggunaan gadget menjadi penuturan pengalaman yg disampaikan oleh anak kpd ortu.

0 komentar :

Posting Komentar

Terima kasih atas kunjungan dan komentarnya