Dosen adalah pendidik profesional dan ilmuwan dengan tugas utama mentransformasikan, mengembangkan, dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan, teknologi melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat (Permendikbud 49/2014 Pasal 1:14)

21 Februari 2020

Keberadaan Teori dan Praktik Pancasila



Keberadaan praktik moral dlm kenyataan, bersandar pada keberadaan pengamalannya; tetapi keberadaan teori moral tdk bersandar kpd keberadaan para pengamalnya. Ada atau tdk ada para pengamalnya, teori itu ada sejak ia dinyatakan hingga ia dilupakan.

Pancasila bukanlah agama dan tdk satu level utk disejajarkan. Pancasila adalah 5 prinsip berkehidupan yg dianggap dapat mewujudkan dan sekaligus kompatibel dgn karakteristik umum bangsa Indonesia. Sumber penggalian prinsipnya adalah dari mana bangsa Indonesia memperoleh karakter tsb, yakni kearifan lokal bangsa Indonesia, baik agama dan selainnya.

Membuktikan Pancasila sebagai prinsip yg benar berdasarkan keberadaan manusia Indonesia yg dapat menjadi "Kearifan Lokal Indonesia yg Hidup" sangatlah berlebihan. Pancasila bukanlah agama atau kitab suci, dan tdk ada satupun manusia Indonesia yg diutus Tuhan utk menjadi "Pancasila yg Hidup", sebagaimana Nabi SAW yg merupakan al-Quran yg Hidup. Selalu pasti ada cacat cela pada diri pemimpin manusia biasa, baik besar ataupun kecil, terbuka ataupun tertutupi.

Menjadikan Islam sebagai dasar negara belum tentu melahirkan pemimpin yg moralnya sejalan dgn Islam, baik di depan rakyatnya, ataupun di ruang private di antara kalangannya sendiri. Bahkan sebelum dikatakan menyalahi moral Islam oleh kalangannya, pemimpin tsb sangat mungkin dikatakan menyalahi moral oleh lawan politiknya. Oleh krn nya, sangat perlu juga utk mempertanyakan kembali kpd mereka yg mempertanyakan pengamalan moral, pengamalan menurut teori atau penafsiran siapa?

Bangsa yg bersepakat utk hidup bersama di bawah prinsip berkehidupan yg benar menurut kearifan lokal yg diyakininya telah berpijak pada titik awal perjalanan yg benar. Manusia yg dlm berkehidupannya senantiasa berpegang pada kearifan lokal, tdk akan dapat hidup bersama atau tdk akan berikatan dgn kokoh bila kearifan lokal yg menjadi pegangannya tdk diakomodasi dlm prinsip berkehidupan bersama yg disepakati bersama. Timbul tenggelamnya penerapan kearifan lokal dlm keseharian hidup merupakan dinamika peradaban, dan para penjaga kearifan lokal lah yg senantiasa hadir menjaga warisan kearifan lokalnya agar tetap ada dan menjadi pegangan.

0 komentar :

Posting Komentar

Terima kasih atas kunjungan dan komentarnya