Dosen adalah pendidik profesional dan ilmuwan dengan tugas utama mentransformasikan, mengembangkan, dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan, teknologi melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat (Permendikbud 49/2014 Pasal 1:14)

20 Maret 2020

Salat Jum'at Minggu Pertama Masa Pemberlakuan Social Distancing


Hari ini saya mengikuti Jum'atan setelah mempertimbangkan status wabah Corona di Garut, surat edaran / protokol dari pemerintah, serta fatwa dan surat edaran beberapa organisasi Islam. Dlm kondisi wabah yg masih terkendali, MUI memfatwakan kewajiban salat Jum'at. Walau demikian, bila saya takut akan bahaya Corona, sebenarnya hal tsb sdh cukup utk menggugurkan kewajiban tsb, sebagaimana dijelaskan oleh Ulama Kontemporer Syafi'iyah, Prof Dr Wahbah az-Zuhaili.

Jum'atan hari ini di masjid besar Ponpes terlihat sepi, sepertinya hanya sekitar tiga shaf. Saya duduk di shaf depan sehingga tdk bisa menghitung persis jumlahnya. Santri-santrinya saat ini belajar di rumah mengikuti arahan pemerintah. 

Khatib menyampaikan khutbah dgn ringkas dlm bhs arab, hanya menyajikan beberapa hadits saja. Hal tsb sesuai dgn arahan pemerintah dan organisasi Islam. Ada jarak duduk antara saya dgn jemaah lain saat mendengarkan khutbah. Tapi begitu akan salat, seperti biasa barisannya rapat setelah imam menyampaikan arahannya.

Gatalnya tenggorokan ini cukup mengganggu, sehingga sesekali batuk kecil tanpa membuka mulut. Di sudut lain terdengar suara yg sama dari beberapa orang. Cuaca sekarang ini memang memicu sakit flu dan batuk. Sebenarnya hal tsb biasa saja sebelum Corona datang. 

Wabah ini membuat saya berfikir, betapa nikmatnya hidup sebelumnya, hampir tdk banyak kekhawatiran dan kehati2an dlm menjaga kebersihan dan kesehatan. Seakan hidup sebelumnya adalah surga yg hilang. Nabi Adam tentunya menanggung perasaan yg jauh lebih berat dari apa yg saya rasakan setelah meninggalkan surga. 

رَبِّ أَوْزِعْنِيْ أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِي أَنْعَمْتَ عَلَيَّ
وَعَلَى وَالِدَيَّ وَأَنْ أَعْمَلَ صَالِحاً تَرْضَاهُ  
وَأَدْخِلْنِيْ بِرَحْمَتِكَ فِيْ عِبَادِكَ الصَّالِحِينَ

Ya Tuhanku, berilah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada kedua orangtuaku Ibu Ayahku dan untuk mengerjakan amal saleh yang Engkau ridhoi dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang saleh" (QS an-Naml: 19)

1 komentar :

  1. Tidak ada lagi senjata yang paling ampuh bagi seorang mu'min, kecuali dengan berdoa

    BalasHapus

Terima kasih atas kunjungan dan komentarnya