Dosen adalah pendidik profesional dan ilmuwan dengan tugas utama mentransformasikan, mengembangkan, dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan, teknologi melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat (Permendikbud 49/2014 Pasal 1:14)

02 Mei 2020

Relawan TIK Tanggap Bencana Covid-19 di Garut


Pada semester genap 2019/2020 ini, saya kembali mengampu mata kuliah Relawan TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi). Dalam kurikulum Program Studi Teknik Informatika Sekolah Tinggi Teknologi Garut, mata kulah ini merupakan mata kuliah persiapan Kuliah Kerja Nyata. Mata kuliah Relawan TIK menyiapkan mahasiswa untuk dapat memahami dan mengamalkan sikap relawan dalam menyelesaikan masalah bidang TIK di tengah masyarakat. Kuliah Kerja Nyata sendiri adalah mata kuliah berbentuk Pengabdian kepada Masyarakat yang wajib diikuti oleh mahasiswa Sekolah Tinggi Teknologi Garut. 

Relawan TIK dalam Kuliah Kerja Nyata di desa Sirnajaya (16/8/2019)

Seperti biasanya, tugas lapangan mata kuliah Relawan TIK yang diberikan kepada mahasiswa dikemas dalam program Pengabdian kepada Masyarakat bernama Relawan TIK Abdimas (Abdi Masyarakat). Publikasi kegiatannya di Facebook dapat ditelusuri dari hastag #RTIKAbdimas. Sekarang ini program Relawan TIK Abdimas telah masuk periode ketiga sejak pertama kali dilaksanakan pada semester ganjil 2018/2019. Program ini merupakan pelaksanaan kerjasama Sekolah Tinggi Teknologi Garut dengan Direktorat Pemberdayaan Informatika Kemenkominfo (Kementrian Komunikasi dan Informatika) Republik Indonesia, Dinas Komunikasi dan Informatika kabupaten Garut, dan Relawan TIK Indonesia.  

Penandatanganan Kerjasama dengan Relawan TIK Indonesia (25/12/2018)

Pada awalnya, tujuan tugas lapangan ini adalah untuk mempromosikan potensi sumber daya manusia, industri, dan pariwisata di daerah dengan memanfaatkan TIK. Relawan TIK Sekolah Tinggi Teknologi Garut akan berperan sebagai Agen Perubahan Informatika yang membantu promosi tersebut sekaligus menyiapkan relawan TIK lokal untuk dapat melanjutkan usaha promosinya. Tujuan harus dapat dicapai selama 14 minggu. Metode yang digunakan untuk mencapai tujuan tersebut adalah sebagai berikut:


Metode Relawan TIK Abdi Masyarakat

Saya memanfaatkan Google Classroom dalam kegiatan pembelajarannya, dengan tetap melakukan tatap muka di kelas selama 100 menit, sesuai dengan beban belajarnya sebesar 2 SKS. Ruang kelas Relawan TIK di Google Classroom yang dibuat pada bulan Februari 2020 itu digunakan untuk menyimpan bahan ajar dan pengumpulan tugas mata kuliah. Selama setengah semester, saya menugaskan mahasiswa untuk menemukan mitra penerima manfaat tugas lapangan, menganalisa lingkungan di mana mitra itu berada, dan menyusun modul praktikum dasar kerja informasi yang tepat diberikan kepada mitra tersebut. Sebagian mitra adalah Gerakan Pramuka Kwarcab Garut, dengan koordinator lokal Relawan TIK dari purna peserta Kursus Bina Usaha. Hal tersebut untuk menunjang upaya perintisan Satuan Karya Pramuka Informatika di Garut.

Komunikasi Tim Relawan TIK dengan Calon Mitra (2/3/2020)

Untuk memperkaya pengetahuannya, saya mendatangkan dua orang praktisi yang telah memanfaatkan informasi dengan TIK untuk mendapatkan keuntungan kompetitif. Praktisi pertama adalah Fahmi Taufiq Zain, alumni Program Studi Teknik Informatika Sekolah Tinggi Teknologi Garut yang merupakan praktisi penjualan online. Praktisi kedua adalah Liswanti Pertiwi, yakni Blogger asal Garut yang telah memiliki banyak pengalaman seputar edorsement produk. Materi dari praktisi diharapkan dapat memicu ide atau gagasan pada diri mahasiswa terkait pengetahuan dan ketetampilan yang akan disampaikan kepada mitranya. 

Kuliah Umum Relawan TIK bertajuk Kerja Informasi (24/2/2020)

Pelaksanaan tugas lapangan dilakukan secara berkelompok. Dari tiga kelas mata kuliah Relawan TIK, diperoleh 20 tim dengan jumlah personel antara 4 sampai 5 orang. Setiap personel tim diberi tugas penyusunan modul oleh ketua timnya. Modul dasar kerja informasi meliputi materi berikut ini yang merupakan bagian dari daur hidup kerja informasi: 
  1. Kendali informasi, yakni acuan nilai dan norma yang harus diperhatikan oleh pencipta konten;
  2. Masukan, yakni pencarian, pengambilan, dan pemilihan material dari internet atau dunia nyata menggunakan mesin pencari atau perangkat masukan pada smartphone;
  3. Pemrosesan, yakni pengolahan material menjadi konten / informasi dalam format mulitimedia yang diperlukan oleh pengguna;
  4. Penyimpanan, yakni penyimpanan konten pada simpanan internal, transfer konten ke simpanan lainnya, termasuk pencadangan ke cloud storage; dan
  5. Keluaran, yakni penyampaian konten kepada penggunanya melalui internet.
Sebelum mereka menjadi instruktur bagi mitra, terlebih dahulu saya menguji kemampuan mereka dalam melaksanakan daur hidup kerja informasi. Dalam kesempatan peringatan Safer Internet Day, saya tugaskan mereka untuk ikut serta dalam kampanye tersebut dengan membuat dan menyebarkan konten bertemakan Internet Aman. Kampanyenya ditemukan di Facebook dengan hastag #saferinternetday dan #komtiksttgarut. Tugasnya harus dilaporkan pada tanggal 11 Februari 2020.


Pada tanggal 2 Maret 2020, Presiden Joko Widodo mengumumkan kasus positif Corona pertama kali di Indonesia. Pada tanggal 17 Maret 2020, muncul Surat Edaran dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan tentang Pembelajaran secara Daring dan Bekerja dari Rumah dalam rangka Pencegahan Penyebaran Corona Virus Disease (COVID-19). Menyikapi Surat Edaran tersebut, Sekolah Tinggi Teknologi Garut membuat kebijakan yang mengharuskan penundaan kegiatan pembelajaran yang melibatkan aktivitas mobilisasi orang banyak atau yang membutuhkan aktivitas survei lapangan sampai tanggal 29 Mei 2020. Kondisi tersebut mengharuskan fase Pemberdayaan dari Relawan TIK Abdimas ini harus dilaksanakan secara daring.

Saya pun merubah teknik Pemberdayaan yang harus dilaksanakan oleh mahasiswa dari offline menjadi online. Pelaksanaan tugas lapangan berupa pemetaan lokasi geografis objek industri dan wisata pada Google Maps ditiadakan. Kegiatan Pemberdayan difokuskan pada pembelajaran online, di mana personel tim secara bergantian menyampaikan materi dari modul praktikum Dasar Kerja Informasi yang telah dibuatnya kepada mitra. Saya memberi contoh kepada mahasiswa bagaimana teknik tersebut dilaksanakan dengan mudah dengan menggelar Kuliah Umum Relawan TIK kedua yang mengundang pembicara dari Kemenkominfo, ICTWatch, dan beberapa pengurus Relawan TIK Indonesia dari Poliwali Mandar, Bojonegoro, dan lainnya. Terdaftarnya Sekolah Tinggi Teknologi Garut dalam program Google Application for Education belasan tahun yang silam menyebabkan mahasiswa dapat menyimak Kuliah Umum Daring tersebut secara Live Stream.

Kuliah Umum Daring Relawan TIK (26/3/2020)

Pada tanggal 7 April 2020, Relawan TIK Indonesia menyelenggarakan Rapat Kerja Nasional Darurat Covid-19. Di dalam rapat, Relawan TIK Indonesia diajak oleh Pemerintah Pusat untuk ikut melakukan sosialisasi Covid-19 kepada masyarakat. Bahan sosialisasinya disediakan oleh Gugus Tugas dan dapat diakses dengan meng-klik di sini.

Pada tanggal 7 April 2020, saya menemui Kepala Diskominfo (Dinas Komunikasi dan Informatika) kabupaten Garut di Command Center. Selain untuk bersilaturahmi dengan Kepala Dinas baru, saya juga menyampaikan informasi kerjasama yang telah terjalin antara Sekolah Tinggi Teknologi Garut dengan Diskominfo Garut, dan menyatakan kesiapan Relawan TIK Sekolah Tinggi Teknologi Garut dalam membantu Pemerintah mensosialisasikan informasi terkait Covid-19 kepada masyarakat. Dalam kesempatan itu saya berkomitmen akan memobilisasi peserta mata kuliah Relawan TIK untuk membuat dan menyebarkan konten sosialisasi terkait Covid-19 kepada masyarakat melalui media sosial.

Pertemuan dengan Kepala Diskominfo Garut di Command Center (7/4/2020)

Menindaklanjuti rapat dengan Relawan TIK Indonesia dan Diskominfo Garut tersebut, saya membuat rencana baru tugas lapangan (online) setengah semester ke depan bagi peserta mata kuliah Relawan TIK. Saya memutuskan untuk menambah spesifikasi tugas lapangan / Pemberdayaan yang dilakukan oleh mahasiswa, yakni dengan menyisipkan materi sosialisasi Covid-19 di setiap sesinya dan melaporkan kegiatan tersebut melalui form laporan yang link nya disediakan oleh Relawan TIK Indonesia.


Tugas pertama dilaksanakan oleh mahasiswa pada pertemuan ke-9 perkuliahan yang diberikan tanggal 22 April 2020.

Classwork di Salah Satu Classroom Relawan TIK

Tahapan pelaksanaan tugas individu dan kelompoknya dapat dilihat dari slide berikut ini:


Ketersediaan smartphone dan quota data serta kualitas sinyal seluler menjadi hambatan para peserta pembelajaran / pemberdayaan online yang diselenggarakan oleh tim Relawan TIK. Oleh karenanya saya memberikan keleluasaan bagi peserta untuk menggunakan teknik atau platform TIK apa saja dalam pelaksanaannya. Oleh karenanya saya menemukan banyak tim melaksanakannya dengan Whatsapp, seperti yang dilakukan oleh tim Cloud 1. Pemanfaatan platform media sosial tersebut lajim dipraktikan dalam masa pemberlakuan Belajar di Rumah di banyak jenjang pendidikan.
       

Selain berbasis teks, ada pula yang menyajikan materinya dalam bentuk video tutorial, sebagaimana yang dilakukan oleh tim Cloud 2.


Aksi Relawan TIK Tanggap Bencana ini merupakan aksi kedua, setelah sebelumnya Relawan TIK Sekolah Tinggi Teknologi Garut pernah melaksanakannya saat terjadi banjir bandang pada tahun 2016. Dokumentasi kegiatannya bisa ditelusuri di Facebook dengan hastag #rtiktanggapbencana. Gambar berikut ini merekam kegiatan Relawan TIK Sekolah Tinggi Teknologi Garut saat menangani perangkat komputer milik sekolah yang terdampak bencana yang ditinjau oleh kepala Diskominfo Garut. 

Relawan TIK Tanggap Bencana Banjir Bandang (22/9/2016-1/10/2016)

0 komentar :

Posting Komentar

Terima kasih atas kunjungan dan komentarnya