Dosen adalah pendidik profesional dan ilmuwan dengan tugas utama mentransformasikan, mengembangkan, dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan, teknologi melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat (Permendikbud 49/2014 Pasal 1:14)

Sekolah Tinggi Teknologi Garut

Diselenggarakan mulai tahun 1991 dan bernaung di bawah Yayasan Al-Musaddadiyah. http://www.sttgarut.ac.id/

Program Studi Teknik Informatika

Berdiri pada tanggal 30 Juni 1998 dan terakreditasi B. http://informatika.sttgarut.ac.id/

Rinda Cahyana

Dosen PNS Kementrian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi, dpk Sekolah Tinggi Teknologi Garut sejak tahun 2005

31 Juli 2020

Nalar di Pusaran Rasa


Nalar itu kalau lihat Kamus Besar, maknanya aktivitas yg memungkinkan seseorang berfikir logis. Bernalar artinya berfikir logis. Menguji kelogisan pernyataan seseorang itu cukup dgn cara membawanya ke alam realita, membebaskannya dari belenggu rasa apapun (suka atau benci). Belenggu rasa bisa membuat kita tdk bernalar; seperti misalnya cinta atau benci yg membuat kita buta tuli.

Menjadi bernalar bagi pencari kebenaran itu sejatinya tdk perlu dipengaruhi oleh keberpihakan nalar. Hanya orang sombong yg berpaling dari semua nalar yg tdk sesuai dgn kecenderungannya. Orang yg sombong itu berpaling dari kebenaran yg ia tdk cenderung kpd nya. Orang dgn tipikal demikian bisa membangun nalarnya di luar alam realita sebab perasaan yg membelenggunya berada di alam lain.

Mari kita uji nalar kita dgn realita. Bila vaksin Covid-19 dari negara Cina berhasil diproduksi Indonesia, Banglades, Brasil, Uni Emirat Arab, atau negara lainnya, maka vaksin tsb tersedia bagi umat manusia, khususnya mereka yg berada di mana vaksin itu telah disesuaikan dgn kondisi lokal, sekalipun di awal produksinya ada skala prioritas bagi tenaga medis. Manusia dapat memilih utk mencoba produk vaksin tsb sehingga menjadi kebal; atau seperti sekarang ini dgn membiarkan dirinya terpapar virus dan menjalani pengobatan hingga sembuh. Manusia yg mencoba vaksinnya bisa siapa saja, tdk perlu mengaku pendukung siapa, atau paling mengaku apa. Apakah penjelasan tsb tdk cukup logis bagi mereka yg merasa telah bernalar?

Vaksin disediakan utk kepentingan kemanusiaan bukan politik. Di manakah nalar orang yg membawa urusan kemanusiaan ini menjadi komoditas politik, membelakangi kemanusiaan demi memperturutkan kecenderungan / hawa nafsu politis partisannya? Hanya dgn membebaskan diri dari hawa nafsu politis partisan saja kita bisa melihat kehinaan pernyataan yg meletakan kemanusiaan di bawah hawa nafsu tsb.

30 Juli 2020

Wahai Ayah Bunda, Tidak Perlu Mengeluh bila Anak Belajar di Rumah


Saat rumah menjadi pusat pendidikan anak di masa bencana, hal tsb hrs menjadi kesempatan bagi kita selaku orang tua utk mengingatkan diri sendiri, bhw pendidikan anak itu merupakan tugas orang tua, baik dgn atau tanpa tambahan pendidikan di luar rumah; dan rumah tangga merupakan tulang punggung bangsa & negara. Orang tua adalah guru pertama anak, di mana dari orang tua lah anak pertama kali meniru perilaku sehingga mewarisi budi dan bahasanya. 

Bila orang tua merasa kesulitan mendidik anak di rumah, jgn melemparkan masalah & kekesalannya kpd para guru di luar rumah. Ketidakmampuan hrs dientaskan dgn belajar. Bila kita selaku orang tua tdk menguasai materi sekolah yg dipelajari anak, kita masih bisa belajar bersama orang tua lainnya dan kpd gurunya, bahu bahu membahu utk dapat membantu proses pembelajaran anak & melaksanakan pengasuhannya. Orang tua sebagaimana anak hrs terus melaksanakan pembelajaran sampai akhir hayat.

19 Juli 2020

Geliat Pariwisata Garut dan Isu Protokol Kesehatan

Hari ini saya melewati jalan menuju arah Nagreg. Tadinya mau memenuhi undangan pertemuan jejaring pertemanan Medsos di RM Cibiuk, namun juru parkirnya bilang tdk ada ruang parkir kendaraan yg tersisa. Katanya di dalam sedang ada kumpulan komunitas mobil tertentu.

Ada banyak RM di sepanjang jalan yg area parkirnya dipenuhi oleh kendaraan. Nampak banyak mobil memenuhi ruang parkir RM Astro hingga membludak ke luar gerbang. Biasanya kalau lewat atau singgah di sana, ruang parkir di dalam gerbang masih memadai. Rupanya industri pariwisata di Garut sudah mulai menggeliat.

Karena sudah lewat dzuhur, saya pun menepikan kendaraan di RM yg nampak selalu ramai dikunjungi kalau kebetulan lewat sana. Nampak tdk ada protokol kesehatan yg dijalankan, seperti pengecekan suhu, fasilitas cuci tangan di luar pintu, dan jaga jarak. Agak riskan juga di dalam sana mengingat para pengunjungnya bukan hanya masyarakt Garut yg sudah berada di zona hijau. 

Sepertinya agak sulit bagi RM nya utk mengendalikan pengunjung agar hanya setengah daya tampungnya saja. Tdk ada orang khusus yg melaksanakan fungsi kendalinya. Hampir semua pelayan tanpa masker itu sibuk melayani pengunjung yg tdk hentinya keluar masuk rumah makan laris tsb. 

Semoga para penghantar makanan yg hilir mudik melayani pelanggan dan juru parkir tanpa masker itu tetap terjaga kesehatannya. Usaha menjaga rejeki kesehatan sama pentingnya dgn usaha menambah rejeki materi.

14 Juli 2020

Meningkatkan Kapasitas Guru SMKN 2 Garut



Tanggal 13 Juli 2020 adalah hari terakhir kegiatan Pelatihan Kementrian Koperasi dan UKM Republik Indonesia. Pagi itu saya harus menyelang sebentar ke SMKN 2 Garut untuk menyampaikan materi seputar Google Classroom. Kegiatan di sekolah tersebut tidak bisa saya lewatkan mengingat undangannya telah lebih dulu datang sebelum undangan dari Kementrian. Saya langsung berangkat dari Hotel Harmoni Garut. Malam itu saya menginap di sana setelah saya memfasilitasi materi Online Marketplace hingga pukul 9 malam. 


Kegiatan yang saya hadiri di SMKN 2 Garut adalah IHT (In House Training) dengan judul Adaptasi Belajar Mengajar di Masa Pandemi Covid-19 Menuju New Normal. Sesuai surat permintaan bantuan yang dikirimkan oleh kepala sekolahnya kepada ketua Sekolah Tinggi Teknologi Garut, saya harus menjadi pengajar yang menyampaikan materi kepada peserta. Beberapa hari sebelumnya, sebelum kegiatan tiga hari Kementrian dilaksanakan, saya telah merampungkan buku saku Google Classroom dalam format pdf untuk dibagikan kepada para guru yang menjadi peserta IHT. Malam itu di kamar hotel, saya siapkan slide presentasi materi Pengantar IHT nya. Lumayan melelahkan karena maraton dengan kegiatan Kementrian, tetapi harus saya kerjakan agar berbuah manfaat sedekah ilmu yang banyak.

Dalam kesempatan tersebut, saya menjelaskan kepada para Guru yang menjadi peserta kegiatan IHT bahwa karakteristik pribumi digital yang dimiliki oleh peserta didik merupakan kekuatan dalam penerapan teknologi pembelajaran jarak jauh. Tuntutan untuk mengarahkan peserta didik menjadi CAKAP (Cerdas, Kreatif, dan Produktif) dalam memanfaatkan teknologi informasi menjadi kesempatan dalam pemanfaatannya. Saya menunjukan beberapa contoh kasus pelanggaran UU ITE oleh siswa, guru, dan kepala sekolah di beberapa daerah sebagai sampel kelemahan komunitas akademik dalam pemanfaatan internet. Kelemahan lainnya yang saya tunjukan adalah persebaran internet hotspot yang belum merata di wilayah Garut yang harus menjadi perhatian para guru. Menurut pendapat saya, guru memiliki kewajiban untuk mengingatkan peserta didiknya agar dapat memenuhi dasar etika jaringan semata karena tanggung jawabnya selaku penyelenggara kegiatan pembelajaran di internet. Lembaga pendidikan seyogyanya memastikan peserta didik yang berada di zona internet blank spot agar dapat mengikuti pembelajaran daring, agar hak belajarnya terpenuhi.

   
Slide presentasi dapat diunduh di sini
Buku Saku Google Classroom dapat diunduh di sini
 
   

11 Juli 2020

Membantu Kemenkopukm RI Mengembangkan Kapasitas UMKM



Hari Sabtu, 11 Juli 2020 merupakan hari pertama Pelatihan Kewirausahaan yang diselenggarakan oleh Kementrian Koperasi dan UKM di mana saya terlibat di dalamnya sebagai pemateri. Malam hari sebelumnya, tanggal 9 Juli 2020, pak Yadi dari Dinas Koperasi dan UKM kabupaten Garut menghubungi dan memberitahukan bahwa saya diminta untuk menjadi pemateri dalam kegiatan tersebut. Sebagai dosen yang memiliki kewajiban pengabdian saya menerima permintaan bantuan dari pemerintah tersebut.   

Pada tanggal 10 Juli 2020, saya bertemu dengan tim pemateri akademisi lainnya, yakni ibu Urip dan pak Hendro dari STIE Yasa Anggana Garut. Pertemuan tersebut dilaksanakan untuk merumuskan lingkup materi yang akan disampaikan kepada peserta. Saat itu saya menyanggupi untuk membuatkan formulir online test bagi peserta. Peserta akan mengisi formulir tersebut sebelum dan setelah kegiatan. Data yang terkumpul digunakan untuk mengukur peningkatan pengetahuan peserta. 


Di hari pertama itu saya tidak mengikuti kegiatan pembukaannya sehubungan harus memberikan materi pembekalan kepada peserta KKN di kampus. Acara pembekalan tsb sudah lebih dulu diagendakan sebelum undangan dari Dinas diterima. 

Saya berusaha merampungkan formulir test pelatihan di sela-sela pembekalan. Selepas acara, saya bergegas menuju Hotel Harmoni, tempat di mana kegiatan Pelatihan dilaksanakan, bergabung dgn tim pemateri akademisi untuk memastikan kelancaran pre-test dan merekap hasilnya.


Pada hari itu pula anak bungsu saya ulang tahun. Istri mengingatkan melalui Whatsapp supaya saya tidak lupa dengan hari penting tersebut. Syukurlah sore hari pemateri akademisi bisa pulang. Saya bergegas pulang menuju rumah dan menemui istri yang tengah bersiap memberikan kejutan kue ulang tahun bagi anak bungsu.

Akhirnya seremoni ulang tahun pun dilaksanakan pada waktu sore menjelang Maghrib. Anak bungsu terlihat senang dengan kuenya karena bergambarkan Sonic, karakter kartun yang disukainya.


Beberapa bulan yang lalu anak saya menyampaikan keinginannya untuk menginap di hotel. Kebetulan panitia pelatihan memberikan fasilitas kamar hotel bagi pemateri untuk menginap. Malam itu saya ajak keluarga menginap di hotel. Anak bungsu nampak senang karena keinginannya terwujud di hari istimewanya. Ini memang sudah rejekinya dari Yang Maha Mengatur.

Kegiatan ini terasa melelahkan karena tiga sebab. Pertama, karena undangan tersebut sangat mendadak sehingga saya harus menyiapkan materi dengan waktu yang tidak banyak. Kedua, karena dalam waktu bersamaan saya harus menyiapkan buku saku dan slide pengantarnya untuk kegiatan In House Training yang diselenggarakan oleh SMKN 2 Garut. Ketiga, karena maag kronis saya belum sembuh. Kehadiran keluarga dan mamah yang melakukan pemanggilan video Whatsapp di kamar hotel pada hari pertama itu sangat menghibur. 

Di hari kedua, selepas menjadi fasilitator hingga pukul 9 malam, saya menginap sendiri. Saya meras lelahan saat memasukan data kuesioner manual dari peserta yang tidak membawa smartphone ke formulir test. Setelah selesai, hasilnya saya sampaikan kepada panitia. 


Akhirnya Pelatihan selesai di hari ketiga selepas Ashar. Acara tersebut ditutup oleh kepala Dinas. Tidak lupa kami berfoto sebagai bukti kegiatan. Agak risi juga karena harus foto berdekatan, sekalipun sudah mengenakan masker. Sepanjang kegiatan, kecuali saat menjadi pemateri, saya selalu mengenakan masker. Bagian yg akan disentuh oleh saya disemprot dgn sanitizer.

Di tengah perjalanan pulang, ibu Urip menghubungi dan mengajak saya untuk menemani pak Hendro mencicipi Soto di Simpang Lima. Sotonya gratis karena dibayari oleh ibu Urip. Makan bersama di akhir kegiatan pengabdian seperti ini merupakan kebiasaan saya besama kolega di kampus.

 
Tahun ini gaji 13 diundurkan pencairannya oleh pemerintah. Gaji tersebut sangat penting bagi ASN seperti saya untuk memenuhi kebutuhan sekolah anak. Alhamdulillah, Allah mengaruniakan rejeki yang tidak disangka-sangka dari Pelatihan ini, sehingga kebutuhan sekolah anak bisa tercukupi.  

03 Juli 2020

Bukan karena Cita-cita


Selepas SMA, bapak memasukan saya ke test masuk STPDN. Pertimbangannya adalah krn sekolahnya gratis, dan setelah lulus bisa jadi PNS. Saya memutuskan utk berhenti dari tesnya krn ada hal yg saat itu saya anggap tdk sejalan dgn nilai agama, seperti berdiri telanjang di atas meja utk pemeriksaan kesehatan dgn dilihat oleh banyak peserta lain yg juga dlm kondisi telanjang.

Selepas itu sempat daftar masuk informatika ITB dan manajemen industri IPB, tapi mungkin krn kurang persiapan krn waktu tersita oleh tes STPDN, atau krn peminatnya membludak, saya tdk diterima masuk di sana. Intinya, belum rejekinya masuk dua kampus tsb.

Orang tua kemudian memasukan saya ke kampus Sekolah Tinggi Teknologi Garut yg saat itu muatan pembelajaran agamanya sangat banyak. Mata kuliah agamanya dari semester I sampai VI. Pembelajaran agamanya ditambah selepas Maghrib dan Subuh di ponpes kampus. Pemahaman agama ini menjadi lebih terhubung sanad keilmuannya dan akademis.

Selepas kuliah, saya ikutan tes CPNS Pemkab Garut bareng teman utk bidang informatika. Tesnya tdk pernah saya ikuti krn surat panggilannya tertahan di teman tsb. Saya tdk marah dan menganggapnya angin lalu.

Saya mulai mengajar di kampus setelah ditawari oleh pak kyai yg saat itu menjabat pimpinan kampus dan bu guru yg saat itu menjabat kaprodi. Saya tdk menolak pekerjaan tsb, tetapi juga tdk memberi kepastian tetap akan bekerja di Garut. 

Sempat melamar ke perusahaan Multi-Nasional di Jakpus dan diterima, tetapi memilih pulang lagi ke kampus krn pertimbangan spirituil. Saat itu saya berfikir, lebih baik bekerja di lingkungan yg sejuk walau gajinya tdk sebanyak di Jakarta.

Beberapa tahun kemudian, setelah dua tahun menjadi asisten dosen dan diberi info penerimaan CPNS di Kemendikbud RI oleh teman, saya berniat memberi tahu info tsb kpd para guru di kampus. Tapi kemudian malah ikut daftar. Sempat mau mundur dari tesnya, tapi dinasihati oleh guru utk melanjutkannya, sehingga akhirnya diterima masuk CPNS. Dan atas usaha pak kyai, alhamdulillah jadi diperbantukannya di almamater.

Orang tua tentunya senang, sebab akhirnya PNS menjadi pekerjaan kedua anaknya di tahun yg sama, dan sama2 di lembaga pendidikan bidang informatika, hanya jenjangnya saja yg berbeda. Anak lelakinya tdk perlu menjadi PNS melalui jalan yg ada pukulan fisiknya. Bila sdh ditakdirkan, pekerjaan itu tdk akan ke mana. Dan semuanya terwujud krn kesungguhan orang tua dlm mencerdaskan kehidupan anak-anaknya dgn doa dan usaha. 

Jalan karir saya memang tdk selancar kakak yg satu angkatan PNS nya. Utk naik ke golongan III/b saya hrs kuliah S2 dulu. Dan utk naik ke golongan IV seperti kakak, saya hrs kuliah S3. Kakak tdk menemui hambatan seperti itu. Ibu sempat menyarankan agar saya pindah tugas, tetapi saya memilih utk ikhlas menjalaninya. 

Orang tua sangat demokratis, membiarkan anak memilih yg terbaik dari pilihan terbaik yg ada. Orang tua mengajarkan kepemimpinan, di mana anak harus bertanggung jawab atas kepemimpinannya atas diri. Hal tsb seakan kebebasan yg menyenangkan, padahal merupakan beban yg besar. Sebab anak hrs bersikap amanah thd kebebasan memilih yg diberikan oleh orang tuanya, tdk mengecewakan orang tuanya.

Saya dapat mensyukuri nikmat ilmu di almamater dgn berkontribusi apapun, seperti membawa mahasiswa asing ke kampus dan membawa mahasiswa kampus ke luar negeri. Nikmat itu ditambah oleh almamater dlm wujud bantuan biaya kuliah saat menempuh pascasarjana di ITB. Allah membukakan jalan mensyukurinya dgn membangun Unit Kerja Sistem Informasi, sesuai konsentrasi bidang ilmu komputasi saya di ITB. Sekarang unit kerja tsb sudah masuk dalam struktur organisasi, dan menjadi ujung tombak pelaporan kinerja tridharma perguruan tinggi. Jalan lainnya yg terbuka selepas kuliah adalah dgn memunculkan mata kuliah pilihan Sistem Informasi dlm kurikulum baru prodi Informatika, lengkap dgn kelompok keilmuannya.

01 Juli 2020

Bekerja untuk Bersedekah


Seorang pria, sebelum ia menikah, uang yg diperolehnya dari bekerja dinikmatinya sendiri. Tetapi setelah ia menikah, uang itu ia bagikan dgn anggota keluarganya. Ia tdk merasa sedih dgn hal itu krn dua sebab, yakni sadar akan tanggung jawabnya utk menafkahi; dan sadar betapa banyaknya keuntungan akhirat yg ia peroleh dari menafkahi. Semakin banyak uang yg dicari, dan semakin banyak dikeluarkannya, semakin banyak pula pahala sedekahnya.

Harta yg dikeluarkan sebagai makanan utk mu dinilai sebagai sedekah utk mu. Begitu pula makanan yang engkau beri pada anakmu, itu pun dinilai sedekah. Begitu juga makanan yang engkau beri pada istrimu, itu pun bernilai sedekah untukmu. Juga makanan yang engkau beri pada pembantumu, itu juga termasuk sedekah (HR. Ahmad)

Kesadaran yg pertama boleh jadi terwujud krn rasa takut kpd Allah,

Allah akan bertanya pada setiap pemimpin atas apa yang ia pimpin, apakah ia memperhatikan atau melalaikannya (HR. Ibnu Hibban)

Dan kesadaran kedua boleh jadi terwujud krn dorongan harap kpd Allah agar selamat dari neraka,

Selamatkan diri kalian dari neraka walau hanya melalui sedekah dengan sebelah kurma (HR. Bukhari)

Dgn bekerja & menafkahi keluarga setiap hari, seorang suami mendapatkan fasilitas ampunan dosa setiap hari,

Sedekah itu dapat menghapus dosa sebagaimana air itu memadamkan api (HR. At-Tirmidzi).

Dgn demikian, seorang suami yg beriman kpd Allah dan Rasul Nya senantiasa diampuni & diselamatkan oleh Allah dari neraka setiap harinya dgn karunia kemampuan dari Nya utk bekerja yg halal, mendapatkan uang, dan menafkahi setiap hari. Dan seorang istri, ikut terciprati krn membantu suami mengelola sedekahnya.