Dosen adalah pendidik profesional dan ilmuwan dengan tugas utama mentransformasikan, mengembangkan, dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan, teknologi melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat (Permendikbud 49/2014 Pasal 1:14)

01 Juli 2020

Bekerja untuk Bersedekah


Seorang pria, sebelum ia menikah, uang yg diperolehnya dari bekerja dinikmatinya sendiri. Tetapi setelah ia menikah, uang itu ia bagikan dgn anggota keluarganya. Ia tdk merasa sedih dgn hal itu krn dua sebab, yakni sadar akan tanggung jawabnya utk menafkahi; dan sadar betapa banyaknya keuntungan akhirat yg ia peroleh dari menafkahi. Semakin banyak uang yg dicari, dan semakin banyak dikeluarkannya, semakin banyak pula pahala sedekahnya.

Harta yg dikeluarkan sebagai makanan utk mu dinilai sebagai sedekah utk mu. Begitu pula makanan yang engkau beri pada anakmu, itu pun dinilai sedekah. Begitu juga makanan yang engkau beri pada istrimu, itu pun bernilai sedekah untukmu. Juga makanan yang engkau beri pada pembantumu, itu juga termasuk sedekah (HR. Ahmad)

Kesadaran yg pertama boleh jadi terwujud krn rasa takut kpd Allah,

Allah akan bertanya pada setiap pemimpin atas apa yang ia pimpin, apakah ia memperhatikan atau melalaikannya (HR. Ibnu Hibban)

Dan kesadaran kedua boleh jadi terwujud krn dorongan harap kpd Allah agar selamat dari neraka,

Selamatkan diri kalian dari neraka walau hanya melalui sedekah dengan sebelah kurma (HR. Bukhari)

Dgn bekerja & menafkahi keluarga setiap hari, seorang suami mendapatkan fasilitas ampunan dosa setiap hari,

Sedekah itu dapat menghapus dosa sebagaimana air itu memadamkan api (HR. At-Tirmidzi).

Dgn demikian, seorang suami yg beriman kpd Allah dan Rasul Nya senantiasa diampuni & diselamatkan oleh Allah dari neraka setiap harinya dgn karunia kemampuan dari Nya utk bekerja yg halal, mendapatkan uang, dan menafkahi setiap hari. Dan seorang istri, ikut terciprati krn membantu suami mengelola sedekahnya.

0 komentar :

Posting Komentar

Terima kasih atas kunjungan dan komentarnya