Dosen adalah pendidik profesional dan ilmuwan dengan tugas utama mentransformasikan, mengembangkan, dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan, teknologi melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat (Permendikbud 49/2014 Pasal 1:14)

07 Oktober 2021

Mengelola Stress

Stress adakalanya menimbulkan masalah saat bebannya berlebih. Stress tidak selalu timbul karena adanya fikiran negatif. Semangat positif yang dibangun oleh fikiran positif terkadang menimbulkan stress saat fikiran menjadi sangat penuh. Ada beberapa jurus pengelolaan stress yang saya kutip dari beberapa pustaka.

Dari karya tulis Ibn Arabi saya menemukan satu konsep Raja Hati. Gagasan utamanya adalah aku yang harus menunggangi fikiran atau perasaan ku,  jangan fikiran dan perasaan yang menunggangi ku, atau selain ku yang menunggangi fikiran dan perasaan tersebut. Fikiran dan perasaan itu seringkali diidentifikasi sebagai sosok lain. Dalam perbincangan psikologi ada istilah Dualisme Kepribadian yang gagasan utamanya adalah "aku" bukanlah "aku yang berlawanan". Dihubungkan dengan konsep Raja Hati, aku sebagai raja di dalam hati, bukanlah aku yang berlawanan, dan aku yang berlawanan harus ditundukan untuk mempertahankan kedudukan ku sebagai raja hati.  

Dari karya tulis al-Ghazali saya menemukan konsep untuk mengurangi fikiran dan perasaan yang tidak penting, yakni selalu berpaling dari bisikan negatif dalam hati sampai pembisiknya patah semangat. Sama seperti kita yang bersifat diskrit, memiliki batasan usaha, aku yang berlawanan juga memiliki batasan usaha. Apabila usahanya mandeg, aku yang manapun mungkin akan berhenti dengan sendirinya.

Dari karya tulis Ibnu Athaillah saya menemukan konsep istirahat sebagai upaya mengurangi tekanan. Wujud istirahatnya adalah kontemplasi. Tujuannya dua:

Pertama, berpegang terus pada "tonggak yg sama" dalam fikiran utk mencegah diri terbawa arus negatif di dalam diri. Bagi muslim, "tonggak" itu berupa ingatan kepada Tuhan, di mana berpegang terus padanya itu diwujudkan dalam dzikrullah. Aku dapat menghindari dari keinginan aku yang berlawanan dengan mengarahkan "wajah" ku kepada "wajah" Nya, kepada nama-Nya.     

Kedua, mensugesti diri dalam kontemplasi tersebut untuk mengarah kepada fikiran dan perasaan yang baik, sehingga aku yang berlawanan mendapat penghalang tebal untuk mengganggu ku.

Dari semua konsep yang telah disampaikan, kunci pengelolaan stress adalah pengetahuan baik dan buruk yang berasal dari beragam sumber pengetahuan yang dipercaya. Selain itu adalah dengan menyeimbangkan aku dengan aku yang berlawanan, yin-yang. Artinya kita tidak mungkin lepas dari stress, hanya bisa menyeimbangkan kemampuan aku dengan aku yang berlawanan. Stress itu benar-benar hilang saat aku tidak ada.

#PersepsiCahyana

0 komentar :

Posting Komentar

Terima kasih atas kunjungan dan komentarnya