Dosen adalah pendidik profesional dan ilmuwan dengan tugas utama mentransformasikan, mengembangkan, dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan, teknologi melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat (Permendikbud 49/2014 Pasal 1:14)

09 Oktober 2021

Rasa Bersalah


Rasa bersalah itu akan terasa beragam bagi setiap orang. Bagi sebagian orang, rasa bersalah kpd orang yg dikenal, terasa berbeda dgn rasa tsb kpd orang yg tdk dikenal. Bahkan ada yg mengalami rasa itu demikian: 1) Semakin dekat, semakin terasa, dan semakin jauh, semakin tak terasa; 2) Semakin terlihat jati diri, semakin terasa, dan semakin tersembunyi, semakin tak terasa.

Tetapi inti rasa bersalah itu sama utk segala kondisi yg beragam tsb. Dari inti itu terpancar ketidaknyamanan yg diletupkan dgn kekuatan, di mana kekuatannya beragam tergantung syarat kondisinya. Misalnya, kalau kondisi dirinya terlihat, dan objeknya dekat atau dikenal, letupannya akan besar, sehingga pancaran ketidaknyamananya akan sangat kuat dan membebani fikiran.

Inti tersebut sering dirujuk utk membuat pengertian umum dari makna bersalah dan rasanya. Inti dari rasa tersebut adalah bahan baku ketidaknyamanan yg akan diletupkan. Inti tersebut adalah pengabaian komitmen. Artinya, semua orang yg mengalami rasa bersalah seperti apapun kondisinya atau sebesar apapun rasanya, penyebabnya sama, yakni pengabaian komitmennya kpd objek, baik komitmen alami atau disepakati.

Misalnya kita punya komitmen utk bersikap lembut kpd siapapun. Apabila suatu saat bersikap sebaliknya, kita akan merasa tdk nyaman. Semakin berkomitmen, semakin tdk nyaman. Oleh karenanya, selain kondisi subjek (nampak/tersembunyi) dan objek (jauh/dekat, dikenal/tdk) yg menentukan seberapa kuat letupan rasanya, kondisi inti (komitmen) juga turut menentukannya.

#PersepsiCahyana

0 komentar :

Posting Komentar

Terima kasih atas kunjungan dan komentarnya