Dosen adalah pendidik profesional dan ilmuwan dengan tugas utama mentransformasikan, mengembangkan, dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan, teknologi melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat (Permendikbud 49/2014 Pasal 1:14)

16 Mei 2022

Ratisejiwa dan Filsafat Stoikisme


Suatu saat saya mengajarkan tali temali kepada dua orang adik kelas dalam kegiatan Kepramukaan di SMP. Ada satu simpul yg harus saya urai. Kepada keduanya saya katakan bahwa kita perlu menenangkan diri saat berhadapan dgn masalah tersebut, sehingga kedamaian tercapai, dan segala sesuatunya dapat dikuasai. Beberapa saat kemudian simpulnya terurai.

Tenang, damai, dan kuasai segalanya adalah buah dari Ratisejiwa (Meraba Hati dan Mensejahterakan Jiwa). Hanya dgn memahami hati dan mengendalikan apa yg bergerak di dalamnya manusia dapat mencapai ketenangan. Apabila hati telah tenang, kedamaian akan menghampiri, berdamai dgn dirinya dan apapun yg ada di sekitarnya. Hal demikian membuat apa yg tercapai atau terlepas menjadi suatu nilai yg dikuasai dan bermanfaat.

Rupanya pemikiran di masa lalu itu selaras dgn perkataan Marcus Aurelius. Penganut filsafat Stoikisme atau filsafat teras itu berkata, bahwa semakin dekat seorang pria dgn pikiran yang tenang, semakin dekat dia dengan kekuatan.

Ada banyak pemikiran Stoikisme yg dapat mengendalikan pikiran ini. Beberapa di antaranya adalah sebagai berikut:

Semakin kamu memikirkan hal-hal di luar kemampuan mu, semakin sedikit kemampuan yang kamu miliki. Kamu akan lebih sering menderita dalam imajinasi, daripada dalam kenyataan.

Jangan menganggap sesuatu itu tidak mungkin hanya karena terasa sulit. Kamu telah melewati hidup tanpa lawan. Tidak ada yang pernah tahu apakah kamu mampu, bahkan diri mu sendiri. Sadarilah bahwa jika orang lain mampu melakukannya, kamu pun dapat melakukannya. Kesejahteraan diwujudkan dengan langkah-langkah kecil, tetapi sebenarnya itu bukan hal kecil.

Kamu diberi dua telinga dan satu mulut agar lebih banyak mendengar daripada berbicara. Tanyakan pada diri mu setiap saat, apakah kamu perlu melakukan langkah kecil tersebut?. Bila kamu merasa memiliki sedikit waktu utk melakukannya, ketahuilah bahwa bukan waktu mu yg singkat, tetapi kamu telah menyia-nyiakan banyak waktu.

#BiografiCahyana

0 komentar :

Posting Komentar

Terima kasih atas kunjungan dan komentarnya