Dosen adalah pendidik profesional dan ilmuwan dengan tugas utama mentransformasikan, mengembangkan, dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan, teknologi melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat (Permendikbud 49/2014 Pasal 1:14)

28 Juli 2022

Pengaruh Pertemanan di Medsos


Apakah anda sempat mengira bila medsos dapat membaca pikiran? Kemampuan medsos belum sampai di sana, tetapi algoritma dlm medsos mengumpulkan kita dgn orang lain yg memiliki pola kiriman dgn kita, sehingga ada kalanya pikiran mereka adalah jawaban utk masalah kita, menguatkan pendapat atau perasaan kita. Hal demikian membuat lingkungan medsos menjadi tempat yg menyenangkan, sebab kita bertemu atau berinteraksi dgn orang dan konten yg digemari.

Nabi SAW pernah bersabda, "Kamu bersama orang yang kamu cintai" (HR. Bukhari). Konteks hadits tsb adalah tentang kebersamaan di akhirat. Tetapi di dunia ini, kebersamaan seperti itu terlihat di medsos. Kita cenderung berteman atau mengikuti (follow atau subscribe) siapapun yg gemar mengirimkan konten yg dicintai, bahkan meminta utk diberi tahu oleh medsos bila ada kiriman barunya. Sehingga kita setiap saat berkumpul dgn pengguna dan konten yg dicintai, dan berinteraksi walau sebatas memberi tanda ❤️ atau ๐Ÿ‘. Bahkan kita menunjukan sikap kontra terhadap konten yg menyelisihinya.

Nabi SAW juga pernah bersabda, bahwa seseorang akan terpengaruh oleh temannya. Beliau membuat perumpamaan demikian:

Seseorang yang duduk (berteman) dengan orang saleh dan orang yang buruk, bagaikan berteman dengan pemilik minyak wangi dan pandai besi. Pemilik minyak wangi tidak akan merugikan mu, engkau bisa membeli (minyak wangi) darinya atau minimal engkau mendapat baunya. Adapun berteman dengan pandai besi, jika engkau tidak mendapati badan atau pakaianmu hangus terbakar, minimal engkau mendapat baunya yang tidak sedap. (HR. Bukhari).

Ada banyak cara bagi siapapun utk membangun pertemanan di medsos. Mereka yg fokus pada jumlah pengikut tdk memperhatikan baik atau buruknya akun yg mengikutinya. Media yg mendapat keuntungan dari berita kontroversi yg menimbulkan perdebatan yg ramai justru memelihara akun antagonis, termasuk akun anonim atau akun ternak milik buzzer. Tetapi kita biasanya membatasi diri dgn hanya memilih berinteraksi dgn siapa saja yg berinteraksi baik, dan cenderung menjauhi mereka yg tdk mau lepas dari interaksi buruknya. Bahkan sebagian pengguna medsos hanya berteman dgn siapa saja yg dikenal. Pemilihan teman di medsos bertujuan utk mendapatkan pengaruh yg baik dan menjaga suasana medsos yg baik.

Itulah sebab kenapa kita dapat memperkirakan pengguna medsos berada dalam lingkaran pertemanan seperti apa dari kiriman, komentar, dan cara interaksinya. Bila seseorang menggunakan materi (termasuk konten hoax) yg bertahun-tahun banyak digunakan oleh banyak orang utk menghina seseorang atau sekelompok orang, kemungkinan besar ia berteman atau berada dlm jaringan pertemanan yg sering membicarakan penghinaan tersebut dlm medsosnya. Perilaku seseorang dibentuk atau dipengaruhi oleh perilaku atau konten dalam jejaring pertemanannya, sehingga ia akan seperti yg dicintainya.

Imam al Mubarakfuri menjelaskan dalam Tuhfatul Ahwadzi, "Jika seseorang mencintai kalangan saleh dengan ikhlas, maka sebagaimana dinyatakan Nabi, ia termasuk golongan mereka kendati amalannya tidak seperti yang dilakukan orang-orang saleh tadi, sebab keterpautan hati dengan mereka. Kiranya rasa cinta itu memotivasi agar bisa berbuat serupa."

Dalam konteks kecintaan di medsos, bila kita berteman dgn pengguna medsos yg saleh, di mana kesalehannya tercermin dari kirimannya yg berisi pemikiran, pengalaman, atau konten lainnya yg saleh, maka kita termasuk kalangan mereka krn terpaut hati dgn kontennya, sehingga kita tergerak utk menirunya di dunia maya ataupun nyata. 

Oleh krn nya, kiriman konten di medsos terkait amal saleh yg telah dilakukan tdk lah buruk selama tdk ada niat riya' atau ujub. Apalagi bila kiriman tsb dimaksudkan utk mempengaruhi orang lain agar berbuat sama yg mungkin akan lebih hebat dari amal yg ada. Ini adalah upaya utk memicu semangat berbuat baik.

"... Maka berlomba-lombalah kamu dalam kebaikan ..." (QS. al-Baqarah: 148)

#PersepsiCahyana
#LiterasiDigital

0 komentar :

Posting Komentar

Terima kasih atas kunjungan dan komentarnya